
Beralih sejenak ke Adam, tepatnya di waktu bersamaan sebelum Ramon menjenguk Ratu.
Adam yang sudah tak jauh dari rumah sakit tempat Ratu di rawat pun sempat menoleh ada seorang wanita cantik yang ingin menyebrang jalan.
Namun dirinya tidak terlalu menghiraukan nya karena jangankan untuk lirik sana sini, untuk sekedar berjalan saja pun Adam kesulitan.
Tapi, pandangan Adam kembali menoleh saat mendengar suara klakson mobil yang berbunyi berkali-kali.
"Trin .... Tin ... Trin .."
Dan saat di lihat, ternyata si wanita yang menyebrang jalan sedang melamun dan berjalan tanpa menoleh kiri kanan.
Tak ingin melakukan kesalahan yang sama saat menimpa istrinya, Adam pun segera berlari dengan memaksakan kaki nya untuk menolong wanita itu.
"Ya Allah kak lihat ke arah kanan!" Teriak Adam yang begitu keras sambil berlari menyeret kakinya.
Si wanita yang sepertinya sedang depresi itu pun tak mampu mendengar teriakan Adam. ia terus berjalan melangkah ke arah jalan raya.
"Trin .... Tin ... Trin .."
"Aduh gimana nih mang gak mau minggir tuh cewek!" Teriak si supir pada temannya.
"Aduh siap-siap kena polisi dah ini mah" Ucap temannya yang panik.
Ternyata terungkaplah fakta bahwa mobil yang di kendarai si supir sedang mengalami insiden rem blong.
"Kak sadar woy!" Adam terus meneriaki wanita itu walau seperti nya tak ada guna.
Hingga tiba-tiba Adam melompat memeluk tubuh wanita itu dan menjatuhkan nya diri ke pinggir jalan dengan tubuh Adam sebagai tumpuannya.
"Buughh!" Suara empuk tempurung batok kepala Adam saat mencium bahu jalan.
Beralih ke ruang IGD, Ratu yang merasa sesak tiba-tiba langsung memegang dadanya dan menjauh dari wajah Ramon.
"Aw ..." Ringis Ratu yang menunduk seakan mendapat isyarat.
"Eh kenapa dek?" Ucap Ramon yang panik.
"Perasaan gw gak makan jengkol deh, masa iya Ratu ke bau-an" Dalam hati Ramon bertanda tanya sendiri.
"Maaf kak cepat keluar dari sini" Pinta Ratu yang langsung mengusir seniornya itu.
"Lah kenapa Rat? gak jadi dengan penawaran gw?" Ucap Ramon yang mencoba menolak pengusiran dari Ratu.
"Engga kak udah please lu pergi sekarang" Sambung Ratu yang terus mendorong tubuh Ramon ke arah pintu keluar.
"Yaudah-yaudah gw pergi Rat sabar atuh" Ucap Ramon dan langsung keluar.
"Ya Allah hampir aja hamba khilaf melakukan dosa besar itu." Ratu menyesali hal bodoh yang hampir ia lakukan.
"Ayang kemana? nafas aku sakit tiba-tiba pasti kamu kenapa napa ya? ay ... ay ..." Ratu keluar ruang IGD dan mencari Adam di sepanjang lorong rumah sakit.
Kembali ke Adam yang tersungkur memeluk wanita itu.
"Ah.. aw .. astagfirullah" Ringis Adam sambil terus memeluk wanita itu agar tidak terbentur sedikit pun.
"Makasih bang maaf rem nya blong!" Teriak si supir pada Adam yang spontan menyelamatkan si wanita tersebut.
"Eh astagfirullah!" Ucap si wanita yang baru tersadar dari lamunan nya.
"Mas gak apa-apa kamu aduh maaf ya" Ucap si wanita yang panik sambil membantu Adam bangun.
Adam duduk sejenak menahan sakit di pahanya, dan betapa terkejutnya Adam saat mengusap kepala belakangnya ternyata mengeluarkan darah.
'Bagaikan jatuh tertimpa tangga' mungkin itu pribahasa yang cocok untuk kondisi Adam saat ini.
"Gak apa-apa mbak udah cukup saya gak apa-apa" Ucap Adam yang tersenyum akhirnya bisa membayar kesalahan nya pada Ratu yang sebelum nya tak terhindar dari insiden yang sama seperti barusan.
"Serius gak apa-apa kamu? itu kepala kamu berdarah loh" Ucap si wanita itu dengan wajah khawatir.
__ADS_1
"Saya harus segera pergi mbak maaf" Adam langsung berjalan dengan kaki pincang nya dan kini harus sambil menahan darah yang keluar perlahan dari kepalanya.
Walau wanita itu cukup cantik bagi nya, namun hal itu tak membuat Adam terpesona. dirinya terlalu khawatir dengan kondisi Ratu yang dari pagi ia tinggal tanpa izin.
Beberapa saat kemudian, baru lah datang mobil mewah yang berhenti di depan si wanita.
"Trin ..."
"Non gak apa-apa?" Ucap si supir yang keluar.
"Saya gak apa-apa pak, tolong ikuti pria itu ya" Pinta si wanita.
"Siapa dia non?" Tanya si supir kembali.
"Udah pak Tarjo jangan banyak tanya dulu. ayo cepat ikuti dia" Wanita itu langsung masuk kedalam mobil.
"Siap" Ucap si supir yang kini sudah kita ketahui namanya.
Tanpa sepengetahuan Adam, wanita yang di tolong nya tadi mengikuti langkah Adam secara diam-diam menggunakan mobil pribadinya.
"Loh dia ke rumah sakit? ngobatin luka nya atau jenguk seseorang ya?" Ucap si wanita dari dalam mobil.
Sesampai nya di lobby Adam langsung menghampiri suster yang berjaga.
"Sus istri saya aman kan di dalam ..." Belom sempat bertanya Adam langsung jatuh pingsan karena darah yang terus keluar dari batok kepalanya.
"Eh pak ... pak aduh tolong ... tolong" Teriak suster yang panik dan langsung mengerumuni Adam.
Kini tak ada Destroy yang berjaga karena memang mereka di suruh pulang oleh Adam, mau bagaimana pun juga Adam tidak enak jika harus terus merepotkan mereka semua.
Singkat cerita, kini Adam tersadar di ruang poli umum rumah sakit.
"Ada apa barusan?" Ucap nya sendiri saat melihat diri nya sudah rapih diobati.
Dari luar terdengar suara yang tak asing lagi di telinga Adam.
Saat membuka pintu betapa di buat terkejutnya Ratu saat melihat kepala dan paha kiri suaminya sudah di perban.
"Ya Allah ay kamu kenapa kok bisa begini?" Ratu menangis sejadi-jadinya dan langsung memeluk Adam.
"Hey.. jangan nangis dong istri ku. nanti cantik nya luntur dong" Adam mencoba merayu istrinya sambil mengusap punggung Ratu.
"Kamu kenapa? kok sampai di perban gitu hm hiks-hiks" Ratu merengek, meringis dan menangis sedih layaknya seorang anak kecil yang di tinggal ayahnya.
"Aku gak apa-apa sayang hehe, hanya kesenggol motor tadi terus ketimpa stang motornya." Ucapnya yang tentu saja Adam tak berani berkata jujur.
"Segitu nya kamu nyari uang demi pengobatan aku ya ay, maaf ya aku cuma bisa nyusahin hidup kamu doang hm aku beban buat kamu" Ratu begitu sedih merasa bersalah atas dirinya sendiri.
"Hust ... jangan ngomong begitu ah sayang hehe, kamu istri aku ya udah kewajiban aku dong untuk jaga dan tanggung jawab atas hidup mu di dunia bahkan kelak di akhirat" Tutur Adam yang membuat Ratu sadar dan untung saja belum melepas ciuman nya dengan Ramon.
"Ehm sayang begini karena nyari biaya untuk rumah sakit ya?" Tanya Ratu.
"Engga ay, rumah sakit udah aku lunasin kok hehe" Celetuk Adam yang berbohong demi menenangkan istrinya.
"Serius?" Tanya lagi si pesek yang bawel.
"Iya cantik hahah, kalau gak percaya tanya aja ke suster di lobby" Sambung Adam dengan rasa percaya dirinya.
"Oh yaudah ayo ay prepare pulang" Ucap Ratu dan membantu Adam untuk berjalan.
Sesampai nya di lorong, Ratu yang iseng pun benar saja mencoba bertanya langsung pada si suster yang sedang berjaga di kasir.
"Sus mau tanya, pengobatan atas nama Ratu Permata Sari sudah lunas belum? Tanya Ratu.
Adam sempat melotot karena takut jika si suster menjawab jujur.
"Oh sudah kok bu, sudah lunas atas nama pasien Ratu Permata Sari barusan" Ucap si suster yang membuat Adam semakim terheran-heran.
"Ok makasih sus" Ucap Ratu.
__ADS_1
"Ayang hebat hehe, makasih ya" Ratu memeluk suaminya.
"Iya ay" Adam membalas pelukan itu.
"Yaudah kalau begitu aku siap-siap dulu ya ambil barang kita di ruangan. ayang tunggu sini aja kasihan kan masih sakit kaki nya" Pinta Ratu yang begitu perhatian.
"Iya sayang" Jawab Adam dengan lembut.
Setelah Ratu melangkah jauh dari tempat Adam berdiri, ia langsung menghampiri kasir dan bertanya sekali lagi untuk memastikan jawaban si suster.
"Sus biaya rumah sakit istri saya sudah lunas?" Tanya Adam yang heran bercampur panik.
"Oh sudah kok pak, bahkan beliau menjamin kartu BPJS bapak dan ibu selama 3 tahun ke depan dengan peningkatan dari kelas satu ke kelas tiga" Jawab si suster yang menuturkan.
Dengan kata lain, kartu BPJS yang seharusnya Adam bayar tiap bulan di kelas 1 kini sudah di tingkatkan ke kelas 3 dan Adam tak perlu membayar BPJS selama tiga tahun ke depan.
Mendengar rejeki yang datang tidak main-main, sontak Adam pun refleks sujud syukur di lobby rumah sakit yang tentu saja menjadi pusat perhatian khalayak ramai di sana.
"Ya Allah ya tuhan ku terima kasih atas kuasa nikmat mu ya Allah. maaf kan hamba karena telah berpikir buntu dan mengikuti arahan setan untuk bertindak yang engkau larang" Terdengar samar isak tangis Adam saat menyesali perbuatan keji nya tadi siang.
Dimana ia malah memilih mengikuti bisikan setan di banding meminta yang halal pada sang pencipta.
"Siapa yang melunasi nya sus?" Tanya Adam pada suster.
"Maaf pak beliau merahasiakan identitasnya untuk di beritahu" Jawab si suster.
"Ayo lah sus saya ingin tahu dia siapa" Pinta Adam.
"Maaf pak sekali lagi tidak bisa kami beritahu" Sambung si suster dengan jawaban yang sama.
"Baiklah terima kasih sus" Sahut Adam.
"Siapa pun dia baik pria atau wanita, tolong beri balasan yang terbaik atas kebaikan nya ini ya Allah. Aamiin" Ucap Adam sambil menadahkan tangan.
Beberapa saat kemudian, setelah semua barang ia kemas rapi.
Kini seakan gantian Ratu yang harus menapah tubuh suaminya yang sedang terluka.
"Ayo sayang pelan-pelan" Ucap Ratu yang begitu perhatian.
Saat sampai di parkiran, betapa terkejutnya Adam ketika melihat Ferdi dan Tia yang baru sampai rumah sakit.
Layak nya singa dan harimau, mereka berdua saling tatap seperti melihat musuh.
Ferdi dari kejauhan pun di buat semakin curiga setelah melihat Adam yang berjalan pincang.
"Kasay kenapa bengong kamu hey?" Ucap Tia mencoba menyadarkan Ferdi yang terbakar emosi mendendam karena mencurigai Adam atas aksi penjambretan yang menimpa calon mertuanya.
Tiba-tiba, Ratu dan Tia di kejutkan dengan Ferdi yang berlari dan meloncat lalu melayangkan tendangan nya ke arah Adam.
Tentu dengan spontan Adam memeluk Ratu dan menghindar agar istrinya tidak terkena tendangan.
Bersambung...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 3 'Setelah Nikah'".
Jangan lupa juga untuk...
...ππ»ππ»ππ» LIKE ππ»ππ»ππ»...
...βπ»βπ»KOMENT βπ»βπ»...
...π€³ SHARE π€³π»...
...Dan...
...πππ Tap Love πππ...
...π€΅π»π°π»Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...ππ...
__ADS_1