Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Melepas Status Jomblo


__ADS_3

"Itu Ratu minta di suapin tuh sama kamu bang" Ucap bu Nisa.


"Iya mah sebentar ya" Balas Adam dan melepas jaketnya lalu duduk memegang piring yang tentu saja berisi kan lauk pauk sederhana ala rumah sakit.


"Ayo sayang makan dulu" Ucap Adam tersenyum.


"Aaahhh gak mau ay, aku mau kebab" Ucap Ratu yang malah memajukan bibirnya merajuk.


"Jeh kok minta kebab sih hehe" Ucap Adam yang terkejut.


"Ya sabar ay, kan kamu lagi sakit masa minta makan kebab hehe. sekarang kamu makan dulu yang tersedia di sini sampai nanti sembuh baru aku turutin makanan kesukaan mu ya" Rayu Adam sambil menaikkan kedua alisnya.


"Benar ya?" Ratu nampak girang mendengar hal itu.


"Iya sayang" Ucap Adam.


Setelah mendengar rayuan suaminya, Ratu pun makan dengan sangat lahap walau lidahnya masih terasa sedikit hambar.


"Nyam ... nyam" Ratu tersenyum manis sambil menggoyangkan kepalanya.a


"Enak?" Ucap Adam.


"Enak lah kan dari tangan ayang haha" Jawab Ratu.


Ditengah keromantisan itu, tiba-tiba Ratu mempertanyakan hal yang membuat Adam terdiam seketika.


"Ay kapan kita bisa pulang?" Ucap nya sambil mengunyah.


"Ay ... ?"


"Ayang ih kok bengong!" Gertak Ratu sambil menepuk lengan suaminya.


"Eh ya Allah astagfirullah ... maaf ay hehe" Ucap Adam yang tersadar.


"Aaaaa lagi" Pinta Ratu.


Adam kembali menyuapi istrinya.


"Kapan pulang ay? kok malah bengong kamu?" Tanya Ratu kembali.


"Udah jujur aja Gam" Ucap batin Adam.


"Engga, jangan dulu Dam. gw gak sanggup kalau liat istri lu harus ikut kepikiran tentang biaya rumah sakit. udah biarin gw yang jawab" Ucap Agam.


"Ehm ya nanti sayang dua atau tiga hari lagi ya biar kamu benar-benar pulih hehe" Ucap Agam.


"Um kan biaya nya makin nambah ay tiap nginap semalam di sini" Sahut Ratu yang mengerti kondisi keuangan suaminya.


"Apa sih yang engga buat istri ku? semua udah aku yang urus" Ucap Agam sambil menaruh piring yang sudah kosong.


"Makasih pangeran ku" Ucap Ratu sambil melebarkan kedua tangan nya.


Agam yang mengerti pun langsung memberi pelukan hangat untuk istrinya.


"Uhm sayang ayang" Ucap manja Ratu.


"Hehe i need you in my life honey" Ucap Agam sambil mengecup pucuk kepala Ratu.


"Maaf kami bohongi kamu lagi ya Rat" Ucap Agam dalam hati yang sebenarnya juga tidak tega berbohong pada Ratu.


Tapi mau bagaimana pun logika Agam tetap tidak bisa jujur akan masalah biaya rumah sakit ke Ratu, karena ia sekali lagi tak mau jika Ratu harus stress karena hal itu.


Akhirnya Agam hanya bisa memeluk erat Ratu untuk mengungkapkan kesedihan hatinya.


Singkat cerita setelah Ratu tertidur, Agam kembali terdiam di lorong rumah sakit memikirkan bagaimana ia dapat uang sebesar itu dalam waktu dekat ini.


"Aduh gimana nih dapat uang segitu banyaknya" Agam mengepalkan kedua tangannya.


Namun seketika dia terdiam memikirkan satu ide yang terlintas di otaknya.


"Hm ... mungkin itu cara terbaik ya" Ucap nya dengan tatapan kosong yang begitu tajam.


...•••🤵🏻 IBG Season 3 'Setelah Nikah'👰🏻•••...


Keesokan harinya, tepatnya di kediaman Ferdi. kini ia sengaja mengambil libur sehari untuk mengencani seseorang.


Setelah selesai mandi, dirinya langsung bersiap dengan style sederhana ala Destroyer.


Memakai jean's, kaos dan jaket serta menata rambut dengan minyak rambut.


"Nah sip lah gantengan kan gw kalau begini haha" Ucap nya yang memuji diri sendiri.


"Mah Edi berangkat ya assalamualaikum" Ucap nya sambil memakai helm.


"Iya hati-hati yo dek" Balas sang Ibu.


Dan akhirnya Ferdi pun gas on the way menuju arah rumah Ratu.


Ya, siapa lagi yang sedang ia dekati jika bukan Tia. dirinya sengaja libur untuk mengantar Tia dan ibunya ke pasar hari ini karena sudah janjian.


Hati yang begitu deg-deg serr pun terus mengiringi perjalanan nya menuju rumah Tia.


Mengingat karena Ferdi sudah lama sekali tak mendekati wanita setelah terakhir kali lulus SMK.


Singkat cerita, sampailah Ferdi di rumah Tia. mengucap salam sambil mengetuk pintu rumah.


"Walaikumsalam sebentar" Terdengar suara wanita dari dalam.


Dan saat di buka...


"Eh iya ada apa cari siapa ya?" Ucap ibu nya Tia.


"Eh ibu ..." Ferdi langsung meraih tangan kanan nya dan mengecup nya sambil menundukan kepala.


"Saya Ferdi bu, teman nya Tia. saya juga yang belakangan ini sering jalan sama Tia untuk bolak balik jenguk Ratu" Dengan berani nya Ferdi mengenalkan dirinya.


"Ehm nak Ferdi toh hehe iya-iya Tia udah cerita sedikit kok tentang kamu. kamu mau nganter kita ke pasar ya?" Ucap ibu Tia yang ternyata begitu welcome menyambut Ferdi.


"Betul bu" Sahut Ferdi.


"Yaudah duduk dulu ya Ferdi, Tia nya lagi make up hehe sebentar" ibu Tia pun beranjak kedalam.


"Neng ... si aa geus datang tah (Neng ... si aa udah datang tuh)" Terdengar teriakkan sang ibu memanggil anak gadisnya.


Sambil menunggu Tia, tak lupa Ferdi mengabari Axel bahwa dirinya datang agak telat ke rumah sakit karena mau ngantar sang camer ke pasar.


"Nunggu lama ya kak?" Ucap Tia yang sudah di depan Ferdi.


"Subhanallah cantiknya ciptaan mu tuhan" Puji Ferdi yang terpukau dengan penampilan Tia hari ini.

__ADS_1


"Hey kok bengong?" Tanya Tia yang heran.


"Cantik banget lu sumpah" Ucap Ferdi yang keceplosan.


"Hah apaan sih gombal nya baku banget heh" Balas Tia dengan pipi yang sedikit memerah.


"Eh engga maksudnya ini tanaman depan teras lu cantik-cantik haha" Ferdi coba mengalihkan pembicaraan.


"Tanamannya doang yang cantik, gw nya engga gitu nih hah?" Ucap Tia yang meledek sambil memutar kedua bola matanya.


"Lu nya mah sempurna" Ucap Ferdi sambil menatap dalam wajah manis Tia.


Mendengar dan melihat ketulusan yang terpancar di mata Ferdi, Tia pun tersenyum manis mengetahui hal itu.


"Hey udah saling tatap tatapan ya haha, ayo berangkat" Ucap sang ibu sambil menepuk sebelah pundak Tia dan Ferdi.


"Eh bu maaf-maaf hehe" Ucap Ferdi setelah moment manis barusan terganggu oleh kedatangan si ibu.


"Hehe dasar" Ucap Tia.


"Yuk berangkat" Sang ibu pun mulai menghidupkan mesin motor nya.


"Kalian boncengan, ibu bawa motor sendiri ya. biar kalian bisa langsung ke rumah sakit jenguk Ratu nanti pulang dari pasar." Perintah sang Ibu.


"Siap bu" Jawab Tia.


Singkat cerita mereka bertiga yang konvoi dua motor pun mulai menyusuri jalan ke pasar terdekat.


Setelah 15 menit berkendara, sampai lah mereka di pasar tradisional.


"Bu aku mau makan ketoprak dulu ya di depan" Ucap Tia.


"Yaudah gih sekalian ajak Ferdi tuh ya. ibu mau ke dalam dulu belanja" Sahut si ibu.


"Oke bu makasih. ayo kak" Ucap Tia yang berjalan duluan lalu di susul oleh Ferdi.


"Pak ketoprak dua ya gak pedas" Ucap Tia dengan senyum yang terus menghiasi wajah nya.


Akhirnya mereka berdua pun sarapan ketoprak bersama di depan pasar. sungguh keromantisan sederhana namun berkesan dalam hidup.


Beberapa menit kemudian, setelah selesai sarapan kini mereka berdua duduk di bawah pohon rindang sekitar pasar. mengobrol sambil menunggu sang ibu kembali, mereka berdua terlihat semakin akrab satu sama lain.


"Hahah iya? lagi kenapa dah lu mau masuk Destroy juga Ti, kan lu cewek tulen loh ya haha" Ucap Ferdi.


"Ya gak apa kak, kayak awalnya itu gw tertarik karena kak Ratu ikut kan. gw juga suka tantangan sama kaya dia. dan ya kebetulan waktu itu kak Axel ngajakin gw." Tutur Tia.


"Katanya dia alumni 729, ya gw percaya lah untuk masuk genk nya. hitung-hitung sekalian kumpul sama kalian para alumni akademik terhebat kan haha" Sambung Tia.


"Bisa aja lu haha" Jawab Ferdi.


"Eh serius kalian hebat loh dalam akademik. waktu itu kak Adam sama siapa tuh yang pernah ikut lomba ke luar daerah ya?" Ucap Tia.


"Sama Dafa tuh dia" Jawab Ferdi.


"Nah itu dia. hebat loh anak SMK terpilih untuk lomba di kategori mahasiswa hehe" Sambung Tia yang terus memuji para Destroy.


"Iya deh makasih haha" Ucap Ferdi.


Setelah di rasa waktu yang pas, Ferdi dengan perlahan dan sedikit gugup mulai berbicara serius.


"Ehm Tia, gw mau jujur nih" Ucap Ferdi.


"Biasa aja dong muka lu nya haha" Ferdi langsung mengusap wajah Tia.


"Ih kata lu mau jujur ya gw dengerin lah oneng haha" Sahut Tia yang tidak mau salah.


"Ya gak begitu juga muka nya haha" Ucap Ferdi.


"Yaudah-yaudah mau ngomong apa kakak ku terseyeng haha" Ledek Tia.


"Dari awal gw melihat lu gabung ke Destroy, gw udah rasa senang Ti bisa dekat dengan lu" Ferdi mencoba menuturkan apa yang mengganjal di hatinya.


"Heem terus?" Tia mulai serius kembali mendengarkan.


"Makin lama makin hari, timbul rasa yang ingin lebih dari sekedar teman, sahabat ataupun junior dek" Sambung Ferdi.


"Yes lalu?" Tia kembali menatap mata Ferdi.


"Gw sayang dan cinta sama lu Ti" Ferdi memberanikan diri meraih satu tangan Tia.


"Lu bersedia gak untuk jadi kekasih hati gw dan yang insyaallah akan jadi istri gw kelak?" Sambung Ferdi sambil memegang tangan Tia.


"Kenapa lu bisa jatuh hati sama gw? ada Eka atau mungkin wanita lain di luar sana yang lebih baik dari gw kak" Jawab Tia merendah.


"Entah. karena Adam pernah bilang cinta tulus itu datang tanpa alasan" Ucap Ferdi.


"Kalau gw bilang cinta karena lu cantik, suatu saat cantik lu memudar ya berarti cinta gw selesai. kalau gw bilang cinta karena hati gw nyaman, jika suatu saat gw bosan maka itu akan berakhir" Tutur Ferdi dengan penghayatan.


"Gw kira awal nya itu salah, tapi setelah bertemu lu ternyata perkataan Adam benar. dan sekarang gw jatuh hati sama lu Tia, tanpa alasan" Ucap Ferdi.


"Waw ... jujur gw merinding dengar penjelasan lu kak hehe" Ucap Tia.


"Jadi gimana jawaban lu? mau gak jadi kekasih gw?" Sambung Ferdi meminta kepastian.


"Maaf kak gw gak bisa" Ucap Tia yang membuat ekspresi wajah Ferdi berubah seketika.


"Kenapa? gw jelek ya dek? gak good looking atau good rekening?" Wajah Ferdi langsung down dalam hitungan detik.


"Gak bisa nolak kamu maksudnya" Sambung Tia dengan senyum manisnya.


"Jadi? kamu terima? kita resmi pacaran nih?" Ucap Ferdi yang kegirangan.


"Bisa di bilang begitu hehe" Jawab Tia dengan santai nya.


"Yes ... !" Teriak Ferdi.


"Yes makasih ya Tia udah nerima cinta aku" Dengan refleks Ferdi meraih tubuh Tia dan memeluknya.


"Upss ... !" Tia terkejut saat tubuhnya tiba-tiba di dekap hangat oleh seniornya sendiri.


"Ish ... kak malu ih ini tempat umum wey" Tia sedikit memberontak.


"Oh iya lupa haha" Ferdi pun melepas pelukannya dan malah saling salah tingkah sendiri.


"Hehe iya gak apa" Jawab Tia.


Kebahagiaan mereka pun semakin berlanjut saat melihat ibu Tia sudah selesai belanja dan sedang menghampiri mereka berdua.


"Tuh ibu hehe" Ucap Ferdi yang memberitahu Tia.

__ADS_1


Tapi sayangnya, senyum mereka harus pudar saat seorang jambret bertopeng berlari dan merampas tas kecil yang sedang di pegang oleh ibu Tia.


"Aaaaa ... maling, rampok jambret tolong ... !" Teriak bu Tia yang panik histeris.


Tanpa mempedulikan anaknya, Ferdi langsung berlari mengejar si jambret.


Melihat sebatang kayu balok yang tergeletak, Ferdi pun tak menyia-nyia kan kesempatan.


Dengan segera ia membawa balok itu dan melemparnya yang tepat mengenai pundak si jambret hingga membuatnya terjungkal.


"Mau lari kemana lu hah?" Ucap Ferdi yang berusaha minta baik-baik tas milik calon mertuanya.


Namun si jambret malah menyiapkan kuda-kuda yang nampak tak asing bagi Ferdi.


Hingga tanpa drama lagi mereka berdua pun beradu mekanik menggunakan tangan kosong.


Serangan demi tendangan pun mereka lontarkan satu sama lain, namun sayang tubuh Ferdi yang lebih kecil dari si jambret harus rela di banting ke tumpukan peti bekas telur di pinggiran pasar.


"Gubrak ... !"


"Ah njir sakit" Ferdi meringis sambil memegangi punggungnya.


"Kak Ferdi!" Teriak Tia yang khawatir.


"Tolong ... tolong ...!" Teriak bu Tia meminta bantuan namun belum ada yang menyadarinya.


Melihat kesempatan itu, si jambret pun dengan sigap kembali lari untuk menjauh.


"Mau kemana lu monyet ... !" Gertak Ferdi yang langsung beranjak untuk mengejar si jambret kembali.


Mengambil balok besar yang sempat terpental tadi, dan dengan emosi yang meledak Ferdi menghantam paha kiri si jambret dengan batang balok itu dan...


"Blleetak tlak" Suara patahan balok.


Bagaikan menghantam batang besi, balok yang mengenai paha si jambret pun sampai patah di buatnya.


Hingga seperti orang-orangan sawah yang rubuh, si jambret pun langsung terkapar lemah tak berdaya.


"Aaarggfh" Ringis pelan si jambret sambil memegangi kaki kirinya yang terasa ngilu.


"M4mpus lu" Teriak Ferdi yang tersungkur.


"Wey maling wey!"


"Jambret noh woy ayo cepat!!!"


Akhirnya para pedagang yang baru menyadari kejadian itu pun langsung bergegas menghampiri si jambret.


Melihat delapan orang yang siap mengeroyok dirinya, si jambret pun tentu tidak tinggal diam.


Dia langsung memaksa kan kaki nya untuk berlari walau tengah pincang melanda.


Bagaikan di kejar anjing, si jambret apruk-apruk'an ke tengah kebun walau dengan kaki yang pincang sebelah.


"Maling ... jambret"


Para warga masih semangat memburu jambret itu.


Saat Ferdi kembali bangkit untuk mengejarnya, dengan segera tangan Tia memegang kuat lengan Ferdi.


"Udah kak cukup, aku gak mau kamu kenapa napa sayang" Tia pun langsung memeluk tubuh Ferdi dengan mata yang berkaca-kaca.


Melihat kekasihnya yang begitu khawatir, Ferdi pun akhirnya menuruti permintaan Tia untuk berhenti mengejar si jambret.


Ferdi melepas pelukan kekasihnya untuk mengambil tas kecil yang sempat terlempar dari genggaman si jambret.


"Nih bu cek dulu isinya, aman kan?" Ucap Ferdi sambil menyodorkan tas kecil itu ke bu Tia.


"Wah alhamdulilah ya Allah masih lengkap isi nya nak Ferdi. terima kasih banyak ya ganteng haduh ibu jadi lega" Ucap bu Tia.


"Yaudah sekarang kita pulang yuk nak, Tia nanti obatin Ferdi ya di rumah" Ucap bu Tia sambil merangkul Ferdi menuju parkiran.


"Ayo kak hati-hati" Tia pun ikut menuntun nya.


...•••🤵🏻 IBG Season 3 'Setelah Nikah'👰🏻•••...


Kembali ke si jambret, ia pun akhirnya berhasil lolos dengan bersembunyi di rumah kosong sekitaran kebun tadi.


"Huft ... huft ... selamat" Ucap si jambret yang tergeletak di lantai kotor rumah itu.


Namun tiba-tiba ia menangis histeris menyesali perbuatan.


"Ehm ya Allah kenapa hamba sehina ini ya Allah ehm hiks-hiks." Ucap si jambret.


"Maafkan hamba ya Allah gusti nu agung" Ia pun memaksakan kaki nya untuk bisa bersujud.


Setelah menyandarkan tubuhnya, si jambret pun membuka topengnya dan yang ternyata itu adalah Agam yang berhasil menguasai raganya sendiri.


"Kenapa gw ngelakuin ini semua BEGO!!" Teriak Adam yang menyesali perbuatan hina kembaran.


"Niat gw bantu lu Dam!" Gertak Agam yang kesal karena niat nya membantu kok malah di salahkan.


"Ya tapi gak kriminal juga anjing. lu udah ngeluka'in sahabat gw Gam. ngertiin perasaan gw gak sih lu ah!" Teriak Adam.


"Ssssttt.. ah aw" Ringisnya saat paha kirinya di gerakan.


Dengan perlahan Adam menurunkan celana trainingnya untuk mengecek keadaan kakinya.


Dan betapa di buat terkejutnya Adam saat melihat lebam yang begitu merah membiru menyelimuti paha atas sebelah kirinya.


Adam pun kembali menangis saat menyentuh pahanya pakai jari telunjuk nya saja pun ia merasakan ngilu yang luar biasa sakitnya seakan tembus ke dalam tulang.


Hati dan pikiran nya semakin down seketika memikirkan apakah ini hanya bengkak sementara atau lumpuh karena patah tulang.


"Ah .. ya Allah tolong bantu hamba untuk berjalan ke rumah sakit ya Allah" Ucap Adam yang berusaha berganti baju sejenak dengan baju yang sudah ia siapkan di tas ranselnya.


"Gebruk!" Tubuh Adam kembali terjatuh saking tak kuatnya untuk berdiri.


"Allahu akbar ... kuatkan hamba ya Allah" Mata Adam berkaca-kaca merasakan penderitaan yang begitu menyiksa kaki kirinya.


Ia pun kembali menangis menyesali perbuatannya, karena seumur-umur ia tak pernah melakukan tindak kriminal.


Namun karena keadaan yang mendesak menekan jiwa Agam semakin kuat hingga berani melakukan hal sekeji itu.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2