Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Menjalin Kerja Sama


__ADS_3

Selepas mandi, Adam langsung memakai kaos dan celana pendeknya untuk mengantar sang istri berangkat kerja.


"Ayo sayang" Ucap Adam yang sudah stay di motor.


"Dadah mom, pah assalamualaikum" Ucap Ratu setelah cium tangan pada kedua orang tuanya.


"Iya walaikumsalam neng" Sahut mereka bersamaan.


Dan Adam pun melaju dengan kecepatan sedang karena memang kerjaan Ratu tidak lah terlalu jauh dari rumahnya. hanya dalam waktu 5 menit sampai lah mereka di depan pabrik biola, Ratu turun dan langsung mencium tangan Adam dengan tergesa-gesa.


"Aduh sayang jangan buru-buru banget ah ada apa sih hm." Gerutu Adam yang kesal melihat Ratu yang buru-buru tidak karuan.


"Oh iya maaf ya sayang hehe" Sahut Ratu dengan lembut sambil menyodorkan keningnya yang kemudian disambut hangat oleh kecupan manis Adam.


"Muach hati-hati dan makan siang nya nanti diabisin ya cantik" Ucap Adam sambil mengusap pipi tembem istrinya.


"Iya sayang ehehe makasih ya kamu juga nanti semangat kunjungan industri nya hihi" Tak lupa Ratu pun memberikan semangat pada Adam yang hari ini akan di ajak meeting ke pabrik lain dengan supervisor nya.


...****************...


Kini setelah Adam sampai rumah, ia langsung bergegas untuk berangkat kerja.


"Huft..untung walau hari ini gw mau meeting gak harus di buru-buru kaya bini gw hehe" Ucap Adam sambil memakai seragam kerja nya di kamar.


Setelah selesai, Adam langsung pamit pada bu Nisa dan juga Nila yang masih di rumah.


"Mah, Nila abang berangkat ya?" Ucap Adam dari depan pintu yang baru saja selesai memakai sepatunya.


"Iya bang hati-hati ya hehe" Sahut Nila yang langsung keluar rumah dan mengecup tangan kanan kakak ipar nya.


"Iya sayang hehe tumben perhatian nih hihi" Tawa kecil Adam.


"Eh mah saya berangkat ya?' Sambung Adam saat melihat bu Nisa keluar rumah dan langsung mengecup tangan bu Nisa.


"Iya he'em hati-hati ya jagoan mamah hehe. kerja nya yang fokus bang ya jangan kebanyakan bengong pokoknya pesan mamah, dan jangan lupa baca doa." Bu Nisa nampak begitu perhatian pada menantunya itu.


"Siap mah hehe yaudah aku berangkat ya mah assalamualaikum" Balas Adam dengan senyum manis di wajah nya.


"Walaikumsalam" Jawab bu Nisa dan Nila.


Singkat cerita, sesampai nya Adam di pabrik ia langsung di sambut oleh bu Juan yang sudah menunggunya di pos security.


"Hay Adam pagi" Sapa bu Juan yang melambaikan tangan ke Adam yang sedang berjalan menghampirinya.


"Halo pagi juga bu Juan haha semangat banget nih udah nunggu di sini pagi-pagi" Canda Adam mencoba menghangatkan suasana yang cukup sejuk di pagi itu.


"Ya dong. kan proyek besar nih haha yuk ikut saya" Ajak bu Juan yang melangkah duluan lalu di ikuti oleh Adam.


"Ke pelaminan hihi?" Celetuk Adam sambil nyengir kuda.


"Gw tabok lu ya udah punya bini masih genit" Bu Juan langsung berbalik badan ingin memukul Adam.


"Eh iya-iya becanda ih sensi banget bu hahah, lagi bulan datang ya?" Sambung Adam yang semakin greget meledek ibu manager nya sendiri.


"Tau ah, gw hajar lu ya bener kalau sekali lagi." Sahut bu Juan.


...****************...


Di ruang meeting, nampak Adam sedang mendengarkan betul-betul materi yang di sampaikan oleh pak Baya yang sedang presentasi. namun saat menjelaskan tentang profil perusahaan yang akan ia kunjungi, Adam tak memperhatikan bagian itu. ia terlalu sibuk dengan materi alat ukur dan bahan yang akan mempengaruhi kualitas serta hasil ukur selanjutnya.


"Baiklah begitu dulu ya pak Janu dan pak Adam untuk penjelasan proyek kita kali ini" Ucap pak Baya yang mengakhiri meetingnya.


"Oke Dam siap meluncur kesana?" Tanya pak Janu pada Adam.


"Yuk lah bismillah hehe" Balas Adam dengan begitu semangat dan yakin dengan kemampuannya.


Dan tak terasa, jam tangan Adam pun menunjukan pukul 10.00 wib yang menandakan mereka bertiga harus segera berangkat.


Diperjalanan Adam tak pernah berhenti dari buku yang pak Janu kasih untuk dipelajarinya.


"Udah sih Dam hehe fokus banget" Ucap pak Janu yang meledek Adam.


"Gak apa-apa pak, dari pada gabut kan hehe" Sahut Adam dengan santainya.


"Yo biarin toh pak, anak mu rajin belajar kok malah di ledek hehe" pak Baya ikut menyambung walau sedang mengemudi mobil kantor.


"Iya deh iya hahah maaf ya Adam, yaudah di lanjut deh" Ucap pak Janu yang kalah suara .

__ADS_1


"Wokeh pak ahaha" Jawab Adam dengan santainya.


Menempuh perjalanan singkat sekitar 5 menit, nampak mobil mereka memasuki kawasan pabrik yang bagi Adam sudah tidak asing lagi.


"Loh kok ini kaya pernah ke sini ya?" Ucap Adam dalam batin sambil melirik dari dalam mobil.


"Alhamdulilah sampai, yuk Dam" Ajak pak Baya yang turun duluan dan di susul oleh pak Janu.


Dan saat turun dari mobil, ternyata benar dugaan Adam bahwa pabrik yang ia kunjungi adalah pabrik pembuatan biola yang merupakan tempat istrinya bekerja.


"Ya ampun ini kan tempat kerja mu ay hehe" Batin Adam lanjut bergumam sambil mengikuti langkah pak Janu dan pak Baya.


Disambut dengan orang staff pabrik tersebut, Adam dan kedua Spv nya pun segera di ajak ke ruang meeting.


Didalam mereka bertiga mulai mempresentasikan tentang pabrik SGS yang akan memproduksi bagian silikon yang nanti nya akan di pasangkan di biola buatan mereka.


"Lalu pak, saya ingin bertanya bagaimana proses selanjutnya setelah persetujuan kerja sama kita ya?" Tanya salah satu staff di meja itu.


"Dam jawab Dam" Ucap pelan pak Janu memberi kode dengan menyenggol sikut Adam.


"Baik bu jadi begitu, setelah anda deal menaruh atau mencoba membuat produk di pabrik kita yaitu SGS. kita dari pihak internal akan membuat sample produk yang akan kami kirimkan ke anda untuk di test fungsi dan juga ukuran. jika sudah, baru lah kami akan memproses ke depannya dengan membuat cetakan yang lebih besar berisikan beberapa cavity dan akan di ukur serta di uji ulang dengan casing yang anda berikan sebagai contoh untuk test fungsinya" Jelas Agam sambil berdiri memainkan gesture tubuh dengan begitu lihai.


"Kalau boleh tau, itu ukuran dimensi standar nya dari mana ya pak?" Jawab si staff yang masih penasaran.


"Kalau untuk ukuran dimensi nya kita mengacu pada dua opsi bu. yang pertama mengukur langsung contoh produk yang ibu berikan untuk nanti kami ukur menggunakan vernier caliper dengan keakuratan 0,01 mm dan opsi kedua yaitu mengacu pada tabel ukuran yang sudah ibu sedia kan jika sudah ada itu pun, opsi kedua bersifat opsional ya bu. jika ada ya bisa lebih mudah jika tidak pun kami tidak keberatan untuk mengukur serta mengujinya sendiri demi kualitas dan fungsi yang sesuai harapan kita semua" Sambung Agam yang membuat semua orang tertegun dengan presentasi yang dibawakan nya.


Semua orang hanya menganggukkan kepalanya bahkan pak Janu dan pak Baya pun tak percaya dengan kemampuan marketing Adam yang hanya seorang Qc pendiam.


"Thanks kawan" Adam tersenyum manis dalam batinnya mengungkapkan rasa terimakasih nya pada sang kembaran.


"Everything for you brother" Balas Agam dalam batin.


Singkat cerita meeting pun selesai, ibu staff memanggil salah satu kepala tim produksinya ke ruangan meeting.


"Permisi bu, pak" Ucap pria dari balik pintu.


"Iya mari pak Yuda masuk" Ucap ibu staff.


"Selamat pagi menjelang siang semuanya" Sapa ramah dari kepala tim produksi yang tak lain adalah atasannya Ratu.


"Baiklah bapak-bapak setelah ini kalian akan di ajak berkeliling sekitar area kerja kami ya pak, yang akan di pandu oleh pak Yuda selaku kepala tim serta supervisor bagian produksi" Tutur ibu staff.


Mereka berempat pun berjalan menuju area kerja di lantai bawah. mulai dari proses penyetakan, assembling semua Adam amati dengan seksama.


Hingga sampai lah di bagian produksi khususnya di bagian lem yaitu bagian di mana kerangka biola di satukan dengan lem khusus yang sudah di racik sesuai standar yang sudah ditentukan.


Tak asing dengan area tersebut, Adam pun melirik area yang beranggota kan dua pria dan empat wanita itu.


Yang tentu saja salah satu dari wanita yang sedang berdiri itu adalah istrinya.


Ditengah obrolan pak Janu dan pak Yuda, Adam mencuri kesempatan untuk berkeliling masuk ke area lem tersebut.


Menghampiri satu persatu karyawati di sana dengan tujuan melihat proses pemasangan kerangka biola yang benar seperti apa.


"Itu sebelum masuk ke area lem di sini, prosesnya di apakan dulu ya mbak?" Tanya Adam pada salah satu karyawati di sana yang ternyata adalah Nana, sahabat Ratu.


"Eh i.. iya pak sebelum masuk ke area ini di proses dulu di bagian percetakan belakang sana." Jawab Nana yang terkejut saat wangi parfum Adam menjalar ke dalam hidungnya.


"Iya pak setelah dari lem, akan masuk ke finishing yaitu penghalusan pakai kertas amplas halus di depan saja prosesnya hehe" Sahut Oge yang ikut caper pada Adam.


"Ih sumpah hitam manis banget njir tuh cowok haha" Celetuk Nana pada Oge yang langsung menjadikan Adam sebagai bahan gosip dadakan.


"Iya lah, badan nya juga wangi banget Na hehe. memang ya cowok dari pabrik lain pasti lebih menarik dari pada cowok di pabrik kita kaya si itu tuh bau ketek" Wajah Oge langsung berubah males sambil melirik Okto yang sedang memberi bahan ke area lem.


"Apa lu ngeliatin gw? emang gw pisang!" Sewot Okto.


"Oke jawaban yang memuaskan hehe makasih ya" Jawab Adam dan menulis catatan penting pada buku yang ia bawa lalu beranjak lagi.


Adam melanjutkan langkah nya mendekati sang istri yang fokus mengolesi lem pada body biola.


"Oh jadi lem ini yang suka bikin kuku jari mu pada hitam ya?" Ucap Adam yang berdiri di belakang Ratu tanpa sepengetahuan nya.


"Iya pak betul kalau sudah masuk ke sela kuku jari pasti susah hil..ang?" Jawab Ratu dan saat menoleh ke samping ia sangat terkejut mengapa Adam bisa ada di pabriknya.


"Loh ay ngapain kamu di sini?" Tanya Ratu sambil lirik kiri kanan takut ada yang menyadari obrolan mereka.


"Loh nyari duit lah hehe kok nanya nya aneh kamu mah" Balas Adam sambil menulis apa yang seharusnya ia tulis.

__ADS_1


"Kita ketemu pas jam makan siang ya, love you" Adam segera kembali ke rombongan dan mengikuti arahan pak Yuda yang terus menjelaskan kelebihan pabrik tempat ia bekerja.


"Love you too" Sahut Ratu yang masih tak percaya dengan semua ini.


Seakan dunia ini begitu sempit sampai kerja pun bisa saling bekerja sama walau beda perusahaan.


"Ih ganteng banget njir cool gitu walau kulitnya sawo matang haha" Celetuk Septi yang ikut terkagum dengan Adam.


"Tuh kan ay, walau hitam begitu kamu banyak yang suka selain aku loh. makanya aku khawatir karena memang kamu banyak yang suka hm.." Ucap Ratu dalam hatinya sambil tersenyum.


"Heh dih bengong sendiri lu haha naksir sama Qc tadi ya haha" Celetuk Oge.


"Tau lu teh, gw bilangin laki lu loh genit sama cowok lain hihi" Ledek Nana yang memojokkan Ratu.


"Ah serah kalian deh hehe" Balas Ratu yang tersenyum dan melanjutkan pekerjaan nya.


...****************...


Saat jam istirahat makan siang, ketiga tamu dari SGS di ajak makan siang di cafe terdekat oleh pihak management pabrik biola.


Pak Janu dan pak Baya pun setuju namun tidak dengan Adam yang memilih untuk makan siang di pabrik ini saja.


Ya, tentu saja apa lagi alasannya jika bukan karena ingin bertemu dengan Ratu sang istri.


"Baiklah pak saya tinggal dulu ya?" Ucap ibu staff dan beranjak dengan pak Janu serta pak Baya.


Adam melangkah keluar pabrik dan ikut menyatu dengan karyawan karyawati pabrik biola yang sedang mengantri mengambil jatah makanan dari catering yang sudah di sediakan.


"Terima kasih pak" Ucap Adam yang mengambil nasi catering dan mencari tempat agak sepi untuk menyantap makanannya.


"Mana nih ay kok kamu belum kelihatan" Ucap Adam sambil menoleh kiri kanan mencari keberadaan Ratu.


Kehadiran Adam yang sedang makan pun membuat geger seisi pabrik biola di area kantin.


Bagaimana tidak, dengan seragam berwarna coklat diantara puluhan seragam berwarna putih aksen biru di kerah dan ujung lengannya tentu hal itu menjadikan Adam pusat perhatian para karyawan dan karyawati di sana.


Melihat kesempatan itu Oge, Nana dan Septi yang sudah membawa jatah nasi mereka pun langsung menghampiri Adam.


"Rat gw duluan ya hehe" Ucap Oge yang bersemangat sekali mendekati Adam di sudut sana.


"Hadeh dasar ya ciwi-ciwi pada genit sama suami gw haha" Celetuk Ratu yang sombong dan beranjak mengambil botol minumnya di dekat galon pos security.


Kembali ke trio rempong, mereka berusaha merayu Adam yang sedang asik makan sendiri.


"Hay cowok boleh kita temani gak?" Ucap Nana.


"Oh iya boleh silahkan" Ramah Adam dan menggeser duduknya.


"Pak boleh minta Whatapps nya gak?" Oge langsung to the point dengan niatnya.


"Engga punya" Jawab Adam.


"Instagram kak?" Lanjut Nana yang kepo.


"Gak punya juga hehe" Balas Adam.


"Facebook? twitter?" Sambung Oge lagi.


"Telegram?" Septi pun ikut kepo tentang akun sosial medianya Adam.


"Gak punya serius hehe" Sahut Adam sambil tertawa kecil.


"Lalu punya nya apa?" Tanya Nana yang semakin heran.


"Punya istri" Jawab Adam yang singkat namun mematahkan ketiga hati mereka sekaligus.


"Ouh udah berkeluarga toh hehe" Ucap Nana yang lemas.


"Kalau hati mu punya siapa pak?" Tanya Ratu yang langsung duduk di hadapan Adam.


"Kamu hehe" Tawa Adam sambil mengunyah makanan nya.


"Hah?" Ucap trio rempong serentak karena kaget mendengar jawaban Adam.


"Ini suami mu Rat?!" Ucap Oge dan Septi dengan mata melotot menatap Ratu.


Bersambung...

__ADS_1


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2