Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Sudah Keterlaluan


__ADS_3

*Flashback On.


Flashback di hari yang sama, tepatnya di pukul 06.00 Ratu terbangun setelah perdebatan yang hebat diantara Ratna dan dirinya semalam.


Beranjak sejenak mengumpulkan nyawa yang masih setengah sadar, ia mengambil hape untuk sekedar mengucapkan selamat pagi untuk pangeran yang selalu dihati.


Setelah itu, Ratu melanjutkan aktivitasnya sebelum berangkat Pkl. seperti mandi, sarapan dan prepare pakai baju seragam.


Saat sedang memakai kaos kaki, masuk lah telepon dari Bagas yang menawarkan Ratu untuk berangkat bareng dirinya.


Mengingat dua sejoli itu masih marahan, tentu kesempatan itu tak Bagas sia-sia.


Namun sayangnya Ratu menolak ajakan temannya itu. Ratu masih sadar untuk menjaga perasaan Adam walau mereka belum berbaikan.


"Mom aku berangkat ya?" ucap Ratu.


"Iya nak hati-hati ya cantik" bu Nisa mengecup pucuk kepala anak perawannya itu.


Ratu pun membalasnya dengan mencium punggung tangan kanan bu Nisa, dan segera berangkat karena waktu pun kini tak terasa matahari mulai menampakkan sinarnya.


Singkat cerita, setelah menembus angin pagi dan udara yang belum banyak terkontaminasi debu kendaraan. sampai lah Ratu di parkiran basement hotel tempat ia Pkl.


Nampak Bagas yang dari tadi menunggu kedatangan Ratu pun langsung mematikan rokok yang ia hisap dan mengemut permen mint untuk menghilangkan bau nikotin yang Ratu tak suka pada dasarnya.


"Hey pagi cantik" sapa Bagas.


"Hm.." singkat Ratu tanpa menoleh.


"Oh ya nih gw punya roti buat cemilan lu nanti Rat hehe" sambung Bagas yang tak pantang menyerah, menyodorkan roti yang ia beli sengaja untuk Ratu.


Akhirnya, Ratu yang memang dari semalam sedang kesal dengan Adam pun menerima roti pemberian Bagas itu.


Merasa Bagas lebih perhatian dari Adam, tentu itu sedikit membuka hati Ratu untuk membalas perhatian Bagas selama ini.


"Yaudah makasih ya gas" Ratu mengambil roti itu dan tersenyum manis.


"Ouh my god, sungguh rasa yang tiada tara dapat senyum bidadari di pagi yang cerah ini" begitu lah kira-kira ungkapan bahagia Bagas saat diberi senyuman manis dari Ratu.


"Dah ayo prepare, takut di cariin teh Lia gw nanti" ajak Ratu yang melangkah duluan.


"Yes! haha" ucap Bagas dalam batinnya lalu langsung mengikuti langkah Ratu.


Di dalam, mereka mulai berpisah. kali ini tugas Bagas bergilir di section Laundry.


Dan Ratu terus melangkah menuju markasnya. menaruh tas dan jaketnya.


Lalu segera mengambil troli yang berisikan alat-alat kebersihan yang biasa Ratu gunakan untuk membersihkan room.


"Hey.. sorry guys gw telat hehe" ucap Ratu yang langsung bergabung dengan Lia yang sedang mengajari Mei cara melipat selimut yang benar.


"Jeh si pesek kemana aja kamu baru sampai ih untung pak Tono belum datang. kalau udah mah abis kamu nanti kena omelan" ucap Lia menegaskan sikap Ratu agar tidak diulangi.


"Dia aja yang HRD belum datang hehe" sahut Ratu yang membuat Lia kesal sendiri.


"Hih nyahut aja lu kalau di omong." gerutu Lia.


"Yaudah nih lanjut ajarin si Mei. aku mau ke kamar lain dulu tuh banyak yang belum di rapihin" perintah Lia ke Ratu.


"Siap bos hehe" balas Ratu dan segera menghampiri Mei.


...


...


"Nanti kalau selimut udah, bantal jangan lupa ya Mei. gw mau antar yang kotor ini ke Laundry dulu" tutur Ratu sambil memasukan selimut yang kotor ke troli.


"Oke say" ucap Mei yang fokus merapihkan tempat tidur itu.


Ratu perlahan mendorong troli itu menyusuri lorong menuju section Laundry.


Dan sesampainya di bagian Laundry, kedatangan Ratu langsung disambut manis oleh Bagas.


"Nah gitu dong setoran hehe, jadi ada kerjaan kan gw" celetuk Bagas yang meraih troli itu.


"Iya gas yaudah gw lanjut making bed ya" balas Ratu.


"Iya Ratu" senyum Bagas sambil memperhatikan bumper belakang Ratu yang nampak begitu kencang di balik celana bahannya.


"Aduh sempurna banget sih body dan rupa lu neng" ucap Bagas dalam batin yang mulai melamun jorok tentang kekasih Adam.


Singkat cerita, jam makan siang pun tiba. seperti biasa Ratu mengabari Adam sejenak agar tidak khawatir akan kondisinya yang sering lemas dan sesak nafas jika terlalu kelelahan.


Setelah makan siang selesai. Ratu meminta antar Mei ke salah satu kamar yang baru saja di bersihkan oleh mereka.


Untuk mengambil sapu tangan coklat pemberian Adam yang sepertinya tertinggal dikamar itu.


Berhubung Mei sekalian ingin ke kamar mandi, akhirnya Mei pun bersedia mengantar Ratu.


Namun sayang ketika sampai depan kamar, panggilan alam di perut Mei sudah tak bisa kompromi lagi. alhasil dengan sigap Mei berlari menuju toilet karyawan di ujung lorong.


"Rat sebentar! panggilan alam nih" teriak Mei yang berlari memegangi perutnya.


"Aduh ada-ada aja lu Mei haha" senyum Ratu dan masuk ke kamar itu untuk mencari sapu tangan miliknya.


"Dimana ya tadi terakhir gw pakai?" ucap Ratu bicara sendiri sambil mencari di sela-sela kecil seperti dalam laci, lemari serta area kamar mandi.


Ditengah kesibukan Ratu mencari sapu tangan, datang lah Bagas yang menghampirinya mencoba untuk membantu Ratu.


"Wey nyari apaan lu?" tanya Bagas yang menepuk pundak Ratu.


"Eh lu gas, ini gw lagi nyari sapu tangan coklat pemberian cowok gw" tutur Ratu.

__ADS_1


"Lah lu terakhir lihat dimana? naruh dimana gitu gak ingat?" tanya balik Bagas.


"Kalau gw ingat gak mungkin gw nyariin gas" balas Ratu lagi.


"Oh iya, yaudah gw bantu cari deh" Bagas langsung beranjak menjelajahi setiap sisi ruangan.


"Ok makasih ya. warna coklat strip putih gas sapu tangannya" jelas Ratu sekali lagi dan mulai mencari lagi.


"Iya siap" ucap Bagas yang tanpa Ratu sadari Bagas hanya lah pura-pura sibuk mencari.


Padahal ia hanya berkeliling ruangan sambil mencuri pandang memerhatikan kemolekan tubuh teman sekelasnya itu.


Sampai tanpa sengaja, saat Bagas menarik laci di meja rias nampak lah sapu tangan yang sedang Ratu cari.


Secara diam-diam Bagas mengambil sapu tangan itu dan melemparnya ke bawah tempat tidur dengan segera.


Masih pura-pura membantu Ratu, Bagas terus berkeliling ruangan sambil memperhatikan sekitar pintu kamar yang kosong dari lalu lalang para petugas.


Menutup perlahan pintu itu dengan sangat halus, membulatkan tekad nya untuk melakukan hal yang selalu ia bayang-bayangkan bersama Ratu.


Awalnya ia nampak ragu dan takut dengan konsekuensi yang akan diterima jika melakukan hal senonoh tersebut.


Namun apa daya? melihat kondisi yang memungkinkan serta rayuan setan yang memenuhi otak kotornya, Bagas tetap berencana menyentuh Ratu.


"Rat udah liat kolong tempat tidur belum? kali aja jatuh pas lu nge-vakum tadi" ucap Bagas memulai modusnya.


"Oh iya benar juga lu. gw belum cek disana" ucap Ratu yang polos mengikuti saja saran dari Bagas.


Ratu duduk di lantai dan mulai menoleh ke kolong tempat tidur.


Dan benar saja melihat sapu tangan yang ia cari ternyata berada di kolong kasur, Ratu pun tersenyum lega mengetahui hal itu.


Namun lemparan dari Bagas tadi membuat sapu tangan itu melesat cukup jauh dari pinggir kolong tempat tidur.


Yang mau tidak mau Ratu harus menjangkaunya lebih dalam lagi.


Ia menekuk punggung nya mencoba memasukkan setengah badan nya ke dalam kolong tempat tidur itu.


Saking fokusnya Ratu pada sapu tangannya, ia sampai lupa bahwa ada Bagas disana yang memperhatikan bokongnya dari belakang.


Bagas langsung menelan ludah saat melihat Ratu menung*ging dibawah sana.


Tentu posisi itu membuat bumper belakang Ratu nampak begitu bulat dan kencang jika dilihat dari belakang.


Tanpa pikir panjang lagi Bagas langsung berlutut dan memegang pinggul Ratu dari belakang lalu menggesekkan tonjolan yang mengeras dibawah perutnya walau masih dibalik celana.


"Ehem, padat banget Rat!" ucap Bagas sambil meremas bumper Ratu.


"Aw aduh Bagas lu ngapain woy?!" ucap Ratu yang panik saat tubuhnya bergerak maju mundur akibat pergerakan Bagas.


"Sebentar Rat sumpah gw cinta banget sama lu" modus Bagas di tengah gairah yang semakin memuncak.


"Engga! sebentar aja sayang hey!" ucap Bagas mulai panik takut teriakan Ratu mengundang perhatian banyak orang.


"Gak mau ih awas! brengs*ek lu!!" bentak Ratu yang mulai kesal bercampur pasrah.


"Yeah!" hanya itu yang keluar dari mulut Bagas yang sedang asik menggesekkan pisangnya yang masih terbungkus ke bumper belakang milik Ratu.


Gairah hawa naf*su setan semakin menguasai pikiran dan jiwa Bagas. hingga ia ingin segera menuntaskan hasratnya pada wanita yang ia cintai sejak kejadian pelukan di kereta setahun silam.


"Ayo Rat kita tuntaskan" ucap Bagas yang kepalang naf*su langsung menarik tubuh montok Ratu keluar dari kolong tempat tidur dan memegang kuat celana bahan yang Ratu kenakan.


Berniat melucuti bagian bawah, Bagas malah lengah hingga Ratu berhasil menendang perutnya hingga terpental.


"Rat sebentar aja ayo!" ucap Bagas yang segera mencegah Ratu keluar dari kamar itu.


"Gak mau Bagas ih udah gila lu ya!" sahut Ratu yang panik dan menjauh dari jangkauan Bagas.


"Buruan Rat gw sayang banget sama lu" rayu Bagas untuk menenangkan hati Ratu.


Akhirnya Bagas yang muak dengan sikap bertele-tele nya Ratu pun langsung menerkamnya seperti singa yang sudah kelaparan.


Tapi dengan sigap Ratu meraih vas bunga yang ada disampingnya dan di adu lah kepala Bagas dengan vas bunga keramik itu hingga pecah.


"Awh... ah sakit kepala gw!" ringis Bagas yang memegang dahinya.


Melihat kesempatan itu Ratu langsung bergegas keluar dari kamar itu meninggalkan Bagas di sana dan ia berlari sekencang-kencang nya hingga menyenggol tubuh Lia dan Lita yang kebetulan lewat di ujung lorong.


"Aduh! hey Ratu pelan-pelan dek" teriak Lita yang terkejut.


"Aih kenapa dia?" tanya Lia yang heran.


"Entah, mending samperin yuk? takut terjadi apa-apa" balas Lita yang akhirnya memutuskan untuk memutar balik langkah nya dan mengejar Ratu.


Masuk kedalam toilet wanita. Ratu menangis tersedu menahan air matanya agar tidak menetes.


Merasa dirinya menjadi wanita hina yang sering kali mendapat pelecehan dari laki-laki.


Ia sangat merasa bersalah pada Adam karena tak bisa menjaga diri selagi jauh dari kekasihnya itu.


Alhasil, akibat dari air mata yang tidak menetes pun malah menimbulkan sesak napas yang luar biasa dalam dada Ratu. itu lah mungkin contoh nyata dari "menangis dalam diam".


[Next...]


Kerasnya ketukan dari luar toilet membangun kan Ratu yang tertidur didalam sana selama hampir satu jam lamanya.


Ratu menguatkan diri lalu membasuh muka dan mulai membuka kunci pintu toiletnya.


"Ya Allah Ratu! kamu kenapa?!" Lia yang panik langsung menatap mata Ratu dan mengusap pundaknya.


"Gak apa-apa teh, aku hanya kurang sehat aja tiba-tiba." jawan Ratu.

__ADS_1


"Yaudah dek kamu mau teteh antar pulang yuk?" tanya Lia yang baik hati menawarkan Ratu izin pulang setengah hari.


Ratu hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dan beranjak dengan di rangkul Lia dan Lita di sampingnya.


Nampak Bagas yang memperhatikan Ratu pun tak sengaja berpapasan saling nenatap satu sama lain.


Namun entah karena trauma atau tidak dengannya, tapi saat melihat Bagas tadi Ratu hanya terdiam seperti tak melihat apa-apa.


...


...


Singkat cerita, Ratu sudah dirumah dan istirahat di kasur ternyamannya.


Kejadian tadi membuat Ratu demam dan sesak napas. masih merasa bersalah dan takut untuk bertemu lagi dengan Bagas.


Hingga tak terasa sore semakin menjelang dan bu Nisa yang baru pulang berdagang pun ikut dibuat panik dengan keadaan Ratu yang tiba-tiba ngedrop.


Bu Nisa sudah mencoba mengajak Ratu untuk ke klinik langganannya, tapi dengan suara lemasnya Ratu menolak dengan lembut ajakan dari momy nya itu.


"Ay.. aku butuh kamu" hanya itu yang Ratu ucap kini dalam batinnya.


Memikirkan hal apa yang harus Ratu lakukan kini. jika lapor polisi atau pihak sekolah pasti akan menjelekkan nama sekolahnya, jika bilang pada orang tuanya pasti akan berurusan lebih panjang dan repot.


Jika harus mengadu pada Adam pasti akan kena marah yang luar biasa dari kekasihnya. mengingat Adam yang seorang posesif, tentu Ratu sering takut sendiri dengan bentakan atau ocehan dari Adam jika ia sedang emosi.


Ingin memendam sendiri pun seakan sama saja, hanya akan menjadi beban pikiran dan rasa trauma tersendiri jika melihat sosok Bagas lagi.


Saking lelahnya berpikir dan menahan tangisan yang tak mengeluarkan air mata, Ratu pun sampai tertidur nyenyak dari sore hingga malam.


Tentu hal itu membuat bu Nisa kepikiran perihal apa yang menimpa anak gadisnya.


Ditengah kekhawatiran nya, hanya Adam lah yang terpikirkan oleh bu Nisa untuk dimintai pertolongan.


Mengingat kini pria kidal itu sudah menjadi kekasih anaknya, mungkin saja Adam tau penyebab Ratu seperti ini kenapa.


Mulai dari mengucap salam hingga mengabari kondisi Ratu yang membisu dan mogok makan sedari pulang Pkl.


Adam tak merespon satu pesan pun dari bu Nisa. saking asik nya berkenalan dan PDKT dengan Chery di MeStory membuat Adam tak sadar bahwa calon mertuanya memerlukan dirinya sekarang.


Tak terasa kini pukul 23.50 tiba, Ratu yang terbangun dari tidurnya langsung meraih hape dan memandangi foto Adam yang selalu dijadikan wallpaper.


Rasa rindu yang datang di tambah dengan kejadian buruk yang menimpa Ratu membuatnya kembali bersedih menginginkan Adam disisi nya setiap saat untuk menjaga emosi yang kadang tidak stabil.


Dengan sedikit terpaksa dan setengah yakin, Ratu menelepon Adam yang sedang shift sore.


πŸ“ž"Tut... Tut..."πŸ“ž


πŸ“ž "Iya ada apa?" tanya Adam.


"Aku gak mau Pkl lagi ay.. aku takut" ucap Ratu yang akhirnya meneteskan airmatanya juga karena sudah tak tertahan rasa sedih yang ia alami.


πŸ“ž "Loh kenapa sayang?!" nada Adam terdengar panik dan penuh rasa khawatir.


"Aku dilecehkan ay" ucap Ratu dengan berat hati mengakui hal itu ke Adam.


"Tapi mending sekarang ayang pulang dulu ya jangan kepikiran dulu aku gak mau kamu bahaya di jalan.


"Aku sayang sama ayang, aku butuh kamu ay hm.. hati-hati ya"


Saat mendengar penyataan Ratu, Adam langsung terdiam sejenak dengan tatapan kosong yang begitu tajam.


Mematikan telepon nya dan menggenggam kuat tangan kirinya.


*Flashback Off.


Merasa bersalah karena telah keasikan chat dengan Chery, sampai lupa bahwa kini bu Nisa membutuhkan sosok Adam.


Bahkan Ratu yang dari tadi Adam cuekin pun masih sempat-sempatnya perhatian kepada dirinya.


Sungguh Adam merasa begitu bersalah pada Ratu. ditambah mendengar pengakuan nya barusan.


Membuat Adam serasa benar-benar terpuruk dan hancur dibuatnya.


"Kenapa dam?!" tanya Salim yang panik menghampiri Adam.


"Ada yang nyari masalah sama gw lim huft.." senyum iblis Agam pun terlontar seakan penuh maksud.


...β€’β€’β€’| πŸ’”Introvert Berjiwa Ganda Season 2πŸ’” |β€’β€’β€’...


Sepulangnya Adam kerja, dirumah Adam langsung dibuat fokus oleh sms Ratu yang menceritakan kronologi detail dari kejadian yang menimpanya tadi siang.


Semakin pecah lah emosi Agam saat membaca sms itu. dengan penuh dendam yang membara Agam duduk bersandar di kasur lantainya.


Memikirkan bagaimana cara membalas perbuatan setan baj*ingan brengse*k seperti Bagas.


Mengadu pada pihak sekolah? melapor pihak berwajib? atau...


Entah lah ditengah dilema nya malam itu, Agam mencoba menahan ngantuknya dengan beranjak menyeduh kopi hitam didapur.


Segelas dua gelas serasa kurang untuk meringankan isi kepala Agam.


Tak main-main Agam bolak balik menyeduh kopi hingga tujuh sachet kopi pak Anwar pun habis sendiri olehnya untuk menemani malam yang penuh dendam.


Singkat cerita pagi pun tiba, tepatnya pukul 07.00 Agam bersiap mandi walau harus melawan rasa tidak enak badan dan masuk angin akibat semalaman tidak tidur hanya karena memikirkan kondisi kekasihnya.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...See you on the next episode...πŸŽ‰πŸ‘...

__ADS_1


__ADS_2