Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Yang Ketiganya Itu Pasti Setan


__ADS_3

Setelah membersihkan para bebenguk tadi, mereka pun berjalan ditengah keramaian para murid menuju lapangan depan kelas Tata Boga.


"Mau kemana ini? kantin kah?" tanya Adam yang dari tadi mengikuti langkah Ferdi.


"Ke lapangan belakang dam, liat yang tanding voli katanya mah para cewek yang lagi main nih haha" jelas Ferdi nampak bahagia.


"Hem..cuci mata lay haha" ucap Dafa yang jelas ikut senang.


"Heh..!" bentak Adam.


Memberhentikan semua langkah kaki ketiga temannya.


"Apa?" ucap Axel dengan kesal.


"Ngapain kita kesana hanya buat liat cewek main voli ?! mau ngelamun jorok kita?!" tegas Adam dengan lantang.


"Lu mau ikut ga?" tanya Axel balik menegaskan ucapannya.


"Ga! gw ga se mesum kalian!" tolak Adam dengan bijak.


"Yaudah ga mau mah yuk kita tinggal fer, daf" ucap Axel lalu melanjutkan langkahnya dengan Ferdi dan Dafa.


Setelah cukup jauh dari tempat Adam berdiri tadi, tiba-tiba ia lari dengan cepat melewati ketiga teman nya tersebut menuju lapangan voli.


"Anj*** wkwkw!! bilang lu sok bijak tadi haha, tapi ikut juga lu ah!" ungkap rasa kesal Axel terhadap ketuanya.


"Ahaha....pinter lawak tuh anak" Dafa pun ikut tertawa.


Sesampainya di lapangan voli nampak ramai yang menyaksikan pertarungan sengit itu. tepat sekali saat mereka datang, yang bertanding kelas XII APH 2 melawan XII AKUTANSI 1.


Tanpa Adam sadari ternyata sosok bidadari yang pernah dia sukai dulu, sedang ikut bertanding dalam tim kelasnya tersebut. Ferdi yang menyadari itu langsung memberitahu Adam dengan semangat yang membara.


"Dam..dam, woy dam!" ucap Ferdi dengan semangat sambil menepuk-nepuk wajah Adam hingga mengenai mata Adam karena Ferdi terfokus pada sosok Dwi Nindi Astari.


"Aduh apaan sih nih anak sakit anjir kena mata sial lu!" gerutuk Adam sambil mengusap matanya.


"Hilih!!, tuh!" Ferdi memalingkan wajah Adam kearah Nindi yang sedang pepanasan di tengah lapangan.


Perlahan Adam melihat Nindi dengan kedua matanya walau mata sebelah kirinya masih merah karena Ferdi barusan.


"Ya Allah betapa indahnya ciptaan mu ya gusti, tolong dekatkan hamba jika ia jodohku. kalau bukan ya tetap dekatkan saja ga apa-apa" Adam menatap Nindi tanpa kedip sedikit pun.


"Pendek, kulit bersih, bibir mungil pink menggoda dengan keringat yang mengalir ke lehernya dam..yaampun indah nya pemandangan itu hm.." ucap Dafa membisikan Adam yang memang dari tadi fokus sekali melihat Nindi.


"Kata nya dah move on anjir nih anak ah!" celetuk Axel yang geram melihat Adam.


Axel pun berniat mengerjai ketuanya itu, ia meraih pundak Dafa dan Ferdi lalu membisikkan sesuatu.


"Deal?" ucap Axel dengan senyum jahatnya.

__ADS_1


"Wokeh haha" jawab Dafa dan Ferdi serentak.


Tak lama Dafa langsung berlari ke kantin dan membeli minuman. setelah mendapatkan nya dia kembali ke Destroy dan memberikan minuman itu kepada Axel.


Axel yang duduk di belakang Adam pun menyodorkan minuman itu ke depan wajah Adam. sontak itu membuat Adam keheranan.


"Buat apaan? gw ga haus lay" jawab Adam menghiraukan minuman yang Axel sodorkan.


"Lu emang ga haus, tapi cewek blasteran china di tengah lapangan itu pasti kepanasan dan kehausan" ucap Axel dengan wajah penuh maksud.


"Hem..maksudnya?" tanya Adam heran.


"Ya buktiin kalo lu punya tit*t kasih ini ke dia, peka dikit lah dia kan haus abis tanding" jelas Axel.


Mendengar celetukan Axel, jiwa Agam pun tertantang untuk melakukan hal itu. dengan gagah nya Agam berdiri mengumpulkan semua keberanian nya dengan cara mengendalikan penuh raga kembarannya itu karena ia tau jiwa Adam lah yang selama ini penakut, pemalu dan ciut dihadapan wanita.


Kini Agam menguasai raga Adam. dengan sombongnya dia akan menunjukkan ke ketiga temannya bahwa dia berani mendekati Nindi karena ia sudah tidak ada rasa lagi dengan gadis XII APH itu.


Namun sial nya saat Agam ingin memenuhi tantangan dari Axel. mereka bertiga malah di hampiri oleh pak Ade yaitu seorang guru komputer di sekolah mereka. pak Ade meminta mereka bertiga untuk menginput data nilai-nilai adik kelasnya yaitu kelas X.


Dengan berat hati mereka bertiga pun beranjak meninggalkan Agam disana.


"Bentar dam, ganggu aja nih pak Ade ah. ayo guys" ucap Axel mengajak Dafa dan Ferdi untuk mengikuti langkah pak Ade.


Agam pun tak mempermasalahkan hal itu lalu dia kembali menonton pertandingan itu. ditengah asik nya pertandingan, tiba-tiba bola voli dari lawan mengenai kepala Nindi dengan cukup keras hingga Nindi harus tak sadarkan diri seketika.


Agam yang masih memperhatikan Nindi pun tentu terkejut dan langsung menghampirinya ke tengah lapangan. dengan wajah panik Agam menepuk-nepuk pundak gadis yang pernah dia sukai itu.


"Uks..uks.. cepet!" teriak Agam histeris.


Dengan kekuatan paniknya Agam membopong Nindi dan berlari kearah UKS. di dampingi oleh 1 siswi PMR (karena rekannya yang lain sudah pada pulang). siswi itu pun mengecek keadaan Nindi.


"Gimana neng keadaan si Nindi?" tanya Agam pada siswi tersebut.


"Dia ga apa-apa kok, hanya kaget aja kayanya pusing pasti" jelas siswi itu.


"Syukurlah kalo begitu hehe" ucap Agam nampak lega.


"Oh ya sebentar ya gw mau ambil minyak kayu putih dulu, tadi gw bawa tapi ketinggalan di tas gw tuh di lapangan. jagain bentar ya" ucap siswi itu dan bergegas menuju ke lapangan voli lagi.


Kini tinggal Agam dan Nindi di dalam Uks saat itu, Agam cukup prihatin melihat kondisi Nindi yang tergeletak tak berdaya diatas tandu itu.


"Lu segera sadar ya Nin" ucap Agam lalu mengecup kening Nindi yang berkeringat.


Sontak itu membuat Adam yang sedang terdiam dibalik sosok Agam pun angkat bicara. tak terima melihat wanita yang dulu dia sukai kini dikecup oleh kembarannya sendiri yaitu Agam Pratama Sanu.


"Heh bodoh kali kau lah ku tengok" gerutuk Adam dalam batinnya.


"Lah kenapa lu? iri bilang boss haha" ucap Agam dengan senyum iblisnya.

__ADS_1


"Kenapa lu asal cium aja dia? kan lu tau gw lagi suka sama Ratu. lu harus jaga lah perasaan nya anj*ir" jelas Adam nampak kesal.


"Lah inget dam lu pernah tergila-gila sama sosok ini kan, sampai lu harus ikutin dia tiap pulang sekolah, save ribuan fotonya di galeri lu inget ga seberapa gila nya cinta lu untuk dia?" Agam membalikkan keadaan.


Jiwa Adam pun hanya bisa terdiam tak bisa menjawab lagi.


"Memang apa salahnya gw kasih lu sedikit apa yang selama ini ga bisa lu dapetin?" Agam terus menyudutkan jiwa kembarannya itu.


Agam mengambil tisyu 2 lembar di meja sampingnya dan mengelap keringat Nindi. kejadian itu pun diliat jelas oleh Adam yang sedikit merasa iri dengan Agam yang seberani itu terhadap Nindi.


Setelah mengelap keringat gadia yang dia sukai dulu, Agam mengantongi tisyu itu di saku celananya.


"Selama ini lu cuma bisa gagu kalo depan Nindi, sekarang dia dihadapan kita dam ga ada siapa-siapa lagi diruangan ini, salahkah jika kita merasakan sesuatu dari tubuh Nindi ini hah?" jiwa Agam semakin tak terkontrol dibuat oleh pikiran Adam sendiri.


"Ma..maksud lu, lu mau ngapain gam hah?!" Adam membentak kembarannya itu.


"Ga usah bawel lu, gw akan beri lu kepuasan dam. yang selama ini ga bisa lu dapatkan sendiri haha" jelas Agam sambil mengusap bibir mungil Nindi yang masih tak sadarkan diri lalu melepas ikat pinggangnya.


"Gw ga akan biarin lu ngerusak Nindi gam!" teriak Adam dan marik bahu Agam.


Dengan sigap Agam menahan tangan Adam lalu menghantam dada kembarannya itu hingga tersungkur. karena sifat Adam yang lemah dan selalu mengalah akhirnya Adam pun harus pasrah dan membiarkan Agam mengendalikan dirinya.


Perlahan Agam mengusap pipi dan bibir Nindi dengan lembut. menyampaikan apa yang selama ini tidak bisa Adam sampai kan secara langsung. semua uneg-uneg Adam, Agam sampaikan dengan perlahan sambil terus mengusap wajah cantiknya Nindi.


"Nin, gw minta maaf ya selama ini hanya bisa jadi Secret Admirer lu, gw hanya bisa stalking sosmed lu tanpa berani kenalan ataupun menyapa lu secara langsung" ucap Agam.


(Secret Admirer \= Pengagum Rahasia)


"Selama hampir 2 tahun gw mencintai sosok lu Nin, walau gw tau bokap lu masih beragama non. tapi itu ga masalah buat gw, gw tetap sayang dan cintai sama lu"


"Tapi maaf semenjak gw tau lu pacaran dengan Aldo, di situ hati gw hancur Nin. rapuh tak berdaya sulit menguatkan hati yang telah retak karena guncangan luka yang begitu besar."


"Semua itu gw ikhlaskan dan gw sadar bahwa gw ga pantas bersanding dengan lu, gw yang item gemuk dekil perut buncit ga pantes jika harus berpacaran dengan lu yang berkulit putih cantik bersih pipi chubby bibir mungil."


"Gw sadar diri kok Nin hm.." ucap Agam sambil menggenggam tangan Nindi yang masih pingsan diatas tandu.


"Maka dari itu biarkan gw sedikit menyentuh lu ya? untuk membayar semua pengorbanan gw selama ini yang tak bisa gw ungkapkan langsung ke lu" jelas Agam perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Nindi.


Semakin dekat dan nekat Agam memberani seluruh jiwa nya untuk menci*um Nindi ditengah ketidak sadarannya itu dan...


Menempel lah kedua bibir dari kedua insan tersebut, Agam melu*mat dan mencium bibir itu dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tampak dari raut wajahnya yang menutup mata penuh bahagia.


Tiba-tiba Agam terkejut saat perlahan ciumannya dibalas oleh bibir mungil itu lalu...


Bersambung...


...Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga....


...Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu....

__ADS_1


...Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda"....


...See you on the next episode......


__ADS_2