
Nampak Adam yang sudah beranjak ke ruang tengah sedang bermain ponsel nya disana. menunggu calon istri nya (ciyelah...Aamiin) selesai memasak untuk dirinya.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, perut sudah lapar Ratu pun tiba. begitulah kira-kira ungkapan hati Adam sekiranya saat melihat Ratu datang dari dapur membawa sepiring martabak telur yang barusan dia buat.
"Tratataa...mielor ala Ratu Permata Sari sudah siap" Ratu mengangkat piringnya tinggi-tinggi dan memudar tubuhnya ala penari balet.
"Ya ampun saking seneng nya sampai begitu haha" Adam tertawa melihat tingkah lucu dari pacarnya.
Author : Ciye ..udah ga di sebut adiknya lagi nih ya haha sekarang mah pacar uhuy.
Agam : Ada kalanya yang berjuang keras mendapat penghargaan dan secerca harapan bang, dibanding mengejar apa yang tak mungkin kita dapatkan!.
(Author terdiam).
"Iya lah seneng nih masakan aku udah siap kamu makan" Ratu menaruh mielor itu di depan Adam.
"Bentar aku ambil nasi sama minum ya?" sambung Ratu langsung bergegas ke dapur kembali.
"Ehm..harum banget" ucap Adam yang tak sadar ingin menjamah mielor yang nampak besar dan begitu montok dipadati mie di dalamnya.
"Nih kak nasi hangat dan minumnya teh" Ratu duduk dan menaruh piring dan gelas.
"Maaf sayang, aku ga biasa makan nasi hangat hehe" ucap Adam agak berat untuk jujur.
"Kenapa kak?" tanya Ratu mengkerut kan dahinya.
"Ga apa-apa, aku emang ga biasa makan nasi hangat. maaf ya" ucap Adam jadi merasa tak enak.
"Yaudah kita diemin dulu ya biar dingin hehe" ucap Ratu.
"Yes..good" ucap Adam lalu meneguk air teh itu.
"Ini mielor?" tanya Adam.
"Yups hahah, kamu pasti awalnya ngira ku buat mie rebus diberi telur ya wkwk" Ratu nampak bahagia.
"Iya haha..tau aja kamu" balas Adam.
Beberapa menit kemudian dirasa cukup untuk mendinginkan nasi, Ratu kembali mengangkat piring yang berikan nasi dan menaruh 2 potong mielor buatannya.
"Nih kak di coba" Ratu menyodorkannya pada Adam.
"Kamu ga makan?" ucap Adam sambil meraih piring itu.
"Engga hehe aku masih kenyang" jawab Ratu.
"Bismillah..." Adam berdoa dan menguyah mielor itu, namun wajah nya seketika terdiam melotot memandangi Ratu.
"Kenapa kak? ga enak ya?" Ratu nampak cemas dan bersedih.
"Ehm..." Adam menghela nafas dan lanjut mengunyah nya.
"Nyam nyam...enak banget dek asli ga ada lawan haha" Adam lahap memakan mie lor dan nasi itu.
Saking lahapnya sampai semua mielor itu di taruh di piringnya, lalu di makannya satu persatu.
__ADS_1
"Ih kak Adam aku mau!" Ratu panik yang melihat mielor nya hampir tak tersisa.
"Ga ah, ini enak banget aku suka hehe" ucap Adam dengan kondisi mulut yang sibuk mengunyah.
"Ih kakak aku mau!" Ratu mulai cemberut karena kesal.
Disisa gigitan terakhirnya, saat Adam ingin menyuap ke mulutnya dengan cepat Ratu meraih mielor di tangan Adam itu dan memakannya.
"Wlee...dapat haha" ucap Ratu meledek Adam sambil menjulurkan lidah
dan langsung memakan mielor hasil rebutannya.
Tiba-tiba Ratu menghentikan kunyahan nya, melirik Adam penuh maksud dan tanda tanya. dan faktanya ternyata mielor buatan nya itu tak berasa bumbu apa-apa selain rasa asin dari garam yang sangat melekat berlebihan.
Ratu sampai menghela nafas melihat Adam sangat lahap memakan mielor keasinan itu sampai setiap jari nya ia jilati hingga tak tersisa.
"Ah..alhamdulilah ya allah masih di beri nikmat kenyang hehe" Adam menaruh piringnya dan heran melihat wajah Ratu menjadi hambar kembali.
"Kenapa dek?" tanya Adam.
"Ehm..kenapa kakak bohong? masakan aku keasinan banget kan kak? kenapa ga kamu taruh aja jangan dimakan hah?" ucap Ratu semakin badmood karena hal itu.
"Hey denger dulu cantik, aku ga mungkin mencela masakan pertama pacar aku" ucap Adam menenangkan Ratu.
"Aku ga kuasa menyakiti hatimu hanya karena kesalahan kecil seperti ini sayang" nampak Adam begitu lembut menghadapi sikap Ratu diawal pacarannya.
"Udah jangan sedih ya...nanti aku ajarin cara masak yang lebih enak oke?" Adam mencoba merayu kekasihnya.
Ratu hanya menganggukkan kepalanya dan Adam beranjak ke dapur untuk cuci tangan dan menaruh piring.
...****************...
Setelah mengisi perut, mereka duduk diteras menikmati angin sore yang berhembus seakan menyampaikan rasa cinta dan nyaman diantara kedua insan tersebut.
"Kak Adam?" tanya Ratu memberanikan diri.
"Apa cantik hm?" balik tanya Adam pada Ratu.
"Aku mau nanya kak?" sambung Ratu.
"Nanya apa dek?" mata Adam masih terfokus pada layar ponselnya.
"Arti RasAr itu apa sih?" celetuk Ratu.
Adam langsung terdiam mendengar pertanyaan Ratu itu dan melirik kearah kekasihnya.
"Maksudnya apa ya dek?" tanya Adam dengan tatapan sinis.
"Engga, aku hanya penasaran aja semenjak aku kenal kamu. aku sering liat nama RasAr di hidup kamu. seperti di helm, stiker motor, gantungan kunci dan dibuku tulis kamu yang pernah ga sengaja ku liat banyak terukir nama RasAr disana" tutur Ratu.
"Aku kepo aja, apakah itu nama perempuan? mantan? atau siapanya kamu gitu..bahkan sampai pita merah pemberian mu dulu saat aku taruna pun kamu beri tag nama RasAr. nama siapa sih itu?" Ratu mengembungkan pipinya tanda ia mulai naik pitam.
"Owh ya ampun pacar kakak cemburu nih ceritanya hah?" Adam malah meledek Ratu yang sedang sedikit badmood.
"Ish kaga! aku hanya kepo aja!" Ratu membentak Adam.
__ADS_1
"Iya deh iya haha, yaudah sini mau aku kasih tau ga?" tanya Adam.
"Ehm..ga jadi!" ucap Ratu jutek namun perlahan menggeser tubuhnya mendekati Adam.
"Ah suka malu-malu kucing kamu" Adam refleks menarik dan merangkul Ratu.
Ratu terdiam dan kembali tersenyum manis di dekapan dada bidang seorang Adam Pratama Sanu.
"Jadi begini loh, RasAr itu aku dapat dari sebuah buku fantasi asmara yang aku temukan di perpustakaan sekolah saat kelas X dulu hehe" ucap Adam perlahan mulai menjelaskan.
"Owalah, mereka karakter dibuku itu kah atau gimana?" tanya Ratu melirik wajah Adam penuh rasa penasaran.
"Iya benar, mereka berdua karakter disana. dimana Ras itu seorang remaja muda yang begitu lugu dan pendiam. sementara Ar adalah wanita arogan yang tomboy dan kasar dan keturunan anak kerajaan hehe." lanjut Adam.
"Ehm..begitu, lalu gimana kak? apa alesan kamu mengharumkan nama mereka berdua di hidup kamu?" Ratu makin penasaran.
Adam memalingkan wajah nya dan seketika meneteskan air mata. sontak Ratu meraih pipi Adam dan membalikkan nya kembali kearah pandangan Ratu.
"Jangan nangis kak" Ratu mengusap pipi Adam yang dibasahi oleh rintikan airmatanya.
"Ehm..aku ga tega rat" ucap Adam menunduk.
"Loh kenapa kak? ada apa dengan cerita itu? boleh kah aku baca sendiri buku itu?" tanya Ratu.
"Buku itu sudah hilang dek saat aku kelas XI" jawab Adam.
"Ehm..yaudah tenangkan diri kamu dulu lalu nanti lanjutkan lagi ceritanya ya?" Ratu mengusap punggung Adam mencoba menenangkan pacar barunya.
"Iya dek makasih ya" ucap Adam.
Beberapa menit kemudian hujan mengguyur rumah Ratu saat itu, membuat Adam memeluk erat kekasihnya agar tidak kedinginan.
Ratu yang merasa nyaman hanya bisa memejamkan matanya di dekapan Adam. merasakan apa yang tak pernah Reno berikan pada dirinya.
Memang kala itu Reno berpacaran dengan Ratu, namun tak berani berkenalan dengan orang tuanya. jangankan berkenalan, sekedar main kerumah Ratu pun Reno tak berani. karena pak Hendri dulunya terkenal sebagai mantan anak motor jalanan yang cukup beringas.
Berbeda dengan Adam yang penuh kesungguhan dari awal berani mencium tangan bu Nisa dan pak Hendri saat main kerumah Ratu. karena hal itu lah Ratu mulai mempercayai Adam sebagai pilihan terakhirnya insyaallah.
"Dulu di suatu daerah kerajaan, tinggal lah seorang pria culun dan pendiam. selalu dihina, dikucilkan bahkan tak ada yang ingin berteman dengannya." ucap Adam ditengah suara gemercik hujan di genting rumah Ratu.
Ratu langsung membuka matanya dan melirik kearah Adam dengan mimik wajah penasaran tentang cerita itu.
"Iya kak lalu?" tanya Ratu.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini.
Tidak bosan-bosan aku selalu mendoakan kalian sekeluarga semua, yang sakit semoga segera diangkat penyakitnya. yang sehat harus makin semangat jaga kesehatannya ya ditambah kasus covid yang masih melonjak sampai saat ini. protokol kesehatannya di perketat lagi 6M nya diterapkan selalu ok🥰🙏🏼.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1