
"Hm.. hik.. hik.. maafin aku ay" Adam menempelkan hidungnya di hidung Ratu sambil memejamkan mata.
Seluruh senior Destroy pun langsung sigap menghampiri Adam dengan berbondong-bondong.
"Axel, Dafa kok Ratu diam aja woy bantuin gw ini dia kenapa?" Ucap Adam sambil menangis tersedu-sedu kala itu.
"Iya Dam iya gw ngerti perasaan lu, lu nya harus sabar dulu dan tenang. Ratu.. hey bangun dek Rat bangun ayo" Ucap Axel yang menepuk nepuk pipi chubby Ratu merasa cemas karena tak ada respon.
"Sabar biji mata lu gw colok hm..hiks-hiks.. bini gw gak bergerak dan lu masih bisa nyuruh gw sabar hah bodoh!" Bentak Adam pada Axel sambil mendorongnya hingga Axel terjatuh.
Di tengah hujan besar yang sedang mengguyur mereka semua, Jery dengan segera menelepon mobil ambulan terdekat untuk datang ke lokasi.
Tak tinggal diam, Roy dan Gaby pun mengerahkan seluruh anggotanya untuk menjaga area sekitar agar tak jadi tontonan para netizen yang hanya memfoto kejadian itu lalu mempostingnya tanpa membantu sama sekali.
"Diam lu semua jangan ada yang foto-foto gak jelas lah!" Gertak Roy pada orang-orang yang masih memperhatikan para Destroyer.
"Sebagian, kejar mobil truk itu ya cepat!" Gaby ikut memerintah Destroyer yang tersisa.
...ā¢ā¢ā¢| š¤µš»šIBG Season 3 'Setelah Nikahšš°š» |ā¢ā¢ā¢...
Beberapa saat kemudian tepatnya di rumah sakit Melia Asih, yaitu rumah sakit terbesar ke 3 di daerah Jakarta.
Para Destroy mendampingi Ratu yang langsung di dorong oleh tandu berjalan di rumah sakit.
Sedangkan Adam di dampingi oleh para Destroy seniornya seperti Axel, Dafa, Ferdi dan Jery.
Roy dan Gaby sibuk mengarahkan yang lainnya agar tidak menimbulkan kericuhan di rumah sakit.
Mengatur para Destroyer agar tetap tenang dan hening di area rumah sakit.
Sesampainya di depan lorong ruang IGD, Adam langsung tergeletak rapuh bagaikan orang lumpuh yang belajar jalan.
"Woy Adam!" Panik Axel yang terkejut saat sahabatnya jatuh lemas di lantai.
"Aduh Dam istigfar Dam istigfar hey" Ferdi pun ikut menguatkan Adam yang mungkin saja sudah setengah gila menghadapi kenyataan sepahit ini.
"Kalau sampai kenapa-kenapa sama Ratu. gw gak akan maafin diri gw sendiri lay. GAK AKAN!" Ucap Adam dengan pandangan kosong yang membentak Axel.
"Hust.. Ratu bakal kuat kok selagi lu semangatin. lu nya jangan drop begini ah kesian dia nanti ikut berasa Dam" Axel coba menasehati ketuanya.
Tak berselang lama, keluarga Ratu pun datang dengan tergesa-gesa menuju ruangan anak nya di rawat.
Melihat Adam di pojokan lorong, tanpa basa-basi lagi pak Hendri langsung menghampiri Adam, menarik jaket nya hingga ia berdiri dan melemparnya kembali ke lantai.
"Brrugghh!" Tubuh besar Adam terbanting di hadapan para Destroyer.
"Astagfirullah bapak jangan!" Teriak Nila yang sangat kaget dengan kemurkaan bapak nya yang selama ini tak pernah ia lihat sebelumnya.
Melihat ketua yang paling disegani nya terbanting, tentu hal itu membuat para Destroyer melotot selebar-lebar nya.
Ketua yang tadi mampu memimpin genk nya untuk bentrok dengan Heynater, kini harus di banting bagai tupperware bekas oleh bapak mertuanya.
"Kurang ngajar kamu ya bang, sampai anak saya kenapa-napa gak ada maaf bagi kamu Dam!" Gertak pak Hendri yang ingin menonjok Adam.
Tapi aksi itu di hentikan oleh pak Anwar setelah mendorong kecil tubuh Hendri dari hadapan anaknya.
"Hentikan ya Hen, jangan apa-apa kan anak kita!" Pak Anwar ikut melotot saat berhadapan dengan pak Hendri.
"Apa-apa kan? Karena anak lu anak gw jadi kenapa-napa tau lu!" Pak Hendri balas membentak.
"Hust.. aa udah a udah!" Bu Nisa ikut panik melerai perdebatan yang hampir menimbulkan adu jotos diantara besan nya itu.
"Stop udah stop.. nyebut kalian semua tuh" Bu Tini menangis sambil menahan tubuh pak Anwar agar tak meladenin emosi pak Hendri.
"Astagfirullah.."
"Astagfirullah.. "
Setelah keadaan sedikit mereda, akhirnya Adam menceritakan kronologi kecelakaan Ratu pada kedua keluarganya.
Walau pun Adam tidak berani menceritakan alasan mengapa Ratu bisa terbawa emosi hingga nyebrang tanpa menoleh kiri kanan.
Semua orang yang ada di rumah sakit masih nampak cemas dengan keadaan Ratu.
Pak Hendri dan bu Nisa masih sibuk bolak balik di depan pintu ruang IGD untuk menunggu hasil pemeriksaan dokter.
Sedangkan para Destroyer, sebagian ada yang menunggu di parkiran dan sisanya menemani Adam di lorong rumah sakit.
30 menit kemudian, keluar lah si dokter dari ruang IGD. tentu hal itu membuat mereka semua yang sedang khawatir langsung beranjak berdiri.
"Dok bagaimana keadaan anak saya?" Ucap bu Nisa.
"Gimana dok keadaan istri saya?" Adam ikut panik.
__ADS_1
"Keadaan Ratu kini memprihatinkan, kepala nya terbentur cukup keras saat terjatuh hingga mengakibatkan salah satu syaraf nya mengalami kerusakan, sementara kami akan melakukan usaha semaksimal mungkin demi pasien, sisanya kita hanya bisa berserah pada yang kuasa. untuk sementara waktu Ratu harus menjalani rawat inap sampai benar-benar siuman dan pulih kembali. saya permisi dulu semua." Tutur si dokter.
Bu Nisa dan bu Tini yang lemas setelah mendengar kabar itu pun hanya bisa jatuh ke pelukan suaminya masing-masing.
Dan bagi Adam, hatinya sangat terpukul atas penuturan dokter barusan. ia menyesali semua keteledoran nya di cafe tadi.
"Ya Allah semua karena hamba yang tidak bisa menjaga nikmat dari mu hm.." Adam terduduk lemas di lantai sambil menangis.
Walau semua Destroy memberikan semangat, namun semua itu belum bisa meredam kesedihan yang Adam rasakan.
Singkat cerita, waktu terus berlalu hingga menunjukan pukul 01.00 dini hari.
Hingga keluarga pak Anwar dan pak Hendri harus pulang karema tak bisa menemani anak nya di rumah sakit sebab mereka besok harus kembali bekerja.
Mereka semua menitipkan Ratu sepenuhnya kepada suaminya yaitu Adam.
"Dam mamah pamit dulu. kamu yang sabar jangan putus asa, serahkan semua sama Allah ya sayang" bu Nisa memeluk Adam dengan sangat erat seakan mengungkapkan kesedihannya.
"Iya mah, saya yang minta maaf karena sudah lalai menjaga anak mamah hm" Adam pun yak kuasa menahan tangis di pelukan mertuanya.
"Udah gak apa-apa ah, semua ini sudah jalan nya sang kuasa. kita sebagai hamba hanya bisa menjalani dan mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi." Sambung bu Nisa yang mencoba menguatkan mental Adam.
Adam pun hanya bisa mengangguk dan bergantian memeluk bu Tini selaku orang tua kandungannya.
Adam nangis selepas-lepasnya di pelukan bu Tini yang kini semakin merenta.
"Mah Ratu begitu karena adek mah. adek takut dia kenapa-kenapa" Rengek Adam sambil menangis.
"Hust.. hey udah ah jangan nangis! mending berdoa buat kesembuhan Ratu gih" Balas bu Tini.
"Adek yang sabar ini kan ujian, Allah gak akan beri ujian melebihi kemampuan hambanya kok. adek di beri ujian ini karena Allah yakin bahwa adek kuat, adek sanggup untuk melewati semua ini ya? kamu harus kuat jadi cowok" Sambung bu Tini menasehati putra bontot nya.
"Iya mah siap hm.." Sahut Adam yang sedikit lega dan mulai menerima kenyataan bahwa kini Ratu sedang koma akibat ulahnya.
Beberapa saat setelah orang tua serta mertuanya pulang, yang lain pun ikut menghampiri Adam.
Axel, Jery, Roy dan Gaby terpaksa untuk pamit pulang duluan karena ia besok harus pergi ke kampus.
Bahkan Ferdi dan Dafa yang besok harus bekerja pun harus ikut pamit pulang dengan berat hati karena mereka sulit untuk izin libur.
"Dam kami pamit pulang dulu ya soal nya besok masih ada tugas kampus" Ucap Axel yang pamit mewakilkan Roy dan yang lainnya.
"Iya siap kalem aja bre, makasih ya udah nganterin istri gw ke sini" Ucap Adam yang sudah mulai mengukir senyum diwajahnya.
"Makasih Roy" Adam membalas pelukan itu dengan menepuk pundak Roy.
Axel, Dafa, Ferdi, dan Jery pun ikut memeluk Adam secara bersamaan untuk menenangkan ketuanya itu.
"Yuk bisa bisa" Ucap Dafa.
"Pemimpin kita kan kuat haha" Ucap Ferdi.
"Jangan nangis mulu ah hehe" Ucap Axel.
"Thanks ya semua, lu memang keluarga kedua terbaik gw di luar rumah hehe" Adam pun merentangkan tangan untuk merangkul mereka berempat.
Setelah melepas pelukan, kini Gaby pun maju menghampiri Adam dan menatapnya dalam-dalam.
"Beberapa jam yang lalu gw masih ketawa ketawi ngobrol sama adek gw" Ucap nya dengan mata yang berkaca kaca seakan tak terima dengan semua yang baru saja terjadi.
"Dan sekarang dia harus terbaring koma karena cowok brengs ek seperti lu anjir!" Gaby menekan satu jari nya ke dada Adam dan langsung memeluk Adam begitu erat.
Ia menangis histeris di dekapan pria yang pernah ia goda waktu saat tour sekolah ke Malang. Adam menoleh ke arah Roy untuk menjaga perasaannya.
Tapi Roy yang mengerti bagaimana kesedihan kekasihnya pun dengan ikhlasnya membiarkan kekasihnya memeluk pria lain di hadapannya.
"Hm.. gw benci sama lu Dam, gw benci!!!" Gertak Gaby yang masih memeluk tubuh Adam.
"Maafin gw By" Balas Adam tanpa membalas pelukan Gaby.
"Lu bisa jaga anggota genk lu, tapi kenapa untuk menjaga perasaan istri lu aja gak becus hah?!" Sahut Gaby.
Lalu ia melepas pelukannya dan langsung menarik tangan Roy untuk segera pulang.
"Hm.." Adam hanya menghembuskan nafas penyesalannya.
"Lu sama Dafa antar Eka dan Tia ya?" Ucap Adam sambil menunjuk ke arah Ferdi dan Dafa.
"Siap" Jawab mereka berdua.
"Eh.. e.. gw nanti aja kak pulangnya. gw masih mau nemenin kak Ratu di sini" Ucap Eka.
"Serius? ini udah malam loh?" Sahut Adam.
__ADS_1
"Gak apa kak, gw khawatir banget sama kak Ratu" Ucap Eka yang nampak begitu tulus terlihat dari tatapan matanya.
"Oke deh, kami duluan ya kak" Tia dan para Destroy pun beranjak pulang.
"Yaudah kak ayo masuk temani istrimu" Ucap Eka yang mengajak Adam.
"Iya dek" Jawab Adam dan mulai masuk ke dalam ruang IGD tepat Ratu di rawat.
Didalam, Adam langsung menghampiri Ratu yang sudah banyak di pasangi alat-alat medis di sekujur tubuhnya.
Suasana begitu hening, hanya ada suara alat pendeteksi detak jantung yang berbunyi begitu pelan karena memang detak jantung Ratu sedang melemah.
"Hey sayang, ayo bangun hehe" Ucap Adam yang tersenyum kecil.
"Aku minta maaf ya ay udah bikin kamu seperti ini" Adam memeluk lembut istrinya.
Eka yang melihat hal itu pun berinisiatif untuk keluar sejenak membeli makan dengan di antar beberapa senior Destroy yang memang di suruh stay oleh Roy untuk berjaga di luar rumah sakit.
Singkat cerita, setelah membeli makanan Eka langsung kembali masuk ke dalam menghampiri Adam.
Mengajaknya makan sejenak karena ia khawatir Adam maagh walau Adam sebenarnya tidak pernah punya riwayat penyakit maagh.
"Kak ayo makan dulu mumpung masih hangat nasi goreng nya" Ucap Eka.
"Engga ah, gw belum lapar dek makasih" Sahut Adam.
"Hey kalau nanti lu sakit gimana? kasihan kak Ratu jadi ikut kepikiran nanti ah gimana sih kak Adam ini ih" Sewot Eka yang khawatir dengan kondisi kesehatan Adam.
"Hm baiklah sedikit aja ya" Jawab Adam.
"Ya terserah deh, pokoknya harus masuk nasi perut lu" Sahut Eka.
Mereka berdua pun duduk dan dengan segera Eka membuka bungkusan nasi goreng yang ia beli.
"Sini gw suapin ya?" Celetuk Eka.
Otak Adam yang masih terfokus dengan kesembuhan Ratu pun tak bisa banyak berkomentar, ia hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Eka.
Perlahan dengan senyuman manis, Eka menyuapi sesendok nasi goreng ke arah mulut Adam.
Tapi baru saja ingin masuk mulut, Adam langsung menjauh dan menghindar.
"Ehm.. gak mau Ka ah masih panas" Komen Adam.
"Loh enak lah kak nasi goreng panas-panas gini di tengah malam kan? semua orang suka makan apa-apa yang masih hangat" Ucap Eka yang heran.
"Ya semua orang terkecuali gw yang gak bisa makan saat masih panas maupun hangat" Balas Adam.
"Hm baru tau gw kak kebiasaan lu hehe" Batin Eka berkata.
"Yaudah maaf ya hehe, gw tiupin dulu deh" Ucap Eka.
"Hhuuuft.. huft.. dah ayo aaaa?" Eka menyodorkan kembali ke mulut Adam setelah ia meniupi nya.
Adam pun mencoba menyuapnya kembali dengan perlahan.
"Pinter kakak gw haha" Tawa kecil Eka yang terus menyuapi suami dari sahabatnya itu.
"Eit.. lu juga makan dong. gw gak mau junior imut gw ikutan sakit hehe" Adam langsung meraih sendok itu dan balik menyodorkan nya ke Eka.
"Ya ampun i.. ini ya rasanya di perhatiin sama cowok yang tulus" Eka melotot menatap indah kedua bola mata Adam.
Ini kali pertama nya Eka mendapat perhatian tulus dari cowok, karena selama ini ia selalu di beri harapan palsu dari pria-pria yang mendekatinya.
Perhatian Adam ke Eka pun sontak membuatnya gemetar dan sedikit salah tingkah hingga Adam pun menyadarkan Eka dari lamunannya.
"Ayo buka mulut jeh malah bengong lu hehe" Adam tertawa kecil melihat Eka yang terdiam.
Akhirnya Eka pun menyuap nasi dari sendok yang Adam sodorkan.
"Nyam.. nyam makasih ya kak hehe" Sahut Eka sambil mengunyah perlahan.
"Hati-hati jangan berantakan ah" Ucap Adam sambil membersihkan nasi yang menempel di sudut bibir Eka.
"Ups.. sorry kak maaf hehe" Eka langsung membersihkan bibirnya dengan tisyu.
"Aduh kenapa sih jantung gw jadi gak karuan gini huft.." Batin Eka mulai mengeluh dengan detak jantung yang begitu kencang tidak terkontrol.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
...š¤µš»š°š»Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...šš...
__ADS_1