
"Lu kalo ngomong di jaga ya anjir!!" ucap Ratu yang kini berdiri didepan Sindi.
"Ya kenapa?! itu fakta kan?! kenapa lu marah hah?" balas Sindi dengan nada tingginya dan beranjak berdiri juga. kini mereka saling berhadapan.
"Duh ga akan bener nih" ucap Ferdi yang bergegas turun dari kursi penonton karena firasatnya mengatakan akan terjadi hal yang tak terduga.
Reno yang baru kembali dari toilet nampak polos celingak-celinguk. dan menanyakan hal itu kepada Bibil yang sedang fokus memperhatikan Ratu dari atas.
"Eh kenapa itu ramai-ramai?!" tanya Reno pada Bibil.
"Ga tau itu si Ratu emosi tiba-tiba kek nya" jelas Bibil dengan mata yang terfokus pada keramaian dibawah itu.
Tentu kejadian itu membuat para juri dan penonton terfokus pada tim SMK 729 dan SMA Melati. saling bertanya pada rekan di kiri kanannya. Tak lama pula pihak keamanan nampak ingin menghampiri kedua tim tersebut
"Sudah sudah hey ada apa ini woy!" ucap Roy yang baru selesai bertanding dan langsung menjauhkan Sindi dari juniornya itu.
"Ngomong apa lu sekali lagi sini" teriak Ratu yang terus ingin mendekati Sindi untuk menghajarnya.
"Korban perceraian" ucap pelan dari bibir Sindi dengan tatapan seakan menantang skill Ratu.
Namun Ratu mampu membaca gerakan bibir dari siswi SMA Melati itu hingga membuat nya semakin emosi.
"Anjir lu ya!" ucap Ratu sambil berlari kearah Sindi menerobos para senior yang mencoba menghalanginya.
Diwaktu yang tepat, Ferdi langsung berlari kearah Ratu dan memeluknya menjauhinya dari Sindi. dengan kekuatan pria, Ferdi cukup kewalahan menahan amukan Ratu dalam peluknya itu.
"Lepasin gw kak lepasin gw, gw ga terima kalo sampai ada yang hina orang tua gw lepasin gw kak woy" berontak Ratu dengan mata yang memerah.
"Hey hey denger gw Ratu denger gw!" Ferdi membentak Ratu sambil menepuk pipi, pundak, pinggul dan pahanya Ratu untuk menenangkan emosinya.
"Hey..hey..sadar rat turunin emosi lu kalo sampai amarah lu pecah sekarang nama sekolah kita akan jelek nantinya sadar woy.." tegas Ferdi berbicara dihadapan wajah Ratu yang penuh emosi menatap mata nya.
"Kalo lu sampai hajar dia, lu akan mempermalukan logo di jaket kita okeh lu paham?!!", bentak Ferdi sambil memegang kedua pipi Ratu berhadapan.
"Iya kak baiklah" Ratu menutup matanya dan mengikuti langkah Ferdi.
Ferdi duduk ditepian kursi menjauh dari kerumunan itu, nampak bu Astari sedang sibuk meminta maaf pada pihak keamanan itu.
"Kalau saya dengar kerusuhan lagi, maaf bu..murid anda bisa di diskualifikasi ya pahami itu!" ucap tegas dari salah satu pihak penyelenggara itu.
"Iya pak, bu kami minta maaf atas kejadian tadi ya saya janji ga akan terulang lagi mohon maaf ya" ucap bu Astari memohon.
Akhirnya keadaan kembali tenang. Ratu masih terus mencoba mengatur emosinya didekapan kakak kelasnya itu. Ferdi dengan sabar memberi minum dan membantu Ratu untuk mengatur nafasnya agar tidak membara lagi.
"Ratu..ibu kecewa dengan sikap anarkis kamu ya" ucap bu Astari yang menghampiri Ratu lalu beranjak pergi kembali.
Ratu hanya terdiam menatap sedih karena ulahnya, SMK 729 hampir saja harus keluar dari kejuaraan ini. namun waktu bersedih Ratu tak berselang lama karena setelah Mei selesai bertanding dan memenang kan mendali perak. kini saat nya Ratu yang harus bertanding untuk mendapatkan 1 mendali emas lagi untuk membawa sekolah nya di posisi teratas.
"Ayo Rat, lu hanya perlu mendapatkan 1 mendali emas lagi sekolah kita akan menang jadi juara ayo" jelas Ferdi menyemangati Ratu.
(Karena memang kejuaraan kali ini penentuan kemenangannya berdasarkan jumlah mendali yang didapatkan oleh para peserta.)
Ratu memakai perlengkapan tarungnya dan mulai memasuki lapangan, namun betapa terkejutnya Ratu saat melihat lawannya itu adalah Sindi dari SMA Melati yang sebelumnya menghina Ratu tentang keluarganya.
Emosi Ratu sempat memuncak kembali ketika Sindi terus meledek Ratu dengan gerakan bibir yang mengucapkan 'Anak broken home' secara halus. namun Ratu terus berusaha mengatur nafas dan emosinya agar tak terpancing oleh hinaan yang terus terucap halus dari bibir Sindi.
"Anak broken home, ditinggal bapak nya ahaha" ucap Sindi dalam gerakan bibirnya dan tertawa jahat.
"Sabar Rat yuk lu pasti bisa bismillah" batin Ratu terus menguatkan mentalnya.
Dan saat wasit mengaba-abakan mereka untuk bertarung, Ratu dengan emosi nya menyerang Sindi dengan tak karuan, berbagai tendangan dan tusukan Ratu lontarkan tak terarah karena emosi yang masih membakar jiwa dan pikirannya.
Dengan mudah Sindi menangkis semua gerakan dari siswi SMK 729 itu dengan mudah, saat ada celah untuk membalas dan karena kecerobohan yang Ratu perbuat, akhirnya Ratu harus tumbang saat Sindi melakukan tendangan Ap chagi yang tepat mengenai perut Ratu Permata Sari.
(Ap chagi adalah Gerakan tendangan yang dilakukan ke arah depan di mana sasarannya adalah bagian kepala atau perut. Tendangan ini dilakukan memakai ujung depan telapak kaki.)
"Ah..!" Ratu meringis terpental sambil memegangi perutnya.
Tentu saja sebagai seorang gadis yang hampir datang bulan beberapa hari lagi, tendangan itu cukup berarti untuk Ratu hingga dia sempat tak mampu berdiri kembali saat itu.
"Ah..mual gw, sakit banget ngilu" keluh Ratu dalam kesendiriannya di tengah arena tanding itu.
Wasit pun memberi isyarat kepada dewan juri bahwa Sindi pemenang di babak pertama ini. tentu itu menjadi keputusasaan bagi SMK 729 karena artinya babak selanjutnya adalah penentu siapakah pemenang kejuaraan tingkat SMK tahun ini.
Apakah Taekwondo dari SMK 729 atau Taekwondo dari SMA Melati. nampak pula kecemasan di wajah bu Astari dan Daniel selaku senior yang selama ini melatih Ratu disekolah.
__ADS_1
Sindi hanya tersenyum iblis melihat Ratu hampir tak berdaya. namun tiba-tiba entah dari mana angin berhembus membawa selembar kertas kecil kehadapan Ratu yang sedang tersungkur itu.
"Apaan ini?" tanya Ratu dalam batinnya.
Saat Ratu membalik kertas kecil itu, terdapat pesan singkat yang berisi kalimat 'You are not alone, we are here for you because We are Destroyers'. Ratu langsung membuka mata nya lebar-lebar seakan begitu terkejut melihat pesan singkat itu.
Dan saat wajahnya memalingkan pandang ke arah tempat Ferdi berdiri tadi. ya...kita semua sudah menduga bahwa terdapat kehadiran Axel Ario Nugroho dan Dafa Setiawan disisi kiri kanan Ferdi. betapa bahagia terharu nya Ratu melihat kedua seniornya itu sudah kembali ke Jakarta yang tentu saja mengartikan bahwa pria jagoan nya pun yaitu Adam Pratama Sanu pasti ikut pulang dan kini berada didalam gedung itu.
Ratu tanpa pikir panjang kembali bangkit. ingin membuktikan di depan Adam bahwa dirinya sudah cukup kuat berkat bergabung dengan Destroyers.
Ratu menatap tajam memendam seluruh emosi yang sedari tadi bergejolak bak air rebusan mie yang kelamaan diangkat. menganalisa gerakan apa yang akan Sindi berikan selanjutnya. Ratu terus memahami setiap inchi pergerakan dari siswi SMA Melati itu.
Ratu memprediksi bahwa Sindi akan melakukan tendangan kearah atas kepalanya karena mampu terlihat dari bukaan langkah kaki Sindi yang nampak cukup lebar. saat wasit mempersilahkan memulai benar saja Sindi langsung memutarkan tubuhnya dan memberikan tendangan Dolke Chagi kepada Ratu.
(Dolke chagi adalah Gerakan tendangan yang dilakukan dengan cara memutar tubuh ke belakang 360 derajat dan inilah yang kita juga sebut sebagai tendangan tornado.)
Dengan bentuk kaki split yang hampir sempurna, Sindi mampu menjangkau area kepala Ratu, namun karena Ratu sudah memprediksi kemungkinan itu, Ratu dengan mudah menangkis tendangan itu dengan gerakan Eolgol Makki nya.
(Eolgol makki adalah Gerakan tangkisan ke atas yang sasaran utamanya adalah kepala. Jika lawan mencoba memukul pada area kepala, terutama di bagian kepala atas tangkisan ini memang tepat untuk dipergunakan.)
Sindi pun sempat terheran mengapa Ratu tiba-tiba mampu menahan tendangannya yang kita tau bahwa sebelumnya Ratu sempat kewalahan dibuat oleh Sindi.
Disaat itu lah Ratu melihat peluang untuk menyerang Sindi. dan dengan cepat Ratu memfokuskan semua tenaganya ke kaki kanannya dan memberikan tendangan Dwi Hurigi yang tepat mengenai wajah dari Sindi.
(Dwi hurigi adalah Gerakan tendangan yang dilakukan dengan cara memutar tubuh ke belakang di mana gerakan kaki harus seperti mengait. Kepala atau leher adalah arah serangan dari gerakan tendangan ini.)
Layaknya nyamuk yang ditepuk oleh telapak tangan, Sindi pun langsung kojor terkena Knock Out atau yang biasa kita sebut K.O karena tendangan itu membuat Sindi tak sadarkan diri dan langsung dibawa keluar arena untuk mendapatkan pertolongan medis.
Semua juri terdiam melihat tendangan sebagus dan sekuat itu. dengan tanpa rasa malunya Ferdi, Axel dan Dafa memberikan tepuk tangan pertama yang meriah ditengah keheningan suasana malam itu untuk Ratu lalu diikuti oleh semua penonton, peserta bahkan dewan juri ikut memeriahkan suara tepuk tangan itu.
Ratu melihat ke sekeliling nya betapa dirinya bisa di hargai oleh banyak orang. bahkan tanpa malu dan ragu, Ratu sujud syukur di tengah karpet arena pertarungan itu. berterimakasih kepada sang maha kuasa yang mampu memberikan kemenangan untuk sekolahnya bahkan untuk dirinya sendiri.
Semua rombongan SMK 729 pun menghampiri Ratu ke tengah arena dan membopongnya di atas bahu mereka. tapi dengan sigap setelah sampai ditepi arena Ratu langsung bergegas menuju ke Destroy dan temannya itu untuk memintanya menunggu sebentar untuk acara pemotretan dan pembagian mendali.
Kini para juri mengumumkan bahwa SMK 729 dari Jakarta Pusat adalah pemenang juara 1 untuk kejuaraan yang diselenggarakan oleh Transm*rt di tahun ini dengan perolehan mendali sebanyak 3 perak, 2 perunggu dan 15 emas.
Bu Astari nampak bangga terhadap peserta didiknya yaitu Ratu yang mampu memenangkan mendali emas terakhir untuk kemenangannya di akhir pertandingan.
Setelah pembagian mendali selesai tentu saja moment foto-foto pun tak bisa terlewatkan. mereka saling memfoto satu sama lain bahagia atas kemenangannya itu.
(FujiFilm Instax Mini adalah salah satu jenis kamera yang mampu mencetak hasil fotonya secara langsung dikertas khusus polaroid.)
"Yuk..yuk...1...2..ti...ga!" Mei menghitung dan..
"Cekrek.. zzrreeet"
Suara kamera yang mengeluarkan lembar foto yang langsung jadi itu.
"Wih keren haha... eh cari bem As mana bem As eh ayo-ayo.." ucap Mei dan para senior wanita lainnya bergegas mencari guru pembinanya itu.
"Haduh..dasar cewek itu susah ya wkwkw" ucap Daniel yang pasrah kameranya di bawa oleh para ladies.
"Sabar cuy..namanya juga cewek haha..ayo ah susul mereka wkwkw" ucap Roy meledek rekan nya itu dan ikut beranjak.
Tak berselang lama, bu As sedang berada dipelantaran kantor dengan pihak penyelenggara kejuaraan itu. melihat keramaian dari muridnya, bu Astari izin beranjak sejenak untuk menemui murid-murid tercintanya tersebut.
"Permisi ya pak, saya samperin mereka dulu hehe" ucap bu Astari.
"Oh iya mari bu Astari sekali lagi selamat atas kemenangan anak didik ibu, dan terimakasih atas partisipasi nya dalam meramaikan kejuaraan tingkat SMK ini ya bu" balas bapak penyelenggara itu.
"Iya..pak terimakasih kembali hehe" sambung bu Astari dan menghampiri muridnya yang sudah bergerombol menunggu di ujung lorong.
"Ada apa sih nak hah wkwkw?" sapa bu Astari dengan ramah.
"Foto dulu dong bu hehe buat best of moment ..ayo" jelas Mei tanpa merasa malu.
"Yaudeh deh ayo " bu Astari merapatkan barisan bersama para juniornya itu, lalu dua siswa pun menyusul untuk ikut foto bersama dan...
"Cekrek zzreeet"
"Wih cantik sabem nya gw ya haha" ucap Mei yang memperlihat kan foto-foto nya yang sedari tadi ia jeprat jepret menggunakan kamera Daniel si tulang besi itu.
__ADS_1
...****************...
Setelah asik bercanda ria dengan para rekan eskulnya termasuk bu Astari selaku guru pembina. Ratu ijin beranjak ke kursi penonton kembali untuk menemui Destroyers.
Melihat ketiga seniornya sedang makan nasi kotak, Ratu langsung bergegas menghampirinya.
"Hai kak!!" teriak Ratu dengan semangat serta bahagia.
"Ehm..hay. bentar-bentar makan dulu gw lapar pulang dari bandara langsung kesini njir" jelas Dafa yang sibuk mengunyah nasi dan ayam serundeng yang terdapat di menu nasi kotak tersebut.
"Ih mau dong lapar nih gw juga abis tanding haha, dapet dari mana tuh nasi kotak?" tanya Ratu yang terlihat begitu lapar.
"Lah itu lagi pada ngantri wkwk" balas Ferdi menunjuk ke sudut arena yang ternyata Bibil dan Reno pun sedang mengantri.
"Bil..ambilin satu!" teriak Ratu memerintahkan teman nya itu.
Reno dan Bibil kembali dan mereka makan bersama di malam penuh kebahagiaan itu.
Setelah 20 menit kemudian, sesudah mereka cuci tangan dan ingin beranjak pulang tiba-tiba Ratu menanyakan pertanyaan yang membuat Axel dan Dafa mematung tak bisa menjawab.
"Oh ya kak gw belum liat ketua lu, kak Adam mana nih?" tanya Ratu dengan polosnya.
Sontak itu membuat Axel dan Dafa saling melirik seakan tak berani menjawab. tubuhnya terkaku diam membisu.
"Jawab wey ih malah diam!" Ratu semakin memojokkan mereka karena pertanyaannya belum terjawab.
"A..adam ga bisa ikut rat" ucap Dafa dengan begitu ketakutan.
"Ma..maksudnya?" nampak kepanikan diwajah Ratu saat mendengar jawaban Dafa.
"Hm..hari ini kan tepat hari kepulangan kita rat, 30 hari kami disana sudah berlalu" ucap Dafa mulai menjelaskan.
"Nah terus?!" nada panik masih terlontarkan.
"Saat perjalanan ke bandara di situlah ponsel kita mulai menangkap sinyal hingga ratusan pesan chat masuk ke ponsel kita, termasuk pesan lu yang ngirim ke grup chat kita yang ngabarin lu ikut ke kejuaraan eskul lu. Adam, gw dan Dafa tau bahwa tepat hari ini lu akan bertarung, didampingi oleh Ferdi." lanjut Axel.
"Dan karena pesan itu lah Adam begitu bahagia ingin langsung ke sini untuk menyaksikan lu, sampai saking nafsunya ingin melihat pertandingan lu, saat dia turun dari taksi..." ucap Axel terhenti.
"Ya terus kenapa?! lanjut!!" Ratu semakin serius mendengarkan kronologi yang Axel jelaskan.
"Adam harus tersambar mobil saat turun dari taksi rat hingga kini dia mengalami pendarahan cukup hebat yang tentu aja Adam ga bisa ikut pulang ke sini. dia masih harus di rumah sakit Sumatra sana didampingi pak Roni" jelas Dafa.
"Ga.. ga mungkin...Adam ga mungkin kenapa napa!" teriak Ratu histeris.
"Dia punya sosok kuat di dalam tubuhnya, semakin dia terluka semakin kuat. kak Adam ga mungkin masuk rumah sakit anjir!!" teriak Ratu dengan histeris mengingat betapa kuatnya sosok jahat dari Adam saat bertemu di markas besar waktu itu.
"Tapi mau bagaimana pun Adam tetap manusi rat, yang bakal mati jika allah berkehendak!!" jelas Dafa.
"Eh bang*sat jaga omongan lu ya!" ucap Ratu yang langsung menarik baju Dafa.
Ferdi dan Axel terkejut mendengar ucapan kasar Ratu ke Destroy untuk pertama kalinya. Tak mampu menahan emosi dan menerima kenyataan itu Ratu langsung berlari keluar meninggalkan semuanya.
Axel yang khawatir apa yang akan Ratu lakukan langsung bergegas mengejarnya di ikuti oleh yang lainnya.
"Ratu tunggu hey!!" teriak Axel langsung berlari mengejar adik kelasnya itu.
"Ratu..." teriak Ferdi yang ikut berlari mengejarnya.
Ratu terus berlari keluar toko swalayan yang megah itu.
Bersambung...
Hallo guys hehe...gimana apa kabar? Rindu harap kalian semua sekeluarga sehat-sehat terus ya walau ditengah pandemi yang tak kunjung berakhir ini.
Berhubung tepat di hari libur kali ini, aku bawakan episode spesial buat kalian nih yang setia ngikutin alur cerita novel ini mulai dari latihan keras Ratu beberapa waktu lalu hingga di hari ini Ratu dan teman-temannya mampu membawa pulang 15 mendali emas untuk sekolahnya.
Aku berterimakasih banget untuk kalian para Reader dan Author setia Sang Perindu. karena masih men'support aku sejauh ini sekali lagi terimakasih ya.
Love you All....
...****************...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
...See you on the next episode......