Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Obrolan Wanita


__ADS_3

"Ya awal nya aku kira kan sakit ya teh, tapi emang sakit sih teh hehe" Jawab Ratu bercanda.


"Ya pasti sakit Rat nama nya juga di jebol kan" Ucap Oge.


"Iya selaput dara kita sobek" Sambung Nana sambil menoleh ke Septi yang statusnya juga sudah bersuami, sama seperti Ratu dan Oge.


"Tapi lama kelamaan enak ya Rat hihi? geli-geli gimana gitu kan" Sambung Kiana.


"Lebih ke arah nikmat sih teh haha" Balas Ratu kembali.


"Eh by the way besar gak ukuran suami mu Rat hehe?" Tanya Nana dengan wajah penasaran.


Tak mau ukuran pisang suaminya di ketahui para ladies, tentu saja Ratu mencoba mengalihkan obrolan agar tak menjawab pertanyaan itu.


"Ish apa sih teh Nana nanya ukuran ya aku mana tau, kan aku gak bawa penggaris pas melakukan itu teh" Sahut Ratu.


"Eh tapi setau aku nih ya, kalau dengar-dengar dari yang udah nikah lama. cara pengen tau sebesar apa punya suami kita itu cara nya di kul um loh" Celetuk Kiana.


"Hah maksudnya gimana?" Tanya Nana dengan alis yang terangkat sebelah


"Ya di masukin ke mulut kita hihi, kalau pisang nya masuk semua ke mulut berarti standar ukurannya" Ucap Kiana yang sok tau.


"Kalau hanya setengah atau gak masuk semua?" Respon Oge yang ikut kepo.


"Berarti besar dong ukuran suami mu Ge" Sahut Kiana.


"Bener kan Sep?" Tanya Kiana.


"Iya betul Kiana haha ngerti banget ya kamu kalau soal begituan hihi" Jawab Septi yang tersenyum.


"Lah terus kalau itu nya keluar gimana teh?" Tanya Ratu yang terlintas lagi mengingat betapa menjijikan nya cairan hina yang menetes ketangannya semalam.


"Ya itu terserah kamu mau di telan bisa karena baik untuk awet muda kan sumber protein tinggi itu, atau mau di buang juga silahkan" Tutur Septi.


"Tapi biasanya cowok mah pengennya kita telan ya Sep itunya?" Jawab Kiana.


"Yups, pastinya haha dan yang pasti jangan sampai kena gigi" Jawab lagi Septi dengan tangan yang terus bergerak mengelem bagian badan biola yang sudah di haluskan oleh bagian produksi.


"Iuh haha jorok! Gw mah gak bakalan begitu hehe" Ucap Ratu dalam hati.


"Eh tapi ayang gak jijik tuh pas jilat jeruk gw, sedih amat ya kalau sampai gw jijik sama barang suami gw sendiri" Batin nya terus bergelut.


"Ah gak tau ngapain juga sih gw ngelamun jorok" Ratu pun menyadarkan diri dari lamunannya.


"Suami juga perlu pemanasan Ge, Rat. jangan kita nya aja mau di puaskan tapi memuaskan suami gak mau hehe" Jelas Septi.


"Sesekali mainin pakai tangan dan mulut apa salah nya haha, jika dia gak terpuaskan dengan kita lalu nyari ja*lang di luaran sana gimana? mau nyalahin suami kita? gak sepenuhnya salah dia hehe" Tutur septi yang mengedukasi tentang pentingnya hubungan ranjang dalam rumah tangga.


"Iya ya teh bener juga ehm" Sahut Oge mengangguk.


"Udah cepat kerja hih.. ngomongin mesum aja lu pada ah" Celetuk Okto yang tak sengaja mendengar obrolan para ladies itu.


"Jeh naon sih maneh sirik wae (Dih apa sih lu sirik aja)" Sahut Kiana yang langsung sewot duluan.


"Uhuk-uhuk, suami istri lagi adu bacot nih haha" Ledek ketiga teman nya pada Kiana.


"Ish apaan sih kalian ah ngeledekin nya begitu huh" Gerutu Kiana yang tak terima dengan candaan ketiga temannya.


"Lagian udah sih teh pacaran aja sama a Okto, dia baik dan selalu ada buat kamu. ngapain mempertahankan cowok mu yang gak ada kabar batang idungnya hih" Ucap Ratu yang mencoba menasehati seniornya.


"Tapi teteh masih cinta sama pacar teteh Rat. gimana atuh hati mah kan gak bisa di bohongin" Balas Kiana.


"Heleh tau ah capek ngomong sama teteh mah" Balas Ratu dan langsung beranjak pergi dengan membawa hasil lem nya ke bagian selanjutnya yaitu assembling.


Tak terasa kini waktu terus berputar hingga waktu istirahat pun tiba, Ratu yang sedang mengambil minum di dispenser pun tiba-tiba di hampiri oleh Okto yang mendekati nya.


"Eh Rat" Kejut Okto.


"Eh ya ampun ih ngagetin aja lu a!" Bentak Ratu.


"Hehe maaf, seperti biasa dong mau minta tolong hehe" Ucap Okto sambil cengar cengir.

__ADS_1


"Bantuin apa?" Tanya Ratu sambil meneguk air minum.


"Nanti malam gw mau nge date sama teteh lu tuh si Kiana haha, tolong sampaikan ya?" Ujar Okto.


"Ehm.. okey good. tapi mau dinner dimana lu haha?" Tanya Ratu.


"Justru itu gw bingung mau makan dimana ya yang budget nya gak mahal ehm.." Lanjut Okto sambil menaikkan kedua bola hitam mata nya ke atas.


"Oh di itu aja, cafe tempat suami gw biasa nyanyi aja a. murah loh di situ menu bintang lima harga kaki lima hehe" Ucap Ratu.


"Hah boleh tuh deal ya lu juga datang sama suami lu" Pinta Okto.


"Iya deh oke nanti malam ya" Jawab Ratu.


Akhirnya Okto pun pergi dan kembali bergabung bersama tongkrongan nya menikmati secangkir kopi ramai-ramai dan sebatang rokok untuk penghilang rasa asam setelah makan.


Selesai mengambil minum, Ratu langsung menyampaikan pesan yang tadi Okto sampaikan kepada Kiana. dan beruntung nya Kiana memang kebetulan ingin minta antar Okto untuk beli sesuatu hanya saja dirinya tak berani bicara langsung dengan Okto.


"Yes oke teh, jam 19.00 an ya katanya aa jemput" Ucap Ratu dengan wajah senang.


"Iya Rat hahah makasih ya" Kiana pun tersenyum dan akhirnya menghabiskan waktu istirahatnya dengan bergabung bersama Oge, Nana dan Septi.


...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 3 |•••...


Kini senja mulai menampakkan dirinya, menandakan bagi Adam sudah waktu nya untuk pulang.


Berjalan bersama dengan Salim menuju parkiran sambil janjian untuk ketemuan di cafe biasa nanti malam karena banyak pengunjung yang tak sabar untuk mendengar lagu-lagu galau andalan mereka.


"Okey?" Tanya Salim.


"Iya siap haha" Jawab Adam sambil menghidupkan motornya.


Dan akhirnya setelah di check satu persatu isi jok mereka oleh pak satpam, Adam pun berpisah dengan Salim.


Tapi tak seperti biasanya yang langsung pulang, kini Adam harus menjemput sang istri yang kebetulan hanya lembur sampai jam 16.30 wib.


Singkat waktu, sampai lah ia di depan gerbang pabrik Biola. melepas helm nya dan menunggu Ratu keluar gerbang.


"Ehm.. dari Adista bisa lah ya haha" Adam mulai melafalkan lirik dalam hati.


.........


.........


Hingga tak terasa gerbang yang dari tadi di tutup kini sudah terbuka, Adam menaruh hapenya kembali ke saku celana nya dan memperhatikan para karyawan dan karyawati yang keluar dari dalam pabrik itu.


"Mana nih bini gw?" Tanya Adam yang masih lirik sana sini mencari keberadaan Ratu.


Sampai tak sengaja Adam terfokus pada dua wanita yang berboncengan dengan body yang cukup lumayan dan lipstik tebal menyelimuti warna daging di bibirnya.


"Buset.. menor bener neng haha" Celetuk Adam sambil terus memperhatikan wanita itu bahkan kepalanya pun sambil ikut muter ke kiri.


Dan saat menoleh kembali ke arah gerbang Adam langsung terkejut karena istri nya sudah tolak pinggang tepat di hadapan nya.


"Astagfirullah sayang!" Panik Adam sampai terhentak tubuhnya.


"Hih.. bandel ya udah punya istri juga masih aja lirik yang menor-menor hah!" Ucap Ratu yang menarik sebelah telinga Adam yang membuat suami nya meringis.


Layaknya seorang ibu yang mengomeli anaknya, Ratu tak peduli mau banyak orang lewat atau tidak tak membuatnya malu menjewer suami nya.


"Aduh duh bukan begitu sayang maksud aku, aku dari tadi nyari kamu itu mah pegal aja leher hih lepasin ay sakit" Ringis Adam.


"Hem.. alesan aja ah!" Ratu langsung naik ke belakang Adam dan masih saja menyubit pinggang suaminya yang membuat Adam kembali melotot menahan sakit.


"Auuwww... Hm.." Adam menahan emosi agar tak membalas hukuman yang memang karena ulah nya sendiri.


Dengan segera Adam menarik tuas gas motornya dan pulang bersama.


Sesampai nya di rumah, pasangan itu pun ke kamar untuk ganti baju dan kipasan. khususnya Adam yang sudah sangat kegerahan dan melepas seragamnya lalu duduk menghidupkan kipas.


"Ay aku mandi duluan ya mumpung momy belum pulang" Ucap Ratu yang membelakangi Adam.

__ADS_1


"Iyaudah gih sana" Ucap Adam yang sedang kipasan telan jang dada di depan kipas.


"Bukain ay maaf" Pinta Ratu sambil mengangkat setengah tengtop hitamnya.


Adam yang peka pun langsung melepaskan kaitan bra istrinya.


"Momy emang belum pulang ay?" Tanya Adam.


"Belum kan tadi barusan ku udah bilang ih kamu mah kebiasaan nanya pertanyaan yang udah ku jawab" Gerutu Ratu yang memang dari dulu tak suka menjawab pertanyaan berulang.


Mendengar kesempatan emas itu, tanpa izin atau pun memohon dulu Adam langsung meraih tubuh seksi Ratu dan menjatuhkan nya ke kasur.


"Yank bagi susu dikit ya" Ucap Adam yang langsung meremas melon yang baru saja di buka pembungkusnya.


Ratu yang baru pulang kerja pun tentu menolak permintaan suaminya apalagi baru kemarin siang ia bergelut diatas ranjang, dengan segera ia pun mendorong tubuh Adam agar menjauh.


Namun sayang kekuatan suami nya tentu lebih besar dirinya.


"Sayang gak mau ih aku capek ah" Keluh Ratu yang mulai badmood.


Tapi semua itu tak Adam hiraukan karena kini dirinya berhasil mengubah tolakan itu menjadi hasrat yang mulai on di antara keduanya.


Suara ringisan Ratu yang menolak pun kini berubah menjadi suara nakal saat boba kecokelatannya sudah di hisap lembut oleh hangat nya lidah Adam.


"Ehm.. enak sayang wangi bau asem nya buat ku ke pengen hehe" Ucap Adam dalam hati sambil terus memainkan boba istrinya di dalam mulutnya.


"Ay aku gak mau main, masih perih punya aku nya aa.. ah" Ucap Ratu sambil menggigit bibir bawahnya karena tak kuat menahan suara nakal yang ingin ia keluarkan.


"Aku gak ingin main, aku hanya minta susu mu sejenak sayang" Balas Adam sambil mengusap dan meremas manja melon istrinya yang sebelah kiri dengan begitu pengertian.


"Baiklah sini hehe" Ucap Ratu yang sedikit lega mendengar niat Adam.


Ia memeluk suaminya dalam dekapan hangat yang membuat Adam merasa sangat nyaman membayangkan kasih sayang bu Tini semasa ia kecil.


Tangan yang tadi nya meremas melon kiri Ratu karena dorongan ga irah pun kini Adam lepaskan. berganti jadi pelukan di pinggul Ratu.


Bahkan lidah yang dari tadi menggeliat memancing hasrat istrinya pun kini berubah menjadi hisapan lembut layak nya bayi yang baru lahir menginginkan ASI.


Istri nya pun hanya bisa tersenyum sambil mengusap rambut Adam karena walau belum memiliki buah hati, namun Ratu sudah berasa punya bayi besar yang jika sedang manja harus di beri susu kapan saja ia minta.


Termasuk saat baru pulang kerja sekali pun, sungguh indah nya suatu hubungan yang sudah halal.


...🤵🏻👰🏻"Introvert Berjiwa Ganda Season 3" 👰🏻🤵🏻...


Beralih jauh sedikit ke rumah Okto. karena tak terasa kini waktu sudah menunjukan pukul 18.20 wib.


Nampak dirinya sedang berkaca sambil memakai style'an terbaiknya untuk berkencan dengan pacar orang yaitu Kiana.


"Rambut udah mantap, jaket udah rapih sip lah ini mah kepincut pasti si Kiana haha" Ucap Okto yang berbicara sendiri dengan dirinya di cermin.


Sebelum berangkat, tak lupa juga ia mengabari Ratu sejenak lewat pesan singkat Whatsapp.


📱 "Rat, gw bentar lagi on the way".


Dan kebetulan sekali pesan nya langsung di respon oleh Ratu.


📱 "Oke a jalan aja duluan, bentar lagi juga gw gas nih sama suami gw".


Setelah janjian, Okto dengan bersemangat pamit keluar dengan ibu nya.


Menyusuri jalan perlahan dengan senyuman yang begitu sumringah diwajahnya. sampai akhirnya ia berniat memberikan sesuatu yang hampir di sukai oleh semua kaum hawa, ya apalagi jika bukan cokelat.


Okto berhenti sejenak di IndoApril dan membeli sebatang cokelat yang tak perlu lagi author sebutkan merk nya karena kalian semua pun pasti sudah tau cokelat mana yang paling disukai oleh para wanita.


"Hah sip mantap haha" Ucap Okto sambil mengantongi cokelat itu dan melanjutkan perjalanan ke rumah Kiana.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2