
Spesial untuk kalian pembaca setia "Introbert Berjiwa Ganda" dan khusus untuk kekasih aku yang udah support aku luar begitu luar biasa. makasih untuk kalian ya... yuk Rindu Up dadakan malam ini hehe ngetik dan berpikir sekilat mungkin khusus malam ini yuk masuk ke ceritanya...
Selamat Idul Adha bagi para muslim di berbagai penjuru daerah πππ
...ππ»π*******Destroyer SMK 729********ππ»π...
Agam tetap menguatkan hatinya dan mencoba untuk melangkah mendekati gadis idamannya. dengan isyarat dari Codet, anak buahnya yang dari tadi berdiri dengan Nindi di atas sana langsung memotong tali yang menggantung Nindi.
Dengan sigap Agam berlari dan melompat menangkap tubuh Nindi melewati kobaran api itu. akhirnya kini mereka selamat dari api yang mencoba membakarnya.
Dengan sedikit senyum tipis nampak diwajah Nindi menjadi sebuah penyemangat kecil untuk Agam.
Tentu pemandangan itu membuat Ratu begitu terpukul. bagaimana tidak, seorang Adam yang katanya dulu mencintai Ratu hingga ia mengungkapkan rasanya walau pernah Ratu tolak. dia kira cinta Adam tulus apa ada nya sampai saat ini namun sayang kini Adam lebih memilih menyelamatkan nyawa Nindi dibanding dirinya sendiri.
"Gimana? terbukti kan bahwa cowok lu itu sayang nya sama gadis lain. bukan lu haha" Codet tertawa dengan bahagianya.
"Lu cuma anak hasil perceraian yang ga pantes diperjuangin oleh lelaki mana pun, termasuk Adam" sambung Codet tak henti ia menghina Ratu yang tak berdaya itu.
Ratu hanya bisa terdiam mendengar celotehan tersebut. hingga tiba-tiba benar saja Codet menggenggam kuat pisau yang ia bawa lalu mengarahkan ke arah Ratu yang terikat di kursi.
Namun dengan sigap entah dari mana, seseorang yang memakai hoodie biru menghampiri Ratu dan menendang tangan Codet secara refleks.
Sontak kejadian itu pun membuat Codet dan Ratu terkejut bukan main. saling menebak siapa sosok yang menyelamatkan Ratu secara tiba-tiba itu.
Tapi tanpa basa-basi lagi, sosok itu langsung menghajar anak buah Codet tanpa ampun sedikit pun, memporak porandakan seisi gudang dengan amarah nya yang sudah amat di ujung kepala.
Agam yang melihat sosok itu langsung melepaskan Nindi untuk segera Ferdi amankan. tak tinggal diam apalagi melongo, Adam dengan cepat ikut membantu pria itu dengan penuh semangat seperti jiwa api yang berkobar untuk mengabisin para bebenguk itu.
"Lu ga apa-apa kan?" ucap Ferdi sambil melepaskan ikatan Nindi.
"I..iya gw ga apa-apa, kalian Destroy yang dari SMK 729?" tanya Nindi dengan polosnya.
"Nanti aja drama bertanya nya nin, kita lagi ga sempat jawab" tegas Ferdi sambil beberapa kali menghalau anak buah Codet yang mencoba mendekati mereka berdua.
Kini waktu nya pria itu berhadapan dengan Codet. dengan tatapan yang penuh maksud, pria itu menatap tajam wajah Codet yang tidak mirip sama sekali dengan artis Korea.
"Siapa lu sebenarnya hah?" teriak Codet dengan penuh emosi nya.
Pria itu tidak menjawab sama sekali, hanya menguatkan genggaman tangannya. merasa pertanyaan nya diacuhkan, Codet pun kehabisan kesabaran hingga ia langsung berlari ke arah pria itu dan perkelahian sengit ala Jackie Chan pun tak terhindarkan.
Berbagai pukul, tendangan, tangkisan mereka layang kan secara cepat dan tepat hingga membuat pria itu cukup kewalahan menghadapi Codet. ditambah Codet yang membawa sebilah pisau membuat si pria semakin sulit untuk membalikkan keadaan.
Di sisi lain Ferdi masih sibuk menjaga Nindi di dekapannya, Agam pun masih disibukkan dengan 15 orang anak buah Codet yang menyerang secara bersamaan. berbagai jurus bela dirinya ia keluarkan dan kerahkan semampu mungkin, walau sesekali ia harus kewalahan akibat anak buah Codet yang membawa senjata tajam.
Di kursi, Ratu masih terheran dan mencoba melepaskan ikatan nya yang cukup kuat.
"Ish susah banget sih lepasnya" gumam Ratu.
"By the way siapa cowok itu ya sampai berani masuk kesini untuk membantu Destroy" Ratu bertanya pada diri sendiri.
"Gubrak!"
__ADS_1
Pria itu terlempar cukup jauh mengenai tumpukan kayu dipojok gudang tersebut.
"Rasain lu haha, masih berani jadi pahlawan kesiangan lu disini hah?!" Codet nampak menantang pria itu.
Tanpa banyak bicara karena emosi yang sudah diluar kendali, Codet menghampiri Ratu dengan menggenggam kuat pisaunya. Agam yang ingin menyelamatkan Ratu pun harus tertahan oleh banyak nya anak buah Codet yang tak kunjung tumbang.
Dengan penuh keyakinan dan tanpa takut dosa sedikitpun, Codet mengarahkan pisaunya ke arah Ratu yang sedang terduduk itu.
Namun dengan sisa tenaga pria itu mencoba bangkit dan berlari kearah Ratu hingga...
"Srek!!"
Dengan nikmat suara pisau menusuk pundak pria itu.
Ratu dan Nindi sangat terkejut melihat kejadian itu, bahkan Agam yang sedang di keroyok pun sempat meneteskan airmatanya saat melihat pria itu tertusuk. hingga keadaan itu dimanfaatkan oleh bebenguk Codet untuk menghabisi Agam.
Codet pun semakin marah dengan pria itu karena untuk kedua kalinya dia menghalangi tindakannya.
"Anj*** ngapain lu ngalangin?!" teriak Codet dan menyingkirkan pria itu dari hadapannya dengan begitu kasar.
Ratu semakin ketakutan bukan main melihat adegan itu didepannya. Codet meraih wajah Ratu dan berbicara dihadapannya.
"Ga ada lagi jagoan lu hahah, semua akan binasa malam ini sayang. dan kita akan bermain haha" ucap Codet dengan percaya dirinya.
"Cuih!!"
Ratu meludahi wajah Codet dengan beraninya.
"Anj*** lo semua" Codet semakin mengamuk dan menampar Ratu hingga Ratu terjungkal dan kursinya terjatuh.
"Ah...aw..!" ringisan Ratu terdengar jelas oleh pria itu, membuat pria itu seketika bangkit kembali tanpa menghiraukan pundaknya yang terus mengalir darah secara perlahan.
Codet melirik pria itu dengan tatapan sangarnya kembali menantang sosok misterius itu.
"Masih hidup juga lu ba*bi?! maju lu sini!" teriak Codet dengan penuh emosi.
"AAAAAAAARRGGGHHH!"
teriak pria itu sambil berlari ke arah Codet dan duel sengit pun terjadi lagi.
Dengan beringas pria itu menghajar Codet dengan puluhan pukulan dan tendangan dia lontarkan tanpa ampun.
Melihat semangat dari pria itu, Ferdi dan Agam tak tinggal diam dia langsung bergabung bersama sosok misterius dan menghajar semua anak buah Codet satu persatu.
Nindi yang menyadari juniornya masih disandra, dia langsung bergegas mendekati Ratu dan melepaskan ikatannya.
"Ya ampun dek lu ga apa-apa hah?!" tanya Nindi yang sangat khawatir dengan keadaan Ratu. hingga dia langsung memeluk tubuh juniornya.
Lain hal nya dengan Ratu, yang dia sendiri malah merasa kesal saat harus menyentuh Nindi. karena kobaran api cemburu masih membakar isi hati Ratu Permata Sari.
"Iya kak gw ga apa-apa makasih ya" balas Ratu dengan juteknya.
__ADS_1
"Yaudah kak maafnya gw harus bantu mereka" dengan cepat Rstu melepas cardigannya dan berlari ke arah Ferdi.
"Kak Ferdi!!" teriak Ratu yang berlari ke arahnya.
Dengan peka Ferdi langsung menunduk dan Ratu menginjak pundak kakak kelasnya itu lalu melompat ke arah 3 bebenguknya si Codet hingga tiga orang tersebut terpental karena aksi epic mereka berdua.
Kini ke empatnya bersatu menghadapi ke 25 orang anak buah Codet secara bersamaan. berbagai pukulan, tendangan bahkan saling melempar pun memeriahkan perkelahian kedua kubu tak seimbang itu.
...****************...
Beberapa menit kemudian setelah semua bebenguk Codet terkapar lemah. nampak sosok misterius itu terus menghajar Codet habis-habisan.
"Beritahu gw siapa dalang dibalik semua ini?" ucap pria itu dengan nada beratnya.
"Gw ga akan bilang" balas Codet dengan nafas terengah-engah.
Dengan cepat Codet mencoba menusuk perut pria itu namun dengan refleks yang lebih cepat si pria itu mampu membalik kan keadaan hingga akhirnya Codetlah yang harus tertusuk pisaunya sendiri.
"ARAARRGH" teriaknya menahan sakit.
"Kasih tau gw siapa yang nyuruh lu?!" sekali lagi pria itu bertanya namun jawaban Codet tetap tak memuaskan.
"Gw ga tau, gw ga tau!" ucap Codet yang semakin melemah.
Karena kesal jawabannya tak membuahkan hasil, pria itu nekat dengan memegang rahang gigi atas bawahnya dengan kedua tangannya berniat merobek paksa mulut si penjahat jahanam tersebut.
"Arrrgh ah...ah..argh ahk!" teriak Codet yang kelapakan menghindari aksi brutal dari pria itu.
Namun tiba-tiba "Duar!!!" suara peluru menancap di punggung pria itu, Ferdi yang melihat pelaku penembakan itu langsung mengambil sebuah bata lalu melemparnya tepat mengenai batok kepala si pelaku yang menyebabkan si pelaku langsung kojor (terkapar) seketika.
Pria itu melepas Codet sambil menahan luka yang baru saja mengenai punggungnya. tentu kondisi itu di manfaatkan Codet dan kelompoknya untuk melarikan diri dengan segera.
"Woy ayo lari GC!!" teriak Codet setelah memukul pria itu dan bergegas lari ke luar gudang tersebut bersama komplotan nya.
Namun betapa terkejutnya komplotan Codet, saat keluar gudang 3 mobil polisi sudah bersiaga mengepung lokasi itu karena sebelumnya Dafa sudah memantau situasi diluar dan bertugas untuk menghubungi pihak berwajib diwaktu yang tepat.
"Jangan bergerak! " teriak salah satu anggota polisi dengan pengeras suaranya.
Kembali kedalam gudang, nampak Agam, Ferdi, Ratu dan tak luput Nindi berlari ke arah pria yang kini sudah terjatuh tak berdaya.
Bersambung...
Siapa tuh yang membantu Ratu sampai rela terluka separah itu? apakah Reno mantan Ratu yang hilang tanpa kabar waktu setelah lulus SMP? atau pria lain yang ingin menggantikan Adam di hati Ratu? terjawabnya ga mungkin di sini, di next episode ya stay tune terus guysππ₯²yang jelas pria itu datang diwaktu yang tepat. Semoga itu tak jadi awal perseturuan dia dengan sosok Adam.
...π***Introvert****Berjiwaππ»****Ganda*****π...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
...See you on the next episode......