
Dengan lirikan mata yang tak kalah tajam dari pisau yang mereka bawa. Agam dibantu dengan otak pintar dari Adam sempat melakukan Hipotesis Prediksi sepersekian detik sebelum pisau itu mengenai dirinya.
• Slow motion on
"Pisau 15 cm dari arah kiri kemungkinan bakal kena leher gw nih" ucap Adam dalam pikirannya.
"Dari sebelah kanan dengan panjang 10 cm kemungkinan bakal kena dada kanan kita dam" ucap Agam yang masih fokus menganalisis arah dan kecepatan dari serangan mereka.
"Kita serang saat jarak pisau mereka 10 cm dari tubuh kita" ucap Adam dalam batinnya.
"Serius lu?" ucap Agam yang sempat terkejut dengan rencana Adam yang cukup gila.
"Udeh ikutin aja arahan dari gw" balas Adam.
• Slow motion off
Dengan analisa Adam yang cekatan dipadu dengan kelincahan Agam.
Tepat diprediksi saat 10 cm sebelum pisau itu menancap di leher dan dada Agam.
Agam langsung mengumpulkan tenaga di kepalan tangan kanannya.
Menghindar dari serangan preman itu dan menghantam kuat dada mereka hingga mengenai bagian titik Solar Plexus nya.
(Solar Plexus terletak di daerah berlubang di antara tulang rusuk, dua hingga tiga inci di atas pusar dan merupakan pusat kepribadian. Ia juga dikenal sebagai pusat jantung solar plexus. solar plexsus memiliki titik masuk depan dan belakang).
Visual posisi titik lemah yang biasa Agam gunakan untuk melumpuhkan lawannya.
Seketika terhentak lah nafas mereka merasa sesak. hingga mereka pun langsung tergeletak tak berdaya.
"E.. e.." hanya suara itu lah yang terdengar dari mulut mereka sambil memegangi dada nya bahkan perlahan mulai keluar darah dari mulutnya.
Siketua yang sempat merasa panik karena kedua anak buahnya semudah itu ditumbangkan oleh Agam.
Dengan segera dia mengeluarkan cerulit(pisau tajam melengkung seperti bulan sabit) dari semak-semak yang mungkin sudah disiapkan sebelumnya.
"Ayo maju lu sini haha" ucap si ketua sambil mengarahkan cerulit itu ke arah Agam.
Agam pun kembali melakukan hipotesis prediksi untuk menghindari serangan dan mencoba untuk menyerang balik.
• Slow mode on
"Cerulit panjang melengkung dengan ketajaman standar berkorosi yang bisa bikin kulit infeksi" ucap Adam sambil menatap tajam pisau melengkung yang sedang mengarah pada wajahnya.
"Dengan tebal bilah tumpul 9mm menukik tajam diujung 4mm cukup buat nyobek pipi kita bre" sambung Adam.
"Kecepatan serangan 3.5 inchi perdetik"
"Menghindar ke arah kiri, ambil tangan kanan nya putar balik hingga senjata nya terlepas lalu serang bagian perutnya pakai lutut" balas Agam.
__ADS_1
"Yuk" ucap mereka berbarengan.
• Slow mode off
Dalam hitungan kurang dari 10 detik, Agam berhasil melepaskan cerulit dari tangan si ketua dan mengancam balik dengan menempelkan cerulit itu ke leher si ketua.
"Lu pergi sekarang, jangan pernah buat onar atau kejahatan di sekitar komplek sini lagi paham lu!?" teriak Agam depan wajahnya.
Suara menggelegar Agam membuat si ketua ngompol di celana karena begitu ketakutan.
Dengan kaki bergetar, si ketua coba meminta maaf pada Agam untuk mengasihani dia dan membiarkan dia pergi dengan selamat.
"Ma.. maaf bro gw ga sengaja" ucap si ketua.
Agam tiba-tiba melepas dia dan berjalan ke arah Ratu untuk mengambil jaketnya.
"Sisanya kamu yang urus" ucap Agam dengan dinginnya dan beranjak meninggalkan Ratna dan si ketua belakang ruko itu.
Ratna tersenyum manis mendengar perintah kekasihnya. dengan santai ia menuju si ketua preman itu dengan tatapan yang begitu tajam.
"A.. ampun neng maafin gw" ucap si ketua yang gemetar melihat aura Ratna yang mendekatinya.
Tanpa banyak basa basi atau gaya Salam dari Binjai dulu, Ratna langsung meluapkan emosinya dan menghabisi si ketua tanpa ampun.
Apakah si ketua itu mati? Entah lah hanya Ratna dan author lah yang tahu hehe.
[Next...]
Ratu yang baru selesai membereskan si ketua langsung mengejar Agam ke markasnya.
Agam hanya terdiam seakan tak memperdulikan kekasihnya. ia sibuk merapihkan barang-barang yang sempat berantakan karena ulah Ratu sebelumnya.
Dengan perasaan tidak enak, Ratu pun akhirnya membantu merapihkan markas kebanggaannya berdua dengan Agam.
Walau tanpa obrolan layaknya seperti orang yang baru kenal.
...
...
Setelah 30 menit dirasa cukup, Agam duduk sejenak menghela nafas beratnya melepas lelah.
"Nih ay" ucap Ratu sambil menyodorkan sebotol minuman dingin.
"Ehm..makasih ya" balas Agam yang akhirnya pecah juga aura gelap yang dari tadi menyelimutinya.
"Sayang aku mau nanya dong?" ucap Ratu dengan santai sambil meneguk minum yang ia beli tadi.
"Nanya apa?" balas Agam yang mulai terbuai dengan suasana yang Ratu bawakan.
"Aku mengerti cara menenangkan mu ay hehe" ucap batin Ratu yang terus mencoba mengendalikan obrolan.
__ADS_1
"Kemarin malam minggu kita berbuat apa aja sih?" ucap Ratu dengan wajah yang begitu penasaran membuat nya nampak begitu cantik nan imut.
"Aku ga ngapa-ngapain ay, aku hanya menghisap leher dan..." menunjuk dada Ratu.
"Um kamu buka baju aku?" Ratu sempat kaget mendengar penuturan Agam.
"Kagak ay, aku hanya memainkan nya dibalik bajumu. Adam ga izinkan aku melihat bukit cantik itu" balas Agam dengan polosnya.
Ratu sebenarnya emosi mendengar pengakuan Agam, tapi dia mencoba mengontrol emosinya agar tidak meledak. karena dia sadar kemampuan nya pasti belum bisa menandingi Agam.
"Ehm, ga berbuat lebih dari itu kan?" tanya Ratu meyakinkan jawaban dari kembaran kekasihnya itu.
"Engga sayang, walau tadi nya hampir khilaf tapi aku bisa nahan diri untuk tidak menyentuh apa yang belum seharusnya ku sentuh hehe" balas Agam yang semakin tenang hatinya.
Ratu mendengar jawaban itu seakan mengerti bahwa yang melakukan hal senonoh kemarin itu adalah Agam, bukan Adam.
"Maafin aku juga ya ay, aku ga bisa larang kamu untuk lakukan hal itu" ucap Ratu.
"Iya Ratna aku mengerti kok siapa kamu" ucap Agam seketika yang membuat Ratu terkejut mendengar nama lama nya disebut kembali.
"Lah tau dari mana kamu ay tentang nama itu?!" batin Ratu berbicara dengan penuh rasa penasaran.
"Siapa itu Ratna?" lanjut Agam bertanya.
"Um.. baiklah ay aku jujur ya, sebenarnya aku juga punya kepribadian ganda sejak dulu ditinggal papah kandung aku." Ratu menunduk malu tak berani menatap Agam.
Dengan peka Agam meraih punggung Ratu dan mendekapnya di pelukannya.
"Lanjut?" ucap Agam.
"Sejak saat itu, seperti yang kamu tau kan ya aku sering di tinggal momy bolak balik Jakarta-Subang" jawab Ratu yang semakin nyaman dalam pelukan jagoannya.
"Aku kurang kasih sayang dari momy, apalagi papah. aku sering dibully dibilang anak haram karena gak punya papah. padahal papah direbut sama wanita brengs*ek sana" gerutu Ratu.
"Hey mulutnya di jaga ah" ucap Agam sambil mengusap bibir tebal Ratu karena ia tak suka Ratu mengucap kata kasar seperti itu.
"Aku hidup di Jakarta-Subang mandiri aja ay, cuma di temenin emak atau biasa dipanggil nenek kalau di sini" sambung Ratu.
"Em iya-iya sayang" Agam mengusap pucuk rambut pacarnya.
"Dan di urus a Putra ay, dia yang selalu dampingi aku selama sekolah, banyak hal yang dia ajarkan untuk aku hehe" ucap Ratu.
"Iya sayang aku mengerti" balas Agam.
"Lalu? bagaimana dengan Ratna itu ay?" tanya Agam yang semakin dibuat penasaran.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya hehe.
Di tap Love juga dong agar selalu dapet notif update dari novel kesayangan kita ini.
__ADS_1
Kalian mau share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode...🎉👏...