Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Pertarungan Ilegal


__ADS_3

"Hah, kenapa sih Lim?" Ucap kaget Adam yang tersadar dan mencoba tak menghiraukan kejadian yang baru saja ia lihat.


"Ngapa lu bengong aja hah?" Ucap Salim.


"Oh kagak kok engga haha yuk lanjut lagi tuh duit mau di bagi berapa?" Sambung Adam yang mencoba mengalihkan topik walau kedua matanya masih mencuri pandang ke arah Ratu.


"Bagi empat aja kali kan ada Ratu yang perform tadi." Ucap Salim mengusulkan ide.


"Oh boleh aja dah hehe" Sambung Adam.


"Yaudah Dam ini gw mau ke belakang dulu, nih duit kasih Ratu ya sama buat jatah lu" Ucap Salim yang memberikan setengah hasil saweran tadi dan beranjak dari situ.


"Oke Lim thanks ya" Balas Adam yang tersenyum.


Tak lama dari itu, Ratu pun akhirnya kembali ke hadapan Adam sambil meledeknya.


"Wih dapat banyak nih hasil saweran penonton ya ay hehe" Ucap Ratu sambil menyenggol pundak Adam.


Namun Adam yang sedang cemburu pun tak menghiraukan candaan istrinya. sifatnya nampak begitu dingin terlihat dari wajah yang di tekuk.


"Ish ayang kenapa sih hm.." Ratu mengusap pipi Adam.


"Tau ah, sana makan aja dulu coklat dari cowok itu tuh" Celetuk Adam yang masih tak mau menatap wajah istrinya.


"Ouh ya ampun cemburu nih ye suami ku haha" Ratu lendotan di pundak Adam.


"Cemburu ya hihi?" Ucap Ratu yang terus meledek suaminya dengan wajah nyengir kuda dihadapan Adam.


"Awas ay hih" Adam tetap keras kepala tak menggubris rayuan Ratu.


"Aku juga bisa beliin kamu cokelat, kenapa sih harus nerima dari cowok lain" Gerutu Adam yang tak sengaja terdengar oleh Ratu.


Ditengah perdebatan sepasang suami istri itu, lewat lah Tasya yang sedang mengunyah cokelat serta membawa bucket mawar yang ternyata itu pemberian Ratu tadi.


"Nyam.. am.. nyam ehm makasih ya Rat cokelatnya enak manis dan ada kacang nya" Ucap Tasya yang sedang serius ngemil cokelat itu


"Iya sama-sama" Balas Ratu tersenyum manis.


Melihat hal itu, Adam pun heran sambil perlahan menoleh ke arah Ratu yang ia belakangi.


"I.. itu dari kamu?" Tanya Adam pada istrinya.


Ratu tak lagi banyak bicara, ia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Dari situ baru lah Adam bisa tersenyum manis setelah mengetahui ternyata Ratu tak benar-benar menerima cokelat dan bucket bunga dari pria itu.


"Kenapa di kasih Tasya cokelat dan bucket bunganya? itu semua kan kesukaan mu." Tanya Adam dengan wajah heran.


"Ya aku memang suka cokelat dan bunga. tapi kan aku harus dan wajib jaga perasaan suami aku ay, gimana dong?" Tanya Ratu yang menatap tajam mata indah suaminya.


"Uhm.. pintar hehe" Adam melebarkan kedua tangannya.


Dengan refleks Ratu pun masuk ke pelukan Adam untuk merasakan kehangatan cinta tulus dari suaminya.


"Tenang aja ay, aku akan jaga hati dan perasaan mu selalu kok. karena aku sayang banget sama kamu" Ucap Ratu dalam hati nya merasa haru dalam pelukan Adam.


"Yaudah pulang yuk ay?" Tanya Ratu yang melepas pelukannya.


"Yuk.." Adam menggandeng tangan istrinya.


Beranjak ke belakang panggung sejenak untuk pamit pada Tasya dan Salim.


Setelah pamit baru lah mereka on the way pulang ke rumah Ratu.


Memeluk erat perut Adam sambil menikmati malam yang begitu indah dengan hiasan semesta yang menaburi bintang di luasnya hamparan langit diatas sana.


Hingga tiba-tiba saat melewati tanah lapang yang banyak motor parkir, Adam pun sempat kepo dan mengajak Ratu untuk melihat apa yang sedang ramai-ramai di lapangan itu.


"Yaudah tapi jangan lama-lama ya ay. ngeri ada apa-apa" Ucap Ratu.


"Siap ay" Balas Adam dan mencoba mendekati lapangan itu.


Memarkirkan motornya dan menitipkan nya pada tukang parkir yang berjaga.


"Mang ada apaan ini?" Ucap Adam yang bertanya.


"Oh itu ada tarung bebas di pojok sana, semacam taruhan gitu" Ucap si tukang parkir.


"Ehm... emang gak pernah ada polisi lewat atau razia gitu mang kesini?" Sambung Adam.


"Ada, cuma biasanya malam sekitar jam sebelas malam tuh baru polisi lewat. makanya ini pada main gini hari karena kalau larut malam pasti di bubarin" Tutur si tukang parkir.


"Ehm.. iya-iya gitu ya mang" Sahut Adam yang baru mengetahui ternyata ada tarung bebas di kawasan ini.


"Gitu yank ternyata.." Ucap Adam sambil menoleh ke belakang.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Ratu sudah jalan duluan mendekati arena tarung itu.


"Lah bini gw kabur! mang nitip ya" Teriak Adam yang panik dan langsung berlari mengejar langkah Ratu.


"Sabar ay hih" Ucap Adam yang sudah kembali menggandeng tangan Ratu.


"Iya ay maaf, habis ku penasaran sih hehe" Balas Ratu.


Setelah sampai di kerumunan itu, terlihat lah sebuah panggung semacam ring yang dibuat dengan bahan seada nya seperti balok dan papan.

__ADS_1


Diatas sana nampak dua orang sedang adu jotoh habis-habisan. di sisi lain arena terlihat banyak orang yang bersorak sambil mengacungkan uang taruhan mereka untuk salah satu jagoan mereka.


"Wih keren" Ucap Ratu yang memang suka melihat fighting seperti itu.


Adam melirik dan menganalisa semua sudut pandang tempat itu dengan tatapan yang berbeda.


"Hem.. iya-iya" Ucap Adam perlahan.


Di tengah asiknya memperhatikan para petarung berkelahi di atas arena, mata Adam terfokus pada seorang petarung yang tak lain dan tak bukan adalah anggotanya sendiri yaitu Destroyer. terlihat dari jaket yang ia kenakan.


"Ay.. itu kan jaket Destroy" Ucap Adam sambil menepuk pundak Ratu.


"Hm.. mana ay? oh iya itu jaket kita" Balas Ratu dengan wajah heran.


"Ternyata ada juga ya anggota kita yang ikut tarung beginian" Sambung Adam.


"Iya ay kaget aku juga." Sahut Ratu.


"Buugh"


"Brugh."


"Bragkkk"


Namun sayang ekspektasi sering tak selalu sama dengan harapan, bukannya Destroy yang memimpin pertarungan justru sebaliknya. ia lah yang harus terpontang panting melawan pria bertubuh besar.


"Ayo maju lu lemah!" Teriak pria itu dengan kasar.


"Heearkk.. ciuh" Destroy meludah darah sambil memegangi perutnya.


"Jaket doang lu ganti nama, kekuatan mah sama aja LEMAH! haha" Tawa jahat dari pria itu.


Saat ingin mengakhiri pertandingan, pria itu melangkah mendekati anggota Destroy dengan bersiap untuk menginjak nya.


Namun tiba-tiba...


"Braaagh"


Agam menendang tepat dibagian rusuk pria itu sampai mau tak mau dia pun harus menjauh.


"Wey santai bro hahah" Pria itu malah tertawa seakan menyepelekan serangan Agam.


"Stop, biar gw yang gantiin posisi dia" Ucap Agam sambil membantu anggotanya yang di ketahui bernama Malik.


"Gak apa-apa lu?" Sambung Agam.


"E... cukup menyakitkan hehe" Balas Malik yang langsung mengenggam uluran tangan Agam.


"Mending sekarang lu istirahat, biar gw yang gantiin posisi lu" Tegas Agam.


"Serius bang? maaf jadi ngerepotin ya" Ucap Malik.


Malik pun beranjak ke pinggir arena yang langsung di sambut oleh Ratu.


"Sini kak duduk" Ucap Ratu sambil memegangi kursi yang ia dapat dari panitia.


Kembali ke Agam, kini ia sudah berada di tengah arena tarung yang harus bersiap menghadapi pria bertubuh besar itu.


"Siap gw bikin perkedel lu haha?" Ucap sombong pria itu.


Agam pun tak menghiraukan omongan pria itu, justru ia sedang sibuk menyiapkan sikap kuda-kuda terbaiknya.


"Bertanding untuk dua juta rupiah bagi yang menang siap?" Ucap wasit yang menengahi.


Kedua pihak pun mengangguk kan kepalanya tanda mengerti dan...


"Teng.."


Suara lonceng sudah berbunyi menandakan keduanya sudah boleh memukul satu sama lain.


Pertarungan diantara keduanya cukup sengit dimana Agam sempat kewalahan menahan pukulan serta tendangan yang tiada henti.


Namun berkat analisa Adam dan kekuatan Agam, dengan cepat keadaan pun berbalik dengan Agam yang menguasai arena.


Berbagai pukulan serta tangkisan terus Agam luncurkan untuk mem blokade semua serangan pria itu.


Sampai akhirnya Agam melompat dan melakukan tendangan tornado memutar yang tepat mengenai batang leher pria itu hingga pingsan.


"Brugh"


Suara tubuh besar pria itu yang terjatuh tergeletak.


"Huft.." Agam menarik nafas sejenak.


Melihat bos besar nya kalah, tentu anak buah si pria itu pun tak tinggal diam.


Mereka berdua langsung lari mendekati Agam dari arah belakang.


Untung nya Ratu yang melihat hal licik itu pun ikut berlari dari arah depan Agam.


"Ay nunduk!" Teriak Ratu tiba-tiba.


Agan pun mengikuti arahan Ratu dan langsung berlutut, lalu dengan sigap Ratu melompat menjadikan punggung Agam sebagai pijakan dan..


"Bbbraaakkgh"

__ADS_1


Ratu menendang tepat ke rahang dua pria yang mengincar suaminya.


"Tuukgh"


Suara gigi mereka sampai terdengar sangat kencang menyebabkan mereka berdua tak berdaya menahan sakit.


"Makasih ay" Ucap Agam dan beranjak mengambil uang dari kantong pria itu.


"Deal ya haha" Agam melangkah menghampiri Ratu dan Malik.


Tanpa mereka sadar, ternyata ada dua anggota Heynater yang ikut menonton pertarungan barusan.


"Waw, ketua genk nya si Roy yang sekarang lebih bahaya njir dari si Roy nya sendiri" Ucap anggota Heynater.


"Kudu lapor bos ini mah bre" Sahut temannya.


"Okey yuk gas ke markas" Ucap nya dan langsung pergi dari arena itu.


...®#👊🏻 We Are Destroyers 👊🏻#®...


Kembali ke Adam yang kini sudah di markas Destroyer, mereka pun langsung menyerahkan uang sumbangannya pada Eka dan Tia selaku bendahara di Destroyer.


"Nih Ka, kita bertiga berhasil ngumpulin uang 2,4 juta tolong di simpan dan pakai untuk biaya pengobatan si Aceng dan sisihkan untuk bayar hutangnya juga" Ucap Adam sambil menyerahkan uang itu ke Eka.


"Okey siap kakak Adam" Eka mengambil uang itu sambil tersenyum manis ke arah Adam walau senyum nya tak terlalu di hiraukan oleh Adam.


"Jeh.. mulai genit lu sama laki gw hah?" Gertak Ratu yang meledek juniornya.


"E.. engga kok teh hahaha canda kok canda" Balas Eka sambil nyengir kuda.


Di sisi lain kita beralih sejenak ke markas Heynater, nampak ketua genk tersebut yang bernama Samsul sedang menerima laporan dari dua anggotanya yang baru saja menonton MMA ilegal itu.


"Ouh jadi gitu ya si Roy semenjak dia bubarin FireFight, kini bergabung dengan genk Destroyer. jadi penasaran nih gw" Ucap Samsul.


"Benar bos, apalagi ketua yang sekarang jago berkelahi" Ucap si anak buah.


"Bahkan pacarnya juga gak kalah hebat bos" Sambungnya.


"Pllakk"


Samsul menampar anak buahnya yang bagi nya , memuji orang lain adalah sebuah penghinaan bagi genk Heynater.


"B4b1 lu malah muji-muji mereka. Heynater tetap yang terkuat paham lu?!" Bentak Samsul pada semua anggotanya.


"Siap bos!" Teriak mereka semua


"Destroyer, lu bakal telan ludah lu sendiri karena udah memberi nama penghancur di genk lu hahah"


"Pancing ketua Destroy untuk bertemu langsung sama gw" Perintah Samsul.


"Bagaimana caranya bos?" Tanya salah satu anggotanya.


Samsul yang geram dengan pertanyaan anak buah nya pun langsung menghampirinya kembali.


"Di dalam sini apa nama nya?" Samsul mengetuk batok kepala anggotanya.


"O.. otak bos" Jawab nya.


"Ya di pakai lah t0lol! buat apa gw punya genk kalau gak bisa mikir sama sekali!!" Teriak Samsul di depan wajah anak buahnya itu.


"I.. iya siap bos maaf" Balasnya sambil menunduk ketakutan.


"Gw pastiin Destroy bakal hancur seperti FireFight" Ucap Samsul dengan nada berat sambil mengepal kuat gagang pisau yang baru saja ia keluarkan.


Singkat cerita keesokan paginya, tepatnya pukul 13.00 siang para Heynater berkumpul untuk mengatur strategi bagaimana cara mempertemukan ketuanya dengan ketua Destroyer yang tak lain dan tak bukan adalah Adam.


"Deal ya?" Teriak Samsul.


"Siap bos haha"


"Hust.. bre, incar gadis nya aja yuk nyobain?" Ucap si Jangkung.


"Emang Destroy ada anggota cewek nya?" Tanya si Pitak.


"Dih bodoh lu belum tau ya haha" Ucap sombong si Jangkung.


"Ah serah lu dah, pokok nya gw naksir sama yang montok semalam itu tuh haha" Celetuk si Pitak.


"Kalau berani ya silahkan Tak, udah ayo berangkat" Jangkung pun menarik tuas motornya yang lalu di ikuti oleh motor si Pitak di belakangnya.


Bersambung...


Waduh... 😫 Masalah apa lagi ini? Apakah bergabungnya genk Roy malah membawa petaka untuk Destroyer?


Temukan jawaban nya hanya di Introvert Berjiwa Ganda Season 3 'Setelah Nikah'".


Dan jangan lupa juga untuk 😊...


...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...


...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...


...🐝 SHARE 🐝...


...Dan...

__ADS_1


...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2