Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Destroyers Goes To Malang : "Puncak Acara, Namun..."


__ADS_3

"Lu ga salah mencintai gw, itu normal kok karena kan gw cowok" ucap Adam dengan santainya.


"Lalu apa lu ga mau menjalin hubungan cinta dengan gw dam?" Balas Gaby yang seakan menekan jawaban Adam.


"Hampir satu sekolah naksir sama gw, tapi ga ada yang gw cinta selain lu. apa itu kurang cukup untuk membuktikan cinta gw sama lu dam?" sambung Gaby.


"Cinta datang dari hati lalu kemata gab, lu dekat sama gw baru akhir-akhir ini saat kita tour. apa itu ga menimbulkan kecurigaan tentang apa maksud dari niat lu itu?" balas Adam membalikkan keadaan.


"Ya.. ya emang sa.. salah cinta gw memilih lu belakangan ini? kan cinta gak memandang waktu dan tempat say" ucap Gaby dengan percaya dirinya.


"Lu bisa tipu para buaya darat disekolah kita, tapi tidak dengan gw by" ucap Adam dengan tatapan sinisnya sambil merapihkan rambut Gaby kesamping telinganya dan beranjak meninggalkan Gaby perlahan.


"Emang apa sih kurang nya gw dari Nindi hah?!" ucap Gaby yang seketika membuat langkah kaki Adam terhenti.


"Apa maksud lu?" balas Adam tanpa menoleh kebelakang.


"Apa gw kalah cantik dan bersih dari Nindi hah?, sampai lu kejar-kejar Nindi segitunya. lagi pula cinta lu ga tersampaikan kan sama Nindi?" lanjut Gaby memanaskan suasana dengan membawa nama Dwi Nindi Astari.


"Ini bukan lagi tentang Nindi by, tapi gw sudah ada yang punya dan gw ga akan kecewain dia hanya karena ***** belaka" tegas Adam.


"Siapa pacar lu?" tanya Gaby dengan geram.


"Oh si Ratu yang bogel jerawatan mirip buntelan kentut ya?!" sambung Gaby sambil menahan tawanya.


"Tutup mulut lu!" bentak Adam yang diiringi teriakan amarah dari sosok kembarannya.


Seketika itu Gaby langsung memejamkan mata mendengar bentakan Adam.


"Lu boleh hina fisik gw, lu boleh hina Nindi tapi jangan pernah sesekali lu hina pacar gw paham lu?!" ucap Adam dengan gaharnya.


"Emang nyata nya begitu kan, apalagi anak hasil perceraian orang tua. apa yang lu harapkan dari Ratu hah?!" balas Gaby yang tak mau kalah.


"Kebangetan lu ya Gab!" teriak Adam dan melayangkan tangan kanannya kearah pipi Gaby.


Namun beruntungnya, tiba-tiba Axel menghampiri mereka berdua dan langsung menangkis tangan Adam dari depan wajah Gaby.


"Kalem bangs*t!, inget Destroy ga akan pernah main tangan dengan perempuan dam!" ucap Axel sambil menepis tangan ketuanya.


"Ehm... Astagfirullah" Adam menghela nafas dan mengusap wajahnya.


Ferdi, Dafa dan Jery yang baru sampai langsung meraih Gaby untuk menjauh dari Adam.


"Ayo sayang pergi dari sini" ucap Dafa sambil meraih tangan lembut si kembang sekolah itu.


"Anjeng modus nya dapet aja lagi haha" celetuk Ferdi yang mengikuti Dafa yang tak lama di susul oleh Jery.


"Sabar, tenangin diri lu ya" pinta Axel yang mencoba menenangkan ketuanya.


"Antar gw ke kamar bre, pusing banget kepala gw" ucap Adam sambil memegangi kepalanya yang sakit.


"Yuk" dengan sigap Axel merangkul Adam dan kembali ke kamarnya.


...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...


Malam hari tepatnya ba'dha Isya, setelah menunaikan 4 raka'at kewajibannya. Destroy bersiap untuk menghadiri puncak acara dari tour sekolah yang mereka ikuti selama 3 hari belakangan ini.


"Bre, pakai baju batik bebas kan ya?" teriak Axel bertanya pada Adam yang sedang dikamar mandi.


"Iyaaa...!" teriak Adam dengan sedikit kesal.


Beberapa menit kemudian, mereka berlima menuju aula tempat mereka makan malam dua hari yang lalu. berjalan menaiki anak tangga dengan hati-hati dan perlahan.


Hingga tiba lah mereka di puncak acara sekolah yaitu pelepasan siswa siswi angkatan VIII SMK 729.


Mereka memasuki aula yang tentunya sudah dipenuhi oleh ratusan murid yang sedang bercanda gurau melepas tawa maupun isak tangis terharu mereka dengan sahabat-sahabat terdekat mereka.


"Wih ramai bener dam haha" ucap Axel.


"Dan cantik-cantik pasti haha" lanjut Ferdi dengan mata jelalatan nya.


"Cewek teros hahah" tawa Adam meledek Ferdi.


"Normal dam haha" balas Ferdi.


"By the way Nindi ga keliatan ya dam dari awal kita berangkat?" tanya Axel mengetest perasaan Adam.


"Dia ga ikut kesini lay, karena terhalang biaya dan izin orang tuanya." balas Adam dengan tepat sesuai fakta.


"Heleehh! katanya udah move on, tapi masih aja stalking'in Nindi" gumam Dafa.


"Engga bukan begitu maksud gw woy" ucap Adam mengalihkan pembicaraan.


"Ah... tit*t lu ah banyak alesan dah ayo" celetuk Axel dan yang lainnya beranjak menuju kursi kosong.


"Hm... " Adam hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat teman-temannya yang seakan tak suka dengan sosok Nindi.


Satu jam berlalu, akhirnya kepala sekolah mulai berbicara diatas panggung untuk sekedar mencuri perhatian para muridnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Test.. hallo, yuk udahan dulu yuk bercandanya. Bapak mau beri sambutan untuk acara puncak pada malam hari ini hehe" ucap pak Jamas selaku kelapa SMK 729.


Mendengar sapaan pak Jamas, para siswa pun duduk di kursi yang sudah disediakan.


Panjang sambutan singkat kata dan cerita, setelah sesi penyambutan, pak Jamas mengumumkan beberapa siswa berprestasi selama 3 tahun mengayom pendidikan di SMK 729 dibidang Akademik.


Setelah menyebutkan beberapa siswa dari jurusan TKR, TPM, APH, AK dan Tata Boga. kini tiba saatnya untuk kelas TSM yang akan di umumkan.


Dan... betapa terkejud nya pakai D, saat nama Adam, Dafa dan Jery terpanggil lewat pengeras suara oleh bapak Jamas. dengan bahagianya mereka bertiga menaiki panggung yang sudah disambut oleh para guru.


"Yuk Adam, Dafa dan Jery mari hehe" sapa bu Dewi selaku kepala sekolah.


Ternyata tak hanya mendapat piagam dan penghargaan dari sekolah, mereka pun mendapat beasiswa berupa potongan harga dari salah satu Universitas ternama di kota Jakarta.


Tentu itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mereka, dengan rasa haru dan bahagia Adam dan semua murid berbaris untuk sekedar berfoto dan bersalaman dengan semua guru yang hadir di acara itu.


Saling melepas kesedihan dengan para guru mengingat mungkin setelah pulang dari Malang, mereka sudah bukan lagi warga SMK 729.


...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...


Jam menunjukan pukul 23.00, nampak Destroy sudah ganti baju kembali dan rebahan di kamar mereka.


"Guys, menurut kalian ini bukan awal dari perpisahan kan?" tanya Adam seketika membuat suasana kamar semakin hening.


"Ya ga akan lah dam ah lu mikir apa sih haha" balas Axel.


"Ehm iya juga si lay, cuma seakan seperti mimpi aja gitu hehe, kita udah seperti keluarga dari awal masuk sekolah sampai kini tepat diacara puncak perpisahan kita" sambung Adam tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca


"Jangan sedih dam woy santai aja sih rumah kita kan dekat buset dah hahah" celetuk Dafa.


"Rumah kita emang dekat daf, tapi kesibukan kita kelaklah yang akan buat kita merasa jauh seperti jarang ketemu, nongkrong atau mungkin sekedar kumpul bareng pun akan sulit nanti nya bre" ujar Adam.


"Bener juga dam" ucap Axel yang ikut merasa sedih saat membahas hal ini.


"Percaya terus ya dam, bahwa kita akan selalu bersama selagi kehancuran masih mengalir di jiwa dan darah kita" ucap Axel menepuk pundak ketuanya.


"Thanks ya buat kalian semua bro" Adam mengusap pipinya yang basah dan menyodorkan kepalan tangannya.


"We... " ucap Adam.


"Are... " balas Axel dan Dafa menyambung perkataan Adam.


"Gw boleh ikut gabung?" tanya Jery dengan saltingnya.


"Ayo ngomong bareng slogannya haha" ujar Ferdi.


"We.. are.." ucap Jery sambil menyodorkan tangannya perlahan kedepan.


"Kini lu resmi jadi bagian dari keluarga Destroy jer haha" ucap Adam.


"Serius? asik... makasih dam!" Jery lompat ke tubuh Adam dan memeluknya erat.


"Wey lepas woy lepas anjeng ada yang ngeganjal ini sat woy" Adam panik mencoba melepaskan diri.


"Ehem kan homo mereka hahaha" tawa Axel melihat ulah Jery.


"Gw ikutan ah!" teriak Ferdi dan menindih tubuh Jery dari atas yang membuat beban Adam semakin berat.


"Ga ada otak kelean!!" teriak Adam dengan sisa tenaganya.


"Haduh... tol*l semua dah ah!" Axel dan Dafa menarik selimut dan melanjutkan istirahatnya.


...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...


...***Destroyers✊🏻**** Goes To🚂****Malang🏞️***...


Singkat waktu tak terasa, akhirnya kini para rombongan SMK 729 mengakhiri wisata kota Malang nya.


Tepatnya masih di kamar penginapan Destroyer, nampak sedang pada sibuk merapihkan barang bawaannya masing-masing.


"Dam, gw sama yang lain duluan ya?!" teriak Axel sambil bergegas membawa barang bawaan nya bersama Dafa, Ferdi dan Jery.


"Yoi duluan aja lay!" balas Adam yang masih sibuk mencari sesuatu.


"Yes ketemu" sambung Adam yang semangat kembali saat sudah menemukan barang yang ia cari yaitu sapu tangan coklat yang pernah ia berikan pada Ratu saat masih PDKT.


Namun tak disangka, Adam terkejut saat ingin melangkah keluar kamar. sudah ada sosok Gaby yang kembali mendatangi Adam dengan pakaian yang tentu nya menggoda iman para lelaki.


"Apalagi Gaby..." ucap Adam yang mulai bosan karena selalu dihantui oleh si cantik dari APH itu.


"Ga apa-apa dam, gw hanya ingin sekali aja merasakan ciuman lu hehe" ucap Gaby dengan santainya.


"Masih aja lu mengharapkan itu Gab?" ucap Adam kembali.


"Iya, please ayo lah mumpung ga ada yang melihat selain kita sayang" ucap Gaby semakin agresif mendekati Adam dan merangkulnya perlahan.


Sayang seribu sayang, raga kesetiaan Adam harus tiba-tiba tergantikan oleh sosok Agam Pratama Sanu.

__ADS_1


"Dam ayo bikin dia malu yuk?" ucap Agam.


"Maksud lu apaan?!" Adam panik dalam batinnya.


"Udah lu ikuti aja ya apa yang gw lakukan haha" sambung Agam dengan senyum iblisnya.


"Tapi gw ga mau cium bibir wanita lain selain Ratu loh gam jeh enak aja lu mau sembarangan" jelas Adam dengan rasa khawatir takut Agam melakukan hal senonoh dengan Gaby.


"Kaga, ga akan cium bibir dam hehe dah lu diam aja" gumam Agam menatap Gaby penuh maksud.


"Ayo jadi ga sayang?" ucap Gaby dengan manja nya lendotan dileher Adam.


"Tutup mata lu" ucap Agam dengan lembut.


"Baiklah" Gaby nampak bahagia terlihat dari senyum manis dibibirnya.


"Heh, mau ngapain lu hah? woy!!" Adam yang panik hanya bisa memberontak dalam batinnya sendiri.


Dengan nekatnya Agam langsung meraih pinggul Gaby menariknya semakin mendekat dengan tubuhnya. dan tanpa ragu Agam memiringkan kepalanya menuju leher yang seksi dan menggoda selera dihadapannya.


Rindu : Dan bodoh pasti Agam selalu nekat huft...!


Agam : Jangan salahkan saya thor (◔‿◔) (•‿•) haha, kan lu yang ciptakan karakter gw untuk berbanding terbalik dari sosok Adam yang culun, cupu dan penakut itu!


Rindu : (Hanya bisa terdiam dan menyesal)


Next....


"Ah Adam ngapain lu gila?!" ucap Gaby yang panik namun tak mampu menolak.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Gaby, Agam terus mencium, menjilat bahkan menggigit kecil leher Gaby pada satu titik yang tak berpindah.


"Ach... Adam, ach gila lu ya hm" tentu sebagai wanita normal yang sudah beranjak dewasa, membuat Gaby tak tahan menahan desahnya karena perbuatan Adam yang membangkitkan gairah asmara ditubuhnya.


"Ehm... dam" lengkuhan kecil manja terucap dari bibir Gaby sambil menjambak rambut belakang Agam saat Agam menggigit lebih kencang dan melu*mat bekas gigitan itu secara perlahan.


Setelah 3 menit berlalu Agam melepaskan bibirnya dari leher Gaby dan kembali menatapnya dengan tatapan romantis.


"Makasih ya Adam" ucap Gaby sambil meraih pipi Adam untuk mengajaknya kissing lip agar menuntaskan hasratnya.


"Nothing" untuk kesekian kali nya Agam menahan bibir lembut nan seksi nya Gaby.


"Ehm, baiklah" balas Gaby singkat.


"Eh anj*r merah ini dam!" teriak kecil dari Gaby saat melewati cermin dan terlihat tanda merah pekat dilehernya.


"Lalu apa masalahnya buat gw?" Agam balik menyepelekan Gaby dengan senyuman iblisnya.


"Hilih gimana nutupin nya ini sayang" Gaby berusaha mengusap dan menghilangkan tanda merah dilehernya.


"Tau ah udah cepat keluar dari kamar gw by, gw mau kunci nanti kita ketinggalan bus gimana?" Agam nampak kesal.


"Iya sebentar ih, ini pakaikan dulu dam bentar" Gaby bergegas keluar kamar dan menyodorkan plester kecil kearah Adam.


"Nih pakaikan" dengan mengembungkan pipinya Gaby bersikap seperti anak kecil.


"Heleh manja lu ah!" dengan geram nya tapi mau, Agam meraih plester itu dan menempelnya nya tepat ditanda merah bekas gigitannya.


"Nah makasih sayang" Gaby tersenyum sangat manis dihadapan Adam.


Rindu : Agam, Agam haduh..! :-


Agam : (◕ᴗ◕✿)


Adam : Sabar thor dan udah resiko gw yang berkepribadian ganda.


"Ehm..." jawab Agam dengan singkat dan langsung bergegas menuju bus setelah mengunci kembali kamar penginapan mereka.


"Be*go lu, tol*ol ah!, ga seharusnya lu malah nekat seperti tadi gam!" teriak Adam yang mengejar kembarannya dan memarahinya.


"Udah ga usah banyak bacot dam. gw hanya ngasih pelajaran buat dia." balas Agam.


"Gw emang kangen sama Ratu pacar kita dam, tapi ga harus dilampiaskan ke wanita lain selain dia paham lu?!" bentak Adam pada kembarannya.


"Dan gw juga manusia normal, pria normal yang bisa gairah dan merasa terangsang saat bersama wanita secantik dan se seksi Gaby paham lu?" Agam balik membentak Adam.


"Gw ga nyangka banget gam, lu seberani itu sama perempuan lain selain pacar gw" Adam gelengkan kepala nampak bersalah atas kejadian dikamar tadi.


"Ya lu emang ga akan seberani itu! lu kan hanya pengecut yang ga ada keberanian maupun kekuatan sama sekali selain dari gw dam." ucap Agam.


Adam hanya bisa terdiam menarik nafas karena ia sadar bahwa emosi dan ambisinya lah yang membuat Agam semakin kuat menguasai jiwa dan batin nya sendiri.


Perjalanan pulang pun dimulai dari menaiki bus yang berangkat dari penginapan menuju stasiun kereta dan akan transit menggunakan bus kembali untuk menuju SMK 729.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.

__ADS_1


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......


__ADS_2