
"Gubrakkk...!"
Adam menendang pintu kamar itu begitu keras hingga kedua engsel atas bawahnya lepas dan terpental.
Tak bisa dijelaskan lagi dengan kata-kata betapa meledaknya amarah dari sosok Agam, dengan mengepal tangan nya begitu kuat, mata memerah meneteskan air mata dan nafas yang perlahan menyesakan dada.
Adam dan Agam begitu terpukul sekali hatinya melihat wanita yang dia cintai, yang ia perjuangkan sejauh ini, kini sedang dijadikan pelampiasan nafsu bejat si pria hidung belang.
"Siapa lu bang*sat?!" teriak pria setelah melepas lidahnya dari leher Ratu.
Ratu yang tidak mengetahui sosok di balik pakaian serba hitam itu pun sempat keheranan bertanya dalam hati sendiri itu siapa? apa tujuan nya menolong Ratu?.
Namun rasa lega di tubuh Ratu mengalahkan rasa penasarannya seketika.
Agam yang masih tak percaya melihat Ratu dilecehkan oleh om-om itu hanya bisa termenung sejenak mengatur nafas dan emosinya agar tidak kelepasan mengontrol dirinya sendiri.
"Si anjing gob*lok ngapain lu ngeganggu gw mau nge*e" aja tol*ol lu!" teriak keras pria itu dan menghampiri Adam.
Agam yang sedari tadi gondok pun tak bisa menahan lagi emosinya, saat pria itu mendekati Adam dengan sigap Agam langsung mencengkram kuat leher pria itu.
"Aakk..ac...ach..ak..ah!"
Suara pria itu meringis kesulitan menahan sakit dilehernya.
Agam terus mencengkram leher pria itu sampai perlahan lehernya menimbulkan bekas merah dan meneteskan darah segar.
Pecah sudah semua emosi diotak Agam sampai tak sadar dia mencekik pria itu sampai berdarah oleh jarinya, Namun tiba-tiba....
"Srreeet"
Suara sebilah pisau yang menyayat tangan Agam tentu sontak membuat Agam melepaskan cekikan nya.
"Ach..njir huft!" Agam panik melihat tangannya mengucurkan darah segar yang tak henti-henti.
"Haha..gimana-gimana hah? masih berani lu sama gw?" pria itu berdiri sembari menodongkan sebilah pisau tajam.
Agam terus berhati-hati sambil memegangi tangan nya yang terus mengalirkan darah.
"Maju ayo sini hah" teriak pria itu sambil melayang-layangkan pisau itu.
Dengan sigap Agam menendang tangan pria itu hingga pisau itu terlepas lalu diraih oleh Agam dan...
"Cccrekk ahhh...."
Teriak keras dari si pria itu yang mengerang kesakitan melihat pisau tadi menancap tepat dipahanya.
Tanpa takut dan merasa dosa Agam menghantam wajah pria itu tepat dibagian hidung hingga tak sadarkan diri.
Namun tiba-tiba tanpa disadari Agam, bala bantuan dari si pria itu berdatangan menghampirinya.
__ADS_1
"Pletakksss....."
Salah seorang dari mereka memukul kepala Adam menggunakan botol bir abok hingga pecah dikepalanya.
"Anjing bang*sat lu" kesal Agam langsung menjambak orang itu dan langsung mendagor dagorkan kepala pria itu ke dinding hingga membekas darah merah.
"Aaachrh..ah.." teriak orang itu memegangi kepalanya yang tiba-tiba berlumuran darah akibat benturan tadi.
Saat itu lah sosok Agam tak segan-segan lagi menahan emosinya, menusuk paha mereka dengan sebilah pisau maupun pecahan kaca.
Baku hantam tidak bisa dihindarkan beberapa luka pun Agam dapatkan, namun dia tetap berusaha bangkit dan terus menghabisi orang-orang yang menyerangnya.
Satu jam berlalu, nampak semua anak buah pria tadi terkapar lemah tak berdaya. Agam melepaskan pisau yang berlumuran darah itu.
Ratu yang menyaksikan kejadian barusan terdiam syok melihat kakak kelasnya bisa murka sekejam ini hanya demi menyelamatkan dirinya seorang.
Adam dengan perlahan menghampiri ranjang tersebut dan melepaskan ikatan disisi tangan dan kaki Ratu.
"Kak Adam?" jawab Ratu tak kuasa menahan tangisnya melihat kehadiran orang yang mencintainya.
Namun Adam tak menghiraukan nya, dia langsung melepas jaket berlogo Destroy itu dan memakaikan nya pada tubuh Ratu yang hanya mengenakan tengtop dan celana strecth.
"Woy....keluar lu breng*sek!!" terdengar suara teriakan yang mengarah kekamar itu.
"Sekarang Fer.." Adam menyentuh earphone Tws ditelinga kirinya memberikan isyarat pada Ferdi yang sudah stay diluat sana.
"Ayo" ucap Adam yang langsung membopong Ratu melewati kegelapan dan rusuhnya teriakan orang karena panik kegelapan.
Adam berjalan dengan santai ditengah kegelapan sambil menempelkan satu jari nya ke dinding, tanpa menabrak atau tersandung akhirnya mereka berdua sampai dijendela pojok yang sudah tak terkunci sesuai analisa Dafa sebelumnya.
"Ayo cepet bre!!" ucap panik Dafa yang sudah stay di sana dan membantu Ratu keluar terlebih dahulu.
"Tolong..tolong buka pintunya" teriak khalayak ramai dibalik pintu utama karaoke itu yang sudah di kunci rapat dari luar oleh Ferdi.
Disusul oleh Adam, mereka bertiga bergegas lari ke motor mereka yang sudah ditunggu oleh Ferdi dan Axel.
Axel yang melihat teman-temannya sudah keluar dari sana langsung menghubungi seseorang yang misterius.
"Iya pak..datang ke alamat ini ya *menyebutkan alamat*, tempat haram itu pak tolong bantu aman kan ya..yo makasih" ucap Axel lewat ponselnya.
Akhirnya setelah melewati halau rintang demi menyelamatlan Ratu, Destroy bisa bernafas lega saat sampai di BaseCamp toko sepatu tempat mereka biasa berkumpul.
Tanpa banyak bicara Adam langsung membopong tubuh seksi Ratu ke sofa di dalam markasnya tersebut. meniduri Ratu dan melepas masker serta kaca mata hitamnya lalu merebahkan tubuhnya di tikar sebelah sofa.
"Alhamdulilah ya allah!!" puji syukur terlontar dari mulut Adam dengan nafas yang tak beraturan.
Nampak luka sayatan pisau di pipi, tangan, serta pahanya masih begitu segar memperlihatkan daging merah didalamnya.
Ratu terdiam begitu terpukul melihat Adam sampai segitunya membela menyelamatkan dirinya yabg pernah menolak cintanya tersebut.
__ADS_1
"Dam...lu ga apa-apa kan?" ucap Axel yang menghampiri bos nya itu dengan mata yang cukup berlinang airmata.
"Heem..ga apa-apa gw sehat wala'fiat kok haha" tawa Adam di tengah perihnya menahan luka diraganya.
"Engga..bukan begitu dam..gw jujur salut sama lu, dengan kekeluarga kita yang sedeket ini kita liat lah Ratu. dia junior baru beberapa bulan di Destroy tapi saat dia terluka bahkan menghilang lu berani mempertaruhkan nyawa lu demi dia sampai..." ucap Axel menahan tangisnya sembari menunjuk tubuh Adam.
"Sampai lu terluka ga karuan begitu...gw salut sama lu dam demi apapun itu..." sambung Axel menunduk meneteskan airmata karena tak tega melihat petinggi nya terluka separah itu.
Di ikuti Dafa dan Ferdi yang ikut menunduk tak kuasa melihat kondisi Adam saat ini.
"Xel, def, Ferdi..." ucap Adam mencoba tegar menahan rasa sakit ditubuhnya dan menumbuhkan rasa semangat pada anggotanya.
"Pernah ada sebuah rasa yang gw beri untuk orang yang salah, yang gw kira gw bisa mendapatkan hatinya namun semesta tak mengizinkan gw memilikinya. gw sempat pasrah dan patah hati saat itu...namun kini gw kehadiran sosok bidadari yang selama ini gw cari yang membuat gw nyaman dan berhenti mencari, yang tuhan kirimkan semoga untuk menemani hidup gw sampai akhir nafas, dengan alasan itu gw rela mati demi dia, demi buktiin cinta gw sama dia" ucap Adam melirik Ratu dengan penuh maksud.
Ratu jelas hanya bisa berlinang airmata menyerap semua ucapan Kakak kelasnya yang begitu ngena ke hati kecilnya yang selama ini trauma oleh para mantannya.
"Dan buat kalian berempat termasuk kamu Ratu.." sambung Adam melihat ke arah wanita yang ia cintainya.
Senyum manis terlontar di wajah Ratu yang sudah dipenuhi tetesan airmata haru nya.
"Kalian semua keluarga buat gw...kalian begitu penting untuk gw, jadi apapun yang menimpa kalian..Gw sebagai petinggi Destroy ya harus bantu...apapun itu resikonya, siapapun yang nyakitin kalian gw harus tanggung jawab atas keselamatan kalian semua bro." lanjut Adam menjelaskan dengan tegas dan penuh tanggung jawab.
"Gw ga nyesel dan ga rugi dam...selama ini patuh sama lu" ucap Axel dengan raut wajah bahagia karena memiliki keluarga kedua sekompak Destroy.
"Thanks buat kalian semua" Adam menganggukan kepala nya tanda bangga mempunyai sahabat seperti mereka semua.
"Destroy?" Ratu mengulurkan kepalan tangannya tiba-tiba.
"We are The Destroyers...!" ucap mereka berlima serentak sembari mengacungkan kepalan tangannya seperti Ratu.
Tawa bahagia menghiasi malam penuh duka untuk mereka berlima, mengobrol, bercerita-cerita memandang indahnya bulan dan bintang memadu kasih melepas cinta diawan cerah gemerlap bertabur kebahagiaan.
Setelah mereka membersihkan tubuh, mereka saling mengobati satu sama lain, khususnya Ratu yang begitu perhatian pada Adam. Dia membersihkan bekas sayatan dipipi, tangan dan paha Adam dengan cairan alkohol.
"Maaf ya kak..aku selalu repotin kakak" ucap Ratu bersedih.
"Ga apa, besok kita pulang ya? sekarang nginep dulu disini okey?" jawab Adam.
"Iya kak" balas Ratu senyum bahagia.
Mereka berlima pun menginap di Bc itu menunggu fajar bersinar di esok hari.
Ratu tidur disofa markas tersebut, lain hal nya dengan Adam, Axel, Dafa, dan Ferdi yang tidur rebahan di lantai beralaskan kardus bekas.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1