Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Siapa Yang Pesan?


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, tiba lah mereka dirumah Ratu.


"Masuk dulu ya ay hehe" Ucap Ratu nampak begitu riang menunggu Adam turun dari motor.


"Iya sayang sabar atuh hehe" Balas Adam yang baru saja memarkirkan motornya.


"Yuk.., assalamualaikum" Adam mengucap salam yang di barengi oleh Ratu.


"Walaikumsalam eh anak-anak mamah udah pada pulang hehe" Sambut bu Nisa dengan begitu ramah.


"Iya dong mah" Balas Ratu yang mencium tangan bu Nisa lalu memeluk erat ibunda tercintanya.


"Ehm.. mamah hehe" Ucap Ratu dalam pelukan bu Nisa menahan tangis air matanya.


"Loh kenapa anak mamah ini hah kok jadi kolokan tiba-tiba hihi?" Tanya Bu Nisa sambil mengusap rambut Ratu yang sedang tersedu.


Ratu mengangkat jari manisnya memperlihatkan cincin indah yang melingkar disana.


"Wih eneng dah tunangan ya alhamdulilah" Respon bu Nisa.


"Iya mah, mamah izinin kan si abang jadi suami aku mah?", Tanya Ratu dengan manja ke ibunya.


"Kini mamah serahkan kembali semua keputusan di tanganmu nak" Jawab bu Nisa.


"Makasih mah" Balas Ratu.


"Iya sayang, yuk bang masuk dulu" Bu Nisa mempersilahkan Adam masuk dan mengobrol sejenak di ruang keluarga.


"Emang abang udah yakin sama si eneng bang?" Tanya bu Nisa yang mulai serius mengobrol dengan calon suami dari anaknya itu.


"Saya siap bu mempersunting Ratu untuk jadi istri saya" Jawab Adam dengan tegas.


Ratu hanya memperhatikan Adam dan orang tuanya yang sedang mengobrol.


"Siap menerima semua kekurangan anak saya?" Sambung bu Nisa.


Adam mengangguk dengan rasa percaya diri yang sudah ia tanam kuat-kuat sebelumnya.


Obrolan serius pun berlangsung cukup lama. mulai dari berbagi pengalaman tentang suka dukanya dalam berumah tangga hingga susunan acara untuk pernikahan Adam dan Ratu kelak.


Tak terasa waktu berputar hingga saat Adam melihat jam tangan nya menunjukan pukul 23.00, ia pun segera pamit pulang pada bu Nisa dan Ratu.


"Mah aku pulang dulu ya udah kelewat malam ini hehe" Ucap Adam mengakhiri obrolan bersama calon mertuanya itu.


"Iya bang, hati-hati ya di jalan. Eneng antar si abang dulu tuh sampai depan" Pinta bu Nisa.


Setelah mencium tangan bu Nisa, Adam yang di antar Ratu pun langsung beranjak keluar.


"Ay.. kamu beneran udah siap jadi imam aku?" Tanya Ratu sekali lagi.


"Apa wajah ku menunjukkan keraguan untuk menikahi mu sayang?" Sahut Adam.


Ratu pun menggelengkan kepala nya dan tersenyum manis.


"Aku gak sabar jadi istri kamu ay hehe" Ucap Ratu.


"Dan aku pun tak sabar untuk menafkahimu lahir dan batin" Balas Adam.


Singkat cerita, Adam pun pulang kerumah dengan ceria sedangkan Ratu dengan hati yang begitu senang pun langsung berlari ke kamarnya dan memandangi cincin cantik yang melingkar di jari nya.


"Alhamdululilah ay setelah Allah beri kita ujian seberat kemarin, kini kita bisa dipertemukan kembali dengan hubungan yang semakin serius" Ucap Ratu sambil mengusap cincin itu.


Dan akhirnya Ratu tertidur dengan senyum manis yang terpancar di sepanjang malam.


...🎊💞"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" 💞🎊...


Keesokan paginya, tepat di hari minggu nampak Ratu yang baru bangun tidur sedang duduk sejenak di bibir kasur untuk mengumpulkan nyawanya yang belum sampai ke raga.


"Hm.. Selamat pagi sayang hehe" Sapa Ratu pada cincin pemberian Adam.


Meraih pembungkus melonnya yang tergeletak di kasur, lalu Ratu melanjutkan cuci muka dan bersiap untuk bebersih rumah.

__ADS_1


"Waduh banyak banget lagi nih cucian huft.." Ucap Ratu.


Tapi setelah melihat cincin di jarinya, entah mengapa kini perasaan Ratu terasa selalu riang gembira tanpa beban pikiran tak seperti sebelumnya.


"Kelar deh ini mah haha yuk bismillah.." Ucapnya dan mulai melanjutkan pekerjaan rumahnya.


Tak terasa kini jam sudah menunjukan pukul 13.00, yang dimana sekarang bu Nisa sudah sampai rumah karena hari minggu ia keliling mengantar Yukalt hanya setengah hari.


"Neng mamah mau mandi dulu ya?, gerah banget siang ini huft.." Ucap bu Nisa.


"Iya mah siap" Tanya Ratu yang sedang asik mendengarkan musik di kamar dengan volume sedang.


Namun beberapa menit setelah bu Nisa masuk kamar mandi, terdengar suara pria mengetuk pintu.


"Misi selamat siang" Terdengar suara samar-samar itu.


"Hm.. kaya ada orang " Tanya Ratu dalam batinnya.


"Eh iya suara orang itu" Ratu langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membuka kan pintu.


"Iya siang, cari siapa ya?" Tanya Ratu pada pria itu yang ternyata seorang bapak-bapak.


"Ini teh saya mau tanya apa benar ini alamat Ratu Permata Sari?" Ucap si bapak sambil membaca selembaran kertas di tangannya.


"I.. iya benar saya sendiri. Ada apa ya pak?" Tanya Ratu kembali dengan wajah yang terheran.


"Saya dari toko furniture teh, mau ngantar pesanan teh Ratu hehe. Maaf teh boleh tanda tangan dulu di surat jalan nya?" Bapak itu menyodorkan secarik kertas yang ia pegang tadi dan pulpen ke tangan Ratu.


"Woy ayo turunin pelan-pelan tuh meja rias dulu yang ringanan ya" Teriak si bapak memerintahkan anak buah nya untuk menurunkan meja rias yang ia bawa terlebih dahulu.


Ratu pun menoleh surat jalan itu yang berisikan nota pembelian untuk spring bed, lemari, dan meja rias dengan total harga 9,1 juta rupiah.


Melihat harga yang tak biasa itu, tentu mata Ratu langsung melotot terkejut takut si bapak salah alamat karena Ratu tak merasa beli furniture semahal itu.


"Eh pak tunggu dulu ini gak salah alamat?, saya gak pesan ini semua loh kok di antar kerumah saya. Nanti yang bayar siapa pak jeh jangan asal turunin aja" Tegas Ratu yang tersulut emosi dengan sikap si bapak yang sembrono.


"Lah kemarin pagi teh mesan nya. Kan di suruh antar ke alamat ini, benar kan atas nama Ratu Permata Sari? yaudah salah saya dimana teh?" Si bapak yang tak mengerti maksud dari Ratu pun mulai terpancing juga emosinya.


"Ya terserahlah saya gak mau tau lagian siapa yang mesen semua ini.."


Seketika Ratu pun terdiam setelah mendengar jawaban dari mamahnya.


"Ayo pak di gotong bawa masuk aja tuh di tempat yang masih agak lega'an" Perintah bu Nisa pada si bapak supir.


"Ouh iya siap bu makasih" balas si supir yang langsung mengeksekusi furniture itu ke dalam rumah Ratu.


"Misi ya neng, bu.." Ucap si supir yang sibuk menggotong furniture ke dalam.



"Iya neng alamat ini benar. Semua ini Adam yang ngasih untuk di kamar kamu nanti" Bu Nisa menghampiri Ratu sambil mengusap pundaknya.


"Ya Allah kak Adam, ternyata kamu seserius ini loh hm.." Ratu kembali memeluk bu Nisa merasa begitu terharu.


Setelah 30 menit selesai proses penurunan, si supir pun kembali pamit dan mengucapkan terima kasih.


Di dalam kamar Ratu, ia sangat senang dan langsung mencoba tidur-tiduran di spring bed baru nya.



Mencoba meja rias serta melihat-lihat isi dalam lemarinya yang cukup luas.



"Wih bagus dan keren banget loh hehe" Nampak Ratu begitu terkesan dengan furniture pilihan Adam itu.


"Ehm mamah emang sebenarnya kak Adam minta kapan mah nikah nya?" Tanya Ratu yang penasaran dengan obrolan Adam dan bu Nisa sebelumnya.


"Kan dia belum ajak orang tua nya kesini mah kok mamah udah langsung setuju aja sih hehe. Apa karena saking percaya nya mamah ke si abang ya sampai gak perlu bawa orang tuanya? hehe" Celetuk Ratu tertawa kecil.


"Lah kata siapa bu Tini dan pak Anwar belum pernah kerumah haha" Sahut bu Nisa dengan santainya mematahkan pertanyaan Ratu barusan.

__ADS_1


"Emang mamah Tini dan papah Anwar udah kerumah kita mah?" Ratu langsung tercengang menatap momynya.


"Udah dong jeh haha ketinggalan berita kamu" Jawab lagi bu Nisa.


"Ih mamah kapan itu dan dimana? ceritain dong aku kan kepo mah" Pinta Ratu yang memasang wajah memelas karena penasaran dengan hal yang belum ia ketahui.


"Jadi begini sayang hehe" Ucap bu Nisa membuka pelukan untuk anak sulungnya.


"Gimana mah?" Tanya Ratu dalam dekapan bu Nisa.


"Setelah kejadian waktu itu neng, yang papah bawa uang Reno ternyata itu di kembalikan lagi ke dia. Papah ngamuk dan marah-marah saat itu juga, bukan ke orang suruhan si Reno lagi melainkan ke si Reno nya langsung. Bahkan sekarang Reno masih rawat di rumah sakit akibat ulah papahmu hehe" Tutur bu Nisa sambil mengusap kepala anaknya.


"Ehm.. lalu mah?" Ratu sangat nyaman dan fokus sekali mendengarkan cerita dari mamahnya.


"Setelah hari itu, mungkin tepatnya 2 minggu kali ya setelah kegagalan pernikahan mu dengan Reno. Adam nelepon mamah neng"


"Katanya...


• Flashback On •


"Iya walaikumsalam abang. Ouh iya boleh atuh kalau mau main mah hehe.


📞 "..........."


"Iya betul bang gak ada salahnya kok ya nama nya silahturahmi"


📞 "..........."


"Mamah tunggu ya kedatangan abang. Iya walaikumsalam.."


Telepon terputus.


Setelah mendengar kabar baik itu, bu Nisa langsung ingin memberitahu Ratu. Namun dia teringat pesan Adam yang ingin merahasiakan dulu kabar baik ini dari telinga Ratu.


Akhirnya bu Nisa pun menunda memberitahu Ratu, hingga singkat cerita kini Ratu sudah mulai membaik bahkan bisa memberikan senyuman pada rekan kerjanya khususnya pada Kiana dan Okto.


Di hari jumat tepatnya pukul 14.00, kebetulan Ratu belum pulang kerja.


Datang lah mobil dan berhenti didepan rumah Ratu. Bu Nisa yang menyadari hal itu pun langsung ke teras untuk menyambut seseorang yang akan turun dari mobil itu.


"Ayo mah, pah pelan-pelan" Terdengar suara Adam yang baru keluar dari mobil itu.


Membuka kan pintu untuk kedua orang tuanya. Dan ya, kini datanglah waktu yang harapkan oleh Adam.


Selama 5 tahun lamanya Adam menunggu untuk moment ini yaitu dimana beliau mengajak teh Wina, bu Tini dan pak Anwar untuk menginjak kan kaki dirumah Ratu.


"Assalamualaikum.. " Ucap riang dari wanita yang melahirkan serta membesarkan Adam itu


"Walaikumsalam bu.." bu Nisa langsung menunduk dan mencium tangan kanan bu Tini.


Mau bagaimana pun juga, bu Nisa tetap menghormati kedua orang tua Adam yang umurnya memang lebih tua dari dirinya.


"Ayo bu masuk silahkan" Ucap bu Nisa sambil mengusap airmatanya, tak menyangka bahwa moment yang kedua anak nya harapkan kini alhamdulilah sudah di qabul oleh yang maha kuasa.


Bu Tini, pak Anwar dan teh Wina masuk perlahan di dampingi putra bungsunya.


"Ayo mah duduk hehe" Ucap Adam.


"Jeh lu yang punya rumah siapa, lu yang nawarin duduk haha" Celetuk bu Tini dengan logat Betawinya.


"Bapak nya kemana bu?" Tanya pak Anwar pada bu Nisa yang bermaksud menanyakan pak Hendri tentunya.


"Ouh ada kok pak, lagi pakai baju dia baru selesai mandi hehe" Sahut bu Nisa.


Tak berselang lama, pak Hendri datang ke ruang tamu dan menyalami keluarga Adam semua lalu ikut nimbrung di samping istrinya.


"Oke deh baiklah sebelum nya saya ucapkan terima kasih ya untuk bu Nisa dan pak Hendri udah nerima kedatangan kami hari ini" Ucap bu Tini membuka obrolan serius.


"Maksud dan tujuan kami ke sini adalah..."


Bersambung...

__ADS_1


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".


...See you on the next episode...🎉👏...


__ADS_2