Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Bermalam Dengan Suami


__ADS_3

"Cup muach.. am..muach" Hanya itu suara yang terdengar dari mulut Adam yang sedang sibuk menyalurkan hasrat nya lewat sebuah ci uman.


"Sayang hehe" Ucap Ratu di tengah ci uman nya yang semakin memanas.


Di rasa suami nya sudah tak tahan, Ratu pun mencoba merespon permainan Adam dengan menarik tengkuk suaminya seakan tak ingin mengakhiri peraduan bibir itu.


"Glek.. ah glek!"


Suara yang terdengar jelas dari tenggorokan Ratu saat berkali kali menelan saliva yang Adam berikan.


Ratu sempat kewalahan saat lidah suaminya mulai mengajak lidahnya berdansa, tapi lama kelamaan kini Ratu kembali bisa menyeimbangi permainan Adam.


Setelah puas bermain dengan bibir yang kini menjadi candu nya, Adam langsung melanjutkan kecupan demi kecupan ke leher putih nan bersih milik Ratu.


Menjulurkan lidah, men jilat, menge mut serta memberi gigitan kecil di lehernya membuat Ratu seakan diajak terbang tanpa batas.


"Aw.. Sakit sayang.." Ucap Ratu sambil mengelus rambut Adam yang masih bertanggar nyaman di lehernya.


"He'em, ah" Respon Adam.


Setelah cukup lama Adam memuaskan sedikit hasratnya, ia pun melepaskan Ratu dari kenikmatan yang hampir mencapai puncak.


Duduk sejenak dan beranjak ke laci samping tempat tidurnya untuk mengambil minyak urut.


Ratu bangun dan duduk di tengah kasur, tersenyum manis sambil menoleh ke kaca besar di kamarnya. Melihat beberapa tanda merah yang baru saja Adam buat untuk menghiasi leher putihnya.


"Ehm.. ini yang nama nya cup ang ya sayang hehe?" Tanya Ratu dengan polosnya sambil tersenyum manja.


"Yes, Why?" Tanya Adam sambil kembali naik ke kasur dan mengecup pipi Ratu.


"Ga apa sayang. Cuma baru tau aja ternyata cara buat nya sedikit nakal ya hehe. Berarti cewek-cewek di luar sana yang belum nikah tapi udah ada tanda merah ini di lehernya, itu cara bikin nya sama seperti ini?" Sambung Ratu bertanya lagi.


"Ya begitulah sayang hehe" Jawab Adam.


"Ouh berarti yang waktu itu kamu cup ang Gaby, seperti ini ya?!" Ratu langsung melotot sambil menatap Adam dengan sinis.


"Hust.. Ah udah masa lalu itu hih" Ketus Adam yang tak ingin malam romantisnya hancur seketika.


Adam langsung menidurkan Ratu dengan posisi tengkurap, mengoleskan minyak itu di paha dan betis istrinya lalu ia pijit secara perlahan.


"Ih ayang apaan sih ah gak mau ah gak mau!" Teriak Ratu yang panik secara refleks menarik kedua kakinya.


Karena memang dari jamannya pacaran, Ratu selalu merasa risih jika Adam memijit kakinya.


Bukan karena pijitan nya yang tidak enak, melainkan Ratu menolak karena baginya itu hal yang tak sopan jika suami harus memijit istrinya.


Hingga teriak kecil Ratu terdengar oleh sanak keluarganya yang masih terjaga mengobrol di ruang tengah.


"Aboh eta panganten gegeroakan wae haha(Aduh itu pengantin sampai teriak-teriakan aja haha)" Celetuk si Kakek yang sedang menghisap sebatang rokok.


"Hahaha betul kek" Semua orang tertawa mendengarkan celetukan si Kakek.


Kembali ke Ratu yang masih di kamar, setelah di nasehati oleh suaminya kini Ratu mengangguk dan menuruti kemauan Adam yang ingin memijitnya.


Ratu lanjut tengkurap dan menikmati setiap tekanan dan pijitan yang suaminya lakukan di betis, paha, serta kedua lengannya.


"Kamu kan pegal seharian, kesian atuh kalau harus melakukan nya malam ini juga hehe" Ucap Adam sambil sibuk memijit istrinya.


"Ya tapi kan itu kewajiban istri sayang untuk melayani suaminya setelah halal" Balas Ratu yang tak mau kalah.


"Aku minyakin juga nih mulut kamu kalau masih gak bisa diam. Koment mulu ya" Ledek Adam sambil tersenyum.


"Sorry my husband" Jawab Ratu dan kembali menikmati pijitan suaminya.

__ADS_1


Saat memijit paha Ratu, Adam dan Agam sempat tergoda dengan bongkahan daging yang membulat sempurna di balik celana ketat milik Ratu.


Namun Adam mencoba untuk terus fokus dan mengalihkan pandangannya hingga Agam yang sudah terlanjur bergai rah pun angkat bicara.


"Ayo buka Dam, penasaran gw sama bentuk dan rupanya ish.." Ucap Agam dalam hatinya dengan mata yang masih memandangi bokong seksi Ratu.


"Hust, jangan sekarang Gam. Kasihan lah istri gw kalau harus melayani kita, dia udah capek seharian menyalami tamu yang datang dari pagi" Balas Adam yang mencoba menasehati kembarannya.


"Baiklah, tapi janji ya kasih gw kesempatan untuk tidur sama Ratu?" Pinta Agam dengan wajah memelas.


"InsyaAllah haha" Tawa Agam.


20 menit berlalu, Adam beranjak turun dari kasurnya untuk mencuci tangan sejenak.


"Wah enak juga ya pijitan kamu ay hehe" Ratu duduk sambil menggerakkan badan nya yang sudah terasa lebih enakan.


Melingkarkan tangannya kebelakang dan melepas Bra yang dari tadi menyesakkan kedua melonnya.


"Eh sayang maaf tolong gantungin hehe" Ucap Ratu dengan sopan ke Adam yang kebetulan suami nya sudah masuk kamar kembali.


Adam meraih bra berwarna biru itu dan memandanginya sejenak. Merasa tak menyangka bahwa kini dirinya memegang barang pribadi milik Ratu.


"Lucu juga ay hehe" Dalam hati Adam berkata sambil tersenyum lalu menggantungkan pembungkus melon itu.


"Kenapa suka tidur lepas bra ay?" Tanya Adam sambil menaiki kasurnya kembali.


"Ya memang semua perempuan rata-rata begitu sayang, selalu lepas bra kalau mau tidur. Agar lebih leluasa bergerak dan baik juga untuk kesehatan payu dara, khususnya peredaran darah di area itu" Tutur Ratu.


"Wih pintar ya istri aku haha" Adam merangkul Ratu dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukan hangatnya.


"Ayo tidur" Sambung Adam sambil menyelimuti Ratu namun tidak dengan dirinya sendiri.


"Iya ayang, eh kok kamu gak selimutan?" Tanya Ratu yang sempat heran.


"Kan aku gerahan sayang orang nya, ini aja aku sampai telanj ang dada hehe. Kalau nanti kamu biduran (alergi cuaca atau hawa dingin)nya kambuh gimana? ditambah kamu abis di pijit gak boleh banyak kipas" Jelas Adam sambil membetulkan posisi selimut agar menutupi tubuh Ratu secara sempurna.


Perlahan ia masuk ke pelukan Adam dan mulai memejamkan matanya.


"Selamat tidur sayang" Ucap Adam dengan sayu.


"Selamat tidur juga ay hehe" Balas Ratu dalam dekapan suaminya.


Akhirnya, kini Ratu tak perlu repot-repot lagi mengucapkan selamat malam atau pun teleponan sebelum tidur. Karena pria yang selalu ia prioritaskan dalam memberi kabar di hapenya kini sudah resmi menjadi suami nya yang akan menemani Ratu dalam suka maupun duka.


...•••🤵🏻 IBG Season 3 'Setelah Nikah'👰🏻•••...


Paginya, Ratu yang terbangun duluan masih terdiam menatap dalam wajah Adam yang masih tertidur pulas.


"Sayang, kenapa kamu gak mau melakukan malam pertama tadi malam? hm.. Apakah aku selemah itu ya sampai kamu gak berani mengambil hak kamu?" Tanya Ratu pada dirinya sendiri yang sangat minder dan takut jika tak bisa memuaskan hasrat suaminya diranjang.


Perlahan Ratu mencoba bangun dan menguncir rambutnya lalu beranjak keluar kamar untuk ke dapur membuat sarapan.


Ternyata di dapur sudah ada bi Acha dan bu Nisa yang sedang memasak sarapan untuk anggota keluarga barunya yaitu Adam.


Saat Ratu masuk ke dapur kedua pasang mata itu langsung melirik ke cara Ratu berjalan serta leher yang di hiasai tanda merah kepemilikan Adam.


Ratu yang belum menyadari hal itu pun tentu saja tak menghiraukannya.


Ia lanjut cuci muka dan bergabung dengan mamah serta bibinya yang bungsu.


"Pada masak apa mah? aku ikutan dong" Ucap Ratu yang melihat-lihat meja dapur terdapat bumbu rempah dan sayuran Cesim.


"Nasi goreng neng hehe" Balas bu Nisa.

__ADS_1


"Maneh teu nyerian leumpang na kitu(kamu gak sakit jalannya gitu)?" Celetuk bi Acha.


"Nyeri? nyeri kunaon pan? urang sehat-sehat wae ah(sakit? sakit kenapa emang? aku sehat-sehat aja ah)" Balas Ratu dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Ouh eneng belum malam pertama?" Sambung bu Nisa yang ikut kepo dengan malam pertama anak sulungnya itu.


"Eh engga lah mah hehe ya ampun ku kira pada kenapa toh, ternyata nanya hal begituan hihi" Tawa geli dari Ratu.


"Hehe iya itu maksud mamah neng" Celetuk bu Nisa.


"Tapi eta geus aya bereuman di leher kunaon hihi (tapi itu udah ada tanda merah dileher kenapa)?" Ledek bi Acha yang terus menggoda ponakannya.


"Geus ah bi, kos teu pernah nyieun wae jeung si mamang (udah ah bi, seperti gak pernah bikin aja sama si mamang/paman)" Ketus Ratu pada bibinya.


"Urang mah penasaran wae pan maneh mah okos lalaki hihi. Bisa teu kitu awewe tomboy kos maneh muasan salaki haha (Aku mah penasaran aja kan kamu mah seperti lelaki. Bisa gak gitu cewek tomboy seperti kamu muasin suami mu haha)" Tawa bi Acha di barengi dengan bu Nisa yang tertawa.


"Jeh jangan gitu dong kalian, kemarin si abang mijitin aku mah katanya kesian takut aku kecapean makanya dia lebih milih ngurut dan mijit badan aku di banding begituan hehe" Balas Ratu.


"Oh Begitu, syukurlah kalau abang pengertian sama kamu ya hehe" Sahut bu Nisa dengan hati yang semakin percaya bahwa Adam adalah menantu yang tepat untuk menjadi suami Ratu.


"Yaudah sana gih eneng ke kamar aja dulu, hari ini mamah yang buatin sarapan buat pengantin baru hehe" Ucap bu Nisa.


"Beneran nih mah gak apa-apa?" Tanya Ratu yang merasa tak enak.


"Iya sayang hehe, udah sana temani suami mu dulu"


"Oke mamah makasih ya" Balas Ratu dan langsung beranjak ke dalam kamar.


Tanpa ia sadari, kehadirannya mengejutkan Adam yang sedang asik mengendus bra milik dirinya.


"Kalau mau bilang aja ya sayang buset deh hehe" Celetuk Ratu.


Adam yang baru menyadari hal itu pun langsung menggantungkan kembali bra istrinya.


"Eh.. e.. engga kok sayang hehe" Balas Adam yang langsung memerah wajahnya.


"Jangan begitu sayang. Aku kan sepenuhnya sudah jadi istrimu, lakukan saja jika memang kamu sudah ingin hehe" Balas Ratu yang mencoba mengerti hasrat yang sedang Adam tahan.


"Udah ayo ah sarapan dan abis itu mandi. Aku mau ke swalayan nyari sesuatu" Ucap Adam.


Ratu yang mendengar hal itu pun langsung senang bukan main. Ia beranjak kembali mengambil handuknya dan lari ke arah kamar mandi.


Adam hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Ratu yang masih begitu manja pada dirinya.


"Dasar ayang" Ucap Adam sambil melangkah ke lemari dan mengecek isi dalam dari lemari yang ia jadikan seserahan itu.


Dan betapa terbelalak nya mata Adam saat melihat baju dinas istri nya sudah tersusun rapih di gantungan dalam lemari.


"Ehem, ngeri banget ya baju dinas para istri haha" Ucap Adam sambil memegang bahan dari baju itu yang sangat tipis, minim dan tentunya sedikit transparan.


Bersambung...


Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 3 'Setelah Nikah'".


Jangan lupa juga untuk...


...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...


...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...


...🐝 SHARE 🐝...


...Dan...

__ADS_1


...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2