Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Pembalasan Dendam


__ADS_3

Saat ingin mengambil handuk, langkah Agam terhenti sejenak karena ada notif sms masuk dari bu Nisa yang mengabarkan bahwa Ratu hari ini sakit dan tidak berangkat Pkl dulu.


Membaca pesan singkat dari calon mertuanya itu, tekad Agam pun semakin bulat untuk membalas semua tindakan asusila yang Bagas lakukan pada bidadarinya.


Setelah beberapa saat kemudian, Agam yang sudah mandi pun langsung bersiap dengan memakai celana hitam, jaket berlogo Destroyer serta helm fullface bermotif spiderman lalu berpamitan pada bu Tini dan teh Wina untuk menyelesaikan urusan yang mengganggu hatinya.


"Jangan kesorean dek, ingat nanti sore lu kerja" ucap teh Wina.


"Yoi" balas singkat Agam yang langsung menarik tuas motornya membelah jalanan dengan kecepatan yang cukup tinggi dari biasanya.


...


...


Sesampainya Agam disekolah, ia langsung memarkirkan motor nya di depan UKS dan berlari ke arah perpustakaan.


Berhenti sejenak di tangga perpustakaan, Agam menelepon supervisornya yaitu pak Janu untuk meminta cuti pertama nya hari ini.


Agam berasalan ada urusan keluarga yang harus ia selesaikan.


Dan karena kerajian serta attitude baik dari Adam, pak Janu pun dengan mudahnya mengizinkan cuti yang Adam ajukan.


Setelah mendengar kabar baik itu Agam langsung melanjutkan langkahnya memasuki perpustakaan.


Dan betapa senang nya wajah bu 2N (Nurul dan Nita) saat melihat mantan siswa yang paling rajinnya datang ke perpustakaan.


"Hey Adam, ya Allah baru main lagi kamu ke sini hehe apa kabar?" ramah bu Nurul.


"Alhamdulilah baik bu, kalian apa kabar?" balas Agam sambil mengecup tangan kanan mereka.


"Ada apa nih tumben mampir ke perpustakaan hehe?" tanya bu Nita.


"Mau liat list peminjaman buku paket tahunan bu" balas Agam.


"Untuk apa dam?" lanjut bu Nurul bertanya.


"Biasa mau liat adik-adik kelas saya bu haha" celetuk Agam.


"Alasan aja kamu dam haha, paling mau liat adik kelasmu yang cantik-cantik hihi" balas celetuk bu Nita.


"Kaga bu kan saya udah punya Ratu" sombong Agam sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Yaudah tuh ambil dam di pojokan rak F" jelas bu Nurul sambil menunjuk salah satu rak buku.


"Siap bu Nurul sayang hihi" balas Agam dan langsung menghampirinya.


"Ehm... APH, APH, APH, mana ya?"


"Nah ini dia.." ucap Agam setelah menemukan daftar nama siswa siswi di kelas Ratu.


Tanpa banyak membuang waktu, Agam segera mencari informasi yang dia butuhkan. ya, apalagi jika bukan mencari alamat si cabul.


Setelah mendapatkan alamat detail itu, Agam langsung pamit kembali pada bu 2N dan bergegas menyusuri jalan arah kerumah Bagas.


[Next...]


Beralih ke Bagas yang kini sedang makan siang bersama Mei dan para senior lainnya.


Mereka semua heran dengan kondisi Ratu yang tidak masuk hari ini. tapi beda halnya dengan Bagas yang sudah tau alasan Ratu tidak berangkat Pkl hari ini.


"Iya teh udah gw coba telepon juga gak dijawab, WA pun gak di bales hm.." ucap Mei nampak bersedih.


"Kemana ya tuh anak aduh takut kenapa napa gw" gumam Lia nampak khawatir.


Tak tinggal diam Bagas pun mencoba menghubungi Ratu baik lewat telepon, panggilan WA serta spam chat lewat sms mau pun DM Instagram.


Semua tidak ada satu pun yang Ratu balas. kini Ratu hanya terdiam dikamar nya tanpa mau makan atau pun minum.


Singkat cerita, sore pun tiba tepatnya pukul 17.00 kini para siswa siswi prakerin mulai mendatangi parkiran basement untuk bersiap pulang.


Bagas menghidupkan motornya dan menarik tuas gas untuk membelah jalanan yang cukup macet pada sore itu.


"Aduh pakai acara macet segala lagi huh" keluhnya sambil melihat ke arah jam tangan.

__ADS_1


Tak lama kemudian macet pun memudar dan Bagas melanjutkan perjalanan.


Tiga puluh menit kemudian waktu berlalu tak terasa kini ia sudah memasuki gang dekat rumah nya.


Namun saat dia melewati jalan yang kiri kanannya dipenuhi pohon bambu yang rindang dan sepi tiba-tiba seseorang menahan handle belakang motornya hingga Bagas pun terjungkal kedepan dan terjatuh.


Ya.. siapa lagi jika bukan Agam pelakunya. lengkap memakai setelan ala Begal, Agam menarik kerah baju Bagas dan membawanya masuk ke dalam rindangnya pohon bambu.


Bukan untuk mes*um apalagi kumpul kebo. Agam membawa Bagas kedalam sana agar jauh dari jalan utama agar tak ada yang mengganggu urusannya.


"Woy tolong.. tolong" teriak Bagas.


Dengan kasar dan beringas nya Agam memberi satu hantaman di wajahnya yang membuat Bagas terdiam seketika karena sudut bibirnya yang mulai membiru dan berdarah.


Mencoba memberi perlawanan, namun sayang dirinya tak cukup kuat untuk melawan tenaga Agam hingga ia kembali terkapar akibat pukulan yang menghantam perutnya.


"Bang ampun bang tolong maafin gw" rengek Bagas.


Sekali lagi, Agam tetap terdiam dalam emosi yang masih membakar hati dan pikirannya.


Memaksa Bagas untuk berdiri dan mencengkram kuat tepat di bagian pisang kebanggaannya.


Tentu hal itu membuat Bagas ngilu bukan main. ingin berteriak namun mulut terlanjur di bungkam.


Kini ia hanya bisa merasakan ngilu serta sakit saat kema*luan nya di remas kuat oleh Agam.


"Gw bisa aja bunuh lu sekarang tapi gw masih mikir itu akan berurusan dengan polisi" ucap Agam dengan penekanan disetiap katanya.


"Gw bisa aja laporin lu ke kepala sekolah tapi gw masih mikir itu akan merusak reputasi lu di SMK 729" lanjut Agam.


"Dan gw bisa aja laporin lu ke pihak hotel agar lu ga bisa Pkl lagi tapi gw masih mikir itu akan menyusahkan lu untuk uji kompetensi kelak di kelas XII nanti"


"Paham lu?!" bentak Agam.


"Ampun bang ampun" ringis Bagas setelah mulutnya dilepas oleh Agam.


"Tapi apa lu mikir perasaan gw saat lu berani-berani nya nyentuh cewek yang gw sayang hah?!" Agam terus membentaknya.


"Kont*l segede jari kelingking gw aja sok mau mempermainkan cewek gw lu hah?" ucap Agam sambil meremas kuat dua telur di genggamannya itu.


"Ah e.. engga bang. maafin gw maaf!" teriak Bagas.


Dan tanpa basa basi lagi Agam langsung menghajar Bagas tanpa ampun.


"Bagh.. bugh bagh bugh bugh"


"Gubrak!!"


"Ah.. ampun bang maafin gw cuih... aw" ucap Bagas yang semakin ripuh sampai harus meludahkan darah dari mulutnya.


"Kata maaf aja gak cukup untuk ngebalikin harga diri gw yang udah lu injak sehina itu setan!" teriak Agam dan lanjut memukuli adik kelasnya itu.


Ditengah rindang nya pohon bambu bercampur awan yang mulai meredup karena waktu sudah mau maghrib, Agam sudah tak mengenal lagi rasa takut akan kuntilanak, pocong, atau pun nenek gayung.


Semua rasa takut itu seakan tertutupi dengan dendam yang masih memanas di kepala dan hatinya.


Apalagi mengingat keadaan Ratu yang kini drop bahkan sampai tak masuk Pkl hanya karena perbuatan hina yang Bagas lakukan pada dirinya, membuat Agam tak henti-henti memukuli, menendang, menginjak serta membanting Bagas layak nya boneka samsak.


"Lu tinggalin hotel itu dan jangan lagi lu deketin cewek gw ngerti ga lo?!" teriak Agam didepan wajah Bagas yang sudah berlumuran darah dan luka.


Bagas hanya bisa mengangguk sambil meneteskan air matanya. tak menyangka bahwa perbuatan iseng yang dia lakukan terhadap Ratu akan mendatangkan petaka dan luka yang luar biasa berlipat ganda dari yang Ratu rasakan.


Memang mengingat bahwa luka batin dan psikis itu sulit di obati, Agam berniat merusak fisik, otak serta mental dari Bagas. agar ia merasakan ketakutan yang dialami Ratu.


"Baji*ngan lu" ucap Agam yang mengepalkan tangannya yang sudah penuh darah dari memar dan luka diwajah Bagas.


Melihat bongkahan batu yang cukup besar dan runcing, Agam beranjak dari hadapan Bagas menuju batu itu.


Bagas yang menyadari dirinya akan di binasakan, dengan segera dia merangkak menjauh dari Agam dengan sisa tenaganya.


"To..tolong" ucap Bagas yang sudah benar-benar tak berdaya.


Agam yang sudah memegang batu besar itu langsung kembali menghampiri Bagas. Adam yang melihat itu pun tak bisa tinggal diam.

__ADS_1


"Gam.. hey udah wey!" ucap Adam pada kembarannya.


"Lu mau ngapain gam please jangan nekat deh woy!"


"Ingat bro apapun yang lu lakukan itu akan ber-imbas ke diri gw!"


"Agam please" ucap Adam yang terus menahan langkah kakinya, namun semua itu sia-sia.


"Bang ampun" Bagas yang kemarin gagah perkasa sampai ingin meniduri Ratu pun kini di hadapan Agam menjadi ciut dan lembek seperti lontong yang sudah basi.


Linangan air mata mulai menggenang di kedua mata coklat Agam. berniat menumbuk kepala Bagas dengan batu besar itu layaknya rujak keliling.


"Mati lu bang*sat!!" teriak Agam sambil mengarah batu itu ke batok kepalanya Bagas.


Dan...


Diwaktu yang tepat sebelum batu itu merujak kepala Bagas, Adam sempat menahan sekuat tenaga perbuatan kembarannya itu.


Mengingatkan Agam kembali tentang prinsip Destroyer yang pernah dia tanamkan pada diri anggotanya.


Bahwa 'Kita Destroyer, kita perusak bukan pembunuh'. mendengar kata-kata bersejarah itu, Agam langsung membanting batu itu kesamping Bagas dan menatap wajah Bagas yang sudah gak karuan dibuatnya.


Hingga perlahan, Adam berhasil mengambil alih sedikit demi sedikit raga dan kepribadiannya yang dari tadi di kuasai oleh sisi frontal dari dirinya.


"Jauhi hotel itu dan jangan ngadu ke siapapun tentang hal ini kecuali lu mau masuk penjara atas tuduhan pelecehan" gertak Agam sambil menaikan resleting jaketnya dan bersiap pergi.


Bagas hanya terdiam ditengah kondisinya yang sedang ripuh. merasa bersyukur akhirnya ia terbebas dari psikopat gila yang hampir merenggut nyawanya.


Dan akan menjadikan ini pelajaran besar dalam hidupnya bahwa wanita tak pantas dilecehkan apalagi hanya untuk melayani naf*su lelaki hidung belang.


...•••😎 IBG Season 2 🤓•••...


Setelah memberi pelajaran pada si bocah tengil itu, Agam tidak lah langsung pulang melainkan mampir sejenak untuk menjenguk si cantiknya yang sedang drop.


Sesampainya di sana tepatnya kini pukul 19.00, Agam segera membersihkan kedua tangannya dari bercak darah yang tersisa dengan ember yang selalu disediakan bu Nisa di depan rumahnya.


Dan tak lupa juga Agam melepas jaket Destroyernya dan mengantungkannya di motor.


Tiba-tiba bu Nisa keluar mengejutkan Agam yang sedang cuci tangan.


"Eh bu.. ya ampun kaget saya hehe" ucap Agam yang tersenyum untuk menutupi semuanya.


"Assalamualaikum.."


"Walaikumsalam" balas bu Nisa dan langsung memeluk erat Agam untuk melampiaskan kesedihannya setelah dua hari ini melihat Ratu yang hanya terdiam dikamar.


Bu Nisa begitu khawatir dengan Ratu dan Adam. khawatir jika Ratu terus-terusan trauma seperti itu. dan khawatir dengan Adam takut kena omel oleh pak Hendri.


Karena jika Ratu kenapa-kenapa, Adam lah yang akan pertama kali disalahkan oleh pak Hendri karena yang ia tahu hanya Adam lah laki-laki yang sedang dekat dengan anak tirinya itu.


Mendengar penuturan bu Nisa, emosi Agam kembali bergejolak karena tak menyangka perbuatan Bagas bisa sejauh ini merusak psikis Ratu bahkan kini nama baik Adam pun hampir tercoreng dimata pak Hendri.


Syukur nya, emosi itu kembali teredam oleh bu Nisa yang mempersilahkan Adam masuk untuk menemui Ratu.


Perlahan Agam masuk dan berdiri didepan pintu kamar kekasihnya. melihat Ratu yang terdiam dengan keadaan yang tak karuan.


Memakai tanktop hitam dan celana strecth pendek serta rambut yang berantakan karena tak mandi.


Pecah lah semua emosi yang dari tadi membakar jiwa Agam. seketika meneteskan airmata hingga mengalir ke pipinya.


Hatinya sangat hancur melihat kondisi Ratu yang biasanya tertawa ceria bersama nya, namun kini harus membisu tanpa bicara sepatah kata pun.


"Bu boleh saya.." ucap Agam yang menoleh ke bu Nisa untuk meminta izin memasuki kamar anak gadisnya.


Bersambung...


Kalian bisa bayangin sendiri kan gimana perasaan Adam saat melihat kondisi Ratu yang sampai seperti itu..


And..


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".


...See you on the next episode...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2