Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Copet Lagi(?)


__ADS_3

Hari demi hari, waktu berjalan cukup damai. keadaan Adam semakin membaik bahkan kini kedua nya sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi.


"Sayang, aku berangkat dulu ya" Ucap si cantik Ratu.


"Iya sayang, hati-hati" Sahut Adam dari ruang tengah.


Setelah memanaskan mesin motor, Ratu berangkat perlahan dengan hati-hati. ia terpaksa beberapa hari ke depan akan berangkat sendiri selagi kaki suaminya belum pulih betul.


Singkat cerita, sampai lah si cantik di parkiran pabrik biola. memarkirkan motor dan langsung berlari kecil menuju pintu masuk untuk segera absen sidik jari.


"Pagi pak" Sapa Ratu pada security yang tak lain adalah ayahnya Kiana.


"Pagi neng" Senyumnya ramah.


"Ayo cepat udah mau bel masuk nih" Sambung si bapak mengingatkan Ratu.


"Wokeh pak siap haha" Sahut Ratu sambil tertawa kecil.


Didalam, Ratu mengeluarkan botol minum dan bersiap kerja dengan rekan lainnya.


Sebagai teman yang baik, tentu para seniornya pun ikut perhatian pada suami sahabatnya.


"Rat, gimana kabar Adam? Tanya Nana yang mendekat ke Ratu.


"Alhamdulilah baik kok Na, udah kerja juga dia walau jalan nya masih pelan-pelan" Jawab Ratu dengan tangan nya yang sudah sibuk memainkan bahan dan lem.


"Hati-hati ya bilang Adam, jaga kesehatan gitu dan jaga pola makan" Ucap Kiana yang sok manja di samping telinga Ratu.


"Ish ... apaan sih teh. malah jijik gw dengarnya hehe" Respon Ratu yang sebenarnya menahan kesal pada Kiana.


"Ya ampun becanda ya say hehe" Sambung Kiana.


Hingga tiba-tiba lewat lah pak Yuda yang memergoki mereka semua sedang bercanda ria mengobrol.


"Waduh kok malah pada ngobrol sih kalian, balik kerja cepat. nanti kalau gak target kita dapat surat peringatan wahai para ladies" Ucap pak Yuda dengan sedikit geram.


"Iya pak maaf" Ucap para wanita.


Setelah pak Yuda beranjak pergi, mereka semua pun kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan semaksimal mungkin.


Tak terasa, kini sampai lah waktu istirahat bagi semua karyawan pabrik.


Genk rempong yang di ketuai oleh teh Septi pun berbaris untuk mengambil jatah catering yang sudah di siapkan untuk semua.


"Mau makan dimana nih?" Tanya Nana sambil memegang pundak Ratu berbaris.


"Biasa aja, tempat yang sepi dari genk gosip sebelah haha" Sahut Ratu.


"Oke" Septi yang mendengar pun ikut menyahut.


Mereka yang sudah membawa jatah makan masing-masing langsung menuju satu tempat yang agak sepi dari keramaian karyawan lain.


"Uhm.. nyam am.." Kiana begitu lahap memakan cateringnya.


"Dddrrrrreeet"


"Rat hp lu ya tuh?" Tanya Oge yang menyadari hal itu.


"Eh iya gak sadar gw teh hehe" Jawab Ratu dan langsung menjawab telepon yang menganggu waktu makannya.


Ternyata, itu adalah Adam yang menanyakan kabar serta kondisi Ratu seperti rutinitas biasanya.


Ratu pun menjawab sedetail mungkin agar sang suami tidak khawatir memikirkan keadaan nya.


"Iya sayang aku lagi makan nih sama ayam semur tapi agak keras hehe jadi aku makan setengah aja"


📞 "Iya udah nanti pulang kerja makan lagi yang banyak ya, terus minum obat demam dan batuk"


"Siap pak bos ku hehe"


Tak lama dari itu Ratu mematikan panggilannya.


"Adam ya?" Ucap Septi yang kepo.

__ADS_1


"Iya teh" Sahut Ratu sambil mengunyah.


"Salam gitu ke dia, i love you" Celetuk Septi sambil menggerogoti tulang ayam.


"Brrughuk.." Ratu langsung tersedak saat mendengar celetukan itu.


"Eh minum-minum Rat minum hehe" Oge yang kaget langsung menyodorkan botol minum Ratu.


"Bolonyon lu teh haha sampai keselek bini nya" Nana tertawa geli melihat respon Ratu.


"Ya ampun bercanda Ratu, jangan di ambil hati ya sayang" Septi merangkul Ratu bermaksud meminta maaf.


"Iya teh hehe, suwe lu ah candaan nya" Ucap Ratu yang meneguk air lagi.


"Yaudah yuk abisin guys" Ucap Septi.


Namun baru saja mau menaruh tempat makan yang sudah kosong, tiba-tiba Ramon menghampiri genk rempong yang tentu saja langsung di semprot ocehan oleh Septi dan Oge.


"Hih ngapain sih cowok ke tempat cewek!" Gertak Septi sambil berjalan lalu di ikuti oleh anggotanya.


"Tau lu udah sana-sana ah" Oge langsung mengusir kedatangan Ramon.


"Idih cantik-cantik pada sombong amat sih!" Balas Ramon yang kesal.


"Bodo amat!" Nana pun angkat bicara karena ikut kesal.


"Hey sebentar loh, gw ada perlu sama si montok Ratu" Ucap Ramon.


"Hm ... ?" Septi dan yang lain langsung menatap sinis ke arah Ramon.


"Bentar doang ya ampun" Gerutuk Ramon yang gemas karena sulit sekali untuk berbicara dengan Ratu.


"Haha yaudah kak santai. sebentar ya?" Ratu keluar barisan dan menghampiri Ramon.


"Ada apa kak?" Tanya Ratu.


"Minta nomor temen cewek lu dong yang kemarin jengukin lu itu loh" Ramon mencoba menjelaskan niatnya.


"Teman kerja gw juga cewek kak" Sahut Ratu.


"Oh Eka dan Tia?"


"Nah iya kali hehe, bagi dong nomor nya gw mau PDKT" Ucap Ramon sambil nyengir kuda.


"Eka aja ya, Tia mah udah punya pacar kak" Sambung Ratu.


"Iya gak apa dah, mana Rat nomornya?" Tanya Ramon yang nampak bersemangat.


Mengingat Eka yang masih jomblo dan takut merindukan kasih sayang, akhirnya Ratu pun bermaksud untuk membuka jasa biro jodoh.


"Ya nanti lah, gw izin dulu sama dia. nomor telepon kan hal privasi kak" Sahut Ratu membuat Ramon penasaran.


"Oke gw tunggu kabar baiknya ya, makasih Rat" Ramon beranjak pergi dari situ.


"Mau kenalan sama siapa dia sampai minta nomor telepon lewat lu?" Tanya Septi yang masih kesal dengan Ramon.


"Tetangga gw teh haha, dah ayo ah ke dalam mushola. mau dzuhur abis itu rebahan nih gw" Ratu berjalan duluan yang kemudian di susul oleh yang lainnya.


...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 3 |•••...


Diwaktu yang sama beralih sejenak ke Malik, Aceng dan kawan-kawan Destroy yang sedang tidak sengaja mengunjungi pasar untuk membeli daging ayam permintaan ibu nya Malik.


(Suara mesin motor di matikan).


"Mau nyari apa men?" Tanya Aceng.


"Ayam, nyokap lagi pengen semur ayam katanya" Jawab Malik.


"Rajin amat lu mau-mauan di suruh nyokap ke pasar belanja kaya perawan haha" Ledek Aceng.


"Hust ... itu tandanya berbakti sama orang tua woy" Sahut temannya yang ikut bicara.


Sambil jalan mereka masuk ke dalam lorong pasar untuk melihat lihat dagangan yang di jajakan oleh para pedagang.

__ADS_1


"Yo ... Tarahu tahu.. uuu"


"Daging nya yuk bu haji sekilo 145-an aja yo mari yang mau nyemur, ngarendang yuk dagingnya"


"Cel ana boxer, dalaman kekaosan yuk 25-an .. 25-an .. 25 yoo"


"Cel ana da lam ... cel ana dala m yuk bare'ha be'ha yuk be'ha nya cel ana dal am nya yuk di lihat-lihat aja dulu ibu-ibu neng eneng mari mampir yuuu .."


Begitu lah kira-kira suara bising para pedagang yang mencari nafkah di pasar.


Saat menemukan yang ia cari, Malik pun dengan segera menghampiri tukang daging ayam.


"Beha noh" Ledek teman nya Aceng.


"Suwe .. gw gak make gituan! lu kira gw cewek apa!" Gertak Aceng.


"Mirip soalnya haha" Sambung temannya.


"Tapi tanktop pakai" Balas Aceng yang membuat temannya melotot.


"Lah kok?"


"Pak ayam 1 ekor berapa?" Ucap Malik yang berhenti di depan tukang ayam.


"55 nih mas yang masih segar dan besar, kalau yang kecilan 45-an" Tutur si tukang ayam.


"Yang besar aja 1 ya pak, di potong 11" Sambung Malik.


"Siap, di tunggu ya mas" Tukang ayam pun langsung mengeksekusi daging pilihannya.


Tak lama kemudian setelah selesai membeli ayam, Malik dan Destroy pun beranjak ke parkiran.


Namun tiba-tiba Malik langsung menghentikan langkah Aceng dan temannya karena mereka melihat dua orang yang sedang merogoh tas kecil milik seorang wanita yang sedang berbelanja di dekatnya.


"Mirip copet" Ucap temannya yang membisikkan Malik.


"Bukan mirip, emang copet itu mah" Sahut Malik dan dengan perlahan menghampiri si copet.


"Ngerogoh apaan bang? enak benar kaya nya hehe" Bisik Malik di samping telinga si copet.


Sontak copet yang sudah ketahuan pun langsung terkejut tapi sayang refleks Malik lebih cepat dibanding dirinya.


"Bbbrugg!"


Satu pukulan cukup keras tepat mengenai hidung si copet sesaat sebelum ia sempat menghindar.


"Eh ya Allah ... astagfirullah" Si wanita pun ikut kaget dan memeluk tas kecilnya.


"Ah ... si alan lu!" Gerutu si copet dan langsung berlari keluar pasar sambil membawa lari ponsel yang berhasil ia raup dari tas si wanita.


"Kejar lay!" Teriak Malik yang membuat Aceng dan temannya berlari duluan lalu di susul oleh dirinya.


Beberapa orang pasar termasuk si wanita pun ikut mengejar keluar pasar.


Aceng berlari melompat menginjak salah satu jok motor dan langsung menubruk di copet hingga ia kembali terjatuh.


"Mau lari kemana lu maling?" Gertak Malik.


Pantang menyerah, si copet berlari dan menarik gadis itu sambil menempelkan sebilah pisau yang berkilau ke leher si gadis.


"Wweeitsss..!" Malik langsung menahan serangannya.


"Maju lu sini! ada yang berani maju, gw sobek nih leher!" Balik gertak si copet.


Wanita itu benar-benar pasrah tak bergerak dalam dekapan si copet karena ujung pisau yang tajam sudah semakin menempel di lehernya.


"To .. tolong" Ringisnya perlahan.


"Bang lu jangan nekat main pisau begitu wey!" Malik mencoba bernegoisasi dengan si copet.


Bersambung...


Maaf ya guys hampir 2 minggu belum update. Rindu lagi sibuk ngurus ini itu 🤧, banyak acara di bulan ini yang harus di selesaikan. harap maklum dan pengertiannya ya🤗.

__ADS_1


And thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2