
Keesokan hari nya di BC (BaseCamp) Uks, Axel, Ratu, Dafa, dan Ferdi sudah mengumpul seperti biasa. mereka menunggu Adam yang tak kunjung datang yang padahal Dua Puluh menit lagi bel masuk sekolah akan berbunyi yang menandakan pelajaran akan segera dimulai.
"Ih kak Adam mana sih kak? tumben banget belum dateng ehm.." ucap Ratu nampak risih sambil melihat ke arah gerbang sekolah menunggu Adam yang tak kunjung datang.
"Sabar rat, dia emang sering telat wkwkwk" tawa Axel sambil menjelaskan kebiasaan Adam.
"Iya tumben aja gitu kak ehm.." Ratu masih nampak risau tak tenang hati memikirkan Adam.
Tak selang lama Adam pun nampak mulai terlihat berjalan dari arah gerbang sekolah menuju mereka berempat. saat bertemu mereka Adam menyapa seperti biasa, nampak seperti tidak ada apa apa.
"Woy..kemana aja lu baru datang, noh Adik lu si Ratu nungguin dari tadi wkwk" ucap Axel meledek Adam.
"Uh kesian adik aku hehe maaf ya dek hehe, Gw naik angkot xel tadi atau mungkin untuk beberapa hari kedepan tetap naik angkot dulu sementara." ucap Adam coba menjelaskan ke teman temannya.
"Lah kenapa lu?" Ferdi bertanya dengan nada penuh rasa penasaran.
"Gw lagi ga bisa bawa motor dulu hehe" ucap Adam sambil senyum senyum.
"Lah motor lu kenapa dam hah ngapa lu coba cerita?" Dafa nampak panik bertanya.
Adam yang sedari tadi menyembunyikan tangan kanan nya di balik badan pun sempat membuat Ratu curiga dengan apa yang Adam sembunyikan. tanpa basa basi Ratu langsung menarik tangan kanan Adam dari belakang tubuhnya walau Adam sempat menolak namun Adam tak mampu banyak mengelak.
"Eh eh..apaan sih Ratu hey!" ucap Adam panik saat Ratu menarik tangannya yang dari tadi disembunyikan dibalik badannya.
Dan saat tangan kanan Adam nampak, betapa kaget dan syok nya mereka berempat ketika melihat telapak tangan Adam penuh dengan luka lubang lubang kecil dan beberapa sayatan tajam yang masih basah oleh darah segarnya Adam.
"Ya ampun dam dam tol*l lu ga ilang ilang anj*r udeh mau lulus sekolah juga !" ucap Axel dengan nada tinggi namun nampak biasa saja karna memang Destroy sudah paham dengan sikap Adam yang sering menyakiti dirinya sendiri saat dia stress ataupun tertekan.
Namun untuk sososk Ratu yang pertama kali melihat kakak kelasnya yang terluka itu pun membuat hatinya sangat sedih dan terpukul.
"Ini kenapa ga di obatin kak?" tanya Ratu dengan mata yang mulai berkaca kaca berlinang airmata tak kuasa menahan tangisannya.
"Ehm..di rumah aku ga ada kotak P3K rat hehe" Adam tertawa seperti tanpa ada rasa sakit.
"Yaudah duduk lu, biar kita ambilin P3K di dalam(Uks)." ucap Ferdi sambil beranjak ke ruang Uks.
Ratu pun menuntun Adam duduk di kursi depan Uks. setelah Ferdi kembali dan memberikan kain kasa, obat merah dan alkohol. Ratu langsung meraihnya dari tangan Ferdi dan membasuh membersihkan luka Adam dengan penuh perhatian dan kasih sayang,
Adam hanya mampu tersenyum melihat kebaikan Ratu yang menurut Adam ini sudah lebih dari hubungan Adik Kakak, namun Adam masih tak berani menanyakan apa lagi membahas tentang perasaan Ratu ke Adam, begitupun sebaliknya.
"Sekarang enak ya hehe di Destroy ada bagian kesehatan wkwk" ucap Axel yang mulai memperhatikan Ratu juga sedari tadi.
__ADS_1
"Betul tuh haha" sambung Ferdi.
"Ehm..bisa aja kalian hehe" balas Ratu dengan senyum manis nya.
"By the way emang kenapa kak kamu bisa sampai begini tangan nya?
tanya Ratu penuh rasa khawatir bercampur penasaran sambil menyiapkan kain kasa untuk membungkus luka Adam.
"Eh eh kok manggil nya udah aku kamu sih hah?" ucap Dafa memotong pembicaraan Ratu.
"Lah emang kenapa sih lu haha ga senang amat kek nya ya dek" ucap Adam memberi pembelaan pada Ratu.
"Ke kita semua juga kali manggilnya aku kamu ya dam ya ya ya haha" ucap Axel yang sangat berharap meminta izin ke Adam.
"Ga perlu lah ke kalian mah haha" sambung Adam.
"Hey..jawab" lanjut Ratu sambil menepuk paha Adam dan melanjutkan mengolesi obat merah ke luka Adam lalu perlahan melilitnya menggunakan kain kasa.
"Iya dam emang kenapa tuh tangan? abis ngelawan Power Ranger atau apa haha?" sambung Ferdi yang ikut penasaran.
"Jadi begini lay lay dan adik ku sayang hehe, kemarin biasa lah nyokap gw marah dan ya.." Adam menghela nafas panjang yang membuat Destroy paham dengan apa yang terjadi pada Adam walau Adam sendiri belum menjelaskannya pada mereka karena memang mereka bertiga sudah berteman hampir tiga tahun oleh Adam yang tentu saja sudah tidak aneh dengan kejadian seperti ini.
Adam lanjut menceritakan kejadian kemarin malam di kamar nya bahwa kemaren saat dia dimaki habis habisan oleh mamahnya, Adam tak bisa mengontrol emosi nya sehingga..
Dikamar Adam kemarin malam mereka (Adam dan Agam) lagi lagi berdebat hebat, yang membuat Agam nekat kembali untuk melukai dirinya sendiri dengan maksud agar tenang dari semua beban dan tekanan yang selalu di berikan mamahnya Adam sekalipun itu karena hal sepele.
"udah Gam cukup woi!" ucap batin Adam melarang Agam yang sedang mengambil sesuatu di laci lemarinya.
"Sekali lagi gw bilang sama lu dam gw ga peduli! gw udah muak punya orang tua kek dia ! yang selalu nyakitin gw hanya karena hal sepele lu ngerti ga perasaan gw hah?!" teriak Agam dengan penuh emosi sambil mengambil paku payung dan meremasnya di tangan kanan Adam.
Tentu Adam teriak kesakitan luar biasa karena paku payung itu menancap di telapak tangannya karena genggaman yang makin kuat dari Agam. namun Agam tidak peduli sedikit pun dengan Rasa sakit yang Adam rasakan.
Karena pada dasarnya, Agam hadir saat Adam tersakiti baik itu fisik maupun hatinya. dengan kata lain semakin Adam merasa kesakitan, maka semakin besar jiwa Agam hadir menguasai tubuh dan jiwa Adam.
Namun sebaliknya, semakin Adam mampu mengontrol emosi dan rasa sakitnya, semakin kuat dia untuk menahan jiwa Agam yang selalu bertekad menguasai tubuh dan jiwanya.
Tak henti sampai di sana, Agam mengambil silet cukur di lemarinya dan meremasnya kembali di barengi paku payung yang masih menancap di telapak tangan kanannya sedari tadi, aliran darah pun tak terhindarkan perlahan menetes darah segar dari tangan kanan Adam yang membuat nya semakin meringis kesakitan.
Tapi Adam tak tak mau kalah oleh siksaan yang di berikan Agam padanya, sekuat hati dan pikiran Adam memfokuskan nya pada ketenangan hatinya, mencoba menahan semua emosi dan rasa sakit yang Adam rasakan hingga akhirnya perlahan jiwa Agam memudar berganti menjadi jiwa Adam yang sudah tak mampu menahan rasa sakit sampai dia pun harus lemas tak sadarkan diri di kamarnya.
Hingga sadar sadar pagi pun tiba, Adam kaget melihat ceceran darah berantakan di lantai nya. Adam kembali kaget melihat telapak tangan kanan nya yang sudah penuh luka sayatan karena silet itu dan lubang lubang kecil karena tancapan paku payung.
__ADS_1
"Ya ampun Agam lu keterlaluan anj*r." ucap Adam melemas merenungi hidupnya yang kenapa sampai sekarang Adam harus memiliki dua jiwa dalam tubuhnya, yang membuatnya harus berganti jiwa tanpa sadar menyiksa batin,pikiran bahkan raganya.
Adam pun prepare sekolah perlahan sambil menutupi tangan kanannya dari orang rumah hingga sesampainya disekolah..
"Flashback off"
Ratu yang mendengar penjelasan Adam itu pun kesal dan langsung mencubit paha Adam dengan keras.
"Aw..aduh aduh Ratu sakit woy" teriak Adam sambil mengusap pahanya.
"Ya kamu yang apa apaan? nyakitin diri sendiri sok pakai paku dan silet biar apa hah? biar keliatan hebat gitu hah? aku ga suka kamu begitu kak jangan sok jagoan deh ah ngeselin tau ga kamu" ucap Ratu ngomelin Adam.
Adam hanya memperhatikan wajah berjerawat Ratu di tengah omelan nya. yang makin cantik imut saat sedang marah.
"Ya ampun bawel banget sih kamu dek hehe makin cantik loh tuh wajah haha, perhatian banget kamu dari semua cewek yang aku kenal..hm..makasih ya" ucap Adam terharu dalam batin nya.
"Ya ma..maaf rat" ucap Adam yang belum selesai bicara namun sudah di potong Ratu kembali.
"Bodo ah pokoknya kesel aku kalo kamu begitu terus mah kak, orang perhatian tapi kamu malah begitu" belum selesai Ratu bicara Adam langsung menahan bibir tebal berbalut warna pink muda Ratu itu dengan jari telunjuk Adam.
"Hust...perhatian banget sih kamu..bikin kakak makin nyaman aja dekat denganmu tau ga ehm?" Adam menggeser duduknya hingga menempel dengan tubuh Ratu duduk bersebelahan dengan wajah saling tatap berhadapan.
Ratu seketika diam tak bergerak melihat Adam sedekat itu dengan dirinya.
"Aduh kok kencang banget sih nih jantung berdetak nya hih Ratu lu kenapa" ucap Ratu dalam batinnya.
"Nah udah diem ya jangan marah lagi hehe" ucap Adam yang masih menempelkan jari telunjuknya di bibir Ratu.
Adam dan Ratu saling bertatap mata begitu dengan dekat, saling memandang satu sama lain khususnya Ratu yang mengagumi bola mata coklat Adam yang begitu indah baginya.
Perlahan Adam memberanikan diri mendekati bibir Ratu yang sangat seksi itu. batin Ratu pun makin berdebar tak karuan membayangkan apakah Adam berani melakukan itu.
"Aduh aduh Ratu bagaimana ini Kak Adam ingin ehem..aduh ehm.." ucap batin Ratu resah berdebar bercampur rasa deg deg'an.
Adam semakin mendekati bibir Ratu, Destroy yang sedang di situ pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain seakan tahu petingginya ingin melakukan apa haha..
Dan tanpa sadar Adam pun langsung...
Bersambung...
Uhuk uhuk..Adam mulai nakal ya bun hm mau ngapain tuh dia haha..tunggu kelanjutan nya ya reader and author yang tampan dan cantik membahana.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
See you on the next episode...