Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Balon Karet Yang Meresahkan


__ADS_3

..."Kamu membantuku menjadi orang yang lebih baik. Sejujurnya, aku sedang berusaha menjadi versi terbaik untuk dirimu. Aku minta maaf jika kadang salah langkah dalam menjadi yang terbaik. Secara tulus, aku minta maaf telah menyakiti hati yang seharusnya ku jaga."...


^^^• Your King, 7 Februari '22 •^^^


...🎊💞"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" 💞...


Happy Reading guys...


Hari demi hari berlalu kini hubungan Adam dan Ratu kembali lengket seperti perangko. walau kadang masih suka ribut karena kecemburuan Adam terhadap hal-hal sepele.


Beralih sejenak ke hotel, Ratu nampak sedang duduk dengan Mei yang ternyata sekarang mereka satu section untuk beberapa bulan ke depan.


"Di room susah gak tugas nya Rat?" tanya Mei sambil memakan gorengan hangat yang ia beli patungan dengan Ratu.


"Engga juga sih Mei. kaya lu bebersih dirumah aja gitu. beda nya ini mah pakai alat sesuai standar kerja haha" jawab Ratu.


"Oh gitu. jadi santai aja ya Rat gak usah tegang?" ucap Mei yang sedikit lega mendengar jawaban Ratu.


"Jangan salah loh, yang tegang bisa lebih agresif kadang haha" canda Ratu lalu beranjak meninggalkan Mei.


"Tegang? agresif? si anjir malah bahas tit.. ops" Mei menahan suaranya.


"Ratu.. tungguin woy" lanjut Mei sambil berlari mengejar Ratu dan langsung merangkulnya.


"Tunggu ngapa haha" ucap Mei.


"Abisnya lu lama sih hehe" sahut Ratu.


Kini jam menunjukan pukul 08.00, Lia menghampiri Ratu dan Mei untuk memberi tugas making bed di kamar 15 yang baru saja ditinggali oleh tamu.


Tanpa banyak gaya apalagi goyang pargoy terlebih dahulu, Ratu dan Mei segera menuju kamar 15 sambil membawa beberapa perlengkapan yang mereka butuhkan.


"Naik lift kan Rat?" ucap Mei sambil melangkah.


"Iya atuh, masa naik tangga darurat haha" balas Ratu.


Setelah masuk lift Ratu menekan tombol lantai tujuan mereka.


Dalam hitungan detik, lift itu pun membawa mereka ke lantai 15. Ratu segera keluar lift dan membawa peralatan nya yang langsung di susul oleh Mei.


Membuka pintu kamar tersebut dengan kunci yang sudah mereka bawa sebelumnya.


"Apa dulu nih Rat?" tanya Mei sambil menyiapkan vakum dan alat lainnya.


"Seprai and pillow aja dulu Mei, selesai itu kita bersihin meja dan laci so baru deh vakum lantai" jelas Ratu.


"Siap bos haha" ucap Mei lalu mengikuti arahan dari Ratu.


Singkat cerita, setelah membersihkan beberapa kamar sesuai jadwal di hari itu, Ratu kembali menemui Lia yang sedang berada di kamar 24.


"Teh apa lagi nih?" tanya Ratu yang masih membawa peralatan bebersihnya dan juga Mei yang stay mendorong vakum yang dari tadi ia bawa.


"Wih udah kelar aja lu cepat banget haha" ledek Lia.


"Jelas dong, siapa dulu Ratu gitu loh haha" balas Ratu dengan bangga nya.


"Iya deh iya" sahut Lia dan melihat jadwal check out yang ia bawa di tangannya.


"Hm.. lanjut ke kamar 27 aja deh Rat bantuin teteh tuh 1 kamar lagi sebelum istirahat bisa kali hehe" titah Lia.


"Boleh, 27 ya? yuk Mei gas" dengan semangat Ratu kembali melanjutkan tugasnya.


"Yuk teh duluan, Rat ih ninggalin gw mulu lu kaya mantan" sewot Mei yang langsung mengejar langkah Ratu.


"Nah ini dia yuk" ucap Ratu yang sudah sampai di kamar 27 dengan Mei dan langsung mengeksekusi kamar itu.


Saling kerja sama dan membagi tugas, Ratu bagian making bed dan Mei sibuk membersihkan furniture lainnya.

__ADS_1


"Eh Rat ini uang tips ya?" ucap Mei sambil mengacungkan dua lembar uang berwarna biru.


"Widih rejeki ini mah haha" Ratu menoleh sejenak ke arah Mei.


"Yups haha bagi dua ya Rat. nih" Mei menghampiri Ratu dan memberinya selembar.


"Oke deh thanks ya Mei" balas Ratu lalu memasukkan uang itu ke dalam saku celana.


"Santuy hak kita kan ini haha" Mei melanjutkan tugasnya.


Tak berselang lama, Ratu pun tertawa sendiri saat menemukan sesuatu yang bertuliskan 'Burex'.


"Mei! Yupi nih haha" celetuk Ratu yang mencoba menjahili temannya itu.


"Hah mana?" Mei menghampiri Ratu dan langsung mengambil kedua bungkus itu sekaligus.


Dengan segera ia membuka bungkus tersebut, apalagi di kemasan itu ada keterangan Rasa Strawberi.


Jelas itu membuat Mei yang sudah mulai kelaparan pun tak fokus dengan apa yang sedang dia unboxing.


Setelah nampak isi kemasan itu ternyata seperti balon karet yang sedikit memanjang.


Sontak Mei langsung sadar dengan keusilan Ratu yang ternyata sedang mengerjai nya.


"Idih suwe lu Rat! ngasih kond0m ke gw cuih haha" ucap Mei yang nampak mulai kesal namun geli sendiri.


"Ya lu lagian naf*su banget kalau soal makanan haha" Ratu tertawa puas.


"Namanya udah mau istirahat makan siang Rat, udah mulai oleng nih otak, wajar lah hihi" sahut Mei lalu memperhatikan bungkus itu lagi.


"Siapa lagi ya yang ninggalin ginian di kamar hotel. ninggalin mah duit atau makanan gitu heh" celetuk Mei yang menggerutu.


"Dah biasa kali Mei, nemu balon karet gituan di kamar hotel mah haha" Ratu menoleh ke Mei dan mematikan Vakum nya sejenak.


"Iya juga sih tapi setidaknya lah masa kumpul kebo terus haha" sambung Mei.


"Kalau udah nikah ya kenapa harus pakai kond0m Rat? keluarin aja langsung di dalam lebih hangat, nikmat dan yang paling penting gak berantakan haha" celetuk Mei nampak mulai mengajak Ratu berdebat sambil senyum-senyum sendiri.


"Hangat nikmat kaya udah pernah ngalamin aja lu begituan haha" balas Ratu.


"Kadang mereka yang udah nikah kan gak selalu pengen buru-buru punya momongan Mei. ya selain di suntik KB, pakai pengaman adalah salah satu alternatifnya gitu" sambung Ratu menjelaskan.


"Widih ngerti banyak juga lu tentang pengetahuan intim hehe" balas Mei.


"Cowok gw sih yang ngasih tau fakta itu" jawab Ratu.


"Yaudah tuh simpan Rat kond0m nya buat cowok lu hihi" ucap Mei sambil melempar Burex itu ke arah Ratu.


"Sorry Mei gak muat ini mah buat cowok gw haha" Ratu mengambil Burex itu dan melemparnya ke tempat sampah yang ia bawa.


"Gak muat kenapa? bukannya itu karet?" Mei pun berpikir sejenak.


"Gak muat kalau di pakai sama cowok gw Mei" Ratu mengedipkan mata ke Mei memberi isyarat sambil tersenyum.


"Owalah anjir hahah" Mei yang mengerti maksud Ratu pun langsung tertawa puas menertawakan hal itu.


"Segede apa emang barang cowok lu haha sampai gak muat pakai kond0m aduh hahah" Mei terus tertawa di kasur memegangi perutnya yang mulai sakit sendiri.


"Ya gak tau lah emang gw dah pernah lihat hilih" balas Ratu.


"Masa sih?" tiba-tiba Ratna ikut berbicara dalam batinnya tersenyum jahat.


"Hah haduh!! sampai sakit perut gw bahas gituan haha"


"Dah bangun lu ih gw udah rapihin malah di berantakin lagi. rapihin lagi lu nanti ah!" kesal Ratu yang mulai berhenti bercanda dan fokus lagi pada tugasnya.


Beranjak membawa peralatan nya ke depan pintu kamar lalu kembali lagi menyusul Mei yang sedang merapihkan ranjang tersebut.

__ADS_1


"Kan lama nih nungguin lu doang huh" gerutu Ratu yang menghampiri Mei untuk membantunya.


"Iya maaf hehe" balas Mei yang masih saja tertawa kecil.


Disaat yang bersamaan lewat lah Bagas yang sempat menoleh ke dalam kamar 27.


Memperhatikan Ratu dan Mei yang sedang merapihkan tempat tidur di kamar itu.


"Aduh calon istri gw rapi banget kerja nya hehe" ucap Bagas dalam hati sambil memandangi Ratu diam-diam.


Dan tak sengaja Bagas melihat Burex yang tadi Ratu buang ke tempat sampah.


Ia pun mengambil Burex itu dan langsung mengantongi nya di saku.


"Gak tau dah entar gw cari tau sendiri" dengan segera Bagas beranjak dari depan kamar itu sebelum keberadaan nya di ketahui oleh Ratu dan Mei.


"Yuk Mei udah rapi nih" Ratu mengusap keringatnya dan bersiap meninggalkan kamar itu.


"Ayo Rat" Mei mendorong Vakum nya lalu keluar kamar mengikuti Ratu.


Ratu mengunci kamar itu terlebih dahulu dan lanjut membawa peralatan nya kembali ke markas untuk laporan sekaligus menunggu jam makan siang.


[Next...]


Jam makan siang tiba. Ratu, Mei dan Bagas pun nampak akur makan bersama di markas Public Area.


Berbincang dan mengobrol dengan penuh gelak tawa. tapi tidak dengan Bagas yang terfokus memandang bibir tebal Ratu.


Membayangkan selembut apa bibir wanita kelahiran Subang itu jika di kecup.


Dalam hati ia sangat iri dengan alumni SMK 729 yang bisa mendapatkan hati wanita secantik dan seseksi Ratu Permata Sari.


Ya, siapa lagi yang dia maksud selain Adam si pendiri Destroy yang kini sudah lulus dan bergelut di dunia kerja untuk mencari modal menghalalkan Ratu kelak.


"Gas ih diam aja lu haha" Mei menyenggol pundak Bagas hingga menyadarkan nya dari lamunan jorok terhadap Ratu.


"Tau lu diam aja gw kira angin duduk hahaha" celetuk Ratu melawak.


Semua senior dan rekan Pkl lain nya pun tertawa pecah karena lawakan yang Ratu lontarkan.


"Anjir angin duduk yang tiba-tiba bikin mati itu wey haha" ucap salah satu rekan Pkl asal SMK Grogol.


"Iya haha parah lu Rat" sambung Jordan si ketua Room section.


"Lah benar kan kak hihi" balas Ratu ikut bercanda.


"Iya maaf hehe gw ke kamar mandi dulu ya guys" ucap Bagas yang langsung pamit untuk ke kamar mandi.


"Jangan c*li lu gas woy haha" ledek rekan Pkl nya yang satu section dengan Bagas yaitu di Gardener.


"Heh ada cewek juga lu ngomongnya" ucap Mei yang coba mengingatkan temannya Bagas.


"Eh iya maaf guys maaf hehe" dia menunduk meminta maaf pada semua.


"Aduh rusak deh otak gw gabung sama kalian haha" balas Ratu lalu melanjutkan makannya.


Di kamar mandi, nampai Bagas yang bukan nya buang air kecil atau besar.


Ia malah mencoba googling tentang Burex yang tadi ia pungut tersebut.


Mulai dari fungsi, jenis dan cara pakai nya Bagas searching secara detail. rasa penasarannya begitu tinggi kala itu.


"Ouh alat kontrasepsi toh, kalau gw pakai mau di coba ke siapa njir haha" celetuk Bagas dalam hati dan memutarkan keatas dua bola hitam di matanya.


...Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan Tap Favorit agar tidak ketinggallan update dari novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


...See you on the next episode...🎉👏...


__ADS_2