Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Berakibat Fatal


__ADS_3


"Sayang!!" teriak singkat Ratu dengan nada lemah sambil memegangi dadanya yang menandakan bahwa asma nya mulai kambuh.


Agam menoleh sejenak ke arah kekasihnya dengan tatapan yang begitu dalam.


Saling tatap satu sama lain pun terjadi sampai akhirnya Agam merasakan getaran cinta tulus yang Ratu pancarkan dari kedua bola matanya.


Ratu berlari mendekati Agam, memberitahu titik serang yang efektif untuk melumpuhkan Roy.


"Ay dengarkan aku baik-baik ya, Roy dari tadi pakai gerakan Dollyo chagi yang menyerang bagian ulu hati dan tulang rusuk kamu dari arah serong samping" ucap Ratu yang agak terburu-buru karena takut Roy mendengar pembicaraan mereka.


"Kamu serang dia di bagian paha atasnya saat dia pakai jurus itu lagi. paham?" sambung Ratu.


"Hm.. iya sayang makasih ya" Agam tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya.


"Muach" kecupan manis Ratu berikan di sudut bibir Agam walau masih ada bercak darah, Ratu tak merasa jijik sedikit pun.


"Semangat.." sambung Ratu mengusap pipi Agam dan kembali mundur ke barisan para Destroy.


Pertarungan pun kembali berlanjut. hingga nampak Roy berkali-kali menyerang Agam namun masih mampu di hindari oleh gerakan menangkis ala Whing-Chun.


"MAJU LU SINI! Jangan cuma defense doang!" teriak Roy menantang Agam.


Tapi Agam tak semudah itu terpancing, ia tetap memperhatikan timming yang tepat untuk melancarkan serangannya.


"Mana gerakan mematikan lu tadi Roy hah.. ayo!" ucap Agam dalam hatinya menunggu Roy melakukan jurus itu lagi.


Dan benar saja karena kesal menunggu pergerakan Agam yang dari tadi hanya menghindar saja, akhirnya Roy melancarkan serangan Dollyo chagi dari arah kanan Agam.


Tepat di waktu yang bersamaan Agam menahan tendangan tersebut dengan tangan kanan nya dan langsung menghantam kuat paha atas Roy yang hampir saja mengenai burung kesayangannya.


"BUUGH!"


"GBRAKK"


Tentu pukulan kuat di bagian paha atas itu membuat Roy hilang keseimbangan hingga akhirnya langsung terjatuh.


Tak tinggal diam dan seakan tak mau memberinya nafas, Agam langsung menindih tubuh Roy yang membuat nya tak bisa kembali berdiri karena harus tertimpa berat badan 88 kilogram di atas tubuhnya.


Pukulan demi pukulan Agam lancarkan dengan sangat cepat atau yang biasa Agam sebut dengan 'Pukulan Seribu'.


"Woy..! AARRGH!" Ringis Roy yang menyadari dirinya tak bisa berkutik.


"Bbraakk!"


"BBRRUGH!"


"DASH.. DASH BUGH!"


Dengan sangat cepat Agam memfokuskan pukulan ke arah (otot) lengan kiri dan kanan Roy yang menjadi pusat tenaga nya untuk menangkis.


Tentu dengan melemaskan kedua otot lengan Roy membuatnya semakin tak berdaya untuk menghindar apalagi membalas serangan Agam.


"DDEEPM!"


"DAAGH... DUUGH.."


"DDRAGH.. BUGH.. BDAGH!"


Kini giliran dada, leher dan wajah Roy yang menjadi pusat perhatian Agam. Ia mulai memukuli area itu tanpa rasa iba sedikit pun.


Bahkan Roy yang menyilangkan kedua tangannya dengan niat untuk melindungi wajahnya dari pukulan pun tetap saja tak mampu membendung tenaga Agam yang terbakar emosi.


Bercak darah mulai terlihat dan membekas di kedua kepalan tangan Agam akibat bibir dan hidung Roy yang mengeluarkan darah.


"ARRGH.. Ah.. Aw Srrtt.."


Hanya itu lah yang keluar dari mulut Roy setelah beberapa kali memuncratkan darah kental berwarna merah.


Semua anggota Genk nya termasuk si montok Gaby hanya bisa tertegun menyaksikan Bos nya yang sedang di aniaya tersebut.


Karena sebelumnya memang Roy yang membuat kesepakatan untuk jangan ada yang memisahkan mereka berdua sampai salah satu dari mereka kalah.


Melihat hal mengerikan itu, gatal rasanya para Destroy ingin melerai pertarungan yang mungkin akan berujung kematian itu.

__ADS_1


Saling pandang satu sama lain merasa sangat tidak percaya bahwa Agam bisa sekejam itu.


"Pisahin jangan kak?" tanya Ratu yang sedikit khawatir pada Roy.


Bukan khawatir karena ada rasa sayang, melainkan takut Roy menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Agam.


"No Rules.! Gak ada aturan, Bertarung sampai ada yang bilang nyerah!" ucap Ferdi dengan wajah dinginnya kembali mengingatkan Destroy tentang apa yang Roy ucap sebelum pertandingan dimulai.


"Hah benar tuh Fer. harus sportif ya hehe" sahut Dafa yang menyambung perkataan Ferdi.


Para Destroy kini hanya bisa menyaksikan kekejaman Agam terhadap Roy tanpa harus memisahkannya. seakan puas dengan melihat emosi Agam yang meluap dan membara menghabisi Roy.


Darah sudah nampak berceceran di wajah Roy DwiSatyo. Tepat beberapa detik sebelum Agam melayangkan pukulan terakhirnya ke arah mata Roy karena berniat membutakan matanya, Roy berteriak dengan sisa suara terakhirnya.


"Nyerah Gam.. uhuk.. bruhuk Cuih!" suara Roy yang merintih dibarengi semburan darah dari mulutnya.


Agam terdiam sejenak sambil menahan pukulan terakhirnya yang hampir menumbuk mata Roy.


"Huft.."


Hanya suara hembusan nafas kelelahan lah yang terdengar dari Agam. Ia kembali berdiri dan menatap semua anggota genknya Roy. mereka semua menundukkan kepala memberi hormat pada Agam Pratama Sanu.


Nampak juga Gaby yang langsung berlari menghampiri kekasihnya.


"Mulai hari ini!, Gw gak mau lagi dengar lu ngerusuh di manapun itu ya. PAHAM LU SEMUA!" bentak Agam sambil menunjuk ke arah mereka.


"Siap paham!" teriak kan keras dari seluruh anggota genk motornya Roy menuruti permintaan Agam.


"Dan mulai sekarang hormati Destroyer di mana pun kalian bertemu" sambung Agam.


"Siap" teriakan serentak kembali terdengar.


Agam pun meninggalkan Roy yang terkapar lemah tak berdaya. menghampiri para Destroyer dan saling berpelukan.


"Widih hebat bro haha" ucap Axel yang memeluk Agam duluan lalu di susul oleh yang lainnya.


Tak lupa juga Ratu ikut memeluk erat tubuh kekar Agam yang langsung di balas pelukan hangat dan kecupan manja di pucuk kepala Ratu.


"Jagoan ku keren hehe" ucap Ratu.


Setelah moment haru itu berlangsung, Destroy pun berniat untuk kembali ke markasnya untuk sekedar beristirahat sejenak.


Namun saat baru saja ingin menghidupkan mesin motor, tiba-tiba Gaby berjalan menghampiri Agam. tentu hal itu membuat mata para Destroyer tertuju pada Gaby yang mendekati Agam.


Tanpa pikir panjang Gaby langsung meraih leher Agam dan melahap bibir yang seharusnya hanya Agam berikan untuk Ratu.


Sontak sebagai lelaki normal Agam pun refleks dengan menarik pinggul Gaby yang membuat tak ada lagi jarak diantara mereka hingga perlahan Agam pun membalas pagutan bibir tipis dari wanita yang pernah ia kagumi kemolekan tubuhnya itu.



Melihat hal itu, para Destroy pun melotot saling tatap satu sama lain dengan tanda tanya dalam hati apa maksud dari ketuanya itu.


Sebagai kekasihnya, tentu saja Ratu langsung meneteskan air matanya dan menangis histeris hingga akhirnya Ratu oleng dan hampir pingsan tapi untung nya di topang oleh Dafa yang peka untuk langsung mendekapnya.


"Hey.. hey Ratu sabar Rat wey!" ucap Dafa yang panik dengan kondisi Ratu.


Semua Destroy tertegun melihat aksi gila Agam dan Gaby yang bercium*an di depan mata kepala Ratu sendiri.


"Muuach.. Thanks.." ucap Agam yang masih menempelkan hidung mancungnya dengan hidung Gaby.


Gaby hanya mengangguk dan melepaskan Agam lalu kembali menghampiri Roy.


Tanpa pikir panjang setelah Agam puas beradu bibir dengan Gaby, ia pun langsung menoleh ke belakang dan tepat sekali satu pukulan keras dari tangan besar Axel melayang mengenai pipinya.


"BUUGH!"


"Anjing maksud lu apaan hah?!" teriak Axel yang sudah kepalang emosi tak terima melihat Agam melukai hati perempuan.


Sebagai ketua yang kini sedang di penuhi emosi tentu Agam tak terima dengan perbuatan Axel.


"Lu yang maksud nya apaan BABI?!" bentak Agam pada wakil nya itu.


"Udah berani lu mukul gw sekarang hah?" Agam mendorong tubuh Axel seakan menantang perkelahian.


"Gw paling gak terima ada ANJING yang nyakitin hati seorang perempuan paham lu hah?!" Axel balas mendorong tubuh besar Agam.

__ADS_1


"Di sini gw ngebela dan ngelindungin lu semua BANG*SAT!" teriak Agam sambil melototi Axel.


"Tapi ini balesan lu semua ke gw?!" Agam menunjuk tegas ke arah wajah Axel.


"Tapi gak harus jadi bajing*an begini MONYET!!" Axel mendorong kembali pundak ketuanya itu.


"Ngelawan lu ya sekarang sama gw hah. Maju lu sini!" ucap Agam dan langsung memojokkan tubuh Axel di pohon rindang yang kebetulan berada dibelakang Axel.


Agam mencekik kuat leher Axel dengan tatapan tajam yang terpancar dari wajahnya.


Tentu melihat kejadian itu, Jery dan Ferdi mencoba memisahkan mereka berdua. namun sayang malah tubuh mereka berdua yang harus terhempas oleh tangkisan kuat dari kedua lengan Agam.


"WOY UDAH AGAM UDAH WOY!" bentak Dafa yang menarik tangan Agam agar berhenti mencekik Axel.


Keadaan pun semakin memanas tak terkendali apalagi saat Dafa juga harus terhempas oleh tangkisan Agam. sampai akhirnya Ratu nekat turun tangan untuk mendekati kekasihnya itu yang sedang kesurupan untuk mencoba melerai mereka berdua dan..


"Sayang.. udah ay.." ucap Ratu di tengah kesedihannya yang memegang tangan Agam.


"DIAM LU!!" teriak Agam dan..


"BBRUGH.."


Agam tak sengaja menghempaskan tangan kirinya yang menghantam Ratu tepat di wajahnya.


"Aw... hiks.. hiks.. aw..ah!" Ratu pun meringis menahan sakit di bagian wajahnya.


"Ratu..!" teriak Dafa dan Ferdi yang langsung menghampiri Ratu karena khawatir dengan kondisinya.


Agam pun sempat menoleh ke arah Ratu yang tanpa sadar sudah ada lebam biru di sudut bibir kekasihnya itu.


Saat Agam lengah, Axel pun berhasil melepaskan diri dari cengkraman ketua Destroyer itu.


Agam terdiam sejenak dan menoleh ke arah Destroy yang sedang memperhatikan dirinya dengan tatapan yang aneh dan penuh keheranan.


"Who are you?" ucap Ratu dengan nada lemah menatap mata Agam yang memancarkan aura berbeda dari biasanya.


"I don't know" balas Agam sambil menggelengkan kepalanya.


Ratu berdiri dengan tertatih mendekati pacarnya dengan raut wajah yang sudah tak bisa di jelaskan lagi.


"Gw minta putus detik ini juga" ucap Ratu di hadapan Agam sambil menunjuk wajahnya.


Agam tersenyum kecil lalu mendekati telinga Ratu dan berbisik..


"Selama ini jika ada masalah lu selalu minta putus, putus dan putus. tapi kali ini, gw kabulkan keinginan lu dan gw gak mau bertahan dengan orang yang seakan terpaksa menjalankan hubungan bersama gw." ucap Agam dengan tegas disamping telinga Ratu.


Mendengar jawaban yang tak terduga itu, Ratu pun refleks meneteskan air mata membasahi pipi chubby nya itu.


Karena faktanya benar kata Agam, jika ada masalah Ratu selalu meminta putus hubungan. namun selama ini Adam selalu mengalah, mengemis dan memohon untuk jangan sampai pisah dengan dirinya.


Tapi sayang seribu sayang, Agam sudah mengucap kata 'Iya' yang membuat Ratu kini harus melepaskannya dengan ikhlas.


Bagi prinsip Ratu, ia takkan meninggalkan kekasihnya jika pria itu tak mengucap kata putus langsung dari mulutnya.


"Thanks.." Ratu menganggukkan kepala dengan rasa terpaksa dan mengusap air matanya.


Mengajak para Destroy lainnya untuk pergi meninggalkan Agam yang masih terdiam.


Kini Agam hanya bisa mengusap dadanya sambil menatap teman-teman nya yang perlahan menghilang dari pandangannya.


"Why? ada apa dengan gw?" tanya Agam pada batin nya sendiri yang merasa tak percaya dengan apa yang barusan ia ucap pada Ratu.


Bersambung...


Waduh-waduh kok malah makin rumit ya konfliknya heheπŸ₯², tunggu kelanjutannya di next episode yaπŸ€«πŸ˜ŠπŸ‘πŸ».


And oh ya lupa by the way, Rindu sekali lagi mohon maaf nih ya jika kemungkinan seminggu ke depan Rindu bakal jarang update lagi karena mau ada event penting yang harus aku siapkan dari jauh-jauh hari.


Mohon maaf banget ini mah ya reader-reader setianya aku yang cantik dan tampan heheπŸ™πŸΌ. Hampura sadayana..


Nanti kalau udah selesai dan selamat panjang umur. Rindu akan usahakan Crazy Up untuk kalian semua πŸ₯³. Doain ya guys.. semoga lancar.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...See you on the next episode...πŸŽ‰πŸ‘...

__ADS_1


__ADS_2