
Ratu langsung segera keluar kamar dan tepat sekali bu Nisa lewat didepan pintunya.
"Aduh eneng kenapa sih pagi-pagi udah kaya di kejar setan?" Ucap bu Nisa yang ditabrak oleh Ratu.
"Ups momy hehe maaf, ehm si abang mana mom? lihat gak" Tanya Ratu yang panik sambil menguncir rambutnya.
"Itu di dapur si abang lagi masak jeh" Jawab bu Nisa sambil tersenyum.
Ia pun langsung masuk ke dapur dan benar saja si ganteng yang hitam manis sedang mengaduk sesuatu di dalam wajan atas kompor.
"Sayang masak apa?" Tanya Ratu sambil memeluk Adam dari belakang.
"Nasi goreng doang pake telur dan bumbu cepat saji, buat istri ku bekal nanti kerja hehe" Sahut Adam sambil terus menumis nasi yang sudah hampir matang.
Ratu hanya menundukan kepala setelah mendengar jawaban Adam, kembali bersedih haru melihat sikap Adam yang begitu manis pada dirinya.
"Maafin aku ay, jika aku banyak salah sama kamu dulu ya hm" Ucap Ratu dalam hatinya.
"Seharusnya aku yang masakin kamu untuk sarapan, bukan sebaliknya" Sambungnya dalam hati.
"Ay masih lama gak meluk nya? aku mau balik badan nih naruh nasi gorengnya" Ucap Adam yang memecah keheningan di pikiran Ratu.
"Eh iya maaf hehe, sini aku bantu" Ucap Ratu.
"Makasih ya sayang, nih" Adam tersenyum manis menyodorkan dua piring ke Ratu.
"Uhm ... makasih doang nih?" Ucap Ratu yang menantang.
Adam yang mengerti kode isyarat itu pun hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.
"Yaudah sini cepat, nanti momy keburu lihat haha" Ucap Adam dengan suara pelan.
"Morning kiss my hubby" Ratu melingkarkan tangan ke belakang leher Adam dan melahap bibir lembut suaminya.
Adam yang sedang memegang dua piring nasi goreng pun menyempatkan diri untuk membalas belaian bibir istrinya.
Setelah di rasa cukup, Ratu langsung beranjak ke kamar mandi untuk bebersih.
"Kamu baru pulang tadi malam dan jam segini bangun pagi hanya untuk buatin aku sarapan ay. makasih ya" Ucap Ratu pelan berbicara sendiri sambil menyabuni tubuhnya.
Singkat cerita, mereka pun makan bersama di ruang tamu. saling bercerita kecil namun begitu bahagia terasa dihati.
Hingga tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 06.30 yang membuat Adam bergegas mengantar sang istri berangkat kerja.
"Assalamualaikum mom" Ucap Ratu setelah cium tangan kanan bu Nisa.
"Walaikumsalam, hati-hati ya bang antarnya hehe" Sahut bu Nisa sambil melambaikan tangan.
"Siap mah" Jawab Adam singkat.
Sesampainya disana Ratu turun dan mencium tangan suaminya dengan sopan.
"Aku kerja dulu ya sayang" Ucap Ratu yang masih memegangi tangan Adam.
"Iya, kamu hati-hati ya jangan bengong dan harus fokus. banyakin minum air putih" Ucap Adam.
"Iya pak komandan" Senyum Ratu.
"Oh ya nanti aku mau ke markas karena Malik dan Roy ngajak ketemu katanya ada yang mau di obrolin" Ucap Adam.
"Oke, titip salam aja ya untuk mereka hehe" Sahut Ratu.
"Yups."
__ADS_1
"Nanti kamu di jemput sama momy ya pulang nya" Sambung Adam.
"Kalau bareng sama teman cowok ku boleh?" Jawab Ratu sambil tertawa kecil bermaksud meledek suaminya.
Namun candaan itu nampak tak direspon baik oleh Adam.
"Iya boleh, kalau kamu mau teman mu jadi perkedel ya silahkan" Ucap Adam dengan wajah yang geram dan mutar balik langsung pergi.
"Hahaha aduh dasar jagoan gw gede ambek banget, udah jadi suami aja masih cemburuan gitu hehe" Tawa Ratu sambil melangkah masuk ke dalam pabrik.
...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 3 |•••...
Kini waktu menunjukan pukul 10.00, Adam yang sudah rapih memakai celana panjang dan jaket kebanggaan nya pun beranjak mengetuk kamar Nila.
"Dek ...?"
"Iya bang" Terdengar suara Nila dari dalam kamar dan membukakan pintu.
"Abang mau keluar dulu sebentar ya?" Ucap Adam.
"Oke hati-hati ya" Nila meraih tangan kakak iparnya dan mengecupnya singkat.
Adam langsung keluar dan mengendarai motornya menuju basecamp dekat toko sepatu.
Setelah sampai di sana, sudah banyak para Destroy yang menunggu kehadiran sang ketua.
"Wih apa kabar nih bos haha baru keliatan lu" Aceng langsung menyalami Adam yang diikuti oleh semuanya.
"Ada aja, biasa lah hehe" Sahut Adam dengan singkat.
"Yoi udah punya bini mah beda haha, sibuk ya tanggung jawab suami pastinya lebih besar dibanding saat dulu sendiri" Gaby tersenyum sambil menepuk pundak Adam.
"Tuh tau haha"
"Coba dah ngobrol langsung noh di dalam, dia udah nunggu lu" Jawab Aceng sambil menunjuk kedalam markas.
"Oke"
Adam pun langsung menghampiri Malik di dalam markas yang ternyata sudah ditemani Roy terlebih dahulu.
"Halo kawan ada apa ini hah?" Adam bersalaman dan langsung duduk di depan mereka.
"Langsung aja ya Dam biar gak buang waktu." Ucap Malik yang memulai obrolan.
"Hm apa tuh? serius bener nih kayanya" Adam pun mulai masuk ke mode serius untuk mendengarkan Malik.
"Ada yang ngajak kita kerja sama, yaitu pengelola pasar yang ada di jalan Bunga nomor 15 itu" Ucap Malik.
"Ya gw sih udah setuju aja, toh timbal baliknya lumayan. kita di suruh jaga keamanan dan parkir di pasar lalu dapat jatah iuran dari para pedangan yang dapat kontribusi dari jasa kita" Sambungnya.
"Oke deal lanjutkan, kita buka bisnis untuk para Destroy yang emang masih nyari pekerjaan" Jawab Adam dengan percaya dirinya.
"Hah mantap" Sahut Malik yang nampak senang.
"Ada berapa orang kita yang masih nganggur?" Tanya Adam pada Malik.
"15 orang Dam"
"Roy, tolong lu bantu kordinasi 15 orang itu untuk berjaga di pasar ya?" Perintah Adam untuk Roy.
"Masing-masing pasar di pegang 5 orang?" Roy balik bertanya untuk memperjelas perintah dari sang ketua.
"Betul, gw mau kita gak jaga keamanan hanya didalam pasar dan area parkir."
__ADS_1
"Dua orang tarik iuran dan jaga didalam pasar, satu orang jaga parkir dan dua lagi keliling di area pintu akses masuk ke pasar." Ucap Adam memberi arahan.
"Siap" Balas Roy.
"Pastikan semua orang yang mencurigakan gak asal masuk ke area pasar. para pedagang dan pengurus sudah naruh kepercayaan yang besar pada Destroy untuk jaga keamanan disana, jadi gw harap kalian semua gak main-main dengan kepercayaan yang udah mereka beri" Sambung Adam dengan tegas.
Semua orang mengangguk mendengar dan mencerna semua perintah serta nasehat yang Adam berikan.
"Bergerak sekarang" Pinta Adam.
"Siap!" Jawab mereka semua dengan serentak.
Adam beranjak keluar markas menuju motornya, hal itu pun membuat Roy mengikuti langkah Adam.
"Wey lu gak ikut ke lokasi?" Ucap Roy yang menahan Adam.
"Gw masuk sore Roy, abis Ashar nanti berangkat jadi gak bisa ikut kalian ke sana" Jawab Adam.
"Oh iya deh, kirain ada apa lu langsung pergi haha" Sahut Roy yang kini merasa tenang setelah mendengar jawaban Adam.
"Jaga mereka semua" Ucap Adam sambil menepuk pundak Roy.
"Thanks kawan" Roy tersenyum merespon Adam.
Setelah ketuanya pergi, tanpa banyak drama lagi Roy langsung mengumpulkan semua Destroy ke luar markas.
"We are?"
"We are?" Teriak Roy sambil mengantongi kedua tangannya.
"Destroyer.. Destroyer" Balas teriak yang lain sambil segera berbaris di hadapan Roy.
"Gw akan bagi 3 kelompok untuk kita-kita yang memang masih belum dapat pekerjaan" Ucap Roy.
"Malik, Erwin, Yoga, Zidan dan Kusnadi pegang area pasar Melati"
"Siap Roy!" Ucap mereka semua.
"Untuk Aceng, Bandil, Usep, Enjay dan Kidun pegang area pasar Mawar, lalu untuk Candra, Mukti, Igit, Udin dan Tohang kalian di pasar Anggrek ya" Sambung Roy.
"Siap!" Jawab mereka serentak.
"Silahkan berangkat dan selamat bekerja" Roy tersenyum bangga pada anggotanya yang tak menyangka bahwa di bawah kepemimpinan Destroy kini genk nya berubah drastis lebih berguna bagi masyarakat sekitar.
Singkat cerita mereka semua pun bubar dan menuju lokasi pasar yang sudah di tentukan oleh Roy.
Bersambung...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 3 'Setelah Nikah'".
Jangan lupa juga untuk...
...👍🏻👍🏻👍🏻 LIKE 👍🏻👍🏻👍🏻...
...✍🏻✍🏻KOMENT ✍🏻✍🏻...
...🤳 SHARE 🤳🏻...
...Dan...
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏🏻...
__ADS_1