
Beberapa hari sudah Ratu tinggal di rumah mertuanya, ia menjalani hari-hari nya seperti biasa walau terkadang lebih sering merasa tertekan dengan bentakan dan ocehan bu Tini yang tiada akhir.
Bahkan Ratu merasa memang bu Tini berbeda 180 derajat dari yang ia kenal semasa pacaran dengan anak nya dulu.
Sikap bu Tini pun membuat Ratu sesekali depresi dan merasa di rendahkan hingga menurunkan rasa percaya dirinya.
"Apa benar ya mamah udah gak sayang sama aku lagi ya hm" Ucap batin Ratu yang melamun dalam pekerjaannya.
"Hey, melamun aja say hehe kenapa?" Ucap Kiana yang menyenggol pundak Ratu.
"Engga ada apa-apa teh hihi kepo deh" Balas Ratu yang menutupi kesedihan di hatinya.
"Oh ya by the way gimana Rat rasanya tinggal di rumah mertua hehe pasti ada kali suka duka nya ya, nama nya bukan rumah orang tua sendiri pasti berbeda" Sambung Kiana melanjutkan obrolannya.
"Ya, biasa aja sih teh. kan mertua kita orang tua kita juga jadi ya aku anggap mereka memang serasa seperti keluarga ku juga dong hehe" Ucap Ratu.
"Heh jangan bohong say, sudah banyak yang bilang yang lebih berpengalaman dari mu, yang sudah lama menjalin rumah tangga mengakui bahwa mau sedekat apapun kita dengan mertua pasti ada feel yang berbeda deh dengan tinggal di rumah sendiri ya kan?" Ucap Kiana yang mencoba menggurui juniornya.
"Beberapa orang bilang begitu hehe" Jawab Ratu yang langsung beranjak ke toilet sambil menahan air mata yang menetes tiba-tiba.
Di toilet, Ratu langsung menbasuh mukanya agar tidak terlihat seperti habis menangis,
"Ehm kok sedih banget sih dengar ucapan teh Kiana tadi hehe" Ucap Ratu di depan cermin kamar mandi.
"Yuk semangat yuk bisa hehe" Sambung Ratu dan langsung beranjak keluar toilet dengan tergesa-gesa.
Hingga tak menyadari ada pria yang kebetulan lewat ke arahnya dan menyenggol pria tersebut.
"Aduh pelan-pelan woy" Ucap pria itu.
"Eh ma... maaf kak gw gak lihat sorry" Jawab Ratu dengan dingin nya dan melanjutkan langkah nya ke area kerjanya.
"Iya gak apa-apa hati-hati ya" Sahut si pria itu sambil tersenyum ke arah Ratu yang semakin menjauh.
Singkat cerita, waktu bergulir begitu cepat menenggelamkan sinar mentari yang tadinya begitu cerah menjadi sinar meredup berwarna orange.
Nampak Ratu sedang berjalan bersama dengan para senior wanitanya menuju gerbang pabrik yang sudah terbuka lebar dan di jaga oleh pak satpam.
Namun, langkah nya harus terhenti ketika ada suara pria yang memanggil nama nya dari belakang.
"Ratu.."
Ratu menoleh dan ternyata itu adalah pria di senggol nya tadi saat di dekat toilet.
"Hay, gw Ramon anak produksi gedung sebelah Rat" Ucapnya sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Iya, gw Ratu" Jawab Ratu tanpa menjabat tangannya karena tentu saja untuk menjaga perasaan Adam.
"Uhuk-uhuk haha hati-hati ya Mon, dia udah punya suami loh haha" Ledek Septi.
"Kami duluan ya Rat see you hihi" Ucap Nana yang meninggalkan Ratu dan Ramon jalan berdua.
"Is.... apaan sih kalian heleh" Gerutu Ratu yang kesal dalam hatinya.
"Ada apa kak nyari gw?" Ucap Ratu dengan ketus.
"Em.. gak ada apa-apa sih cuma mau nanya aja kamu pulang sama siapa? boleh bareng gak hehe" Ucap Ramon dengan ramah.
"Pulang sama dia tuh, kenapa emang?" Jawab Ratu sambil menunjuk ke arah Adam yang sudah berdiri di seberang jalan memperhatikan Ratu.
Ramon pun menoleh dan menelan ludah saat melihat aura Agam yang terpancar kharisma nya.
__ADS_1
"Ouh i.. ini ketua Destroy yang bos Samsul bilang. sangar banget njir" Ucap batin Ramon yang bergumam menahan buluk kuduk yang hampir berdiri.
"Yuk kak duluan" Sambung Ratu sambil melangkah dan menyebrang menghampiri Adam.
"Hay sayang.." Ucap Ratu dan langsung mencium tangan Adam.
"Aman semua?" Jawab Adam sambil mengusap kepala istrinya dan terus memperhatikan tajam ke arah Ramon.
Bagaikan bunga putri malu yang tersentuh, mental Ramon langsung menciut dan pergi dari pandangan Adam.
"Siapa dia ay?" Ucap Adam sambil menghidupkan mesin motornya.
"Entah ay, senior produksi dari gedung sebelah katanya." Jawab Ratu yang ikut naik ke motor.
"Jangan terlalu dekat sama dia ya" Ucap Adam memperingati Ratu tentang firasatnya yang tidak enak dengan sosok Ramon barusan.
"Iya sayang siap" Sahut Ratu dan memeluk tubuh Adam.
...®#👊🏻 We Are Destroyers 👊🏻#®...
Hari demi hari Ratu lalui dengan lebih tabah dari biasanya, hingga akhirnya kini ia sudah sepenuhnya memahami betul sifat dan karakteristik keluarga bu Tini.
Pada suatu malam, Adam izin sejenak pada Ratu untuk pergi ke markas besar bersama yang lainnya.
Mengetahui apa yang mungkin akan terjadi disana, tentu sebagai istri yang khawatir Ratu meminta ikut bersama suaminya.
Namun Adam mencoba menolak karena bagaimana pun ia tak ingin mengambil resiko jika istri nya harus kenapa-kenapa karena dirinya.
"Jangan deh sayang, mending kamu di rumah aja ya please jaga kesehatan dan istirahat di rumah ya?" Pinta Adam dengan sangat memelas.
"No, aku mau ikut ayank ah ayang mah gitu gak sayang aku" Ratu membalas rengekan suaminya dengan manja berharap Adam akan berubah pikiran untuk mengajaknya.
"Ehm.. baiklah tapi nurut-nurut di sana ya?" Jawab Adam.
"Iya sayang siap hehe" Ratu kembali tersenyum manis.
Sesampai nya di sana, sudah ramai para Destroyer yang berkumpul di dampingi Roy sebagai kepala di bawah naungan Adam dan teman-temannya.
"Nih Dam, gw total jumlahnya sudah cukup untuk bayar hutang ke genk Heynater." Ucap Axel yang menyodorkan uang dalam amplop cokelat.
"Oke gw terima ya" Adam mengambilnya dan menyimpannya di tas slempang yang ia bawa.
"Eka dan Tia ikut kan?" Tanya Adam pada semuanya.
"Hah? ehm takut kak ah. gw takut di lecehkan lagi sama mereka." Sahut Tia yang keluar dari barisan.
"Kalian harus ikut. udah ayo berangkat sebelum kemalaman" Pinta Adam.
"Yuk semua yuk berangkat woy!" Teriak Malik.
"Yuk wuhu.. We Are??" Roy teriak dengan lantang.
"Destroyer..!" Jawab semuanya dan langsung bergegas mengikuti motor Adam.
Ya, ternyata pada akhirnya mereka semua berhasil mengumpulkan uang untuk membayar hutang si Aceng pada genk Heynater.
Sekitar 30 lebih motor sport konvoi menuju markas besar para Heynater.
Dengan tertib mereka berbaris ke belakang agar tak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, sampai lah Destroy di markas Heynater.
Para Heynater yang tadi nya sedang berpesta ria minuman haram pun seketika menjadi hening karena kedatangan Destroyer.
__ADS_1
Adam turun dengan menggandeng tangan Ratu, di susul oleh semua anggotanya yang mengikuti langkah Adam dari belakang.
Jangkung yang menyadari hal itu pun langsung bergegas lari ke dalam markas dan mengetuk kamar pribadi Samsul yang terletak di pojokan.
"Terotok.. tok tok tok bos"
"Woi.. bos!" Ucap panik si Jangkung yang khawatir jika Adam mengobrak abrik markasnya.
"Ada apa sih janc*k!" Samsul membuka pintu yang nampak sedang terbaring wanita bayaran di ranjangnya.
"De.. destroyer ke sini bos" Ucap Jangkung.
"Hah?" Samsul melotot begitu besar tak menyangka bahwa Destroy berani menginjakkan kaki langsung di markasnya.
Karena Samsul pikir, pelunasan hutangnya hanya akan COD di luar sana, tak kepikiran sama sekali bahwa mereka akan ke sini.
"Ah breng*se*k!" Gerutuk Samsul yang langsung mengambil kaos dan jaketnya serta mengajak Jangkung ke luar menemui para Destroyer.
Kembali di luar markas Heynater, para buaya darat itu terfokus dan lanjut memanaskan suasana dengan merayu, menggoda para gadis Destroyer.
Mulai dari Tia dan Eka yang di lecehkan dengan menghina bodynya yang langsing.
Sampai melecehkan Ratu dengan sebutan wanita penghibur.
"Kiw... Piwwit"
"Sayang berapa sejam haha?"
"Gede banget dada nya settingan ya haha?"
"Mau dong sini abang cium hahaha"
Mendengar hinaan dan lecehan itu, Adam selaku suami dari Ratu pun tentu tidak terima dengan bacotan mereka.
Tanpa pikir panjang Adam langsung menyodorkan Ratu ke dekat mereka.
"Tuh kalau mau" Ucap Adam sambil mendorong pelan tubuh Ratu.
"Hah? Apaan ay?!" Ratu langsung panik menoleh ke arah suaminya.
Ketika salah satu Heynater mendekat menghampiri Ratu ingin meraih tangannya.
Dengan sigap Agam melayangkan satu tendangan keras tepat ke arah rahang bawahnya yang membuat pria itu tepar seketika bagai nyamuk yang di tepuk sampai mati.
"Bbrugh!"
Semua Heynater yang tadi tertawa kini lagi-lagi harus dibuat bungkam dengan peringatan yang ketua Destroy berikan.
"Sekali lagi lu hina derajat wanita, gw bikin lu bernasib sama dengan teman lu!" Gertak Agam.
"Prok.. prok.. prok.. wih jagoan kita sudah tiba haha" Teriak Samsul sambil memberi tepuk tangan hingga semua Destroyer pun memusatkan perhatian ke dirinya.
"Berani juga ya lu pada ke kandang macan haha" Sambung Samsul yang banyak bacot.
Dengan tatapan yang super tajam, Agam melangkah menghampiri Samsul dengan di kawal para Destroyer lainnya.
Tapi tidak dengan Ferdi yang berjalan di tengah barisan sambil merangkul kedua junior wanitanya yaitu Eka dan Tia.
Sungguh cara mencari kesempatan dalam kesempitan yang begitu halus.
Bersambung...
Akan kah terjadi perang antar genk? Entah lah, hanya Agam dan Adam lah yang tau 😂.
__ADS_1
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...