Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Kedatangan Menantu


__ADS_3

"Yailah lah teh haha" Tawa Ratu.


"Dih parah banget lu gak ngenalin suami gw haha" Sambung Ratu.


"Lupa anjir gw kira siapa hihi, pangling sama seragamnya" Sahut Oge.


"iya kan kemarin mah ketemu pakai baju pengantin" Sambung Septi.


Adam hanya tersenyum mendengar obrolan para ladies itu, Ratu pun mulai membuka kotak makan nya dan makan bersama trio rempong dan juga Adam.


Pemandangan itu pun mengundang banyak pasang mata yang tertuju pada mereka berlima, khusus nya para staff dan karyawan yang memang kemarin tak bisa hadir langsung di pernikahan Adam dan Ratu.


Bahkan pak Yuda yang kebetulan lewat pun sempat berhenti dulu melihat karyawatinya bisa dekat dengan calon suplier nya.


"Eh lah itu kaya suami nya Ratu dah ya, lumayan nih bisa ada orang dalamnya haha" Ucap batinnya.


"Kak Adam gimana ceritanya bisa kunjungan ke sini kak?" Tanya Nana yang mulai caper.


"Bagian marketing gw lagi ada meeting juga dengan pabrik lain, dan berhubung gw lagi shift satu ya di ajaklah ke sini untuk ganti kan dia plus nemenin Supervisor gw." Jelas Adam yang sok akrab.


"Hm gitu toh hehe" Sahut Nana yang pura-pura mengerti.


Setelah makan dan mengobrol sejenak, tiba lah saatnya Adam harus kembali ke dalam ruang meeting.


"Sayang aku pamit dulu ya mau lanjut kerja" Ucap Adam.


"Iya semangat dan jangan banyak bengong ya kamu, nanti jemput aku kan?" Tanya Ratu.


"Iya dong muach" Adam memberi kecupan di kening istrinya.


"Oke makasih ya hehe hati-hati di jalan nya sayang" Ratu melambaikan tangannya.


"Dah" Sahut Adam sambil melangkah memasuki kantor pabrik tersebut yang Ratu sendiri pun belum pernah masuk ke sana.


Ternyata, di sisi lain tepatnya di area parkiran nampak seseorang memperhatikan kedekatan Ratu dan Adam barusan.


Dengan sigap orang itu menelepon bos nya dan mengadukan hal yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Bos, ternyata istrinya ketua Destroy kerja di sini juga haha"


📞 "....."


"Yoi haha bisa lah itu mah di atur"


📞 "....."


"Siap haha lu kasih tau gw aja rencana nya gimana, sisanya biar gw yang ngatur di dalam sini."


Dan telepon pun terputus.


Kembali ke Adam, akhir nya pabrik biola tempat Ratu bekerja sudah deal menjadi customer PT.SGS tempat Adam bekerja.


Setelah saling berjabat tangan menutup pertemuan di siang hari itu, Adam dan kedua Supervisor nya pun pergi beranjak untuk kembali ke pabrik nya.


...****************...


Malam nya, Adam dan Ratu sedang mengobrol santai mengenai kerjasama antara pabrik biola dan PT.SGS.


"Iya sayang begiitu, jadi tuh yang bagian dekat senar dan gagang nya akan ada silikon yang meredam gesekan di area itu. maka nya tadi aku ngukur langsung tuh casing barang nya yang di bawa sama pak.. siapa ay? pak Yudi atau Yupi tuh?" Tutur Adam sambil memainkan pipi istrinya.


"Pak Yuda ay, jauh amat jadi ke yupi-yupi ahaha" Tawa kecil Ratu terlontar.


"Nah iya itu hehe, kalau memang oke dan barang dari ku gak ada masalah mereka akan order 3.000 pcs tiap bulannya untuk biola yang akan ia produksi sendiri. dan jika laku keras katanya bisa sampai 500 ribu pcs produk aku dalam sebulan hehe" Sambung Adam.


"Oh iya ay katanya pabrik ku mau bikin biola sendiri tuh, jadi biar gak bergantung sama pabrik lain katanya mah" Ratu langsung menatap mata Adam.


"Masih kabar burung sih itu geh, tapi di meeting tadi ngomong begitu emang?" Tanya Ratu.


"Yes" Ucap Adam.


"Wih syukurlah kalau begitu hehe, bakal nambah karyawan lagi nih." Ucap Ratu yang senang.


"Tapi ay..." Ucap Adam dengan nada lemasnya.


"Kenapa ay?" Balas Ratu yang heran.


"JIka sudah hamil aku gak pengen kamu kerja ya, cukup dirumah jaga perut besarmu nanti" Ucap Adam yang tiduran miring dan mengusap perut istrinya.


"Tapi apa nanti semua tercukupi ay jika ku berhenti kerja?" Tanya Ratu.

__ADS_1


"Cukup tidak cukup itu urusan aku, tugas mu menjaga kandungan mu kelak ya" Adam meraih pipi chubby Ratu dan memberi kecupan manis di bibirnya.


"Ehm iya. makasih ya ay aku beruntung memiliki sosok lelaki sepertimu yang begitu tanggung jawab hehe" Ucap Ratu yang memeluk Adam.


"Aku lebih beruntung sayang bisa memiliki istri sesabar dan sepengertian kamu" Ucap Adam yang mengingat perjuangan Ratu dalam menghadapi dan mempertahankan hubungan nya sampai ke titik sekarang.


Dimana begitu sulit nya mengerti sikap Adam dan Agam yang kadang saling bertabrakan antara cinta, kasih sayang dan besar nya ego.


Namun semua itu mampu Ratu hadapi karena ia yakin bahwa Adam lah satu-satunya pria yang bisa menerima semua keburukan dan kondisinya saat ini.


Semua terbukti dari kasih sayang, cinta dan rasa tanggung jawab yang Adam berikan untuk Ratu.


Obrolan hangat itu berlangsung cukup lama hingga mereka berdua pun ketiduran sampai pagi.


...•••🤵🏻 IBG Season 3 'Setelah Nikah'👰🏻•••...


Hari demi hari terus berlalu, dan malam pun seperti biasa Adam dan Ratu menyempatkan diri untuk menyanyi di cafe atau pun sparing fight di MMA ilegal yang waktu itu mereka temukan tanpa sengaja.


Tak hanya Adam tentunya, semua anggota Destroy yang di bawah kepemimpinan si Introvert pun turut serta menggalang dana demi membayar hutang si Aceng pada genk Heynater.


Singkat cerita, hari sabtu pun tiba. hari dimana kini Adam dan Ratu menyiapkan pakaian serta barang bawaan mereka untuk pindah ke rumah bu Tini.


"Dah kan ay cuma segini aja?" Tanya Adam yang sudah membawa tas piknik yang cukup besar.


"Sudah kok ay cukup hehe, kalau kurang tinggal balik lagi ambil kan masih terjangkau dengan motor jarak rumah kita" Ucap Ratu.


"Oh iya benar juga hehe" Sahut Adam.


Setelah selesai menyiapkan barang bawaan mereka, keduanya pun langsung pamit pada bu Nisa dan pak Hendri tak lupa juga dengan Nila.


"Mah, pah saya izin bawa Ratu tinggal di rumah saya dulu ya" Ucap Adam sambil mencium tangan kedua mertuanya.


"Iya bang hati-hati ya di sana tolong jagain Ratu" Pesan bu Nisa.


"Eneng kalau mau main ke sini aja jangan canggung ya, papah mamah bakal nyambut kalian dengan hangat kok hehe" Ucap pak Hendri.


"Iya mah pah makasih ya, doain semoga Ratu betah tinggal di sana hihi." Sahut Ratu.


"Harus betah dong sayang hehe, yaudah salam buat pak Anwar dan bu Tini ya neng." Sambung bu Nisa.


"Iya mah siap" Jawab Ratu kembali dengan senyum manisnya.


"Walaikumsalam" Jawab bu Nisa dan pak Hendri yang masih memperhatikan mereka berdua yang semakin menjauh dari pandangannya.


"Semoga betah ya pah anak kita di sana" Ucap bu Nisa.


"Aamiin hehe" Respon pak Hendri.


Tak terasa setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, kini sampai lah sepasang pasutri itu di rumah sang suami.


"Alhamdulilah ay sampai" Ucap Adam sambil memarkirkan motronya.


"Assalamualaikum mamah" Ucap Ratu dengan hati yang riang gembira.


"Eh mantu mamah hehe akhirnya sampai juga hihi. walaikumsalam ayo masuk neng" Ucap bu Tini yang menghampiri Ratu di depan pintunya.


Saling bersalaman dan mencium tangan, bahkan tak segan bu Tini memeluk Ratu dan Adam saking rindunya.


"Apa kabar sayang? sehat ya?" Ucap bu Tini yang memeluk Ratu.


"Alhamdulilah sehat kok mah, mamah apa kabar nya? sehat kan" Jawab Ratu yang membalas pelukan bu Tini.


"Ya biasa lah neng pegal-pegal doang hehe" Jawab bu Tini.


Setelah sambutan yang cukup hangat, Adam dengan segera membawa tas besar yang berisikan pakaian mereka berdua ke kamar Adam.


"Assalamualaikum.." Ucap Adam masuk ke kamarnya.


Ya, kamar yang sudah beberapa bulan ini ia tinggali semenjak pernikahan nya itu.


Serasa mimpi bisa memasukinya kembali, dengan posisi rak sepatu serta lemari kecil di pojokan semua masih sama seperti terakhir ia lihat.


Plafon yang masih bolong hanya tertutupi terpal spanduk membuat Adam merasa sedih jika harus mengajak istrinya tidur di kamarnya.


Tiba-tiba Ratu mengusap pundak suaminya dan membantu merapihkan pakaian yang mereka bawa.


"Tenang aja sayang, aku gak keberatan kok tidur di sini" Ucap Ratu sambil membersihkan lemari kecil yang sudah kosong itu.


Adam melangkah menghampiri dinding yang terpajang foto mereka berdua yang sudah di penuhi debu tebal.

__ADS_1


"Lagi pula ini kan kamar kenangan kita dulu ay heheh ingat gak? tiap annive kita selalu rayakan di kamar ini" Ucap Ratu yang mengingat kenangan mereka berdua dari semasa pacaran.


"Yes" Jawab singkat Adam.


Adam pun semakin di buat terharu saat membersihkan bingkai berdebu yang berisikan foto Adam dan Ratu saat masih memakai seragam putih abu-abu nya.


"Yang Allah, sudah sejauh ini perjuangan cinta hamba untuk sampai di titik sekarang. ribuan kenangan baik suka dan duka sudah hamba lalui bersama wanita yang begitu sabar menghadapi sikap ego ini" Ucap Adam dalam batin sambil menoleh ke arah Ratu yang masih sibuk merapihkan lemari baju.


"Dari awal kita kenal di bangku SMK, kelulusan sampai ku nganggur dan mendapat pekerjaan ini kamu selalu setia menemani aku ay. sungguh sangat berdosa lah diri ini jika masih tak bersyukur memiliki kamu sayang" Ucap Adam dalam batinnya yang tanpa sadar meneteskan airmata ke pipinya.


"Loh ay kamu kenapa?" Ucap Ratu yang menyadari suaminya tiba-tiba bersedih.


"Enggak, enggak apa-apa kok heheh sini peluk sayang" Ucap Adam yang malu mengakui rasa terharunya.


Ratu pun menerima pelukan sang suami dan saat menoleh ke bingkai jadul di belakang Adam, baru lah Ratu menyadari alasan mengapa Adam bersedih.


"Suami ku melow sekali ya hehe" Batin Ratu berkata sambil mengusap punggung suaminya.


"Dah sabar ah ay hm.. aku ngerti kok" Ucap Ratu yang menenangkan Adam.


Setelah selesai merapihkan lemari, Adam dan Ratu pun ikut berkumpul dengan bang Sam, teh Wina dan kedua mertuanya diruang tv.


Di malam itu, mereka saling bercerita dan canda gurau terdengar begitu harmonis di kediaman rumah pak Anwar.


Hingga singkat cerita malam pun tiba, seperti biasa Ratu mengganti baju tidurnya dan melepas B ra lalu tiduran di samping suaminya yang sudah terlelap tidur duluan.


"Hm, selamat malam ya sayang" Ucap Ratu dan masuk ke dekapan Adam yang hanya mengenakan celana pendek.


...****************...


Keeesokan harinya di minggu pagi, Ratu terbangun duluan di jam 05.00 wib karena mendengar suara gaduh dari luar kamar.


Ratu beranjak perlahan turun dari kasur pendek suaminya dan melangkah keluar kamar.


"Eh mamah gini hari udah bangun aja" Ratu menghampiri bu Tini yang sedang merapihkan sofa diruang tengah.


"Iya neng emang begini lah mamah tiap pagi bangun duluan buat bebenah semuanya" Sahut bu Tini.


"Yaudah mah sini Ratu aja" Ratu menawarkan diri untuk membantu mertuanya.


"Bisa gak Ratu?" Tanya bu Tini yang seakan meragukan Ratu.


"Bisa kok mah hehe sini sapu lidi nya" Pinta Ratu dan langsung merapihkan sofa putih diruang tengah.


Benar saja dugaan bu Tini, Ratu merapihkan sofa hanya sembarang dengan sapu lidi. melihat hal yang salah di matanya, bu Tini pun dengan segera menegur Ratu akan kesalahannya itu.


"Ih bukan begitu neng. ini di kebutin dulu dari ujung kirinya ketengah baru ke kanan, nah kalau udah pasang lagi senderannya yang sebelumnya udah kita kebutin juga" Tutur bu Tini sambil mempraktekan nya langsung.


"Habis itu di sapu ya mah?" Tanya Ratu.


"Iya tapi kolong nya dulu, baru disekitarnya dan debunya di kepojokin dulu tuh dekat motor biar pagi nanti si abang yang ngeluarin sampahnya" Sambung bu Tini.


"Ehm iya mah siap" Ucap Ratu dengan sabar.


"Ya Allah bersihin sofa aja ada prosedurnya buset dah" Keluh batin Ratu berkata namun tak berani diungkapkan.


Setelah bu Tini beranjak ke dapur untuk bebersih, Ratu langsung mencoba merapihkan sofa sesuai prosedur yang bu Tini ajarkan.


Dengan celana strecth serta tanktop orangenya Ratu kekebut sofa di pagi buta, sungguh hal yang tak biasa ia lakukan di rumah.


Namun di sini, Ratu berusaha sabar dan terus beradaptasi dengan keseharian mertuanya.


"Akhirnya selesai hehe" Ucap Ratu sambil mengelap keringat yang mulai bercucuran.


Bersambung...


Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 3 'Setelah Nikah".


Jangan lupa juga untuk...


...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...


...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...


...🐝 SHARE 🐝...


...Dan...


...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...

__ADS_1


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2