
"Brungg...brungg.."
"Ncess.."
Suara dua motor anggota Heynater yang berhenti tepat di ujung gang markas Destroyer.
Sedang mengamati situasi sekitar sambil menikmati es teh yang baru saja Pitak beli.
"Sssrrrrruppt... ah enak Tak segar haha" Ucap Jangkung yang menyedot es teh nya.
"Yoi, lumayan biar gak terlalu panas bre"
"Btw kok sepi aja ya tuh markas mereka? gak ada orang kah?" Tanya Pitak sambil celingak celinguk ke arah markas Destroy.
"Yo ndak tau kok tanya saya" Sahut Jangkung.
Dan kebetulan sekali baru saja mereka berhenti mengobrol, Eka dan Tia yang baru pulang kerja pun melewati mereka berdua tanpa disadari.
Jangkung dan Pitak yang menyadari hal itu pun langsung bangkit dan mengejar dua gadis itu. apalagi melihat jaket berlogo Destroy yang Eka dan Tia pakai membuat Heynater tidak ragu lagi dengan incarannya.
Benar saja, hanya perlu beberapa detik untuk Heynater menghadang jalan kedua gadis Destroyer itu.
"Piwwit.." Suara siulan Jangkung.
"Hallo cantik, temenin abang makan seblak yuk haha" Celetuk Pitak yang menggoda Eka.
"Ih apaan sih lu minggir lu sana!" Bentak Eka dengan hati yang kesal bercampur rasa takut.
"Kalau sama kamu baru abang mau pergi haha" Balas Jangkung sambil melihat kiri kanan dan untung keadaan jalan yang sepi membuat mereka semakin percaya diri.
Ya bagaimana jalanan tidak sepi, memang jarang sekali orang keluar rumah di tengah hari siang bolong seperti ini.
"Eh.. eh lu mau ngapain anjing?!" Gertak Tia yang semakin panik karena dua Heynater itu mulai turun dari motor nya dan mendekati dirinya dan juga Eka.
"Mau enak-enak sebentar aja ayo lah haha, tuh ada semak sayang" Rayu jangkung dengan senyum iblisnya.
"Jangan dekat-dekat gw bang*at ih!" Teriak Tia.
"Hust.. ah diam cantik haha" Ucap Pitak yang langsung memeluk tubuh Eka dan meremas buah kehormatannya.
Walau Eka sudah mengapit kedua tangannya di depan dada, namun Pitak masih bisa meremas buah itu dengan kasar.
Jangkung yang melihat Pitak sudah di penuhi has rat pun tak ingin kalah, dengan sigap ia langsung memeluk Tia dan berusaha menyambar daging lembut di bawah hidungnya.
"Ah.. tolong! pergi lu anjing!" Teriak Tia yang menjauhi wajah nya dari mulut bau jengkolnya si Jangkung.
Dan tiba-tiba, aksi Heynater pun harus terhenti saat Ferdi datang dan langsung menyeruduk kedua motor mereka hingga terbalik.
Dengan jaket dan helm kurir berlogo si Ngebut, Ferdi berhenti tepat di depan mereka semua.
"Waduh... ada yang macam-macam sama perawan nya Destroy nih haha" Teriak Ferdi sambil tertawa keras seakan menantang mereka berdua.
Melihat aksi pahlawan kesiangan itu Pitak dan Jangkung pun tak tinggal diam, mereka langsung melepaskan Eka dan Tia lalu menghampiri Ferdi dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Gak usah melototin gw lu, gw colok biji mata lu baru tau rasa lu haha" Celetuk Ferdi.
"Berani nya sama cewek, keroyokan lagi aduh bikin malu kaum pria aja lu t0lol!" Ferdi terus mengoceh menantang mereka berdua.
Nampak wajah Pitak dan Jangkung semakin memerah saat mendengar cacian Ferdi yang cukup menyakitkan.
"Malu sama tit*t bro haha" Tawa Ferdi begitu lepas.
Dan tiba-tiba, Ferdi melempar helm nya ke arah Tia dan langsung menyiapkan kuda-kuda terbaik nya ala beladiri silat yang ber'aliran Asad.
"Hup"
Tia menangkap helm Ferdi.
"Maju lu sini semua!" Gertak Ferdi yang tiba-tiba menjadi garang hanya dalam hitungan detik.
"Ayo!" Pitak menoleh ke arah Jangkung untuk memberi kode dan mereka pun langsung berlari ke arah Ferdi.
Hingga pertarungan adu mekanik pun tak hindarkan lagi.
Serangan dengan pola yang tak beraturan dari Pitak dan Jangkung membuat Ferdi dengah mudah menangkis serta membalikkan keadaan.
Walau 1 vs 2, jika lawan nya tak pintar beladiri maka akan mudah di tumbangkan. Ferdi yang sebelumnya menghina Heynater pun bukan tanpa alasan. dia mengingat pesan Adam yang dimana jika saat ingin berkelahi dan kita tidak percaya diri maka buat lah si musuh agar tertekan dengan emosinya sendiri.
Dengan begitu, konsentrasi dan gerakan musuh pun akan berantakan karena emosi dan ambisinya membakar fokus mereka.
Itu lah alasan Ferdi yang terus memanaskan kepala Heynater dari tadi.
Hingga saat mereka kewalahan, Pitak langsung mengeluarkan pisau yang dari tadi ia kantongi untuk berjaga jaga.
"Kak Ferdi awas dia bawa pisau!" Teriak Tia yang khawatir dengan posisi Ferdi.
"Anjir, mulai main pisau dong" Batin Ferdi kembali redup sambil menghentikan sejenak serangannya untuk mencoba menganalisa layaknya sang ketua Destroy.
Ditengah adu jotos Ferdi dan Heynater, Eka memanfaatkan waktu untuk menelepon senior Destroy lainnya untuk meminta bala bantuan.
Perlahan dengan hati yang tenang walau di selimuti rasa takut, Ferdi kembali teringat trik Adam bila musuh memakai senjata tajam.
Yaitu seranglah bagian titik temu antara senjata dan bagian tubuhnya yang membuat Ferdi langsung terfokus pada pergelangan tangan si Pitak yang menggenggam pegangan pisaunya.
Dengan perlahan tapi pasti, Ferdi memancing Pitak untuk melakukan serangan terlebih dahulu agar ia bisa masuk ke moment yang tepat untuk menjatuhkan pisau itu.
__ADS_1
Benar saja, tak lama dari itu Pitak mulai melayangkan serangan dan dengan segera Ferdi mencengkram pergelangan tangan Pitak yang memegang pisau lalu mengarahkan nya balik ke arah paha atas si Pitak.
"Arrghh.." Teriak si Pitak saat melihat celana Levi'snya tembus dan mengeluarkan darah.
Ferdi langsung merebut pisau yang Pitak pegang dan balik mengancam kedua Heynater itu.
"Masih berani?" Tantang Ferdi yang memainkan pisau itu di hadapan mereka berdua.
"Tak..!" Teriak Jangkung yang panik.
"Bac0t gak usah teriak, bantuin b0doh aaw.." Ringis Pitak memegangi pahanya yang masih berlumuran darah.
Hingga saat Ferdi ingin mengakhiri mereka berdua, terdengar suara bising knalpot dari arah belakang yang ternyata itu para Destroy yang datang dengan motor sportnya.
"Grung.. grung.."
"Ggggruuung.. grung!"
"Alhamdulilah lu berhasil Ka" Ucap Tia yang senang karena panggilannya di respon oleh para senior Destroy.
Delapan motor sport berhenti termasuk Roy yang langsung melepas helm dan turun menghampiri Ferdi.
"Bro lu gak apa-apa?" Ucap Roy yang panik sambil menepuk pundak Ferdi.
"Huft... gak apa-apa gw Roy, thanks udah datang ya" Ferdi langsung merangkul Roy karena merasa dirinya sudah mulai sempoyongan.
"Ngapain sih lu masih ganggu kita lagi hah?" Teriak salah satu Destroyer.
"Hutang teman lu yang kaya b4bi tuh belum di bayar sat, nunggak terus sampai kapan? maka nya kalau gak ada duit gak usah taruhan balap motor" Teriak Jangkung sambil menopang tubuh Pitak.
"Nanti kita bayar, tenang aja!" Balasnya.
"Eh Destroy hati-hati ya, lu hanya di manfaatin sama si Roy untuk tempat berlindungnya dari genk-genk motor yang pernah ada masalah sama dia. mereka para FireFight gak pernah tulus gabung sama Destroy, ingat itu!" Teriak Pitak dan langsung mengambil motornya karena sudah merasa kalah jumlah dan kaki pun terluka.
Ferdi yang sedang mengatur nafas pun sempat termakan omongan Heynater tentang Roy. apakah benar Roy hanya menumpang perlindungan dari para Destroyer yang memang tak pernah kalah strategi dari yang lain atau memang tulus ingin bergabung Destroy?
Entah lah, semua pikiran jelek yang terlintas di otak nya Ferdi coba hilangkan sejenak mengingat moment nya kurang tepat untuk mengungkapkan keraguan nya itu.
Eka dan Tia pun menghampiri Ferdi dan langsung memeluk nya dengan erat. mengutarakan rasa terima kasih nya pada Ferdi yang sudah menyelamatkan mereka dari pemerkaosan yang akan Heynater lakukan padanya.
"Kak Ferdi makasih banyak ya kak hm" Eka memeluk tubuh kurus Ferdi.
"Iya santai aja Ka" Balas Ferdi yang membalas pelukan Eka dan Tia.
"Yaudah kakak-kakak dan abang-abang bantu bawa ke markas aja ya" Pinta Tia berinisiatif.
"Oke Ti"
"Siap Ti" Balas mereka.
...®#👊🏻 We Are Destroyers 👊🏻#®...
"Hallo? Iya. hm.. yaudah nanti gw ke sana" Ucap Adam di telepon.
"Aduh ada apa lagi sih ini" Gumam Adam dan langsung on the way pulang dulu untuk ganti baju dan mengajak Ratu nanti tentunya.
Sesampai nya dirumah, Adam langsung mandi makan dan tak lupa juga nyapu ngepel seluruh lantai rumah mertuanya itu.
Semenjak kehadiran Adam di sana, rumah bu Nisa hampir tak ada lagi debu yang mampu menempel. semua selalu di bersihkan tanpa ada yang tersisa.
Semua area dan barang parabot di rumah bu Nisa di atur ulang posisinya. sungguh Adam menerapkan apa yang di ajarkan bu Tini di rumahnya.
Hingga singkat cerita, jam dinding menunjukan pukul 20.00. si cantik Ratu sudah bersiap untuk ikut Adam ke markas.
"Ay ayo gas" Ucap nya.
"Yaudah kuy" Balas Adam dan pamit pada pak Hendri dan bu Nisa.
Dan mereka pun meluncur membelah jalanan dengan kecepatan normal.
Sesampai di sana, semua orang sudah berkumpul termasuk Jery, Dafa, Roy, Ferdi serta dua gadis Destroy yaitu Tia dan Eka.
Adam dan Ratu masuk ke markas dengan sambutan dari Destroyer yang berjajar menyambut kedatangan ketua dan istrinya.
"Malam bang.."
"Malam bro"
"Yoi.." Balas Adam yang bergegas masuk ke dalam.
"Ada apa lagi guys?" Adam langsung melipat tangannya ke depan.
Ratu langsung ikut duduk di samping Tia dan Eka.
"Heynater udah mulai berani mengusik wilayah kita Dam" Ucap Ferdi yang berdiri mengangkat suara.
"Dan mulai menyerang tanpa alasan yang jelas" Sambung Roy yang ikut berdiri.
"Emang apa yang mereka lakukan?" Tanya Adam.
"Eka dan Tia tadi siang di ganggu. untung gw datang tepat waktu pas kebetulan lewat sini mau nganter paket di blok sebelah" Tutur Ferdi yang menjadi saksi langsung kejadian tadi siang.
"Eka, Tia lu di apain sama mereka? lu di ganggu apa?" Adam menghampiri gadis Destroy yang duduk di sebelah Ratu.
"Pelecehan ay" Sahut Ratu yang sudah mendengar sedikit cerita dari mereka.
__ADS_1
"Maksudnya?!" Adam langsung melotot.
"Dada aku di remas kak" Celetuk Eka.
Mata Adam langsung memerah seketika saat mendengar pernyataan itu. Ratu yang menyadari hal itu pun langsung memegang pundak Adam untuk menenangkan suaminya yang pasti akan kerasukan setan.
"Ay.. sabar ay kita pikirkan baik-baik ya" Ucap Ratu.
"Aaargh! gw paling benci yang nama nya pelecehan bang**t" Teriak Agam.
"Yaudah ayo kita serang dan bakar markas Heynater Dam!" Balas Roy yang ikut memanaskan suasana hingga anak buahnya pun ikut terbakar emosi.
"Bener bos.."
"Ayo bos Adam, kita serang dan bunuh si Samsul"
"Ayo berangkat Dam"
Ratu yang sedang menggenggami tangan suaminya pun merasa bahwa Agam akan mengambil raga Adam sepenuhnya.
"Aduh bahaya nih kalau kembarannya hadir sekarang juga, bisa terjadi perang dunia nih" Dalam batinnya Ratu merasa cemas.
"Stop!! diam dulu kalian semua bisa gak sih!" Bentak Ratu yang langsung mengheningkan suasana seketika.
"Makasih ay" Ucap Adam dengan bibir gemetaran karena menahan hadir nya sosok lain dari tubuhnya.
"Jadikan ini pelajaran, kita akan balas saat utang Aceng sudah kita lunasi. kita beri mereka pelajaran ke markasnya langsung." Jelas Adam dengan tatapan kosong.
"Woh hidup Destroy"
"Prok.. prok.."
"Siap bos haha"
Para anggota Destroy bersorak mendengar pernyataan perang yang Adam lontarkan karena memang ini lah yang mereka mau agar tidak merasa tertindas oleh para Heynater.
Singkat cerita mereka semua pun bubar setelah mendapat arahan dari sang ketua.
Dirumah, Adam ganti baju dan langsung merebahkan tubuhnya karena kelelahan.
"Ehm.. pijitin ay" Pinta suami Ratu yang begitu manja.
"Heleh pasti mau minta susu lagi nih hehe" Ledek Ratu dan mulai naik ke punggung Adam lalu memijitnya.
"Kalau di kasih hehe" Celetuk Adam.
"Gak ah, libur dulu haha" Balas Ratu sambil terus memijit tubuh besar Adam.
Seketika Adam membalikkan tubuhnya hingga kini Ratu yang telentang dan Adam di atas.
"Ih sayang mau ngapain ih awas hehe" Tawa Ratu sambil mendorong tubuh Adam.
"Kiss night hehe" Ucap Adam dan menatap mata cantik istrinya.
"Come on" Ratu tersenyum manis dan melingkarkan tangan nya di belakang leher Adam hingga pergulatan lidah pun menghangat kan suasana malam itu.
Suara nakal mulai keluar dari mulut keduanya, namun Adam menahan hasrat Agam yang sudah ingin sekali mencicipi istrinya.
Setelah cukup lama beradu bibir, mereka berdua pun tidur dalam selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
...🤵🏻👰🏻"Introvert Berjiwa Ganda Season 3" 👰🏻🤵🏻...
Keesokan pagi nya pukul 06.00 Ratu terbangun saat tak sengaja tangannya mengusap bagian bawah perut Adam yang menjulang tinggi dibalik celana pendeknya.
"Ehm.. ay?" Ucap Ratu yang malas meremas tiang itu karena mengira suami nya sudah bangun.
Dirasa itu benda pusaka Adam, Ratu yang menyadari hal itu pun langsung terduduk dan melihat wajah Adam.
"Loh ayang masih tidur?" Ucap Ratu yang kaget saat melihat Adam masih pulas tertidur namun terongnya.
"Kok itu nya udah bangun duluan hehe" Tawa geli Ratu sambil menatap bagian yang sudah tegak namun bukan keadilan.
Sayang sekali, di saat seperti itu pikiran nakal Ratna malah menghampiri Ratu yang sedang malu-malu kucing.
Alhasil, Ratu yang awal nya tak ingin peduli pun kini mulai penasaran dengan bentuk rupa sesuatu yang pernah membuatnya terbang ke langit ke tujuh.
Tangannya mulai meremas tiang yang kokoh di balik celana pendek Adam dengan tawa kecil yang tak bisa ia tahan.
"Ih keras banget ay, besi atau daging sih hehe" Tawa nya sambil terus meremas walau masih di balik kain.
Menoleh ke arah Adam nampak suaminya masih belum terusik dengan aksinya itu.
Hingga pikiran Ratna pun semakin berimajinasi nakal melihat situasi itu.
Hasr*t nya memaksa tangan Ratu untuk masuk kedalam celana Adam namun Ratu sempat menolak.
"Ih gak mau ah jijik!" Batin Ratu berucap.
"Jijik gimana lu? dia aja gak jijik jilatin punya kita!" Gertak Ratna yang kesal dengan sikap polos Ratu.
"Dah diam, biar gw aja yang melakukan" Ucap Ratna yang membungkam penolakan Ratu dan mulai melanjutkan aksi nakalnya.
Dan saat Ratna menyelipkan tangan nya, ia terkejut karena...
Bersambung...
__ADS_1
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...