Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Sosok Misterius


__ADS_3

"Dam lu ga apa-apa hey dam?!" ucap Agam yang menghampiri temannya itu dengan panik.


Sontak itu membuat Ratu tercengang bukan main, dengan nekat Ratu membuka masker buff Agam dan betapa terkejutnya dia.


Ternyata orang yang dari tadi ia anggap Adam, sosok yang dia kira menyelamatkan Nindi itu kakak kesayangannya. Ratu melotot dengan wajah heran saat melihat yang di balik masker buff itu ternyata hanya lah Axel Arii Nugroho.


"Kak Axel!" ucap Ratu dengan nafas terengah-engah.


"Kalo lu yang dari tadi di balik masker itu, berarti yang tertembak?" dengan sigap dan jantung yang berdebar Ratu segera membuka kupluk hoodie si pria misterius itu dan pecah lah tangis air mata matanya saat mengetahui bahwa sosok Adam lah yang sedari tadi menyelamatkan dirinya.


"Kak Adam!!!" Ratu teriak histeris sambil memeluk tubuh Adam.


"Dam..sadar dam..lu kuat ayo bangun hey dam hallo" ucap Ferdi menahan tangisnya sambil menyemangati Adam.


Dari luar gudang Dafa berlari melewati barang-barang yang sudah berantakan. menghampiri kerumunan itu dan dia pun tak kuasa menahan tangisnya.


"Ya allah dam" Dafa berlutut lemas tak sanggup berdiri.


"Kak Adam kenapa kamu sebodoh ini sih hah?!" ucap Ratu kesal dalam tangisnya.


"Dam bangun dam, ingat Destroy ga akan mati ayo Destroy kuat!!" teriak Axel.


Perlahan Adam membuka mata nya melihat semua sahabatnya menangisi kondisinya.


"Hey..lu kenapa pada nangis?" tanya Adam sambil melirik mereka semua dengan nada yang begitu lemah.


"Ayo dam gw bantu berdiri" ucap Axel yang memang nampak paling khawatir.


"Ga usah!" Adam menahan Axel agar tak beranjak dari tempatnya.


"Ratu... Aku minta maaf sekali lagi ya karena udah buat kamu begini, aku titip Destroy sama kamu ya kalo emang akhir hidup kakak sampai sini" ucap Adam dengan pasrah melihat pundaknya yang terus mengeluarkan darah.


"Ga..apa-apaan sih kamu ngomong gini ih hik-hik" wajah Ratu sudah tak karuan berlumuran air mata membasahinya.


"Sayang, pergi lah pulang dan temui orang tua mu" pinta Adam untuk terakhir kali nya sambil menggenggam tangan Ratu.


Ratu semakin menangis mendengar perkataan Adam dengan nafas yang begitu berat.


"Xel!!" ucap Adam dengan nafas yang berat.


"Gw nitip Ratu untuk lu bimbing dengan tegas ya? tapi inget jangan pernah lu main tangan sama dia oke? satu lagi tolong pastikan dia pulang malam ini dengan selamat ya, jangan ceroboh kaya gw" Adam sempat tersenyum dalam keadaan krisisnya menyampaikan amanah pada Axel.


"Untuk lu Nindi, tolong bilang Aldo untuk jaga lu baik-baik. jangan sampai lu terluka lagi setelah ini ya" nafas Adam semakin berat untuk berucap karena luka yang ia rasakan disekujur tubuhnya.


Nindi hanya bisa menangis melihat kondisi Adam yang ternyata begitu peduli pada dirinya.


"We..are De..Destroyer.." ucap Adam di nafas nya yang semakin melemah dan ia pun tak sadarkan diri.


"Adam!!!" teriak Axel menarik hoodie ketuanya sambil menangis sekuat-kuatnya.


"Kak Adam" ucap Ratu yang pasrah sambil mengusap pundak Adam yang berlumuran darah.

__ADS_1


...👊🏻***We****Are****Destroyer*****😎...


Beralih kerumah Adam tepatnya pukul 23.30. nampak papah Adam sedang menonton tv sambil melihat jam dinding yang terus berputar. terlihat raut wajah kekhawatir menyelimutinya malam itu.


"Kemana sih si adek, kok belum pulang gini hari?" ujar papahnya sambil melihat jam.


Tak lama kemudian bu Tini keluar dari kamarnya, menanyakan hal yang sama yang dipikirkan oleh suaminya barusan.


"Pah, si adek tunben gini hari belum pulang kemana sih nih anak, kebiasaan sih dia mah kalo main ga inget waktu!" ucap nya dengan amarah yang menyulut.


"Emang tadi mamah ga nanyain dia kemana?" tanya papahnya dengan santai


"Kaga, dia ga bilang kurang ngajar kebiasaan. semenjak kenal cewek sih tuh anak jadi keluyuran kemana-mana sekarang mah" gerutu bu Tini dengan opininya yang belum tentu benar.


"Ada apa sih mah?" tanya teh Wina yang keluar kamar karena ocehan sang bunda


"Itu tuh adek lu. jam segini belum pulang be*go tuh anak ga mikir orang tua dirumah pada khawatir" ucap bu Tini yang terus menggerutu.


"Yaudah bentar Wina telpon dulu ya" teh Wina beranjak ke kamarnya kembali lalu menelpol adiknya yang sampai sekarang tak kunjung pulang.


Namun sayang telepon Adam tak aktif begitu pula ponsel Axel yang tak kunjung mengangkat panggilan dari kak Wina.


"Hih pada kemana sih anak, hape ga ada yang bisa dihubungi sama sekali." teh Wina mulai kesal dengan keadaan.


"Gimana? udah jawab belum dia?" tiba-tiba bu Tini menghampiri Wina dikamarnya.


"Ga aktif mah" ucap Wina dengan nada lembut.


"Tuh kan mulai ngelunjak tuh anak di telponin pada ga aktif, ga di angkat biarin aja kalo kenapa-napa ga usah laporan gw lu!" bu Tini ngoceh sendiri sambil bolak balik.


"Biarin tidur dirumah orang tuh anak" dengan tegas papah Adam mematikan lampu ruang tengah dan beranjak kekamar tidur.


"Awas lu ngebukain pintu kalo dia ngetok-ngetok!" bu Tini mengancam anak sulungnya itu untuk tidak membuka kan pintu jika Adam pulang.


Bu Tini melangkah mengikuti suaminya dan meninggalkan Wina yang masih berdiri dipintu kamarnya mengkhawatirkan adik bungsunya itu.


"Kemana sih lu dek, nyari perkara aje jam segini belum pulang haduh" nampak wajah cemas dari Wina Wartini malam itu.


...****************...


Tak berbeda jauh dengan kondisi suasana dirumah Adam. Di rumah Ratu, kedua orang tuanya bahkan beberapa kakak dari papah nya Ratu masih berkumpul untuk berdiskusi tentang keberadaan Ratu.


"Gimana itu si Ratu belum ada kabar dari polisi?" tanya uwa Hendi pada pak Hendri.


"Belum a, telepon nya mah udah di hubungi dari tadi tapi masih ga aktif hape nya" jawab pak Hendri dengan wajah yang sangat risau.


"He'eh si abang geh ga aktif hapenya. belum ada kabar lagi dia" ucap bu Nisa yang ikut mengkhawatirkan Adam.


"Kaya nya semenjak deket sama cowok itu ya Ratu jadi sering kelayapan?" tanya pak Hendri dengan wajah dinginnya.


"Ga juga ah a, jangan suka su'udzon sama orang ih. anak kita itu anak baik-baik. mamah juga kenal Adam udah cukup jauh, dia orang baik kok pah didikan orang tuanya juga tegas seperti kita" bu Nisa mencoba membela Adam yang perlahan disudutkan oleh pak Hendri.

__ADS_1


"Jangan ngebelain orang yang belum jelas" ucap pak Hendri dengan dingin.


Beberapa menit kemudian, ditengah kepanikan dan kekhawatiran keluarga Ratu. terdengar suara motor berhenti dihalaman rumah. sontak itu membuat mereka yang di dalam rumah langsung beranjak keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Ayo rat perlahan yuk hati-hati" perlahan Dafa membantu Ratu turun dari motornya.


Nampak raut wajah pal Hendri langsung berubah seketika menahan emosi yang ingin segera dilampiaskan. namun bu Nisa yang menyadari hal itu mencoba menahan suaminya agar tak membuat kericuhan sebelum mendapat penjelasan yang detail.


"Mom, pah" ucap Ratu lesu dan langsung memeluk kedua orang tuanya.


Ratu menangis sejadi-jadinya di pelukan mereka berdua mengutarakan kesedihannya yang tak kunjung berlarut.


Akhirnya Dafa memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah Ratu dan di introgasi lah Dafa oleh pihak keluarga Ratu.


"Bagaimana nak kejadiannya? kok ponakan saya bisa sampai seperti itu?" tanya uwa Hendi dengan tegas.


"Jadi begini pak, bu sebenar nya Ratu di culik dan disekap di salah satu gudang..." Dafa menjelaskan dengan rinci dan detail.


Beberapa menit kemudian setelah Dafa menjelaskan kronologi tersebut alhamdulilah nya keluarga Ratu bisa mengerti.


Panjang obrolan singkat cerita, Dafa pun pamit untuk kembali ke rumah sakit tempat Adam dirawat.


"Kak..gw mau ikut ke sana lagi" Ratu menghampiri Dafa.


"Besok lagi aja kamu jenguknya dek, nanti Adam marah kalo kamu ke sana lagi. ini kan sudah larut malam bahkan hampir pagi loh." tutur Dafa.


"Yaudah deh titip salam ya untuk kak Adam, kak Dafa juga hati-hati ya" ucap Ratu.


"Hati-hati ya nak" ucap bu Nisa dengan senyum terharu.


"Iya rat, bu mari Assalamualaikum" Dafa balik kanan dan langsung menuju rumah sakit tempat Adam dirawat.


"Walaikumsalam" ucap Ratu serentak dengan ibunya.


Sesampainya di Rumah sakit, Dafa langsung menghampiri Axel dan Ferdi karena mengkhawatirkan sosok ketuanya yang sedang terbaring lemah.


"Gimana lay keadaan Adam?" tanya Dafa.


"Belum sadarkan diri lay" ucap Axel lemas.


"Ya allah.." Dafa terduduk menghela nafas berat nya menyesali semua keadaan ini.


"Rencana nya besok pagi kita mau ngabarin orang tuanya Adam daf, kan ga mungkin juga kita ke rumahnya tengah malam begini" jelas Ferdi.


Saking lelah nya menghadapi hari ini, mereka pun sampai tertidur dilorong rumah sakit yang sepi dan sunyi.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.

__ADS_1


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......


__ADS_2