Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Pasrah Dalam Keterpaksaan


__ADS_3

Keesokan harinya, di pabrik Biola nampak Ratu bekerja dengan suasana hati yang benar-benar kacau balau tanpa rasa semangat sedikit pun.


"Rat, jeh bengong aja kamu kenapa hehe?" Tanya Kiana.


"Gak apa-apa teh hehe, cuma lagi mikir aja" Jawab Ratu.


"Mikir apa tuh sampai serius banget muka nya?" Balas Kiana yang semakin kepo.


"Tahu kan kalau kita beli gak ada kulitnya ya, so kenapa saat di goreng tuh tahu jadi ada kulitnya?" Sahut Ratu memberi pertanyaan yang ia sendiri pun tidak tau jawabannya.


"Eh ada Rat. eh bentar ada gak sih? ih lah iya juga ya haha" Kiana pun tertawa mendengar pertanyaan menjebak itu.


"Tahu kuning, tahu bulat atau tahu putih kita beli gak ada kulitnya kan ya daging semua, tapi kenapa kalau di goreng jadi ada tekstur kulit diluarnya? pertanyaan masuk akal tapi penuh misteri haha" Kiana masih saja penasaran dengan pertanyaan juniornya itu.


"Lah menurut Ratu sendiri kenapa bisa begitu?" Dengan wajah menantang nya Kiana berniat menjebak Ratu dengan pertanyaan nya sendiri.


"Lah ini kan pertanyaan kak, bukan teka-teki. aku nanya karena aku gak tau bukan berarti harus di tebak hehe" Balas Ratu yang malah membuat Kiana terdiam.


"Njir kalah gw ah" Ucap Kiana yang merasa malu sendiri.


"Nah bingung kan haha, itu yang lagi aku pikirin kak hehe" Jawab Ratu kembali.


"Benar Rat hihi, nah tuh ada pak Yuda aku coba tanya dia ah." Ucap Kiana yang masih tertawa-tawa sendiri.


"Pak.. sini deh bentar" Panggil Kiana sambil menghampiri pak Yuda yang kebetulan lagi lewat untuk mengontrol proses Finger.


"Haduh ada-ada aja kamu teh" Jawab Ratu yang masih memperhatikan obrolan Kiana dengan pak Yuda di ujung meja produksi.


Dalam hati, Ratu hanya bisa tersenyum kecil karena ia berhasil menyembunyikan kesedihannya dari Kiana.


Tentu apalagi yang Ratu pikirkan selain harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai sama sekali.


Hingga singkat cerita saat pulang kerja, nampak rumah sudah lebih bersih dari biasanya. Ratu mengucap salam sambil memandangi seisi rumah yang tumben sekali berbeda.


"Assalamualaikum mah.." Ucap Ratu sambil melepas sepatu dengan mata yang terus menjamah dekorasi rumahnya.


"Walaikumsalam.. neng" bu Nisa keluar dari dapur menghampiri anak sulungnya.


"Widih tumben banget nih rapi mah hehe ada apa tuh?" Tanya Ratu lalu mengecup tangan bu Nisa.


"Loh kan malam ini kita mau kedatangan tamu spesial sayang hehe" bu Nisa mengusap pucuk rambut Ratu.


Ratu pun kembali terdiam atas jawaban yang seharusnya tak ia dengar. tanpa mau berdebat banyak hal lagi, Ratu pun langsung ijin untuk membersihkan diri dan mengisi perut sejenak.


"Mah aku mandi dulu ya, udah gerah banget soalnya badan hehe" Balas Ratu memancarkan senyum yang terpaksa.


"Iya udah gih sana. Yang cantik ya sayang hehe" Pinta bu Nisa.


"Siap mah hehe" Ratu pun beranjak ke kamarnya.


Mengunci pintu dan melempar paper bag yang berisi hape dan dompet nya.

__ADS_1


Bukannya langsung mandi, justru Ratu malah semakin terpukul atas kenyataan pahit yang benar-benar akan ia jalani kelak nantinya.


Sangat tidak terima atas kepergian Adam dan malah berujung dalam pelukan orang lain.


"Kak lu ke sini kek nanti, batalin perjodohan ini. gw masih sayang sama lu hiks... hiks.." Ratu menangis dalam bantal yang ia bungkam diwajahnya.


Sangat butuh kehadiran Adam saat ini agar dirinya tak jadi dijodohkan. tapi sayang realita tidak semanis seperti di sinetron Ftv yang dimana si cowok akan datang di waktu yang tepat sebelum saksi berkata Sah.


Kini Ratu hanya pasrah menerima pilihan kedua orang tua nya.


Ia mengusap air mata dan meraih handuk di belakang pintu, Ratu menyegerakan mandi sorenya dilanjut shalat 4 raka'at sekaligus meminta petunjuk atas kerisauan hatinya.


...•••| 💔IBG Season 2💔 |•••...


Singkat cerita setelah dari shalat Ashar dilanjutkan dengan Magrib dan Isya.


Akhirnya Ratu berserah diri atas pilihan orang tuanya. Ditambah ia masih mengingat betul ucapan Adam saat awal mereka menjalin hubungan.


*Flashback On*


"Yah ay gimana ya, prinsip aku itu begini loh 'Kalau aku serius dengan wanita, maka yang aku kejar itu restu orang tuanya. bukan hati anak gadisnya' hehe"


"Lah kok gitu ay? Kamu mau nikahin momy aku maksudnya haha" Canda Ratu yang rebahan di paha Adam sambil memperhatikan hidung mancung kekasihnya yang seperti artis India.


"Ya kaga begitu konsepnya pesek haha" Ucap Adam sambil mencubit kue bapau di wajah Ratu.


"Aw.. aduh.. sakit ayang um.." Ratu merajuk mengembungkan pipinya.


"Maksudku, ridho orang tua kan ridho nya Allah juga. makanya aku berprinsip seperti itu sayang hehe." Tutur Adam sambil mengelus pipi yang baru saja ia cubit tadi.


"Aku bisa bersaing dengan seribu orang yang mencintai mu, tapi aku belum tentu bisa bersaing dengan satu orang yang kamu cintai" Ucap Adam.


"Iya ay, aku ngerti" Ratu menggenggam tangan yang sedari tadi mengelus pipinya.


*Flashback Off*


"Aku rindu kamu kak"


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ratu sebelum air mata mulai menetes perlahan.


Setelah mengingat hal yang tidak mungkin bisa terulang lagi, kini Ratu mencoba menerima takdir yang sudah ditulis rapi oleh sang kuasa.


Dia mulai meraih peralatan make up nya dan duduk di depan meja rias. mempercantik diri dan memilih busana terbaik yang ada dilemarinya.


Singkat cerita, tepatnya pukul 20.00 wib terdengar ketukan pintu yang ternyata sudah di sambut hangat oleh bu Nisa.


Ratu masih terdiam dikamar mendengarkan obrolan samar-samar karena terhalang dinding kamar.


Sampai pada waktunya, bu Nisa memanggil Ratu untuk ke ruang tengah ikut berkumpul bersama.


"Neng.. sini nih udah datang rombongan" Ucap bu Nisa yang menoleh ke arah pintu kamar Ratu.

__ADS_1


"Iya mah sebentar" Ratu mengucap basmallah dan melangkah lah ke luar kamar menuju ruang tengah.



"Subhanallah eta geulis jasa gadis na. (Subhanallah itu cantik banget anak gadisnya)" Ucap Wanita paruh baya yang sepertinya orang tua si pria.


Dan saat Ratu menaikkan pandangannya, betapa terkejutnya dia saat melihat ternyata sang mantan sebelum Adam lah orang yang bu Nisa maksud untuk dijodohkan dengannya.


Sedikit gemetar dengan wajah yang tidak percaya, Ratu duduk di samping bu Nisa lalu kembali menundukan pandangannya.


Terjadi sedikit perbincangan yang mengarah ke arah jenjang pernikahan. hingga tiba-tiba orang tua Reno menyodorkan amplop tebal yang tentu saja isinya uang, bukan daun kelor.


"Ini bu, saya harap kita bisa secepatnya berbesan hehe" Ucap si Bapak.


"Kami mau nya 2 bulan lagi di langsungkan pernikahannya. karena kesian anak kami bu sudah tidak sabar ingin mempersunting si eneng" Ucap si Ibu sambil mengusap pundak Reno.


"Ouh iya bu itu mah bisa di atur kok gampang hehe, nanti insya Allah kami siapkan semua nya. sebelumnya makasih ya bu dan a Reno" Balas bu Nisa.


Reno pun beranjak dan ijin sejenak untuk mengobrol empat mata dengan Ratu. mereka berdua ke teras dan tanpa basa basi atau romantisan dulu Ratu langsung menanyakan apa maksud Reno datang kemari.


"Heh dengar ya lu! maksud lu apaan tiba-tiba datang kesini bawa orang tua lu segala lagi hah..?" Tanya Ratu dengan nada yang sedikit emosi.


"Ya nikahin lu lah. emang salah ih ngaco lu mah ya" Jawab Reno dengan sewot bermaksud membela diri.


"Ya engga begitu juga Reno! lu udah lama menghilang gak ada kabar cerita terus tiba-tiba datang ngelamar gw gitu?" Sambung Ratu terus mengintrogasi mantannya yang beberapa bulan lagi menjadi calon suaminya.


"Ya bagus lah, dari pada kaya si kecap yang pacaran doang lama tapi ga nikah-nikah. mau lu jadi perawan tua?" Celetuk Reno.


"Tutup mulut lu ya!" Tegas Ratu.


"Yaudah dari pada emosi terus, mending kita jalan keluar yuk sekedar nyari angin hehe" Tawar Reno coba merayu Ratu.


"Huft.. yaudah cepat izin sana" Sahut Ratu.


Akhirnya Reno pun memberanikan diri untuk izin ke pak Hendri dan bu Nisa untuk pertama kalinya setelah dulu tidak cukup nyali untuk bertemu langsung dengan orang tua Ratu.


Akhirnya bu Nisa pun mengijinkan anak nya di ajak Reno sejenak sambil menunggu para orang tua menentukan tanggal dan akan seperti apa pesta untuk anak mereka nanti.


"Yaudah hati-hati ya" Balas bu Nisa yang sempat terdiam saat Reno langsung beranjak keluar tanpa mengecup tangan nya seperti yang Adan biasa lakukan saat ingin keluar main.


"Skuy.." Ucap Reno yang sudah siap di motornya.


Ratu pun duduk di belakangnya dengan menaruh tas yang ia bawa ditengah bermaksud agar tidak terlalu dekat dengan Reno.


"Hey buset dah udah mau nikah juga duduk masih berjauhan gini" Celetuk Reno yang nampak kesal dengan sikap Ratu.


"Bawel ih, dari pada gw gak mau sama sekali lu ah!" Gerutu Ratu yang malah ikut naik pitam.


"Iya maaf" Balasnya singkat dan mulai menarik tuas gas motornya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...See you on the next episode...🎉👏...


__ADS_2