
...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...
"Aaargh!!"
Ratu teriak sambil menutup matanya karena jumpscare yang tiba-tiba muncul menampilkan wajah buruk Kuntilanak memenuhi satu layar bahkan setengah penonton lainnya pun ikut berteriak histeris.
Sampai tanpa Ratu sadari wajah Adam pun menjadi korban dari jumpscare barusan.
"Bbeugh"
Suara rahang Adam yang terhantam sikut kekasihnya secara refleks.
Yang lain pada histeris ketakutan, lain hal dengan Adam yang terdiam memegangi rahang bawahnya yang terasa nyeri.
"Aduh anjeng! niat mau nyium malah ke adu gigi hadeh" Agam menggerutu sendiri dalam batinnya.
"Aduh ya Allah seram banget ay muka Kuntilanak nya hehe kamu ngeliat kan tadi?" ucap Ratu yang panik sambil mengelus dadanya dan menoleh ke Adam.
"He'em" hanya itu yang keluar dari mulut Adam yang sedang menahan ngilu di giginya.
Ratu kembali tersenyum dan memperhatikan filmnya.
Satu jam berlalu kini Ratu nampak kedinginan dengan Ac yang terus menyelimuti studio itu.
Adam memperhatikan Ratu yang sedang menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya dan merapatkan kedua kakinya.
"Dingin ya ay?" tanya Adam sambil mengusap rambut kekasihnya.
"Engga kok sayang hehe" balas Ratu yang mencoba berbohong pada Adam.
Namun, dengan gelagap bibir Ratu yang sudah gemetaran membuat ia tak bisa membohongi Adam.
"Aku kenal kamu udah lama sayang, gak perlu berbohong ah hehe" celetuk Adam sambil melepas jaketnya perlahan.
"Hehe maaf ay" balas Ratu yang merasa malu sendiri.
Tiba-tiba Adam menyingkapkan jaket tebalnya ke tubuh Ratu hingga membuatnya terkejut dengan tindakan Adam.
"Ish sayang jangan ah, gak mau aku ay udah gak apa-apa" panik Ratu yang mencoba menghalangi Adam.
"Nurut aja sih ay ih. disini dingin nanti biduran kamu kambuh terus bentol-bentol mau hah?" Adam tetap egois dengan keinginannya.
"Tapi kamu juga bakal kedinginan kalau jaketnya aku yang pakai ay" Ratu tak mau kalah dengan rasa kekhawatiran Adam.
"Ay..!" ucap Adam dengan tegas sambil menatap tajam mata Ratu.
Ratu pun langsung terdiam seribu bahasa melihat tatapan Adam.
Akhirnya ia pun hanya bisa pasrah menuruti mau Adam.
Memakai jaket tebal milik kekasihnya dan dengan segera Adam langsung merangkul Ratu dalam dekapannya yang membuat tubuh Ratu terlindungi dua lapis. pertama dari jaket tebal dan kedua pelukan hangat dari tubuh Adam.
"Makasih sayang" ucap Ratu yang seketika berubah lembut kembali.
"Hust.. dah lanjut nonton gih hehe" balas Adam yang menoleh sedikit dan mengecup kening bidadarinya.
"Muach"
Ratu tersenyum manja dan melanjutkan menonton dengan nyaman karena kini tubuhnya sudah terasa hangat berkat pelukan Adam.
[Next...]
Singkat cerita Film pun selesai. Adam, Ratu serta penonton lainnya menuruni tangga dan melangkah menuju pintu bertuliskan 'Exit' di pojok studio.
Setelah keluar dari lorong, betapa terkejutnya Adam dan Ratu saat menengok sebagian toko sudah mulai tutup.
"Waduh kemalaman ay kita benar" ucap Adam yang melihat jam tangan menunjukan pukul 22.40 wib.
"Oh iya gimana nih ay?" Ratu menggenggam erat jemari kekasihnya. mulai merasa ketakutan.
Tak berbeda dengan Ratu, Adam pun khawatir diposisi itu. bagaimana tidak, bahwa Adam yang mengajak Ratu ke mall ini pun baru pertama kali nya.
Tentu dia juga belum terlalu hapal di pintu mana dia masuk tadi.
__ADS_1
"Pintu Utara ay dimana ya yuk cari" pinta Adam sambil menuntun Ratu.
"Iya ay" Ratu pun hanya bisa mengikutinya.
Adam menelusuri setiap lorong dan bagian-bagian mall besar itu.
Mencoba mengikuti langkah penonton yang senasib juga dengan mereka.
Hingga akhirnya, sampai lah Adam dan Ratu di sebuah eskalator troli (yang tidak ada anak tangganya alias rata) namun tak bergerak otomatis karena sudah lewat jam operasional mall tersebut yang kebetulan sekali di bawahnya tepat jalan pintu keluar yang mereka cari dari tadi.
"Waduh tinggi banget ay" ucap Adam yang sedang memperhatikan eskalator penghubung lantai satu ke lantai tiga itu.
"Gak ada eskalator lain kah ay?" tanya Ratu yang nampak ketakutan tak bisa melangkah mengingat kini ia sedang memakai sepatu beralas licin.
"Ada sih, tapi di ujung banget sayang mutar jalan nya kelamaan takut di kunci daei dalam gimana hehe" balas Adam memberi pengertian pada Ratu.
Setelah membujuk si cantik akhirnya Ratu pun ikut melangkah menuruni eskalator tak bergerak itu.
"Seram juga ya ay kalau mall udah mau tutup eskalator udah pada di matiin hehe" ucap Adam yang mengobrol dengan Ratu.
Namun tanpa ia sadari ternyata Ratu tertinggal jauh dibelakang Adam.
Karena alas kaki yang licin, Ratu pun tak berani melangkah cepat seperti Adam.
Perlahan ia menuruni eskalator itu sambil berpegangan dikedua sisi.
"Ayo sayang" sambung Adam lalu naik lagi sejenak untuk menggandeng Ratu.
"Ih sayang awas ah gak mau buru-buru" ucap Ratu dengan nada tinggi saking paniknya.
"Hust.. iya-iya maaf hilih" Adam melepas tangan Ratu.
Ditengah perdebatan itu, datang lah sepasang muda mudi yang ingin menuruni eskalator itu.
Bernasib sama seperti Ratu, si wanita itu pun tak bisa melangkah normal di atas eskalator rata yang khusus troli barang.
Bagi Adam yang seorang Introvert, tentu hal itu membuat mood nya rusak seketika.
Memaksa Ratu untuk segera melangkah namun Ratu tetap saja berjalan pelan sekali di atas eskalator.
Adam pun berlutut jongkok di hadapan Ratu membelakangi nya.
"Ayo naik" pinta Adam yang sudah berjongkok di tengah kemiringan yang cukup curam.
Dua sejoli di belakang mereka pun hanya bisa memperhatikan apa yang akan Adam lakukan di tengah eskalator itu.
"Ih gak mau lah ay! jalan di eskalator ini aja udah seram nengok kebawah saking tinggi nya. ini malah mau di gendong yang bikin makin tinggi" gerutu Ratu dengan nada kesal.
"Udah ayo cepat naik ay hilih" jawab Adam.
"Gak ah! ngeri takut jatuh" balas Ratu yang tetap keras kepala tak mau menuruti permintaan Adam.
"Ehm.." Adam menghentak bokongnya agar menyenggol lutut Ratu dan goyah lah tubuh nya sampai mau tak mau Ratu memeluk erat Adam dari belakang punggungnya.
"Aduh sayang aduh ahhhh tolong aku takut ay wey" Ratu memeluk erat leher Adam hingga tak sadar bahwa itu mencekik kekasihnya.
"Ya aku juga sakit ay gak bisa napas ini hey!" balas Adam dengan panik sambil menepuk kaki Ratu yang mencengkram kuat di pinggulnya.
"Iya maaf ay aku ngeri jatuh" sambung Ratu.
Hingga cekcok itu pun menyebabkan tubuh Adam hilang kendali dan oleng ke depan hampir mau nyungsep dari tingginya eskalator itu.
Namun untungnya, Agam yang sadar kembarannya dalam bahaya pun dengan sigap menapak kan kaki kanan nya untuk menopang berat badan mereka yang jika ditotal seberat 141 Kg.
"Huft.. alhamdulilah selamat" ucap Agam dalam batin.
"Sekarang kamu diam dan pegangan leher aku. paham?!" ucap Agam yang sudah muak dengan drama lebay dari Adam dan Ratu.
Ratu pun kembali terdiam saat menatap tajam mata Agam.
Mengencangkan kedua tangannya yang menyilang dileher Agam serta memeluk erat pinggul Agam dengan kedua kakinya.
Agam mulai melangkahkan kaki nya dengan sangat hati-hati. menaruh dan mencengkram kuat antara sepatu dan permukaan eskalator itu.
Ratu menoleh sejenak ke dua sejoli dibelakangnya, yang terlihat si cowok hanya menuntun pacarnya dengan sangat lamban menuruni eskalator itu.
__ADS_1
Nampak si wanita pun memperhatikan Adam yang sangat gentle dengan seberani itu menggendong kekasihnya di atas curamnya kemiringan eskalator.
Setelah merasa menuruni gunung di tepi jurang, Ratu pun langsung lompat dan turun dari punggung Adam.
"Makasih ay" ucap Ratu tersenyum manis tapi nampak keringetan membasahi lengannya.
"Iya deh iya, ya udah aku mau gendong satu lagi ya?" celetuk Adam sambil menoleh kearah wanita yang masih di eskalator itu.
"Hey.. mata nya gak di jaga ya hah?!" bentak Ratu yang langsung meraih daun telinga Adam dan menariknya sambil berjalan keluar mall.
"Aduh adaw iya sayang ma.. maaf hahaha lepasin ini nanti copot kuping ku gak ada ganti nya weh" Adam coba memberontak dari jeweran bidadarinya.
"Bodo amat!" dengan santainya Ratu menarik telinga Adam hingga ke parkiran.
[Next...]
Diparkiran yang sudah sangat sepi, Adam merasa tak terima di jewer layaknya seekor kambing yang dipaksa pulang oleh pemiliknya.
Dia pun berniat membalas keisengan Ratu barusan. dengan menunjuk ke arah jalanan.
"Ih ay itu mobil ambulan sampai 4 mobil lewat sekaligus ya?" ucap Adam dengan nada panik.
"Hah masa iya? mana?" Ratu langsung beranjak dan melihat jalanan yang ternyata sepi tidak ada apa-apa.
"Hilih mana ambul..." perkataan Ratu pun terhenti saat menoleh ke samping, bibirnya malah menabrak pipi Adam secara tak sengaja.
"Cup"
"Jeh nyium-nyium lu genit!" bentak Adam sambil tertawa puas karena mendapat kecupan Ratu.
"Eh lu yang nyodorin pipi di samping gw ya lu yang genit lah" Ratu balas sewot sambil mulai mendekati Adam yang perlahan malah menjauh.
"Ya salah kamu lah ngapain malah di cium orang aku lagi diam kok hahaha" balas Adam tak mau kalah.
"Ya gak harus di sodorin pipi kamu juga lah ih ngeselin!!" rasa kesal dan bahagia seakan menyatu dalam hati Ratu.
Ia pun berlari mengejar Adam sambil tertawa tawa sendiri melihat tingkah Adam.
"Sini kalau berani samperin aku haha" Adam pun malah semakin meledek kekasihnya yang gampang emosian itu.
Setelah lelah melakukan aksi Tom and Jerry, Adam menyerah dan menghentikan larinya.
"Nah capek kan haha mau kemana lagi kamu" ucap Ratu yang semakin bersemangat menangkap kekasihnya.
"Hehe aku gak akan lari lagi, sini" pinta Adam yang mencondongkan tubuhnya dan membuka lebar kedua tangan nya menyambut Ratu.
"Haapp"
Ratu masuk ke pelukan Adam dan langsung memeluk erat pria yang lebih tinggi dari tubuhnya itu.
Dengan refleks Adam pun menangkap tubuh seksi Ratu dan berputar-putar sejenak layaknya penari di film Bollywood.
"Sayang bahagia gak malam ini hah?" tanya Adam dengan lembut sambil menempelkan hidung mancungnya di depan hidup pesek Ratu.
"Saaangat bahagia hehe makasih ya jagoan ku" balas Ratu dengan aura positif yang terasa ke tubuh Adam.
"Hehe" mereka pun tersenyum bersama sambil menoleh ke arah berlawanan untuk menghindari kiss lip.
"I love you Ratu Permata Sari.." Adam teriak sekeras mungkin menyampaikan betapa ia mencintai sosok Ratu kepada gemerlapan bintang di atas sana.
"Ayang hey hahaha.. I love you too my dear.." Ratu ikut teriak dan saling menatap satu sama lain sambil dihiasi senyuman manis dari kedua bibir mereka.
Ouh.. sungguh malam yang begitu indah bagi dua sejoli itu.
Serasa dunia milik mereka berdua. yang lainnya hanya ngontrak haha.
...Bersambung......
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, komen dan vote ya hehe.
Di tap Love juga dong agar selalu dapet notif update dari novel kesayangan kita ini.
Kalian mau share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode...🎉👏...
__ADS_1