Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Operasi Ala Kadarnya


__ADS_3

Tiba-tiba teh Wina menghampiri bu Tini dan Axel yang sedang mengobrol. untuk menjelaskan biaya administrasi yang baru saja Wina tanyakan pada bagian admin.


"Mah...mau bicara sebentar Wina" ucap Wina.


"Sebentar ya xel, ibu mau ngobrol sama tetehnya dulu" bu Tini pamit beranjak untuk berbicara dengan putri sulungnya.


"Ada apa win?." tanya nya.


"Biaya jahitan si adek cukup mahal mah, sedangkan yang baru Wina lunasin hanya biaya pengambilan peluru di punggungnya." ujar teh Wina dengan wajah memelas.


"Ehm..ga ada simpanan lagi?" tanya bu Tini.


"Ga ada mah, ini aja udah ngambil uang jatah tour si Adek nanti ke Malang" lanjut Wina berbicara pelan.


"Gimana ya, ga ada yang bisa di pinjamin lagi ya allah" bu Tini dengan lesu mengusap dadanya yang mulai sesak nafas.


"Hust..mah udah jangan di pikirin mah" Wina hanya bisa menangis memeluk mamah tercintanya itu.


"Udah nanti Wina sama Appa yang nyari uang buat biaya jahitan si adek ya, mamah tenang aja jangan bikin Wina makin sedih mah" dengan sisa tenaga nya Wina saling memeluk erat bu Tini.


Disisi lain Adam yang sedang rebahan hanya bisa melihat keluarga nya sedang bersedih. Agam perlahan menghampiri kembarannya itu dan menyadarkan nya dari lamunan keheningan tersebut.


"Hey.. tega lu ngeliat keluarga lu sedih begitu hah?" tanya Agam dengan tegas berusaha untuk membangkitkan semangat Adam.


"Ayo dam bangkit, gw hadir disini dari tadi nungguin lu doang hey..." lanjut Agam.


"Tapi badan dan luka di punggung gw belum kering gam, masih perih kalo dipakai gerak" ujar Adam yang mengkhawatirkan dirinya.


"Lu harus yakin dam, gw mampu bantu lu untuk melewati semua ini ayo" pinta Agam yang terus menyemangati Adam.


"Tapi perih gam gw masih ga bisa banyak gerak njir, masih pada sakit luka." Adam terus mengeluh.


"Ayo...percaya lah sama gw yuk bisa yuk" Agam tersenyum manis pada kembarannya.


Adam pun menganggukkan kepalanya dengan senyum percaya diri dan refleks Agam menarik tangan Adam hingga...


"Kak Adam!" Ratu nampak bahagia saat menyadari kakak kelasnya siuman dari kritis nya selama hampir 2 hari itu.


"Mah si Adek udah sadar mah" ujar Wina memberitahu mamahnya.


"Eh ya allah terima kasih ya allah" bu Tini langsung menghampiri putra sulungnya itu san memeluknya.


"Adek baik-baik aja kok mah, dah jangan khawatir ya" Agam membalas pelukan ibundanya tercinta.


Nampak tangisan haru menyelimuti keadaan ruangan itu, Destroy berbaris rapih memandangi peluk tangis dari Adam dengan keluarganya.


Dengan sekuat tenaga Agam mencoba menggerakkan tubuh nya untuk duduk dan bersandar di ranjang rumah sakit itu.


"Apa kabar jagoan?" ucap Axel menyapa Adam.


"Pernah merasa lebih baik" jawab Agam dengan penuh maksud.


"Hai kak" Ratu begitu bahagia bisa menyapa kembali orang yang kemarin malam menyelamatkan nya.


"Hallo cantik ku haha" Agam tersenyum kecil.


Diluar dugaan mereka semua, Agam tiba-tiba melepas peralatan medis yang menempel di tubuhnya dan beranjak berdiri dengan segar seperti tidak terjadi apa-apa.


"Yuk ah, ga betah gw disini bau obat haha" Agam meraih hoodie biru yang semalam ia kenakan.


Axel yang menyadari hal itu langsung melempar jaket kulit berlogo Destroy ke arahnya.


"Masih mau nyamar lu hah?" ujar Axel dengan senyum iblisnya.


"Thanks" ucap Agam singkat dengan senyum tipisnya lalu memakai jaket kebanggaan genk nya.


"Tapi lu masih sakit kan dek?" kak Wina menghentikan Adiknya.


"Gw ga mau jadi beban keluarga teh dengan biaya yang mahal itu hanya untuk pengobatan gw." ucap Agam.


"Dan sekarang mamah sama teteh pulang aja, sore nanti juga gw pulang kok teh okeh?" lanjut Agam sambil mencium teteh dan mamahnya dengan penuh rasa sayang dan hormat lalu pergi meninggalkan ruangan itu


Menyadari ada yang aneh dari sikap Adam, dengan sigap Ratu langsung bergegas mengejar Adam.


"Permisi ya kak, bu, teh.. saya duluan" ucap Ratu yang terburu-buru.

__ADS_1


Axel menghampiri bu Tini dan memberikan surat kelulusan putranya. dengan bangga Axel menjelaskan bahwa Adam mendapat nilai tertinggi di kelas nya dan tetap menduduki peringkat satu dari ke 38 siswa dikelasnya.


Dengan perlahan bu Tini membuka surat itu dan melihat nama putranya kini di nyatakan lulus dari sekolah SMK 729. membuat tangis haru kini berderai kembali di wajah mereka.


"Alhamdulilah mah, si adek lulus dan dapet peringkat satu lagi hehe" ujar Wina merangkul orang tuanya dengan bangga.


"Iya win, mamah ga nyangka" ucap bu Tini dengan mata yang berkaca-kaca.


"Yaudah bu tolong untuk kali ini biarkan kita yang merangkul Adam ya?" dengan dewasa nya Axel memberanikan diri untuk izin langsung pada mamah Adam agar ia boleh menenangkan putranya.


"Pergi lah xel, kejar dia" ucap bu Tini dengan iba mempercayai Adam pada Destroy.


"Laksanakan!" ucap Axel bahagia.


"Yuk gas bro!" Axel beranjak dari ruangan itu diikuti Dafa dan Ferdi.


Nampak raut wajah bu Tini terbagi dua, di satu sisi ia senang karena Adam mengerti akan kondisi ekonomi mereka yang tak mampu untuk melanjutkan tindak lanjut untuk lukanya. disisi lain bu Tini pun tak tega melihat anak nya kelak akan menahan luka karena tidak dijahit.


Diparkiran rumah sakit nampak Agam bersiap untuk menghidupkan motornya. namun itu harus terhalang karena kedatangan Ratu yang tidak Agam sadari sebelumnya.


"Kak Adam!" Ratu berhenti dihadapannya.


"Kamu masih sakit, kenapa nekat keluar dari sini? urusan biaya nanti kami semua bisa bantu kok." ucap Ratu yang begitu peduli pada Adam.


Saat Agam berbalik dan melihat Ratu, sontak Ratu langsung mengkerutkan dahinya dan menatap dalam kearah kornea mata Agam.


Seakan Ratu paham dengan siapa kini dia berbicara, tanpa Ragu dan resah Ratu langsung mampu menyadari hal itu. bawasanya kini dia sedang berbicara bukan dengan Adam, melainkan sisi lain dari kakak kelasnya.


"Ehm..lu lagi aja kenapa sih lu senang banget kendaliin tubuh kak Adam hah?!" tanya Ratu dengan lantangnya.


Namun pertanyaan Ratu bukannya dijawab malah dengan cepat Agam menahan bibir tebal itu dengan jari telunjuknya.


"Hust...don't follow me, please" Agam berbisik ke telinga Ratu hingga menghembuskan nafas tepat dilehernya.


Sontak itu membuat Ratu merinding sekujur tubuhnya dan mematung seketika.


Kesempatan itu Agam manfaatkan untuk segera pergi dari sana meninggalkan Ratu yang sedang terpaku akan sosok Agam.


Tak berselang lama Destroy menghampiri Ratu dan menyadarkan nya dari lamunan itu.


"Pergi kak" ucap Ratu yang baru sadar.


"Ya kemana ?" ucap Dafa.


"Yuk, gw tau tempat yang akan dia tuju" Ratu mengajak Destroy untuk segera tancap gas ke lokasi yang Ratu maksud.


Tanpa berpikir panjang dan melongo kaya ayam yang sedang nelan karet. Destroy langsung gas keluar parkiran dan membelah jalanan yang cukup sepi saat itu.


...👊🏻***We****Are****Destroyer*****😎...


Ternyata tempat yang Ratu maksud adalah markas besar mereka yang tak lain adalah Basecamp samping toko sepatu.


Melihat motor Adam sudah terparkir di halaman markas, dengan segera Ratu dan yang lainnya masuk kedalam.


Betapa syok nya mereka saat melihat Adam sudah terkapar lagi di sofa dengan keadaan tak berdaya.


"Woy lay kenapa lu!" Axel yang panik langsung melepas jaket dan kaos Adam.


Hingga kini Adam telan*jang dada hanya menggunakan celana panjang nya, nampak perut yang sedikit membuncit itu terlihat bebas didepan Ratu, namun aneh nya tak seperti para wanita diluaran sana yang nafsu akan perut pria yang kotak-kotak layaknya roti sobek yang di sobek pakai pisau.


Justru, Ratu malah nampak salting tertarik melihat tubuh Adam yang kekar besar namun tak berkotak seperti artis boyband pada umumnya. Ratu seakan menyukai postur tubuh kakak kelasnya itu. hingga pipi chubbynya yang perlahan memerah pun tak bisa ia sembunyi di depan Destroy.


"Lah Ratu kenapa wkwkw? salting?" tanya Ferdi kepo.


"Ga ish, apa sih lu " Ratu dengan sewotnya menjawab.


"Aduh dam luka lu belum kering sempurna ini" nampak Axel khawatir memperhatikan bekas luka itu.


"Ga apa-apa xel, gw minta cariin sarang laba-laba aja di plapon-plapon atau dimana gitu ya, biar darahnya berenti". jelas Agam.


"Iya deh iya, ayo fer!" Axel bergegas mengajak Ferdi mencari sarang laba-laba disekitaran ruko jajaran markas mereka.


"Kenapa pakai itu kak?" tanya Ratu terheran.


"Itu obat mujarab dari nenek buyut aku rat hehe, ampuh banget buat nutup luka agar ga ngucur darah." jawab Agam dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan itu, Ratu sempat berpikir sejenak dan tiba-tiba meraih tangan Dafa untuk mengantar nya ke suatu tempat.


"Kak Dafa antar gw ayo" Ratu begitu semangat.


"Mau kemana kalian?" tanya Agam.


"Bentar ya kak tunggu sebentar" Ratu dan Dafa pergi meninggalkan Agam sendirian dimarkas.


...****************...


15 menit kemudian mereka semua kembali. Axel dan Ferdi membawa sarang laba-laba cukup banyak, Ratu dan Dafa pun nampak membawa beberapa ranting pohon.


"Lah itu apaan rat?" tanya Axel penasaran.


"Ouh ini batang pohon betadine kak haha" jawab Ratu.


"Betadine punya pohon?" tanya lagi Dafa dengan wajah penasaran.


"Ah gw ga tau juga, pokoknya kata momy gw getah pohon ini mujarab buat merapatkan luka gitu kak" balas Ratu.


"Oh buat obatin luka hati gw bisa dong rat?" celetuk Ferdi.


"Krik-krik"


Suara jangkrik seketika berbunyi.


"Garing ego lu fer" ucap Axel.


"Tau lu haha" ujar Dafa.


"Dah ayo ah..sini kak Adam aku obatin" Ratu menghampiri Agam.


"Ehm..ga sakit kan?" tanya Agam dengan polos.


"Ga lah kak, ga akan sesakit aku yang awal nya ngira kamu akan milih selamatin Nindi daripada aku" celetuk Ratu dengan wajah masam.


Agam dan Adam tak bisa membalas ucapan itu. lalu Ratu melanjutkan mengobati luka itu dengan getah pohon dan sarang laba-laba.


"Aw..ach ehm" Adam menggenggam tangan nya sendiri menahan sakit yang luka nya terkena getah itu.


"Lebay lu ah, malu nih sama Ratu wkwk" Agam dengan santai nya memperhatikan kembarannya sedang diobati.


"Bentar lagi kak sabar ya" Ratu begitu fokus mengobati luka Adam.


"Kak plester ada?" tanya Ratu.


"Nih" Axel memberikan solatif plastik.


"Ish kok solasi wkwk plester buat nahan sarang laba-laba nya ini" Ratu tetap kekeh meminta plester.


"Pakai aja Rat solatif itu. kami biasa pakai itu kok" jawab Adam.


"Baiklah" Ratu membungkus luka itu dengan solatif.


"Sip udah" ucap Ratu dengan senyum manisnya.


Akhirnya operasi menggunakan bahan sederhana itu pun berhasil mereka lakukan. Adam begitu terharu melihat perjuangan Destroy untuk kesembuhan dirinya.


"Makasih ya dek, dan destroy" Adam perlahan duduk dan menghela nafas.


"Kami semua sayang lu dam" ucap Axel menghampiri Adam dan memeluknya.


Mereka semua berpelukan ala Teletubies. menghargai dan menghormati satu sama lain. nampak kebahagiaan menyelimuti mereka semua setelah tersadarnya Adam yang kini mulai pulih.


"Makasih ya semuanya" ucap Adam begitu bangga dengan Destroyer.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......

__ADS_1


__ADS_2