
📞"Halo..walaikumsalam" ucap Adam menjawab salam dari orang yang menelpon itu.
📞"........"
📞"Ehm..padahal males sih dek udah sore gini hehe, tapi demi kamu yaudah deh nanti kaka ke tukang fotocopy ya kakak beliin oke?".
📞"........"
📞"Iya siap hehehe, kamu juga hati hati ya siap siap kulit pada belang wkwkwk".
Setelah selesai berbincang Adam mematikan telepon itu yang tak lain adalah Ratu yang meminta tolong Adam untuk membelikan pita merah dan putih untuk hari ketarunaan nya di hari senin besok pagi.
Dengan semangat Adam langsung ganti baju lalu beranjak mengeluarkan motornya untuk pergi ke tukang foto copy membeli permintaan Ratu sebelumnya.
Di sisi lain di rumah Ratu.
Ratu sedang asik menunggu balasan chat dari Adam sambil mendengarkan musik dikamarnya.
"Neng..tolong mamah sini irisin cabai dan bawang merah nih" panggil bu Anisa pada Ratu secara tiba tiba.
"Iya mah.."Ratu pun menghampiri ibunya dan mereka berdua berkolaborasi saling membantu menyiapkan masakan untuk pak Hendri yang kebetulan sedang libur kerja.
Tak lama kemudian Ratu dan bu Nisa saling bertatap mata merasa heran saat mendengar pak Hendri suaminya sekaligus papahnya Ratu itu terdengar sedang berbicara dengan seseorang.
Karena rasa penasaran Ratu yang sangat tinggi akhirnya dia beranjak ke ruang tamu menghampiri seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Adam yang sedang mengobrol dengan pak Hendri.
"Lah kok Kak Adam ?" ucap Ratu kaget melihat sosok yang baru saja dia telpon kini sudah ada di rumahnya.
Adam juga tak kalah kaget saat melihat lekuk tubuh Ratu yang saat itu hanya menggunakan tengtop dan celana strecth pendek ketat membuat Adam tak mampu mengedipkan matanya.
"Haduh duh Ratu..ganti dulu pakaianmu hih..zina mata nih hehe" ucap Adam santai sambil memejamkan matanya.
"Eh i..iya kak maaf maaf hehe" Ratu langsung lari ke kamarnya dan berganti busana.
Tak lama kemudian Ratu kembali menghampiri Adam dengan memakai jelana jeans dipadukan atasan dengan model bagian pundak yang terbuka.
"Ya ampun cantik banget adik gw satu ini ehm..pengen peluk..." ucap Adam dalam khayalnya saat terpanah dengan penampilan Ratu saat itu.
"Kak jeh..malah bengong" senggol lutut Adam yang sedang mematung.
__ADS_1
"Eh iya..cantik kenapa?" ucap Adam saat keceplosan memuji Ratu.
Ratu hanya mampu tersenyum menundukkan kepalanya tersipu malu mendengar ucapan Adam.
"Oh ya nih rat btw pesenan kamu hehe, pita merah dan putih kan?" ucap Adam sambil menyodorkan barang barang yang dia bawa untuk Ratu.
"Wih makasih ya kak hehe" balas Ratu sembari mengambil bingkisan itu.
"Neng..si abang ajakin makan dulu tuh sana, goreng ayam sama tahu" teriak bu Nisa dari kamarnya setelah lelah beristirahat dari dapur.
"Yuk kak makan?" tanya Ratu ke Adam dengan penuh harap.
"Hm..engga ah makasih rat aku masih keny..." belum selesai Adam bicara, Ratu langsung menarik tangan Adam ke dapur.
Di dapur Ratu mempersiapkan semua bahan bahannya seperti bumbu kuning untuk ungkep ayam dan tahu, serta minyak yang siap di panaskan.
"Kamu udah kenalan kak sama papah?" tanya Ratu ke Adam sambil fokus menghidupkan kompor dan mengaduk aduk ayam dalam mangkuk yang sudah berisi bumbu kuning itu.
"Udah kok dek, papah baik hehe walau agak jutek" ucap Adam sambil menggaruk kepalanya karena sejujurnya tidak enak hati berbicara seperti itu.
"Iya kak santai aja hehe memang begitu kok papah mah, ke aku juga sama jarang bicara, bicara pun hanya seperlunya saja hehe" balas Ratu tertawa memecahkan suasana.
Ratu melanjutkan masaknya, perlahan memasukan ayam yang sudah di bumbui tadi ke wajan yang berisi minyak panas, sontak membuat percikan minyak yang mengagetkan Ratu hingga dia mundur tanpa sadar ikut mengagetkan Adam saat tubuhnya jatuh ke pelukan Adam tanpa sengaja.
Ratu sontak ikut kaget saat tak sengaja memandang wajah Adam dengan begitu dekat untuk kesekian kalinya.
"Ehm..kakak mata mu indah banget sih bikin aku nyaman melihatnya hehe" ucap Ratu dalam batin sambil menatap mata Adam yang bersinar kecoklatan.
"Eh...maaf dek hehe refleks" Adam langsung menyeimbangkan tubuh Ratu untuk berdiri kembali.
"Ehm...iya kak ga apa apa, aku yang harusnya minta maaf karena ga hati hati" ucap Ratu tersipu malu.
"Kenapa mundur mundur hehe..masih takut sama minyak?" Adam bicara sambil menahan tawa karena tingkah Ratu.
"Ih enak aja beranni kok huh dasar kak Adam ngerendahin aku aja" balas Ratu dengan gelagat menutupi rasa takut mendekati wajan panas yang sedang menggoreng ayam itu.
Dengan peka Adam langsung meraih tangan kanan Ratu dari belakang mendekati tubuhnya dan mulai membolak balikkan ayam di wajan itu.
"Nah begini dek..dia ga akan meletup meletup kalo dan beberapa detik di minyak panas" ucap Adam nenjelaskan ke Ratu.
__ADS_1
Ratu hanya tersipu malu saat tangannya di genggam kaka kelasnya itu. saat semua lauk sudah siap mereka pun kembali ke ruang tv dan makan bersama menikmati hasil tangan mereka sendiri.
"Nyam nyam..enak loh rat bumbu ayam nya berasa hehe" Adam memuji masakan itu.
"Ah kamu bisa aja bikin aku terbang haha" balas Ratu dengan senyum manis di wajahnya.
"Eh maaf kak itu..ada itu.." sambung Ratu sambil menunjuk pipi Adam yang ternyata ada nasi menempel disana.
"Ada apa?" balas Adam sambil mencoba mengusap pipinya namun tak bisa mengusik nasi yang menempel di pipinya tersebut.
"Ehm..ini kak" Ratu bicara sambil langsung mengambil nya dipipi Adam.
"Oh iya hehe..maaf ya rat" sambung Adam yang mulai senyum senyum sendiri karena perhatian Ratu yang sangat membuat Adam merasa hidup kembali.
Selesai makan yang di barengi canda tawa dari mereka berdua.
Adam mengajak Ratu ke teras depan rumah Ratu.
"Hm.. ya allah indah nya ciptaan mu" Adam menghela nafas panjang menikmati pemandangan sawah dan kebun kebun yang masih hijau tepat disamping rumah Ratu.
Ratu hanya tersenyum melihat Adam yang memuji keindahan pemandangan samping rumahnya dan ikut menatap indah luasnya sawah yang sedari Ratu kecil dijadikan tempat bermain olehnya.
"Sang kuasa yang agung, maha pencipta semesta dan seisinya, yang membuat mata ini terpaku terpesona melihat luasnya hamparan hijau di depan kami, nikmat mana lagi yang kami dustakan.
Aku berterima kasih telah di beri kesempatan untuk melihat ciptaanmu ini ya gusti, sosok bidadari tanpa sayap yang kini tepat kau turunkan disisiku, ku harap aku diberi kepercayaan oleh mu untuk menjaga ciptaan terindahmu ini ya Allah. jika kau mendengar doa ku tolong kabul kan harapan suci ku untuk memiliki dia seutuhnya, walau kini hatinya sedang bersama orang lain..Aamin" ucap Adam sambil berdiri mensyukuri semua keindahan hamparan sawah itu.
Ratu seketika menoleh kearah Adam yang sedari tadi berdiri, dengan penuh rasa terharu dan tanda tanya apakah puisi itu hanya sekedar bait kata atau menggambarkan sosok seseorang yang tak lain adalah dirinya.
"Kak itu puisi atau apa?" tanya Ratu dengan nada lembut terharu.
"Terserah kamu sih dek anggap itu puisi atau sebuah omong kosong hehe" balas Adam yang mulai duduk perlahan lesehan di teras depan rumah Ratu.
"Sini dek duduk, aku mau nanya nanya" Adam bicara sambil menepuk lantai mengisyaratkan untuk Ratu duduk di sebelahnya.
Ratu pun mengikuti permintaan Adam yang lalu mereka berdua duduk bersebelahan sambil menikmati teh hangat dan goreng pisang yang sebelumnya Bu Nisa siapkan spesial untuk Adam.
"Mau bicara apa kak?" ucap Ratu bertanya untuk membuka obrolan disore hari itu bersama senja yang perlahan menampakkan diri.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
See you on the next episode...