Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Renungan Malam


__ADS_3

"Banyak ba cot lu anjing" Ucap si copet.


"Ayo ada yang berani maju hah?" Gertak si copet yang satu lgi.


"Jangan apa-apain dia bang, kalau mau nyakitin nih diri gw aja" Ucap Malik yang merinding karena nekat pasrah ke si copet sambil menjulurkan tangannya.


Saat si copet mau menyayat tangan Malik, sepersekian detik sebelum itu Aceng langsung menendang dari belakang tangan yang memegang pisau hingga terlepas.


Dari situ lah baku hantam kembali terjadi dengan tiga orang vs dua orang, tapi dengan bela diri yang sudah terlatih tentu para Destroy lebih unggul di banding copet yang di duga adalah preman pasar itu.


"Woy jangan lari lu!" Teriak Aceng yang ingin mengejar.


"Hust udah wey, jangan di ladenin lagi" Ucap Malik dan menghampiri gadis itu.


"Ini hape lu kan?" Malik menyodorkan ponsel yang tadi sempat di copet.


"Iya kak makasih ya hehe maaf ngerepotin" Sahut gadis itu.


"Iya gak apa, eh lu Inem kan ya?" Tanya Malik.


"Oh bukan kak gw bukan Inem" Jawab gadis itu.


"Lah terus siapa?" Tanya kembali Malik pada wanita itu.


"Gw Mei"


"Malik" Dengan refleks Malik menyodorkan tangannya.


"Hehe.. iya makasih ya kak Malik" Mei pun dengan ramah menyambut perkenalan itu.


"Lu mau pulang? mau di antar kami gak?" Malik mencoba perhatian pada gadis itu.


"Gak usah, gw bawa motor kok" Sambung Mei.


"Tapi kalau minta Instagram nya boleh?" Ucap Malik sambil tersenyum mengeluarkan hapenya dari saku.


"Anjir bisa aja lu kak haha" Mei yang memang selera nya cowok-cowok berandalan pun tentu tak keberatan dengan hal itu.


Ia mengambil hape Malik dan mengetik nama Instagramnya di hape Malik.


"Nih, thanks ya kak sekali lagi. see you" Mei ke parkiran dan lanjut pulang dengan motor maticnya.


Malik hanya bisa menatap tubuh cantik dari gadis yang barusan ia tolong.


Hingga tiba-tiba seorang bapak pengelola pasar menghampiri Malik, Aceng dan temannya.


"Mas waduh terimakasih ya sudah menolong pengunjung pasar barusan" Ucap si bapak yang menjabati tangan Destroyer.


"Iya pak hal biasa itu namanya tolong menolong hehe" Sahut Malik.


"Tapi jarang jaman sekarang ada orang apalagi anak muda yang peduli ke sesama" Sambung si bapak.


"Oh ya saya Asep, sebagai pengelola pasar di area sini mas" Sambung si bapak yang kini sudah kita ketahui namanya.


"Saya Malik pak dan ini Aceng serta teman kita Erwin" Jawab Malik yang mengenalkan teman-temannya.


"Kalau bapak lihat kalian anak genk motor ya?" Tanya si bapak yang mulai kepo karena melihat logo yang menempel di sisi kiri jaket Destroyer.


"Banyak orang nyebut begitu, tapi kami merasa kita ini grup. bukan genk pak hehe" Tutur Aceng yang menjawab.


"Begini mas kalau saya pikir-pikir. bagaimana kalau mas dan teman-temannya bantu jaga keamanan di sini mas?" Ucap pak Asep sambil tersenyum penuh harap.


"Loh kok gitu pak hehe maksudnya gimana tuh?" Balik tanya Malik yang kurang paham dengan maksud pak Asep.


"Gini loh, bapak pengen kalian semua bantu kami para pengurus pasar untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sini. sebagai gantinya kalian akan dapat jatah uang parkir dan iuran tiap hari dari para pedagang dan pengunjung pasar" Jelas pak Asep.


"Soalnya beberapa minggu yang lalu di pasar Anggrek sebelah situ kejadian ada jambret ngambil tas milik ibu-ibu, untuk ada orang baik yang bantu ngehajar si jambret" Sambung pak Asep menuturkan kejadian yang kita tau bahwa cerita itu mengarah ke peristiwa penjambretan ibu Tia oleh Adam.


"Hem ... iya pak saya paham." Jawab Malik yang mulai mengerti maksud kerjasama yang di tawarkan oleh pak Asep.


"Tapi para pedagang setuju pak?" Sambung Aceng.


Baru saja pak Asep mau menjawab, para pedagang sekitar pun menjawab pertanyaan Aceng bahwa mereka sangat setuju dengan usulan pak Asep.


"Iya pak kami setuju"


"Setuju kok mas saya"

__ADS_1


"Iya mas tolong bantu jaga keamanan di sini ya..."


Begitu lah kira-kira jawaban dari mereka serentak.


Mendengar lampu hijau dari para pedagang akhirnya Malik pun menganggukkan kepala tanda ia terima dengan tawaran pak Asep.


"Nanti ajak Adam ke markas, kita obrolin ini" Bisik Malik.


"Lah siap haha" Sahut Aceng.


"Alhamdulilah nih dapat kerjaan para Destroy yang masih nganggur hehe" Erwin pun ikut bicara.


...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 3 |•••...


Singkat cerita, sore hari pun tiba tepatnya pukul 16.00. para karyawan pabrik Biola nampak sedang bubaran menuju parkiran.


"Hay, kita duluan ya see you Ratu" Ucap Nana yang berboncengan dengan Kiana dan Oge dengan Septi.


"Iya hati-hati guys hehe" Ratu melambaikan tangannya.


Menggantungkan paperbag yang berisikan botol minum dan hp di bagian dashboard motornya, Ratu berangkat pulang dengan hati-hati.


Sesampai nya dirumah Ratu langsung berganti baju dan membersihkan kamar sejenak.


"Ehm ayang udah berangkat ya" Ucap nya sendiri.


Namun tiba-tiba, ditengah beberes kamarnya Ratu langsung berlari ke kamar mandi karena perutnya merasa mual.


"Hoeek... hoekk.... cuih!"


"Aduh, tumben banget mual nya parah ish .." Ratu mengusap mulutnya dengan air.


Dan lagi-lagi ...


"Hhuuuuekkk... uuueeek.. hueek. cuh!"


"Ya Allah kenapa sih ehm. mual doang tapi di muntahin gak keluar apa-apa" Ratu mengambil tisyu untuk kembali mengelap mulutnya lalu beranjak ke kamar lagi.


Ia mencari obat di kotak P3K barang kali ada obat yang bisa di gunakan untuk menahan mualnya.


"Nah sepertinya ini deh" Ratu mengambil obat yang pernah diberikan dokter selagi ia sakit mual dulu.


Setelah meminum obat, Ratu memutuskan untuk makan dengan ayam goreng yang sudah Nila gorengkan lalu dilanjut dengan istirahat sejenak berniat menunggu jam 18.00 untuk mengabari Adam yang sedang istirahat nanti.


"Rebahan dulu ah gak enak badan nih kaya nya gw" Ratu berbaring setelah makan satu jam yang lalu.


Dan akhirnya Ratu pun istirahat dari sore ke malam seperti biasa sambil menunggu sang suami pulang tengah malam karena sedang shift 2.


Beralih di pabrik, Adam yang berkali-kali menghubungi Ratu mulai mengkhawatirkan istrinya.


"Tumben di telepon gak di angkat nih" Ucap Adam.


"Dam ayo makan dulu" Ucap Salim yang lewat menghampiri Adam untuk mengambil bekal nasinya.


"Iya duluan aja Lim" Balas Adam dengan wajah yang di tekuk.


Akhirnya, Adam pun kepikiran untuk telepon adik iparnya yang tentu saja sedang di rumah.


"Nil, teteh udah pulang kerja? ada di rumah kan dia?"


📞 "....."


"Oh yaudah makasih ya cantik" Ucap Adam sambil tersenyum dan menutup telepon.


"Akhirnya lega juga gw" Sambungnya.


Waktu terus berjalan hingga tak terasa waktu pulang pun tiba, Adam bersiap memakai jaket dan mengambil helm nya.


Mengendarai motor matic dengan perlahan menembus angin malam.


Hingga sampai lah ia di rumah mertuanya, membuka dengan kunci cadangan yang Adam bawa.


"Assalamualaikum" Ucapnya pelan sambil menuju kamar mandi setelah menutup kembali pintu rumah.


Selesai bersih-bersih Adam masuk kekamar perlahan, melihat Ratu yang sudah tertidur di balik selimut tebalnya.


"Assalamualaikum selamat malam cantik" Adam mengecup kening Ratu dan langsung di kejutkan dengan suhu panas di keningnya.

__ADS_1


"Loh kamu kenapa sayang?" Wajah Adam langsung berganti panik sambil merogoh dan menempelkan punggung tangannya ke leher Ratu.


"Kamu demam ay" Ucap pelan Adam namun Ratu yang mudah terusik tidurnya pun menyadari kedatangan suaminya.


"Eh sayang, maaf aku ketiduran" Ratu langsung beranjak duduk dan meraih tangan Adam untuk mengecupnya.


"Hust ... udah-udah ah cukup, gak apa udah ayo tidur lagi" Ucap Adam sambil menidurkan kembali istrinya.


"Ayang mau makan gak? aku harus siapin makan mu dulu ay" Ratu berusaha bangkit lagi dari kasur.


Namun permintaan Adam tetap keras kepala untuk memaksa Ratu jangan beranjak dari tempat tidurnya.


"Tetap disini, aku mau masak mie dan siapin air hangat sekalian buat kompres kening kamu ya?" Ucap Adam dengan tegas.


Ratu pun tak banyak lagi menolak, ia hanya tersenyum sambil mengangguk menuruti permintaan suaminya.


Dua puluh menit kemudian, Adam kembali dengan membawa semangkok mie dan air hangat setempat kecil beserta handuk.


Dengan penuh perhatian Adam sempat-sempatnya mengompres kening istrinya terlebih dahulu sebelum makan.


Setelah menempelkan handuk di keningnya, barulah Adam menyantap mie hangat campur sedikit nasi di pinggir ranjang.


Ratu yang melihat hal itu tersenyum begitu manis, ternyata suami yang dulunya sangat overprotective kini mampu berubah menjadi suami yang begitu sayang serta tanggung jawab atas kesehatan Ratu.


"Alhamdulilah" Ucap Adam yang menaruh mangkok yang sudah kosong di meja samping kasur.


"Kamu kenapa say bisa demam begini hm?" Sambung Adam sambil mengusap pipi bakpau milik Ratu.


"Gak tau ay, tadi pulang kerja aku mual tapi di muntahin gak keluar" Jawab Ratu dengan wajah yang sedikit pucat.


"Ehm kecapean tuh kamu angin kali ya" Adam mengecup tangan istrinya.


"Yaudah sekarang kamu tidur yuk? udah malam. besok mau izin kerja kah?" Tanya Adam.


"Engga ay, insha Allah aku kuat kok hehe" Ratu tersenyum manis.


Akhirnya, Adam beranjak untuk menaruh mangkok kosong bekas ia makan tadi dan langsung kembali ke kamar lalu memeluk Ratu sambil tiduran.


"Hangat?" Ucap Adam yang mendekap tubuh seksi Ratu yang hanya berbalut celana gemas serta tanktop orange.


"Yes, i want your kiss" Bisik Ratu dengan manja.


Dengan kasih sayang yang tulus, Adam menuruti permintaan istrinya dan mulai melahap bibir yang sudah jarang ia cicipi.


3 menit berlalu setelah bertukar saliva, tanpa sadar Ratu pun tertidur di dekapan suaminya.


Adam menatap dalam wajah ayu Ratu yang tertidur pulas, mulai lah membayangkan semua perjuangan ya sudah mereka lalui.


Di tengah keheningan malam, semua bayangan proses cinta mereka berlalu lalang di pikiran Adam. sampai-sampai matanya meneteskaan air mata kebahagiaan.


"Dek, dulu itu panggilan pertama yang aku ucap untukmu, serta abang adalah panggilan sayang pertama buat aku dari mu" Ucap Adam dalam batinnya.


"Aku gak menyangka bisa sampai di titik ini sekarang, bertahun tahun kita menjalin asmara dengan penuh halang rintang semua kita lewati dengan hati yang ikhlas"


"Maafin aku ya jika dulu banyak melarang mu ini itu, yang aku harap kini kamu mengerti apa maksud dari semua larangan ku" Adam mencium lama pipi tembem di hadapannya.


"Kini kamu sepenuhnya menjadi tanggung jawabku. sehat mu, sakit mu dan semua tentang hidupmu sudah menjadi tanggungan di pundakku"


"Kamu jangan khawatir ya walau aku lahir dari orang yang tidak berada, tapi insha Allah aku sangat paham betul tentang tanggung jawab seorang suami pada istrinya"


"Maafin aku jika semasa pacaran sering menyakiti mu cantik" Ucap Adam yang dari tadi bergelut dengan batinnya menahan haru yang luar biasa menyayat perasaan.


Tiba-tiba Ratu menguatkan pelukkan nya ke tubuh Adam seakan mendengar dan mengerti apa yang sedang di ucapkan batin suaminya.


"I love you my wife" Adam berbisik dan membalas pelukan erat itu dan ikut tidur bersama Ratu.


...🤵🏻👰🏻"Introvert Berjiwa Ganda Season 3" 👰🏻🤵🏻...


Pagi pun tiba, Ratu di kejutkan dengan sosok Adam yang ia peluk semalam kini berubah menjadi guling.


"Ay .. sayang?" Ucap Ratu yang langsung melotot dan duduk melihat sekeliling kamar.


"Sayang?" Ratu menoleh sambil menyeret tubuhnya untuk segera turun dari tempat tidur.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2