
"Ay tolong ay maaf aku bisa jelasin yang kemarin" ucap Adam sambil terus berusaha melepas genggaman kuat Ratu dari kerah jaketnya.
"Sini kamu!" ucap Ratu lalu mendorong Adam masuk ke dalam markas dengan paksa.
"Sayang tunggu dulu ish dengar dulu ay" pinta Adam memelas.
Namun semua ucapan Adam tak Ratu hiraukan sama sekali, yang ada malah Ratu menghantam perut Adam dengan satu pukulan yang sudah jelas itu membuat Adam melotot menahan nyeri.
"Aarghh.." ringis Adam saat tangan lembut Ratu mengepal kuat di perutnya.
"Ayo jelasin ke aku!" pinta Ratu dengan emosi yang masih membara.
Adam hanya terdiam saat Ratu menanyakan hal itu, karena dia sendiri pun tak tahu yang terjadi semalam pada dirinya.
Melihat Adam yang tak bisa menjawab pertanyaan nya, Ratu semakin emosi dibuatnya hingga Adam pun di beri tamparan dan pukul berkali kali oleh Ratu tanpa ampun.
"Sayang maafin aku ay" ucap Adam yang ketakutan menerima pukulan dari bidadari cantiknya.
"Aw.. ah.. aw ay udah ay aduh!" jerit Adam yang mencoba menangkis pukulan serta tendangan dari pacarnya.
Namun semua itu sia-sia karena tenaga Ratu lebih besar dibanding Adam.
"Keluar lu sini Agam, gw mau bicara sama lu!" Ratu semakin mengganas memukuli kekasih nya itu.
"Ayo gam keluar ayo, gw butuh lu. sakit banget ini serangan Ratu woy!" ucap Adam dalam hatinya meminta bantuan Agam.
Sayangnya, layaknya seperti hewan yang sedang hibernasi. Agam sampai saat ini tak kunjung datang entah kemana dan karena apa.
Sampai akhirnya Adam pun bobrok dan ripuh separah parahnya karena amukan Ratu.
"Keluar gam!" teriak Ratu sambil melayangkan pukulan ke arah leher Adam.
Namun Adam yang merasa dirinya di jadikan samsak oleh Ratu, dia beranjak mencoba menahan pukulan Ratu sekali lagi.
Dengan gagah nya Adam berdiri memegang kepalan tangan Ratu dan saling menatap satu salah lain.
"Krik.. krik"
Ratu yang menyadari belum adanya perubahan dari Adam pun langsung mencekik Adam dan memojokkan nya di tembok.
"Lu apain gw semalam hah?!" teriak Ratu didepan wajah Adam.
"Aduh-aduh sakit oy" ucap Adam sambil coba melepaskan tangan Ratu dari lehernya.
"E.. e.. engga tau ay memang nya aku ngapain kamu?" tanya Adam dengan polosnya.
Dengan wajah sinis nya Ratu mencabut plester yang baru tadi pagi ia tempel di lehernya.
Uh... betapa terkejut nya Adam melihat tanda merah pekat itu menempel indah di leher Ratu.
"I.. itu ulah siapa ay?" tanya Adam yang masih berlaga polos.
"Gw yang seharusnya nanya gitu sama lu gam!" ucap Ratu yang masih saja emosian.
"Keluar lu sekarang dan jelasin ke gw semalam kita berbuat apa?" tanya Ratu sekali lagi sambil menyiapkan kepalan tangannya yang menggenggam kuat emosi.
"Aku gak tau ay sumpah demi deh" ucap Adam memelas ketakutan.
"Ih ngeselin tau ga lu!" Ratu yang kepalang emosi pun menghantam wajah Adam dengan cukup keras sampai Adam pun pingsan seketika dan mengeluarkan darah dari hidungnya (mimisan).
Ulah Ratu itu pun sempat membuat Ratna iba melihat jagoannya disakiti. namun karena emosi yang sudah memuncak.
Akhirnya Ratu memutuskan beranjak keluar dari markas dan berjalan sendiri menuju ujung gang.
__ADS_1
Tapi sayang nya, saat di ujung gang Ratu di halang oleh tiga pria pengangguran yang mencoba melecehkan nya.
"Halo cantik sendirian aja nih hah? haha" ucap salah satu pria itu.
"Yoi hahah" balas teman nya yang mulai tertarik dengan kemolekan tubuh Ratu.
"Jangan macam-macam atau gw abisin lu semua hah?!" bentak Ratu nampak mengancam dengan wajah yang masih menantang.
"Gak salah tuh? ada juga lu yang gw abisin haha. yuk guys kita unboxing!" perintah pria itu yang nampak seperti ketua diantara mereka bertiga.
Dengan segera mereka bertiga mengepung Ratu dan menyeretnya ke semak-semak belakang ruko kosong disana.
Ratu yang seorang anak taekwondo pun tentu tetap kalah tenaga dibanding tiga pria itu.
"Lepasin gw woy.. anj*ing lu semua woy!" teriak Ratu.
Tapi sayang nya siang hari di minggu seperti ini membuat jalan dan suasana terik matahari membuat orang malas untuk keluar rumah hingga teriakan Ratu pun seakan sia-sia.
"Uh dapet yang enak njir kita haha" ucap si ketua yang begitu bersemangat menarik tubuh Ratu.
"Puas gw nih haha" ucap anak buah nya yang sibuk menahan tangan Ratu yang masih memberontak.
"Buahahahahahah" tertawa puas dari anak buah nya yang satu sambil sibuk menahan kaki Ratu.
"Mon*tok banget njir pan*tat nya haha" celetuknya yang membuat Ratu semakin murka.
Tapi sekali lagi, tenaga Ratu tidak cukup kuat untuk menahan tenaga dari tiga pria hidung belakang itu.
"Sayang!!" jerit Ratu begitu keras dengan ciri khas suara wanitanya yang malah membuat tiga pria itu semakin nap*su untuk memperkaos Ratu dengan segera.
"Berisik lu ga akan ada yang dengar haha" ucap si ketua.
"Cepet pegangin bodoh haha" sambung si ketua setelah menyuruh anak buahnya menelentang kan Ratu di atas rumput yang sudah ber'alas kan koran dan kardus bekas.
"Ish gak! jangan please" Ratu yang tadi nya murka pun kini seakan pasrah hingga meneteskan airmata membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.
[Disisi lain kembali ke markas Destroy]
Dari jiwa yang kosong dan tersiksa sebelumnya, tiba-tiba jiwa pemberani seakan memasuki raga Adam saat mendengar jeritan Ratu dari kejauhan.
Seketika Adam bangun dan berdiri tegak walau dengan wajah dan hidung yang berlumuran darah akibat ulah pacarnya sendiri.
Ya tentu kalian sudah menebak bahwa itu bukanlah Adam hahaha.
Dengan senyum tipis yang begitu mengerikan, Agam mengusap darah yang keluar dari hidungnya lalu menjil*at nya tanpa merasa jijik sama sekali.
Agam melangkah keluar markas menuju sumber kegaduhan itu.
"Nyari perkara lu berani nyentuh cewek gw haha" celetuk Agam sambil terus melangkah dan memulung batu bata yang tergeletak dipinggir jalan.
Di belakang ruko, si ketua sedang berusaha melepas kancing sleting milik Ratu.
"Sini cantik, berikan apem legit mu haha" ucap si ketua.
"Cepat bos, pegal nih gw njir" sahut si anak buah yang masih melebarkan kedua kaki Ratu.
Tiba-tiba...
"Bletakkk!!"
Suara empuk dari batu bata yang melayang mengenai batok kepala si ketua.
Kejadian itu membuat suasana hening seketika.
__ADS_1
"Bos keluar darah bos pala lu woy!" panik si anak buah yang teriak histeris saat melihat basah membasahi rambut bosnya itu.
Saat si ketua mengusap rambutnya, betapa terkejutnya dia melihat telapak tangan nya penuh darah setelah mengusap kepalanya.
"Hah darah?" teriak si bos yang tentu ikut panik.
Ketika mereka bertiga lengah bercampur panik, kesempatan itu Ratu manfaatkan untuk melepaskan diri dari mereka.
Dengan sigapnya Ratu menendang ketiga wajah pria itu sampai mereka bertiga terpental dan melepaskan genggaman nya.
Ratu langsung beranjak bangun dan berlari ke arah Agam lalu memeluknya dengan erat.
Uwah betapa terkejutnya Ratu dan Ratna saat menyadari bahwa yang kini ia peluk bukan lah sosok Adam kekasihnya.
Ratu yang menyadari bahwa bukan Adam lah yang sedang ia peluk, mencoba melepaskan pelukannya.
Tapi seketika Ratna seakan menahan Ratu untuk melepaskan pelukan hangat dari pria yang dia cintai.
Ratna begitu dibuat terheran saat merasakan lekukan roti sobek yang terasa jelas diperut Agam.
Karena yang Ratu tahu, perut Adam selama ini buncit. boro-boro untuk six pack, push up 10 kali saja Adam sudah sesak nafas.
"Hm..." Ratna memejamkan mata semakin mengencangkan pelukan nya ke sosok yang begitu dia kagumi.
"Lu mau pergi sekarang atau mau adu mekanik dengan gw hah?" dengan santai nya Agam mengusap rambut kekasihnya dan malah seakan menantang ketiga pria itu untuk berkelahi secara jantan.
"Anjing juga ya lu bang*sat!" ucap salah satu anak buah si pria itu.
"Gw paling ga suka ya ada cowok yang memperkaos gadis orang dengan paksaan" sambung Agam sambil melepas pelukan Ratu lalu melepas jaket nya.
"Nantang kita lu hah?" teriak si ketua yang masih memegangi kepalanya yang ngocor darah segar, sambil dia meng'isyaratkan kedua temannya untuk mengeluarkan sebilah pisau.
"Kalau lu punya kont*l !!" teriak Agam yang sudah muak dengan sikap mereka.
"Hadapi gw satu persatu sini" sambung Agam yang menekan setiap perkataannya sambil memasang sikap kuda-kuda ala bela diri silatnya.
Ratu dan Ratna begitu terkesima melihat aura Agam yang sangat berbanding terbalik dengan Adam.
Adam yang tadi tak berani melawan Ratu saat tadi disiksa di markas, kini seakan tak punya rasa takut sama sekali bahkan sampai menantang mereka yang membawa sajam.
Ratu ingin melangkah membantu Agam menghadapi ketiga preman itu, namun untuk kedua kalinya niat nya itu di halangi oleh Ratna.
"Hust... biarkan mereka menyelesaikan nya secara jantan" ucap Ratna yang melangkah mundur menjauhi Agam sejenak untuk memberi ruang.
"Gw ingin melihat sosok jagoan gw yang sebenarnya" ucap Ratna tersipu malu memperhatikan Agam.
"Ih babi juga nih anak ya! maju lu sini anjing!!" teriak anak buahnya si bos lalu berlari ke arah Agam dan menyerang nya dengan dua bilah pisau dari arah kiri kanan Agam.
Bersambung...
Sorry banget ya guys hampir seminggu lebih aku gak update karena banyak urusan kerjaan ditambah kemarin tanggal 8 hari annive aku. Jadi ya sempat vakum sejenak nih IBG hehe. karena harus manjaan si pesek aku hahaha canda.. sorry ya sekali lagi 😔🙏🏼.
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa juga untuk...
...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...
...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...
...🐝 SHARE 🐝...
...Dan...
__ADS_1
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
...See you on the next episode...🎉👏...