
Menyadari sahabatnya tak akan menahan serangannya, mau tidak mau Adam pun menangkis dan memberi sedikit perlawanan walau di area parkir yang cukup sempit.
"Aduh kasay jangan kak!" Teriak Tia yang panik.
"Tia ada apaan sih hah?" Tanya Ratu pada Tia yang tidak tau apa-apa.
"Ish gw juga gak tau kenapa" Sahut Tia yang memang tidak mengerti sama sekali.
Peraduan mekanik itu pun tidak berlangsung lama setelah Adam menahan pukulannya sebelum mengenai rahang bawah sahabatnya.
"Tenang aja ini cuma latihan kok haha" Ucap Ferdi memecah suasana, walau padahal hatinya masih dendam dengan Adam.
"Yes, betul hehe" Sambung Adam yang pura-pura bodoh.
"Udah bisa pulang lu bre?" Ucap Ferdi.
"Udah kok alhamdulilah Fer" Jawab Adam.
"Selesaiin ini nanti di markas besar lu ya" Ferdi berbisik di telinga Adam.
"Ayo sayang pulang" Tanpa banyak omong lagi Ferdi langsung beranjak pergi menarik tangan kekasihnya.
"Eh baru juga sampai say kok udah langsung pergi lagi" Tanya Tia sambil mau tidak mau mengikuti kekasihnya dan pergi berboncengan.
"Kenapa ay? ada apa sebenarnya?" Tanya Ratu yang juga khawatir.
"Tidak ada apa-apa ay" Adam tersenyum lebar menatap Ratu.
"Aku tau kamu sedang bohong, tapi ku masih menunggu sampai kapan kamu berbohong padaku" Batin Ratu berkata dalam hati.
...®#👊🏻 We Are Destroyers 👊🏻#®...
Akhirnya, Adam dan Ratu lebih memilih pulang ke rumah bu Nisa karena ia takut kena omel jika pulang ke rumah bu Tini dengan keadaan terluka.
"Alhamdulilah, hati-hati sayang" Ucap Ratu yang berhenti tepat di depan teras rumahnya.
"Makasih mbak ojek haha" Celetuk Adam lalu turun.
"Emang ada ojek secantik aku hah? haha" Balas Ratu dan memarkirkan motor suaminya.
Karena sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke rumahnya Ratu yang memboncengi Adam karena kondisi kaki suaminya yang masih sakit.
Di dalam rumah, bu Nisa pun tentu kaget saat melihat Adam yang sekarang kepala dan kakinya di perban.
"Ya Allah bang maka nya hati-hati lain kali ya" Ucap bu Nisa sambil mengusap punggung Adam.
"Terus kemana bang orangnya?" Tanya mertua lelakinya.
"Iya pah gak sempat ngejar saya" Ucap Adam yang lagi-lagi berbohong.
"Neng siapin makan gih buat abang tuh mamah masak sayur sop dan tahu goreng kesukaan abang" Perintah bu Nisa pada Ratu.
__ADS_1
"Oh iya, maaf ay aku lupa hehe" Ratu langsung bergegas ke dapur menyiapkan makan malam untuk suaminya.
"Mah, pah saya ke kamar dulu ya mau istirahat. soal nya nanti malam saya ada urusan sebentar" Pinta Adam.
"Yaudah istirahat gih mantu mamah" Dengan perhatian nya bu Nisa mengantar Adam ke kamar anaknya.
Di kamar, Adam melepas celana panjang dan kaosnya. Hanya menyisakan celana boxer yang cukup ketat ia berte lanjang dada rebahan di kasur dengan di temani kipas angin.
"Ay, makan dulu yuk" Ucap Ratu yang masuk ke kamar membawa makanan untuk suaminya.
Namun sebagai wanita normal yang sudah lama tak mendapat sentuhan, tentu melihat suaminya yang hanya mengenakan boxer ketat pun mampu menaikkan hasrat bercinta yang cukup membuat Ratu salah tingkah seketika.
"Kok gak pakai baju ay hehe" Ucap Ratu yang menaruh makanan di meja samping ranjang.
Dan dengan segera menghampiri suaminya untuk mencium aroma tubuh Adam.
"Eh aduh sayang hehe, geli ay" Ucap Adam saat Ratu membenamkan wajah nya di sela ketiak suaminya.
"Bodo ah, wangi kamu ay hehe" Ucap Ratu yang terus mengendus aroma tubuh Adam.
"Ish sayang!" Gertak manja Adam sambil membalikan posisi yang kini membuat Ratu berada di bawah Adam.
"Why? mau apa?" Ucap Adam yang pura-pura polos padahal ia mengerti bahwa istri nya sedang ingin.
"Ium" Ucap Ratu sambil mengusap hidung perosotan milik Adam.
Sebagai suami yang pengertian, Adam pun tanpa basa basi langsung memagutkan bibirnya ke bibir tebal milik Ratu.
Mulai dari kecupan manja, hisapan bibir atas bawah hingga saling terkaitnya lidah mereka membuat suasana kamar sedikit memanas walau kondisi Adam belum sepenuhnya pulih.
Namun sayang saat Ratu ingin meraih batang kesukaan nya di balik boxer sang suami, Adam langsung menahan jari lentik istri nya dan berbisik...
"Nanti aja sayang, aku belum bisa ngaduk kamu" Ucap Adam sambil mengecup belakang telinga Ratu yang tentu saja hal itu membuatnya merinding seketika.
"Ehm..." Ratu hanya menghela nafas menunjukkan rasa kesalnya karena Adam belum bisa memuaskan keinginannya.
"Ish kamu mah aku lagi pengen banget loh ay, kangen" Gerutu Ratu dan Ratna dalam batinnya.
"Yaudah gih kamu makan dulu, aku suapin ya?" Ucap Ratu.
Adam pun hanya mengangguk dan beranjak dari tubuh istrinya untuk bersiap makan.
Ratu dengan penuh perhatiannya ia menyuapi suaminya yang sedang sakit.
"Am ... pintar bayi besar aku ya hihi" Ledek Ratu.
"Hehe makasih ya" Ucap Adam sambil memegang tangan kanan Ratu.
Lalu ia mengecup punggung tangan istrinya dan mengelus jari manis yang melingkar cincin pernikahan tanda cinta mereka berdua.
Tentu wanita mana yang tidak meleleh di perlakukan bak Ratu istana oleh Adam.
__ADS_1
Ratu tersenyum dengan pipi bakpau yang memerah.
"Iya sama-sama, yaudah ayo abisin dulu setelah itu bobo" Pinta Ratu yang langsung di turuti oleh Adam.
Singkat cerita, kini jam menunjukan pukul 21.30 wib.
Mereka berdua sudah bersiap untuk tidur. seperti biasa Ratu memeluk dan tidur tepat di dekapan Adam.
Dengan penuh kasih sayang serta cinta, Adam mengusap rambut Ratu dan memberinya kecupan malam sebelum tidur.
"Muach selamat malam sayang" Bisik Adam di telinga Ratu.
"Heem" Sahut Ratu yang sudah sepenuhnya on the way ke alam mimpi.
Tak perlu menunggu lama, dalam hitungan 30 menit Ratu sudah terlelap begitu pulas dalam tidurnya.
Perlahan, Adam bergeser dengan sangat berhati-hati agar Ratu tak menyadari pergerakan Adam.
Untungnya Adam mampu melepas dekapan Ratu dan bersiap untuk pergi.
...®#👊🏻 We Are Destroyers 👊🏻#®...
Setelah siap, Adam kembali menghampiri Ratu dan mengecup pipi bakpau nya sebelum pergi.
"Muach maaf ya sayang aku pergi dulu sebentar" Ucap pelan Adam dan beranjak pergi setelah izin dengan bu Nisa yang masih quality time dengan pak Hendri di ruang tv.
"Bang nitip nasi goreng dua ya" Pinta sang mertua pada menantu.
"Oh oke mom" Ucap Adam dan langsung berangkat ke markas.
Menempuh waktu yang tidak terlalu lama, sampai lah Adam di markas besar yang sudah ramai di hadiri anggota Destroyer diantara ada Dafa, Jery, Roy, Gaby, Malik, Aceng bahkan Eka pun turut di ajak oleh Ferdi.
Melangkah dengan kaki yang masih pincang sebelah, Adam berjalan mendekati Ferdi yang berdiri tegap di depan markas.
"Dam ..." Teriak Axel dan para senior Destroy lainnya mencoba menghampiri ketuanya.
"Hey" Senyum Adam sambil menoleh ke arah mereka.
"Ada apa sih? kata Ferdi lu manggil kita semua ke markas?" Tanya Axel yang penasaran.
"Iya begitulah mungkin hehe" Sahut Adam dengan nada lemas.
"Gw atau bahkan kalian mungkin gak akan nyangka guys kalau ternyata ketua sekaligus sahabat kita sendiri ini adalah seorang kriminal" Ucap Ferdi dengan suara lantang.
Tentu hal itu menarik perhatian para Destroyer untuk berfokus pada Ferdi yang sedang berbicara.
"Sekarang jelasin maksud dari kelakuan lu tadi siang Dam" Pinta Ferdi.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
__ADS_1
...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...