
"Hay apa kabar?"
Ucap seseorang yang dulu pernah sedekat Desember-Januari, hingga tak terasa kini sejauh Januari-Desember👋🏻.
...+--- Sang_Perindu ---+...
Happy Reading....
"Satu orang lagi Xel, mau ya gabung sama kelompok gw please" ringis mahasiswi itu yang bernama Ancel.
"Um..yaudah deh boleh, atur aja nanti bagaimana materi nya dan kita buat di laptop gw ya?" tutur Axel yang mensetujui permintaan teman nya itu.
"Makasih Axel!" balas Ancel yang menyubit pipi Axel dan lari meninggalkannya.
"Aw.. sakit njir!" gerutu Axel sambil mengusap bekas cubitan itu.
"Hust.. siapa lay?" tanya Jery sambil terus memandangi langkah Ancel yang perlahan menjauh dari pandangan nya.
"Oh itu teman kelas gw, nama nya Ancel" tutur Axel.
"Cakep juga bre haha" celetuk Jery.
Ditengah obrolan yang mulai memanas dengan pikiran jorok, terdengar lah suara motor sport yang membuat bising halaman kampus.
Tentu itu menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi disana yang langsung mengerumuni sumber suara.
"Buset pamer banget tuh orang haha" ucap Axel sambil mencoba melirik ke arah kerumunan yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Samperin yuk?" ajak Jery yang pastinya ikut penasaran dengan hal itu.
"Yuk" Axel beranjak dan melangkah mendekati suara motor sport itu.
Dan saat ditengok, ternyata itu adalah Roy dan kawan-kawan barunya serta tak lupa juga ia memboncengi kekasih montoknya yaitu Gaby.
"Grung.. grung..!"
Suara knalpot berdengung keras menyombongkan moge-moge mereka semua.
Tiba-tiba, Roy menyuruh anak buah nya mematikan mesin motor saat mengetahui Axel dan Jery memperhatikannya.
"Widih... anak culun ketemu lagi nih kita haha apa kabar guys?" teriak Roy sambil menghampiri Destroy yang masih terdiam.
Jery yang mendengar hal itu pun langsung mengepalkan tangannya menatap tajam ke arah si pengrusuh sekolah itu.
"Apa?! berani lu ngelawan gw hah?!" bentak Roy di depan wajah Jery.
"Sabar Jer sabar" Axel mengusap punggung Jery berniat menenangkan nya dari keributan yang mungkin akan terjadi.
Namun Roy yang tidak terima melihat hal itu pun langsung mendorong Axel menjauh dari Jery.
"Bacot lu be*go kalau takut bilang hah!" bentak Roy menatap tajam ke arah Axel.
"Ya lu selow se*tan!" Jery dengan sigap membalas perbuatan Roy dengan mendorong tubuhnya juga dan membentaknya.
"Woy mau lu apa hah ribut ayo sini!" ucap anak buah Roy yang langsung sibuk melindungi bos nya dari jangkauan Jery dan Axel.
"Hust... " Roy kembali memerintahkan anak buahnya untuk diam sejenak.
"Udah berani lu sama gw hah?!" tanya Roy dengan wajah yang sangat menjengkalkan.
"Semenjak lu kalah dari ketua gw, kita udah gak takut lagi sama lu lay cuih!" Axel meludah ke samping Roy.
"Ouh begitu toh haha yaudah kita sparing fight sepulang kampus di lapangan dekat jalur balap di Kamsaw" tawar Roy sambil mengepalkan tangannya di depan wajah Destroyer.
"Sorry kita ga minat. gw ga jago berantem jadi gw akui lu emang hebat" celetuk Axel yang sebenarnya menahan amarah dalam hatinya.
"Lemah!! gak punya kont*l lu ya hah?" bentak Roy depan wajah Axel.
Axel hanya tersenyum merespon hinaan Roy itu dan mengajak Jery untuk segera kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran.
"Dah ayo tinggalin aja" ucap Axel merangkul Jery.
"Breng*sek tuh anak gw di kacangin" kesal Roy menatap sinis langkah Axel dan Jery.
"Lah kok malah kabur bre?" tanya Jery yang heran.
"Hust.. kita main cantik aja haha" balas Axel membisikkan Jery sesuatu.
Singkat cerita, saat kini tepatnya sudah selesai jam kelasnya Destroyer. Axel dan Jery bergegas menuju parkiran dan memantau semua pergerakan lalu lalang di sekitar parkiran kampus itu.
Ternyata rencana Axel sebelumnya adalah memasukkan pisang kedalam knalpot motor Roy.
Setelah beberapa menit mereka memantau, Jery dengan gesitnya menunduk menuju moge besar berwarna hitam itu.
Tak tanggung-tanggung Jery memasukkan 3 buah pisang kepok yang ia beli di kantin sebelumnya.
Axel yang melihat hal itu hanya tertawa dalam hatinya. karena ia hanya berniat memasukan 1 pisang saja.
Tapi dengan perasaan kesal dan dendam nya Jery malah memasukkan pisang lebih dari yang di perintahkan Axel.
"Dah bro ayo!" Jery bergegas lari keluar dari lapangan yang di ikuti Axel.
__ADS_1
"Hah sip mantap haha" tawa Axel sambil menjauhi area parkiran.
"Ampuh gak cara itu bro?" tanya Jery pada Axel.
"Ampuh lah haha, lu meragukan gw hah?" balik tanya Axel dengan nada sombongnya.
"Kaga kok kaga. yaudah yuk cabut" pinta Jery.
"Gas ayo dah" Axel melanjutkan langkahnya menghampiri motor yang sebelumnya sudah ia parkir dekat gerbang kampus.
"Langsung pulang lu?" tanya Jery.
"Kaga, mau jemput Kezia dulu gw di kampusnya" jawab Axel sambil menghidupkan motornya.
"Wokeh dah hati-hati ya" balas Jery yang bersiap untuk pulang juga.
"Siap duluan lay" pamit Axel dan menancap gas membelah jalanan.
Mengendarai motor matic berwarna hitam dengan aksen biru, Axel menikmati senja yang mulai menampakkan sinarnya.
Singkat cerita setelah sampai di kampus tempat Kezia bersekolah. benar saja gadis pujaannya sudah menunggu nya di depan gerbang kampus.
"Maaf sayang aku telat hehe" ucap Axel memulai obrolan.
"Huh kebiasaan kamu mah say" balas Kezia yang langsung naik ke jok belakang motor Axel dan memeluk Axel.
"Iya besok gak lagi kok cantik hehe" sambung Axel merayu bidadarinya.
Ditengah perjalanan Axel mengantar Kezia. tiba-tiba si pengrusuh Roy pun melaju kencang dengan motor temannya yang ia pinjam.
Axel yang hampir saja oleng dan celaka atas tindakan Roy barusan.
Roy menarik tuas remnya lalu berhenti tepat di depan Axel.
"Kamu tunggu sini say" pinta Axel dengan tatapan tajam mengarah pada emosi yang terpendam terhadap Roy.
"Hati-hati" khawatir Kezia.
"Widih.. udah punya gandengan lu ya hah?!" tanya Roy dengan sombong sambil melirik Kezia yang menunggu dimotor Axel.
"Mau apa lagi sih lu bang*sat? gak di SMK gak di kampus selalu aja jadi biang masalah hah? biar apa begitu" ucap Axel yang melangkah mendekati Roy yang ikut mendekat juga.
"Itu emang hobi gw jadi biang masalah. kalau jadi ayam kampus.. itu kan cewek lu ya?" hina Roy tanpa merasa bersalah sambil melirik kembali kearah Kezia.
"Bugh!!"
Satu hantaman kuat dari tangan Axel melayang menumbuk pipi kiri Roy secara refleks karena kesal dengan perkataan Roy yang menghina pujaan hatinya.
"Maju lu sini bangs.." bentak Roy yang sudah terbakar emosi sedari tadi langsung melayangkan pukulan Taekwondonya ke arah Axel.
Namun tiba-tiba seseorang menahan tangan Roy dengan sigap menghentikan serangannya.
Axel langsung tersenyum ketika melihat yang datang adalah Adam sang ketua dari genk nya.
"Ada apa lagi sih Roy hah?" tanya Adam dengan nada rendah sambil terus memegang tangan Roy yang sebenarnya bukan sembarang memegang.
Adam mencengkram tangan Roy sambil menekan kuat jari telunjuk nya ke arah urat nadi di pergelangan tangan Roy.
Yang tanpa Gaby, Kezia bahkan Axel ketahui sebenarnya Adam memang berniat untuk memberi luka yang tak berdarah pada Roy.
"Aw.. ah.. sakit dam sakit! woy lepas!" ringis Roy yang merengek minta di lepas.
"Jauhin teman-teman gw mulai sekarang atau gw buat lu mati sekarang juga didepan cewek lu. paham?!" bentak Adam yang terus menekan jari telunjuknya hingga telapak tangan Roy pun mulai berubah memutih karena tersumbatnya aliran darah yang seharusnya mengalir dari urat nadi yang Adam tekan.
"Iya dam iya lepasin dulu aw!" ucap Roy yang tak bisa berbuat apa-apa.
Adam pun melepas pergelangan tangan Roy dan nampak lah cengkraman Adam yang masih meninggalkan bekas di area urat nadi Roy.
"Anjing lu semua" celetuk Roy sambil perlahan menjauh dari Destroyer.
"Mau kemana dam? tumben lewat sini haha" ucap Axel yang nampak begitu senang dengan kehadiran Adam.
"Mau jemput Ratu gw, dia lagi ga bawa motor soalnya hehe" balas Adam.
"Hm.. gitu dam.. wokeh lah kalau begitu" lanjut Axel.
"Ouh ya kenalin bre ini Kezia pacar gw haha" Axel untuk pertama kali nya mengenalkan Kezia pada sang ketua.
"Adam" ucap Adam mengulurkan tangan.
"Gw Kezia hehe" balas Kezia dengan malu-malu menjabat tangan Adam.
"Widih udah punya doi aja nih sahabat gw haha" celetuk Adam tersenyum.
"Bisa lah kita double date next time haha" balas Axel pada Adam.
Roy yang mendengar Adam ingin menjemput juniornya pun langsung menoleh ke arah kekasihnya dan mengedipkan sebelah matanya seakan memberi isyarat yang hanya mereka lah yang tahu maksudnya.
Tiba-tiba Gaby berlari memeluk tubuh besar Adam dari belakang. sontak itu membuat Kezia dan Axel pun terkejut atas tindakan Gaby.
"Hey kemana aja kamu dam? lama gak ketemu" ucap Gaby yang masih lendotan di tubuh Adam dan mengecup manja leher belakang Adam.
__ADS_1
"Ish apaan sih lu san*ge ya?" bentak Adam sambil melepas rangkulan Gaby dari lehernya.
Serasa ingin menampar wajah cantik itu tapi Adam tak sanggup jika harus bermain tangan dengan wanita.
"Aku kan kangen sama kamu haha" ucap Gaby sambil menggigit sebelah bibirnya.
"Basi tau gak lu!" balas Adam sambil menatap ke arah Roy.
"Jaga pacar lu men!" teriak Adam dan langsung pamit dengan Kezia dan Axel.
"Ayo bre gw duluan" sapa Adam lalu menarik tuas gas motornya membelah jalanan menuju hotel tempat Pkl Ratu.
Axel dan Kezia pun ikut pergi dari sana meninggalkan dua sejoli pengrusuh itu.
"Gimana?" tanya Roy dengan santainya pada Gaby.
"Aman sayang haha, sebentar lagi pasti akan boom meledak deh haha" ucap Gaby yang langsung memeluk manja Roy.
"Pintar nya pacar ku ih muach" satu kecupan Roy berikan sebagai upah atas tindakan cerdik kekasihnya.
"Yuk makan dulu sayang, lapar nih aku haha", ajak Gaby yang langsung menaikin motor hasil pinjam ke temannya.
Karena seperti yang kita tahu motor Roy harus diservice dulu akibat sabotase yang Destroy lakukan sebelumnya.
"Iya cantik yuk" Roy pun bersiap menarik tuas gas dan melaju begitu cepat.
Beralih ke Adam yang kini sudah sampai ditempat ia biasa menunggu Ratu pulang.
Membasahi rambut dengan kran air yang terdapat di depan salah satu ruko disana.
"Beh ganteng banget pacar lu Rat haha" celetuk Adam sambil merapihkan jalan kutu di pinggiran style rambut barunya.
Tak lama dari itu, nampak lah gadis montok yang berlari ke arah Adam. ya siapa lagi jika bukan Ratu sang pujaan hatinya.
"Assalamualaikum ay" ucap Ratu meraih tangan kanan Adam.
"Walaikumsalam sayang, gimana lancar tugas hari ini hehe?" tanya Adam sambil mengusap pucuk kepala Ratu.
"Iya sayang hehe, dapat uang tips lagi malah aku" ucap Ratu dengan semangat bercerita pada jagoannya.
"Oh ya masa? traktiran mah ada kali haha" celetuk Adam sambil bersiap otw.
"Hilih kamu dong yang traktir aku haha" balas Ratu sambil menurunkan foot step belakang.
Saat memegang pundak kekasihnya, terciumlah aroma semerbak bunga menyengat dari jaket Adam.
Dari situ lah seisi otak dan hati Ratu lagi-lagi bertabrakan saat mencium aroma parfum yang bukan dari parfum miliknya.
Dan keadaan pun semakin memanas saat Ratu melihat bekas lipstik di leher Adam.
"Maksud kamu apa itu?!" teriak Ratu sambil mencubit kuat pinggang Adam.
Ekspresi Adam yang tadi tersenyum seketika berubah drastis saat merasakan cubitan maut dari Ratu yang seperti di santet.
"Aw.. aduh apaan sih ay?" bentak Adam yang kesal dengan tingkah Ratu yang tiba-tiba berubah begitu saja.
"Bodo amat! tanya aja sama selingkuhan lu sana!" ucap Ratu yang kepalang cemburu dan menjauh dari Adam.
Kebetulan sekali nampak Bagas yang baru keluar parkiran. Ratu yang menyadari hal itu pun langsung menghentikan motor Bagas dan naik begitu saja tanpa memikirkan perasaan Adam yang masih memperhatikannya.
Disitu, pecah juga lah api cemburu Adam saat melihat Ratu lebih memilih pulang dengan Bagas di banding dirinya yang sudah berdandan rapi hanya untuk Ratu seorang.
"Ay maksud kamu apa ay?" tanya Adam yang semakin heran dengan Ratu.
"Jalan gas.." ucap Ratu sambil menepuk pundak Bagas.
Bagas pun tak mungkin menolak permintaan wanita yang ia sukai. dengan segera Bagas menarik gas motornya tanpa menghiraukan Adam.
"Ay.."
"Sayang...?" teriak Adam sambil meratapi Ratu yang mulai hilang dari pandangannya.
Saat menoleh kesamping, baru lah Adam sadar penyebab Ratu berubah mood seketika itu karena jaketnya wangi parfum dari Gaby yang tadi memeluknya.
"Ah anjing bang*sat lu Roy!"gerutu Agam yang hadir karena amarah Adam yang sudah tak tertahan.
Dengan segera Agam dan Adam mengejar motor Bagas untuk mengklarifikasikan kesalahpahaman nya dengan Ratu.
"Ya Allah Ratu, please jangan terlena dong" ucap Adam yang begitu khawatir pacarnya diboncengi pria lain selain dirinya.
Karena Agam tau, apa drama yang akan dimainkan oleh para buaya darat diluar sana, yang bagi dia salah satunya adalah Bagas.
Bersambung...
..."Bosan itu wajar, yang tak wajar adalah ketika kau bosan malah mencari pelampiasan ke lain hati"...
...-Im Back, 20 Ferbuari-...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
...See you on the next episode...🎉👏...
__ADS_1