Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Hancur Sudah


__ADS_3

Kembali lagi ke Ratu di Atria. kini mereka semua sedang makan siang bersama menikmati waktu istirahatnya di ruangan kecil yang mereka sebut markas PA (Public Area) oleh para senior lama.


Ratu membawa bekal sendiri dari rumah. sedangkan Mei dan Bagas pesan makanan online karena ia tak bawa bekal.


Singkat waktu istirahat pun selesai dan semua section kembali ke bagiannya masing-masing.


Kini Ratu kedapatan tugas untuk membersihkan toilet perempuan dilantai tiga.


Nampak Ratu begitu tekun dan ulet menjalani prakerin nya.


Tiba-tiba, Lia menghampiri Ratu untuk meminta tolong membuang sampah dilantai bawah.


Ratu pun menuruti permintaan seniornya itu.


Menuruni lantai menggunakan lift khusus pegawai, setelah itu keluar menuju tempat sampah belakang.


Namun langkah nya terhenti saat melihat pohon besar yang beberapa hari silam ia singgahi dengan Adam saat survei mencari lokasi hotel ini.


"Kamu gak ada niatan jemput aku apa ay hehe kangen aku" ucap Ratu sambil memandangi pohon itu.


"Ada kok sayang nanti ya " celetuk seseorang yang tiba-tiba mengejutkan Ratu.


"Ih astagfirullah Bagas!!" teriak Ratu nampak kesal dengan kehadiran temannya itu.


"Apa sih hahah ngelamun mulu sih lu haha" tawa puas dari orang itu yang ternyata Bagas.


"Bodo ah, ganggu gw aja lu" ucap Ratu lalu beranjak ke tempat sampah.


Bagas pun mengikuti langkah Ratu ke tempat sampah hingga ia pun harus ikhlas kena semprot Ratu untuk kedua kalinya.


"Ih ngapain sih lu ngikutin gw?!" bentak Ratu.


"Lah gw mau buang sampah juga buset dah hih ngomel mulu lu kaya emak-emak" balas Bagas yang mulai kesal dengan wanita yang ia sukai itu.


Setelah membuang sampah Ratu langsung beranjak kembali ke lantai 4 menemui seniornya.


Tak terasa seperti hati yang selalu merindu namun tak mengenal waktu, kini jam dinding lobby menunjukan pukul 16.40 wib yang menandakan waktu pulang bagi shift pagi sudah tiba.


Ratu yang menyadari hal itu langsung beranjak ke Room Public Area. ganti baju sejenak di toilet dan merapihkan tas serta tempat bekal makan nya.


Namun, Lita menghampiri Ratu dan mengajak nya makan-makan untuk merayakan anniversary Lita dengan kekasihnya.


Sempat berpikir sejenak, akhirnya Ratu meng'iya kan ajakan Lita tersebut.


Tapi sebelumnya ia mengabari Adam dulu bahwa hari ini ia akan pulang agak telat karena dapat traktiran makan.


Setelah itu Ratu berkumpul dengan Lita, Lia, Mei dan Bagas serta para senior lainnya di parkiran basement untuk otw ke cafe secara konvoi.


"Rat, teteh bareng kamu ya bonceng?" pinta Lia sambil mendekati Ratu yang sedang menghidupkan motor.


"Uhm.. boleh kuy" jawab Ratu dengan happy.


Akhirnya mereka pun otw konvoi bareng menuju cafe yang ditentukan Lita.


Ditengah perjalanan, Ratu sempat terkejut saat melihat Adam masuk ke ruko Ashoy bersama seorang wanita seksi nan berisi.


Nampak tak percaya tapi Ratu yakin bahwa yang dia lihat barusan itu adalah Adam kekasihnya.


"Masa iya sih kak Adam sama cewek lain, ngapain tuh?" batin Ratu mulai tak tenang walau sedang mengemudi.


"Eh teh Lia, itu ruko Ashoy tempat apaan sih?" tanya Ratu yang mulai curiga dengan tempat yang Adam masuki tadi.


"Buset ngapain lu nanyain tempat itu hahaha" Lia tertawa ngakak mendengar pertanyaan Ratu.


"Serius teh kan aku belum tau tempat apa itu hehe" Ratu tersenyum kecil sambil terus mengendarai motor matic berwarna merah.


"Itu tuh tempat pijat dewasa Ratu haha, hanya pria hidung belang aja yang pijat di sana hihi" jawab Lia.


"Dengan pelayanan yang ya... bikin cowok merem melek deh haha" celetuk Lia.

__ADS_1


Ratu yang mendengar fakta itu pun begitu terkejut hingga langsung menarik kedua tuas rem motornya yang membuat tubuh Lia terpental memeluk tubuh mungil Ratu.


"Eh buset astagfirullah Ratu!" teriak Lia yang kaget karena karena Ratu nge'rem mendadak.


Ratu terdiam dalam lamunan nya dipinggir jalan, merasa tak menyangka bahwa kekasih nya main ke tempat haram seperti itu.


Bahkan tanpa disangka airmata pun seketika menetes dari mata indah Ratu mengalir ke pipi chubby nya.


"Ratu ayo jalan, ada apa sih kamu?" tanya Lia yang menepuk pundak Ratu sambil berusaha melirik wajahnya.


"Eh engga, engga teh gak ada apa-apa hehe yuk lanjut" dengan spontan Ratu mengusap airmatanya untuk menyembunyikan kekecewaan nya kala itu.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, Ratu menarik tuas gasnya begitu kencang membelah jalanan sekalian mengejar rombongan Mei, Bagas dan Lita yang sudah jauh didepan mereka.


Lia tak merasa keberatan apalagi ketakutan dengan cara mengemudi Ratu yang seperti itu, secara Lia memang sudah tak asing dengan dunia balap liar mengikuti langkah pacarnya.


Singkat waktu hati yang awal nya percaya pun kini kecewa, di cafe mereka semua bersuka ria dan bercanda satu sama lain.


Bagas dan Mei menyatu dengan Lia, Lita dan beberapa senior section lainnya.


Berbeda dengan Ratu yang malah sedang sibuk meneleponi Adam namun tak 1 panggilan pun terjawab.


Membuat hati Ratu semakin hancur sehancur-hancurnya. membayangkan kekasihnya di puaskan atau mungkin di jamah dengan para wanita Lon*te disana.


"Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif"


"Pinter dia Rat, hape nya dimatiin biar lu gak bisa hubungi dia hm" ucap Ratna dalam pikiran Ratu saat mendengar suara dari operator yang muncul.


"Ga ah gak mungkin kak Adam main kesana woy" batin Ratu.


"Tapi tadi lu liatkan dia masuk kesana sama cewek lain. apalagi itu tempat pijat ++ kata teh Lia" Ratna nampak mulai kesal dengan kelakuan Adam.


"Mungkin kita kurang sempurna di matanya Rat, makanya sampai dia nyari cewek lain yang lebih seksi dari kita. harusnya lu mikir ke arah sana" Ratna terus membakar emosi kembarannya.


"Udah diam lu!" bentak Ratu yang tanpa sadar membuat semua teman-temannya terdiam karena bentakan itu.


"Why? kenapa tuh junior kamu?" bisik pelan dari pria yang sibuk merangkul dan mengusap pucuk kepala Lita.


"Entah, ku coba tengok ya sayang" balas Lita sambil mengusap pipi pacarnya lalu beranjak ke kursi tempat Ratu duduk.


"Ratu kamu kenapa sayang?" Lita merangkul Ratu dari belakang .


"Minum dulu nih dek" Lia pun tak kalah perhatian, ia menyodorkan jus jeruk untuk Ratu yang sedang terganggu mentalnya karena pergelutan didalam kepalanya.


Ratu pun mengambil gelas itu dan meminumnya walau dengan tatapan mata yang kosong layaknya seorang yang kesurupan.


Setelah cukup tenang dari sosok Ratna, Ratu kembali berbaur dengan mereka semua.


Mengucapkan happy annive kepada Lita dan cowoknya, bercanda ria, mengobrol dan saling bertukar cerita antar section tentang pekerjaan mereka hari ini.


Setelah acara selesai, mereka pun bubaran langsung di cafe tersebut.


Mei pulang bersama kekasihnya Firman, dan Bagas mencoba merayu Ratu yang sedang berhati mendung kala itu.


"Rat mau gw antarkah pulangnya?" tanya Bagas yang nampak perhatian dengan kesedihan Ratu.


"Ga usah gas makasih ya, gw pulang sendiri aja hehe" jawab Ratu dengan menolak dengan lembut.


"Yaudah lu hati-hati di jalan ya" sahut Bagas lalu otw meninggalkan Ratu sendiri didepan Cafe itu.


"Bagas aja yang orang lain perhatian loh ke kita, sedangkan pacar kita malah asik di jamah sama wanita murahan disana" celetuk Ratna berbisik.


"Udah cukup ah!" Ratu semakin down oleh perkataan Ratna yang memanas.


Ratu melaju sangat kencang membelah jalanan dengan rasa emosi yang masih tersulut oleh Ratna.


...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...


Sesampai nya dirumah sekitar pukul 18.00 wib, Ratu langsung menangis sejadi-jadinya di kamar.

__ADS_1


Tanpa membuka seragam atau berganti baju dulu. ia langsung memeluk guling dan meluapkan kesedihannya bersama bantal kesayangannya yang berbentuk emoticon smile love.


Bu Nisa sempat panik melihat Ratu yang pulang Pkl di hari pertama nya kok malah nampak tertekan.


Apakah karena ada masalah dengan pekerjaan yang Ratu lakukan atau masalah lain yang bu Nisa sendiri pun belum mengetahuinya.


Tapi, bu Nisa tak berani mengganggu anak sulungnya itu di kala seperti ini dan akhirnya dia memilih untuk memberi waktu dulu bagi Ratu untuk menyendiri dikamarnya.


Dikamar, Ratu nampak begitu tertekan dan rapuh dengan kejadian sore tadi. sangat tak menyangka bahwa Adam berbohong dengan mengatakan teman nya Hito minta tukar shift karena ada keperluan.


Tapi malah Adam sendiri yang minta tukar shift hanya untuk pijat ditempat haram tersebut.


"Kamu rela tukar shift pagi hanya untuk pijat di sana ay?!" baji*ngan kamu bang*sat lu anjing!!" Ratu menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya menggunakan bantal agar tak ada yang tau ke kecewaan yang sedang ia rasakan.


Ratu kembali melihat layar hapenya yang sampai detik ini pun tak ada kabar dari Adam.


Tentu itu membuat Ratu semakin sesak nafas memikirkan keadaan Adam yang entah sedang memikirkan dirinya juga atau sedang bermanja dengan wanita-wanita panas disana.


📱 "Lanjutkan lah puaskan naf*su mu, jangan datang lagi kerumah ku!"


Begitu lah isi pesan terakhir yang Ratu kirim lewat WA untuk Adam lalu non aktifkan hape nya agar tak ada yang mengganggu.


Menggenggam kuat kepalan tangannya seakan ingin melukai dirinya sendiri dan berteriak sekencang-kencangnya dalam dekapan bantal meluapkan airmata yang tak mampu lagi keluar.


"Aaaaaaarrrrgggghhhh"


...•••| 💔Introvert Berjiwa Ganda Season 2💔 |•••...


[Kembali ke Adam disaat yang sebenarnya terjadi adalah...]


"Mau paket berapa mas nya?" wanita itu mendekati wajah Adam sambil mengusap dagunya.


"Ehm.." Adam melirik ke arah Ferdi begitu pun sebaliknya.


...


...


Setelah memilih paket yang ditawarkan si wanita, dengan sigap dua wanita memakai kimono menarik Ferdi kedalam ruangan yang semakin tertutup.


Adam hanya tersenyum dan duduk di sofa depan kasir. memainkan hapenya melihat lihat story IG lelucon untuk mengisi waktu gabutnya.


Namun datang lah seorang wanita dengan sepasang melon padat yang menggantung didadanya mencoba menawarkan paket lagi ke Adam.


"Kakak nya mau dipijit juga kah?" tanya si wanita itu yang langsung merangkul Adam dan menaikkan kaki nya sebelah ke paha kekasihnya Ratu itu.


"E..enga mbak makasih hehe" Adam hampir nge-blank dibuatnya.


Nge-blank bukan karena takut digoda oleh wanita itu, namun Adam berusaha keras untuk menahan sisi kembarannya agar tidak hadir disaat itu.


Karena jika Adam gagal menahan jiwa Agam, tertentu hari itu juga dapat dipastikan bahwa Agam akan kehilangan keperjakaan nya dalam sekejap.


"Serius gak mau aku pijat kak?!" ucap si wanita itu yang semakin tertarik dengan sosok Adam yang nampak kuat iman.


"Iya engga mbak makasih hehe" Adam terus menjaga Agam dalam dirinya.


"Jangan panggil mbak, panggil sayang aja boleh kan?" pinta si wanita bermelon montok itu sambil menarik wajah Adam dan bertatapan begitu dekat.


Hingga terhembuslah nafas segar rasa mint beraroma kan sedikit alkohol yang membuat jiwa Agam semakin memberontak ingin melahap bibir tipis dan mungil dihadapannya itu.


"Um.." Adam menatap balik wanita itu dengan senyuman tipis dan...


Bersambung...


..."Jangan membuat keputusan di saat marah, jangan berjanji di saat bahagia"...


^^^• Becarefull, 14 Januari 2022 •^^^


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan juga Share ya atau tap Favorit agar tidak ketinggalan notif update dari novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


__ADS_2