
...π Akhir Perjuangan Cinta π...
Dan tersenyum bahagia lah Adam saat melihat Ratu yang kini resmi menjadi istrinya melangkah dan berhenti di hadapannya.
Saling menatap satu sama lain, dan perlahan bu Nisa ikut mendekat untuk memberikan sepasang cincin yang akan menjadikan bukti kepemilikan satu sama lain.
Adam meraih cincin itu dan memakaikan nya di jari manis istrinya dan Ratu pun melakukan hal ya sama pada suaminya.
"Cantik banget sayang cincin pilihanmu" Ucap Ratu.
"Aku gak pernah sembarangan dalam memilih hal yang penting, seperti hal nya kamu yang ku pilih untuk menjadi ibu dari anak ku nanti ay" Ucap Adam yang membuat hati Ratu meleleh seperti coklat yang dilelehkan di wajan panas.
Setelah saling memakaikan cincin, Ratu meraih tangan kanan Adam dan di cium lama lah punggung tangan pria yang kini resmi menjadi suaminya.
Bukan sembarang mengecup atau mencium tangan, Ratu menempel kan wajah nya di tangan Adam sambil berserah diri atas takdir indah yang Allah berikan kepada nya.
Dengan Ratu mencium tangan Adam di depan banyak orang, seakan Ratu merasakan bahwa kini dirinya telah resmi menjadi seorang istri yang harus patuh dan taat sepenuhnya akan perintah suami nya selagi masih dalam syari'at islam yang di ajarkan.
"Assalamualaikum suami ku" Ucap Ratu perlahan sambil menatap Adam menandakan kini dirinya bukan lah lagi seorang pacar, melainkan sepenuhnya milik Adam.
"Walaikumsalam istriku" Adam pun refleks mengecup kening Ratu dengan perasaan haru.
Setelah sesi foto sambil memegang emas kawin dan pertukaran cincin, Adam dan Ratu mulai berjalan menuju taman yang ada di dalam tenda sesuai arahan sang Mc.
Untuk acara selanjutnya yaitu sungkeman, dimana Adam dan Ratu kini nampak berdiri di pinggir panggung taman.
Di kursi sudah terlihat sepasang orang tua dari kedua belah pihak.
"Untuk mempelai pria di persilahkan untuk sungkem pada kedua orang tua mempelai wanita, begitu pun sebaliknya." Pinta si Mc.
Adam pun melangkah menghampiri bu Nisa dan berlutut sambil mencium tangan wanita yang melahirkan istri nya itu.
"Mah terima kasih ya atas doa dan restu mamah untuk saya, tanpa doa mamah saya gak akan bisa bertahan sejauh ini" Ucap Adam dalam dekapan bu Nisa.
"Iya bang, mamah juga titip si teteh ya" Ucap bu Nisa sambil memeluk Adam yang sedang berlutut.
"Kini sepenuhnya tanggung jawab mamah atas Ratu udah mamah serahkan ke kamu ya sayang" Sambung bu Nisa.
"Makasih mah" Ucap Adam sambil mengusap air matanya.
"Pah makasih juga ya atas doa dan restu papah untuk saya" Kini Adam bergeser sejenak untuk sungkeman dengan pak Hendri.
"Iya bang sama-sama. Papah cuma mau pesan ke kamu, kamu boleh ajak Ratu tinggal dimana saja, kamu boleh kasih makan Ratu apa saja semampu mu. Tapi saat kamu sudah tidak bisa menafkahi Ratu, tolong kembalikan Ratu pada saya. Hampir lebih 19 tahun saya jadi papah sambungnya Ratu, namun di hari ini saya lepas tanggung jawab saya pada kamu. Tolong jaga anak saya dan jangan pernah sakiti hatinya." Ucap pak Hendri sambil mengusap punggung Adam.
"Iya pah siap. Saya janji akan jadi imam yang baik untuk Ratu." Balas Adam.
Dilanjutkan dengan Ratu yang ikut sungkem juga pada kedua orang tua Adam.
"Mamah akhirnya kita bisa satu keluarga hehe" Ucap Ratu yang langsung berlutut mencium tangan kanan bu Tini.
"Alhamdulilah subhanaallah ya neng, akhirnya Ratu resmi jadi menantu mamah. Mamah titip si Adam ya Rat sama kamu. Ingetin dia jangan sering-sering makan pedas dan jangan keseringan tidur telan*jang (dada) hehe." Sahut bu Tini.
"Iya mamah hehe aku akan ingat itu kok" Jawab Ratu yang tersenyum manis setelah di kecup pipi kiri kanan nya oleh bu Tini.
"Papah, makasih ya udah nerima Ratu di keluarga ini" Ratu pun bergeser ke pak Anwar dan mencium tangannya.
"Iya Ratu, papah juga ucap banyak-banyak terima kasih ya untuk kamu. Tolong jaga putra bungsu papah, kalau dia salah ingetin aja. Kadang sikap kekanak-kanakan nya suka muncul kalau lagi emosi" Ucap pak Anwar sambil mengusap kepala Ratu.
"Pasti pah hehe, pasti kok itu mah" Ucap Ratu yang menundukkan kepala menandakan bahwa ia siap untuk saling menjaga satu sama lain dengan Adam.
Setelah sungkem kepada kedua pihak orang tua, nampak Adam dan Ratu berdiri di sudut taman sambil menunggu instruksi selanjutnya dari Mc.
Namun di tengah Mc yang berbicara, Adam sempat menoleh ke bangku para tamu yang nampak pak Yana tersenyum ke arah Adam dan Ratu.
Dengan perlahan, Adam meraih tangan istrinya itu dan melangkah menghampiri pak Yana yang sedang duduk sendiri.
Mereka berdua ikut berlutut dan mencium tangan pak Yana dengan tetesan air mata haru.
Pak Yana pun menoleh ke arah bu Nisa yang tersenyum manis untuk dirinya.
Dia begitu salut dengan didikan bu Nisa yang mampu mendidik Ratu untuk tidak membenci dirinya sekali pun pernah membuat kesalahan besar.
"Pah, terimakasih ya udah memberikan sosok wanita hebat seperti Ratu. Terima kasih juga udah hadir ke sini demi kami" Ucap Adam.
"Iya pah, makasih udah mau jauh-jauh datang ke sini demi eneng nyah" Sambung Ratu.
"Sami-sami hehe" Ucap nya.
"Tama, sekarang kamu udah resmi memiliki Ratu sekarang." Sambung pak Yana sambil merangkul Adam dan Ratu di sisi kiri kanannya.
"Iya pah" Ucap Adam yang masih sibuk mengusap air matanya.
"Papah udah gagal menjadi seorang suami untuk mamah Nisa, dan juga gagal menjadi sosok ayah yang bertanggung jawab untuk Ratu. Papah gak mau semua luka dan air mata itu terulang di keluarga kalian ya?" Ucap pak Yana dengan derai air mata yang tak bisa ia tahan lagi.
"Siap pah" Ucap Adam dengan tegas.
"Kini Ratu sudah kamu persunting untuk menjadi istri mu, berarti sepenuhnya lahir dan batin Ratu sudah menjadi tanggung jawab mu Tam, dosanya adalah dosamu juga." Sambung pak Yana.
"Atas izin Allah, saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas lahir dan batinnya anak kandung papah hehe" Ucap Adam yang resmi di beri kepercayaan oleh pak Yana.
__ADS_1
"Yaudah gih di lanjut acara kalian nya hehe" Balas pak Yana.
Akhirnya dengan semua restu dan ridho dari orang tua mereka, kini Adam dan Ratu melanjutkan urutan acaranya mulai dari tarik daging ayam kampung, pecahin kendi hingga nyawer uang recehan pun turun memeriahkan acara hajatan mereka berdua.
Sampai kini sinar matahari menunjukan pukul 10.45 wib. Para tamu dan besan dari keluarga Adam khususnya mulai berdatangan memenuhi acara pernikahan itu.
Dilanjut dengan besan bu Nisa dan pak Hendri yang ikut berdatangan untuk menyalami pengantin dan menyelipkan amplop.
"Iya bu terimakasih hehe, eh iya pak siap haha makasih ya pak" Ucap Adam yang menyalami satu persatu tamu undangan yang naik ke taman.
"Iya teh makasih, pak bu hehe iya makasih ya udah datang hehe" Ratu pun tak kalah sibuk dengan Adam.
Tak terasa, kini sudah saatnua sang pengantin berganti busana. Mereka berdua masuk ke dalam rumah Ratu dan bergantian untuk ganti baju serta di make up ulang.
"Widih ayang ganteng banget dah pakai jas itu haha" Ucap Ratu.
"Hilih ngerayu lu haha" Sahut Adam.
"Gimana? pilihan kita tepat kan untuk memilih gaun yang tidak terlalu mekar di bagian bawahnya haha" Sambung Adam.
"Iya dong hehe, siapa dulu yang milih" Jawab Ratu.
"Yups cocok" Ucap Adam sambil meneguk air minum gelasan.
Tiba-tiba, obrolan ringan itu harus terputus saat Salim dan Tasya datang menghampiri Adam dan Ratu.
"Yoi.. apa kabar brother haha?!" Ucapnya dengan bangga lalu memeluk Adam.
"Alhamdulilah Lim Salim haha, siap makasih kawan buset dah siang banget lu datang ngincer nasi sama lauk yang baru matang atau gimana nih haha?" Balas Adam sambil merangkul sahabat kerjanya itu.
"Gw mah pengennya agak sorean, tapi tuh si Tasya pengen gini hari katanya. Lah udah gw mah cowok nurut aja pan haha" Sahut Salim.
"Hallo Ratu hehe selamat ya cantik, semoga menjadi keluarga ya sakinah, mawadah dan warohmah aamiin ya Allah ehm.. cantik banget sih pengantin nya Adam ini hehe" Ucap Tasya yang langsung cipika cipiki dengan Ratu.
"Hihi iya kak Tasya makasih ya doa nya, semoga kakak juga cepet nyusul sama calonnya hehe" Balas Ratu yang ikut mendoakan teman dari suaminya itu.
"Oh iya bre makan dulu makan gih, jangan sampai kaga ah bikin malu gw aja lu entar di kata gak di kasih makan di mari haha" Celetuk Adam.
"Iya dah iya, ayo Tas kita makan dulu" Salim melangkah duluan ke prasmanan.
"Ratu aku makan dulu ya hehe. Tungguin Lim woy!" Teriak Tasya yang mengejar Salim.
"Haha ada-ada aja tingkah laku mereka ya ay hehe" Ucap Ratu yang merasa terhibur.
"Ya begitulah mereka hehe" Balas Adam sambil perlahan menggenggam tangan Ratu.
"Ehm.. Why? gak boleh emang aku pegang tangan istri aku?" Ucap Adam menatap dalam ke arah Ratu.
"Ya kan ini masih ramai orang sayang" Balas Ratu dengan nada yang begitu manja.
"Lalu kenapa? Udah sah ini kan hah?" Adam malah menempelkan hidung mancungnya di depan hidung pesek istrinya.
"Ehm.. Glek!"
Ratu hanya bisa melotot dan tertegun saat melihat Adam dari jarak yang begitu dekat.
"Why? Gak boleh emang hah?" Ucap Adam yang terus menggoda Ratu hingga wangi nafas segarnya berhembus ke wajah Ratu yang membuat buluk kuduknya merinding.
"Okey tahan yuk 1.. 2.." Teriak tukang foto yang memotret moment romantis tersebut.
"Sip selesai, ganti gaya a" Ucap nya lagi.
Dengan sigap Adam langsung memeluk Ratu dan menggendongnya ala bridal style.
"Aw.. Sayang turunin ah aku takut jatuh ih" Ucap Ratu yang nampak sedikit panik.
"Biarin sih jatuh di pelukan aku ini haha" Balas Adam yang tak menghiraukan permintaan istrinya itu.
Setelah di rasa ia percaya pada Adam yang tak akan membiarkan tubuh seberat 53 kilogram nya itu terjatuh, baru lah Ratu mulai berpose sesuai arahan fotografer.
"Cekrek.."
"Cekrek.."
Namun baru saja bercanda ria dengan sang istri, Adam dan bahkan seluruh tamu undangan serta keluarga kedua mempelai di kejutkan dengan suara gaduh dari knalpot motor yang menggerung-gerung dari kejauhan.
Bu Tini, bu Nisa, teh Wina, Nila, pak Anwar, pak Hendri, pak Yana serta kakek nenek dan semua pandangan mata langsung berfokus ke lapangan parkir yang ternyata sudah di penuhi oleh puluhan genk motor yang entah dari mana dan siapa yang menyuruh.
Akhirnya Adam dan Ratu pun terpaksa harus menyudahi momen romantisnya dan turun dari singgahsana nya lalu beranjak ke kerumunan para tamu yang sudah berkumpul untuk menyaksikan apa yang sedang terjadi.
Saat sampai diluar tenda, Adam benar-benar terkejut saat melihat begitu banyaknya anggota genk motor yang sedang berputar-putar membuat kebisingan di acara pernikahannya.
Dengan mata yang memerah menatap tajam ke arah genk motor itu, Adam menahan tubuh Ratu yang mengisyaratkan untuk istri nya tidak ikut campur dalam hal ini.
"Ay aku mau bantu kamu.." Ucap Ratu yang nampak khawatir terlihat dari raut wajahnya.
__ADS_1
Namun Adam hanya menggelengkan kepalanya dengan pandangan yang tetap mengarah pada mereka yang membuat rusuh.
Adam melepas peci yang ia pakai dan meminta Ratu memegangnya.
"Aku gak mau kamu kenapa-kenapa untuk kali ini please nurut lah, karena aku sudah jadi suami kamu. Paham?" Ucap Adam sambil memberikan peci nya pada Ratu dan mencium bibir istrinya sejenak tak peduli walau banyak pasang mata disana.
Setelah mendapat cium*an hangat dari sang suami, tentu Ratu tak bisa lagi membantah permintaan Adam.
"Hati-hati sayang!" Ucap Ratu dengan wajah yang melas.
Adam kembali berjalan beberapa langkah ke depan, dan betapa dibuat terkejutnya kembali Adam saat salah satu dari genk motor itu berhenti dan melepaskan helm nya ternyata wajah Roy DwiSatyo lah di balik helm tersebut.
"Lah, itu kan kak Roy?" Ucap batin Ratu saat menyadari hal itu.
Menghelas nafas sejenak sambil menutup mata, perlahan Agam membuka matanya dan tersenyum licik bagai iblis yang ingin menjerumuskan manusia ke panas nya api neraka yang bergejolak.
Hingga perdebatan batin yang sempat tak ada kabar pun kini muncul kembali.
"Buset, masih mau sparing dia guys sama kita hah?" Ucap Agam dalam hatinya.
"Tau tuh bocah heran gw dari dulu ngeselin aja, bahkan sampai di hari pernikahan gw aja dia masih mau buat onar? Allahu Akbar." Ucap Adam yang merasa tertekan serta takut untuk menghadapi banyaknya anggota yang Roy bawa.
"Santai saudara ku haha, gw gak akan ngebiarin mereka ngerusak momen berharga lu ini." Celetuk Agam yang seakan tak ada rasa takut sama sekali dalam dirinya.
"Why?"
"Karena merusak, adalah tugas Destroyer hahaha" Tawa Agam yang merasa bahagia akhirnya bisa kembali mengasah ilmu bela diri silat miliknya.
Tiba-tiba, Agam dikejutkan lagi dengan pak Hendri yang menepuk pundak kirinya.
"Widih, udah lama loh papah gak olahraga haha" Celetuk pak Hendri yang siap membantu Adam.
"Lah papah?" Ucap Agam yang langsung tersenyum manis saat mengetahui mertuanya tak segan untuk ikut membantu.
"Eh jangan bilang arsitek juga gak bisa berantem ya Hen? haha" Sambung pak Yana yang berdiri disebelah kanan Agam sambil menggulung lengan batiknya yang panjang.
"Dih papah ju.. juga?" Ucap Agam yang nampak tak percaya bahwa kedua mertuanya kini bersatu untuk melawan puluhan genk motor yang sudah di depan mata.
"Waw... Tiga jagoan aku bersatu hehe. Semangat kalian semua" Ucap Ratu yang memeluk peci suaminya itu sambil tersenyum manis merasa sudah sedikit lega.
Agam menoleh ke kiri dan kanan, lalu pak Hendri dan pak Yana pun tersenyum sambil mengangguk seakan mengerti maksud dari menantunya itu.
Dan tanpa rasa takut Agam, pak Yana dan Hendri mulai melangkah ke arah Roy yang sedang dikelilingi puluhan anak buahnya.
Hingga pada akhirnya...
Kisah Adam di Introvert Berjiwa Ganda Season 2 pun telah selesai.
...β’β’β’| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |β’β’β’...
...+--- Sang_Perindu ---...
Alhamdulilah ya Allah ya Tuhan ku πππΌ, apa kabar guys kalian semua pendukung novel IBG Season 2? Semoga dalam keadaan sehat selalu ya kawan.
Wah gak kerasa banget loh ya hehe, baru aja terasa kemarin Rindu nyapa kalian di awal bulan puasa dan sekarang udah tinggal menghitung hari menuju Idul Fitri yang penuh berkah.
Bagaimana? Kue kering seperti nastar, putri salju, rengginang, biji ketapang dan kacang lebaran udah pada siap? Ketupat feat opor ayam mah coming soon lah ya πππ». Jangan lupa THR nya bagi yang udah kerja buat para ponakan tuh π€ππΌ.
Kembali ke IBG yups, dengan ini Rindu menutup kisah Adam dan Ratu di Season dua kali ini.
Karena apa? Ada beberapa alasan yang menjadikan episode kali ini sebagai penutup di Season 2 adalah karena pertama memang season 2 ini aku khusus kan untuk membahas kisah si kembar satu raga ini dalam dunia kerja, khususnya perjuangan asmara mereka hingga kini sampai lah di puncak kemenangan bagi cinta mereka ciyelah hahaπ€π.
Dan yang kedua juga kan mengingat tinggal menghitung hari menuju lebaran, Rindu sekeluarga dan teman-teman sekalian juga pasti akan sibuk kan dengan hari itu.
Entah ada yang persiapan bikin kue, masak-masak hingga pulang kampung yang udah di izinin sama pemerintah. Semua itu tak luput dari persiapan jauh-jauh hari kanπ.
Maka dari itu Rindu putuskan untuk menutup season dua iniπ₯³π₯³.
Pasti akan ada yang nanya kok endingnya gantung thor?π€π, Tenang aja Rindu tau kok betapa sakitnya perasaan yang di gantungπ π₯Ίπ€§.
"Untuk apa Roy Cs datang ke pernikahan RaDam? kekacauan apa yang akan mereka perbuat?"
"Bagaimana kelanjutan hidup si Introvert Berjiwa Ganda dalam bahtera rumah tangganya?"
"Kapan mereka bulan madu? dan seperti apa malam pertama si kembar dua jiwa satu raga ituπ€π€«?"
Entah lahπ , hanya Sang_Perindu yang akan di tinggal mudik oleh sang kekasih lah yang tau jawabannya π€πππΌ.
(Hati-hati Beloved mudiknya. Pulang pergi nya semoga lancar dan selamat tanpa halanganππΌπ)
Saya @Sang_Perindu selaku author Adam sekeluarga dan kawan-kawan mengucapkan Mohon maaf lahir batin apabila ada kesalahan ketik atau bahasa yang kurang pantas.ππΌππ»π₯³
Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΨΉΩΨ§Ψ¦Ψ―ΩΩΩΩΩ ΩΨ§ΩΩΩΨ§Ψ¦ΩΨ²ΩΩΩΩ
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin.
^^^Ras_729, 29 April 2022^^^
Selamat Liburan guys and jangan lupa di tap Love agar gak ketinggalan update selanjutnya akan seperti apa hihiπ€«ππ»ππΌ.
__ADS_1