
Ratu keluar dengan mengenakan lev'is ketat dan kemeja pink yang baru dibelikan oleh bu Nisa.
Tentu itu membuat Adam tak mampu berkedip melihat style Ratu yang untuk pertama kalinya nampak seperti wanita tulen.
Karena yang Adam tau selama ini, Ratu tidak pernah suka dengan apapun yang berwarna pink. dan ini untuk pertama kali nya ia memakai warna yang identik dengan warna perempuan itu.
"Ay dih.. kamu mah gitu banget ngeliatin nya. jelek ya" ucap Ratu yang tersipu malu memecahkan fokus Adam.
"Eh engga sayang hehe malah cantik kok bagus" ucap Adam sambil mengalihkan pandangannya.
"Hihi cantik ya bang si teteh pakai baju pink?" ucap bu Nisa.
"Iya bu, cantik dan manis lagi hehe" gombal Adam.
"Gombal aja kamu huh haha" Ratu duduk sejenak di samping Adam.
"Iya itu ibu beli di online kemarin bang, anggap aja hadiah dari mamah atas kenaikan prestasi dia hehe" bu Nisa tersenyum sambil mengusap pucuk kepala anak sulungnya.
"Iya bu betul tuh hehe" balas Adam.
"Makasih ya abang, ibu percaya kalau abang bisa jaga si teteh" ucap bu Nisa sambil menggenggam tangan kanan Adam.
Dengan hati yang yakin dan cinta yang tulus, Adam merasa bangga dalam hati karena ini pertama kalinya iya bisa sedekat ini dengan orang tua (pihak) perempuan.
Adam pun menundukan kepala lalu mencium tangan bu Nisa layaknya pengantin pria yang sedang melaksanakan sungkem'an kepada calon mertuanya.
"Iya bu, terima kasih ya kalau ibu sudah menaruh rasa kepercayaan ke saya untuk jaga si teteh. insya allah saya akan jaga amanat itu" Adam tersenyum haru bercampur bahagia.
"Iya, eh kok manggil nya masih ibu? manggil mamah aja seperti teteh" ucap bu Nisa dengan senyum manis yang masih terukir di wajahnya.
"Hah? serius bu? eh maksudnya mamah?" balas Adam yang terkejut menatap mata bu Nisa.
"Iya panggil aja mamah, kan sekarang abang dah mamah anggap seperti anak bujang mamah hehe" jawab bu Nisa.
"Ehm.. makasih ya mah hehe" Adam tertawa salting karena begitu bahagia.
"Sini peluk mamah" sambung bu Nisa.
Dengan segera Adam bergeser dan mendekati bu Nisa lalu menjatuh kan dekapannya ke orang tua yang kini dia anggap ibu kedua setelah bu Tini mamah kandungnya.
"Ehm.. makasih ya sayang. kamu udah buktiin sosok laki-laki yang momy harapkan itu ternyata benar-benar ada" ucap batin Ratu yang terharu melihat Adam kini resmi diterima sebagai (calon) keluarganya.
"Dari banyak nya mantan aku seperti Indra, Arya, Sadam bahkan Reno yang pacaran paling lama sama aku. belum pernah ada yang dapat restu seikhlas ini" sambung batinnya dalam hati.
"Yaudah mah aku mau keluar dulu ya sama Ratu" ucap Adam sambil melepas pelukannya dengan bu Nisa.
"Iya nak, hati-hati ya jangan sampai lecet anak mamah. kalau gak mau ber'urusan sama papah nya noh hehe" celetuk bu Nisa.
__ADS_1
"Dengan sepenuh tenaga saya akan jaga mah tenang aja ya hehe" balas Adam dengan percaya dirinya.
"Oke deh, yaudah sana jalan takut keburu malam" ucap bu Nisa.
"Oke bu, eh mamah maksudnya ya Allah lupa mulu manggil nya hehe" ucap Adam yang masih nampak canggung dengan panggilan baru nya.
"Hehe belum biasa ya? gak apa-apa nanti juga terbiasa kok" ucap bu Nisa.
"Yuk sayang assalamualaikum" Adam pamit sambil mencium tangan bu Nisa lalu menghidupkan mesin motornya.
"Assalamualaikum mah" ucap Ratu yang ikut mencium tangan ibunya lalu beranjak.
"Walaikumsalam hati-hati ya" balas bu Nisa.
Adam dan Ratu pun gas on the way menikmati malam minggunya.
...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...
Matahari perlahan menyembunyikan sinarnya, nampak senja akan berganti sinar rembulan. cukup lama Adam dan Ratu berkeliling menikmati angin sejuk yang ia belah dengan kecepatan motornya.
Kini waktu menunjukan pukul 19.30 wib. setelah beli beberapa cemilan Adam langsung meluncur menuju rumahnya.
[Sesampainya dirumah Adam]
"Assalamualaikum.." ucap Ratu dengan begitu semangat.
"Walaikumsalam" ucap bu Tini sambil membuka pintu dan terkejut saat mengetahui siapa yang datang.
"I.. iya mah hehe" Ratu pun mengikuti langkah bu Tini.
"Aduh cantik banget ini anak mamah um.. wangi lagi" jawab bu Tini yang nampak agak pangling karena penampilan Ratu kali ini begitu feminim.
"Ah mamah bisa aja hehe makasih ya mah" balas Ratu kembali dengan pipi yang perlahan memerah tersipu malu.
"Wey lah gw di tinggalin? buset dah bener-bener ini mah" Adam yang kesal pun menyandarkan motor nya sejenak dan membuka pintu sendiri untuk memasukkan motornya.
"Haha dilupain ya sama emak lu?" celetuk Agam.
"Bacot..!" balas Adam yang sedang bersusah payah masukin motor ke dalam.
"Apa kabar mamah?" sapa Ratu lalu mencium tangan bu Tini setelah ia cuci tangan sebelumnya.
"Sehat alhamdulilah neng hehe, kamu gimana sekolahnya?" balas bu Tini.
"Alhamdulilah lancar mah, naik peringkat juga hehe" ucap Ratu.
"Owalah hebat ya anak mamah hehe pinter" ucap bu Tini memuji Ratu.
__ADS_1
"Ah mamah bisa aja hehe" balas Ratu.
"Eh teteh apa kabar?" Ratu yang melihat teh Wina keluar dari kamar langsung berdiri dan bersalaman.
"Baik Rat, udah dilanjut ngobrolnya. teteh mau ke dapur dulu" balas Wina.
"Iya teh siap" balas Ratu kembali.
"Mamah sehat neng dirumah?" ucap bu Tini yang semakin nampak akur.
"Sehat mah alhamdulilah hehe, oh iya mamah mau aku buatin nugget geprek gak? kebetulan aku sama abang tadi beli nugget ayam hehe" ucap Ratu dengan percaya dirinya.
"Boleh dong kalau kamu bisa, kebetulan mamah lagi lapar hehe" ucap bu Tini sambil mengusap rambut Ratu.
"Okey mamah, ayo ay bantu aku" Ratu dengan semangatnya beranjak kedapur duluan serasa sudah seperti di rumah sendiri.
Adam pun duduk sejenak dan mengorek-ngorek bungkusan cemilan yang ia beli tadi.
"Cakwe mana ya tadi?" ucap Adam yang sibuk merogoh bingkisan itu.
"Heh bantuin dulu itu Ratu didapur!" ucap bu Tini yang khawatir Ratu akan ber'atraksi sendiri didapur.
"Gak apa-apa sih mah, nama nya cewek itu harus pintar masak untuk suami nya kelak hehe" ucap Adam dengan santai nya sambil mengunyah cakwe dimulutnya.
"Cepetan!!!" bentak bu Tini dengan suara teriakan nya yang khas.
Mendengar bentakan dari biangnya singa, tanpa minum atau bahkan menelan cakwe dimulutnya itu terlebih dahulu, Adam langsung ngabret lari se'edan-edan nya beranjak ke dapur untuk menemani Ratu yang sedang ber'eksperimen.
"Suka susah kalau diomong heh" gerutuk wanita yang paling Adam cintai itu sambil mengunyah cakwe dan menikmati siaran tv 'Suara Hati Bini' kesukaannya.
"Sayang..?" sapa Adam yang perlahan menuju dapur.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa juga untuk...
...👍🏻👍🏻👍🏻 LIKE 👍🏻👍🏻👍🏻...
...✍🏻✍🏻 KOMENT ✍🏻✍🏻...
...👫🏻 SHARE 👫🏻...
...Dan...
__ADS_1
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
...See you on the next episode...🎉👏...