Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Rindu Yang Terobati


__ADS_3

Sesampai nya diluar, Ratu memilih untuk duduk menyendiri dikursi taman depan Transm*rt itu. Destroy, Bibil dan Reno ikut menghampiri dari kejauhan. Axel menahan mereka semua karena dia paham Ratu pasti butuh waktu untuk menenangkan pikirannya dan menerima semua kenyataan ini.


"Sabar guys...kita tunggu sini aja, biarin Ratu menyendiri dulu." ucap Axel mengulurkan tangannya dan melirik jam tangan yang menunjukan pukul 21.40 wib.


Di kursi taman, nampak Ratu begitu syok ketika tau bahwa kakak kelas kesayangan nya harus mengalami kecelakaan yang hebat di luar kota sana. memikirkan bagaimana perasaan keluarga Adam jika Ratu memberitahukan berita ini kepada mereka.


"Kak Adam...aku ga yakin kak Adam harus mengalami ini semua" ucap Ratu dalam tatapan kosongnya meneteskan air mata.


"Kenapa ga aku aja ya allah yang kau berikan cobaan seperti ini hm.." Ratu sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Adam.


Sampai dalam lamunan nya, Ratu berhalusinasi melihat sosok Adam jauh dihadapannya. tapi Ratu nampak tak bergairah melihat sosok bayangan itu.


"Kakak kenapa harus dirawat?" ucap Ratu menatap sosok itu.


"Aku masih mau ketemu kakak"


"Aku takut kehilangan kamu" Ratu masih berbicara dalam kesendiriannya dikala itu.


Tiba-tiba, sebuah bibir hangat mengecup pipi chubbynya. tentu itu membuat Ratu terkejut dan menoleh kesamping kirinya. dan...waw..betapa bahagia nya Ratu melihat sosok yang selama ini dia rindukan, yang selama 30 hari terpisahkan oleh jarak dan keadaan.


Dengan bahagia Ratu memeluk erat sosok Adam, menangis pilu layaknya seorang anak yang sudah dua tahun tak bertemu ayah kandungnya. isak tangis begitu dalam Ratu sampaikan dalam dekapan kakak kelasnya itu.


"Kakak kenapa bohongin aku! kata nya kecelakaan hah..hem..aku takut!!" ucap Ratu sambil menangis dan mencubiti paha Adam yang berada disampingnya.


"Walau mata jauh memandang,


Walau raga terhalang rintang.


Tetap satu nama yang ku akui dihati,


Yaitu Ratu Permata Sari"


Terlontar sebuah bait puisi yang begitu indah dari mulut Adam


Ratu nampak begitu terkesima oleh puisi itu, yang seolah menggambarkan perasaan cinta yang terungkap secara halus, pipi Ratu pun perlahan memerah tanpa sadar.


Lalu Adam tersenyum sambil memeluk adik tercinta nya itu, merasakan kehangatan yang ia rindui dari sosok Ratu Permata Sari. perasaan dan isak tangis mereka saling bertukaran dalam hati yang perlahan tersenyum manis.


"Aku kangen kamu Rat." ucap Adam sambil mencium pucuk kepala Ratu.


"Aku juga kak...aku kangen banget sama kamu" balas Ratu perlahan mengusap airmatanya.


"Ehm..yaudah jangan nangis hehe..malu ah" Adam melepas pelukannya dan ikut mengelap airmatanya.


"Rat...kamu apa kabar?" tanya Adam


"Baik kak hehe.." balas Ratu memandangi heningnya jalanan ditemani hati yang seakan baru terlahir kembali.


"Syukur lah kalo kamu baik-baik aja hehe" sambung Adam.


"Kak Adam gimana disana? sehat aja kan hehe?" tanya Ratu pada Adam.

__ADS_1


"Sehat kok alhamdulilah dek hehe" jawab Adam.


"Oh ya kamu gimana tadi kejuaraan nya? menang kah hehe?" tanya Adam.


"Ehm..menang dong kak, aku peraih mendali terakhir buat sekolah kita, malah jadi penentu kemenangan hehe" jawab Ratu dengan bahagianya.


"Oh ya ? mana mendali nya? coba kakak liat dong" tanya Adam yang nampak ikut bahagia.


"Oh ya ..sebentar ya kak" Dengan sigap Ratu merogoh tasnya dan menunjukan kilauan emas dari mendali yang ia menangkan.



"Tuh kan hehe, gimana? bagus ga?" tanya Ratu dengan senyum manis yang kini terukir kembali setelah melihat kepulangan Adam.


"Wih keren banget sayang, bagus dan berkilau. seperti hati yang sedang merindu namun kini terobati kembali" ucap Adam yang tanpa sengaja melontarkan kata indahnya untuk Ratu.


Disisi lain, Axel memerintahkan Reno, Bila serta Destroy untuk membubarkan diri saja. membiarkan Adam dan Ratu berkeluh resah akan kerinduannya yang selama 30 hari terhalang oleh ruang dan waktu.


"Dah ayo bro, bubaran aja kita besok ketemu ditempat biasa ya" ucap Axel memerintahkan semuanya.


"Ish tapi gw mau pulang bareng Ratu bang!" Reno tentu saja menolak akan perintah itu.


"Siapa sih lu?! ngelawan aja kalo dibilangin!" bentak Axel.


Reno pun langsung terdiam menundukan kepalanya menahan amarah yang nampak tak bisa ia ungkapkan kala itu. akhirnya mereka berlima pun menuju ke parkiran dan pulang secara berbarengan (konvoi).


Kembali ke Ratu dan Adam, setelah asik mengobrol mengobati rindu dari kedua hati mereka. Adam mengajak Ratu makan nasi goreng sejenak di tengah dinginnya malam saat itu.


"Dek pulang sama aku ya? tapi kita makan dulu mau kan?" tanya Adam pada Ratu.


Akhirnya mereka berdua beranjak dari Transm*rt menuju arah pulang, saat melihat tukang nasi goreng tentu Adam menepi sejenak untuk mengisi perut mereka yang keroncongan itu. nampak kebahagiaan terlihat di wajah mereka.


...****************...


Singkat Waktu keesokan harinya, tepatnya pukul 05:50 wib Axel, Dafa, dan Ferdi menunggu di Markas besar mereka.


"Kangen banget gw fer sama markas bersejarah ini haha" tawa Axel sambil berkeliling setiap ruangan.


"Yoi xel bener banget tuh wkwk" sambung Dafa yang sedang meluruskan kaki nya sambil fokus menatap layar ponsel nya.


"Haha yaudah dah sekarang gw senang bre lu dah pada pulang hehe" ucap Ferdi.


Tak berselang lama, terdengar suara motor berhenti didepan markas mereka. ya tentu siapa lagi jika bukan Adam dan Ratu yang baru saja tiba di markas kesayangan mereka itu.


"Assalamualaikum!!" Adam membuka pintu markas itu dan berdiri dengan senyuman manisnya.


"You...abang gw apa kabar hah?!" ucap Ferdi sambil beranjak mendekati ketuanya itu dan langsung memeluk tubuh Adam dengan erat.


Adam pun membalas pelukan dari sahabat dekatnya itu. saling melepas rasa rindu diantara kedua pikiran itu. kini terobati sudah kesendirian Ferdi di sekolah yang sempat membuat nya putus asa waktu itu.


"Baik gw fer baik kok alhamdulila. dah ah jangan begini malu anjir haha" Adam meledek Ferdi sambil mengusap punggungnya.

__ADS_1


"Sorry dam sorry hehe" balas Ferdi.


"Ferdi di tinggal sebulan aja mewek haha, gimana nanti udah lulus bro? kita akan di pisahkan oleh jalur nasibnya masing-masing, dengan kesibukan pribadinya masing-masing" ucap Axel berdiri menghampiri sang ketua nya itu.


"Yang entah akan sesering saat ini kah kita jika ingin bertemu kelak, atau akan selalu terhambat dengan berbagai faktor diluar sana?" Dafa melanjutkan ucapan Axel sambil ikut berdiri menghampiri Axel dan Adam.


"Harapan gw tentunya semoga Destroy akan selalu menjadi keluarga besar yang saling menghargai dan tak kan pernah pecah" jelas Ferdi ikut menghampiri ketiga rekan nya itu.


"Dan selalu bersama, sampai kita menikah, bulan madu bahkan sampai memiliki anak" ucap Ratu yang ikut angkat bicara dan menghampiri keempat seniornya itu.


"Destroy akan selalu hidup, selama di jiwa dan hati kita masih ada rasa untuk menghancurkan dan membela kebenaran. Destroy ga akan pernah mati selama nafas kita masih berhembus." ucap Adam dengan penekanan yang begitu berwibawa.


"Because we are Destroyers!!" teriak mereka berlima dan balik kanan bubar menuju SMK 729.


Setelah mendengar ucapan Adam yang begitu menyerap ke hati, nampak raut wajah yang berbeda terlihat dari wajah Ratu Permata Sari.


Mereka pun beriringan 3 motor dengan perasaan jiwa dan hati yang begitu bersemangat. namun di tengah perjalanan Adam melihat juniornya yang satu kejuruan dengannya sedang berangkat sekolah sambil ngudud (merokok) dengan santainya.


Adam menyalip motor Axel dan Dafa lalu memberhentikan juniornya itu. tanpa aba-aba, Ferdi langsung turun dan meraih rokok itu lalu membuangkan.


"Lu boleh ngerokok dimana pun tempatnya terserah lu!, tapi jangan sesekali lu ngerokok di jalan pake seragam sekolah kiya bangs*t. bikin malu nama sekolah dan jurusan TSM aja lu bodoh!!" emosi Ferdi meledak sambil menarik kerah baju siswa itu.


"Iya bang iya maaf ga akan gw ulangi lagi bang" nampak ketakutan siswa tersebut mendengar bentakan dari Ferdi.


"Sekali lagi gw liat lu begini, pilihannya hanya dua. ruang BK atau lu abis sama kita!" Ferdi mengancam siswa tersebut lalu meninggalkan nya dan kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolah mereka.


Setelah 15 menit menempuh perjalanan, mereka pun turun dan beranjak keluar dari parkiran serentak bersamaan.


Seketika aura kengerian dari mereka seakan menyebar ke berbagai penjuru sekolah hingga membuat para murid memfokuskan pandangannya pada mereka berlima.


Tak lama kemudian nampak pak Roni menghampiri mereka.


"Dam..!" teriak pak Roni memanggil Adam.


"Oh iya pak, ada apa?" Adam menoleh ke arah pak Roni. panggilan itu menghentikan semua langkah kaki para Destroyer.


Bersambung...


Hallo cantik dan tampan para reader and author setia nya Rindu haha.. gimana ada yang kangen sama Rindu? eh sama Adam maksudnya haha...ada yang kangen sosok Adam ga tuh hahaha.


Setelah sebelas episode tanpa kehadiran si tokoh utama hehe, kini kembali sudah lah sosok yang selalu buat aku termotivasi dalam kehidupan real aku.


Siapa lagi kalo bukan Adam Pratama Sanu hehe, sosok yang begitu menginspirasi sih buat Rindu pribadi. aku harap kalian bisa selalu stay and suka dengan karakter Adam di novel ini ya Aamiin...


Oh ya jangan lupa juga baca novel "Cinta Gadis Broken Home" dia lagi sering Up tuh hehe..sekarang aja udah Up lagi, si tokoh utama baru jatuh cinta namun harus terhalang restu dan jarak karena kini dia rela harus pergi jauh ke India untuk...


Ya kalian baca sendiri deh, jangan lupa like dan koment disana ya..gift juga boleh kok hehe..


...****************...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca dilain waktu.

__ADS_1


Share juga boleh ya guys sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......


__ADS_2