Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Canda Yang Berakhir Luka


__ADS_3

Didapur ternyata Ratu sudah sibuk membuat sambel. tidak menggunakan produk stein cookw*re apalagi pakai cooper dari mitoch*ba seperti toktoker di indonesia pada umumnya, melainkan Ratu menghaluskan cabai nya menggunakan cobek batu milik bu Tini seperti yang biasa orang dulu pakai.


"Waw asik banget dih si montok nguleg nya hehe" celetuk Agam yang nampak terpukau dengan bokong bulat nan seksi nya Ratu.


"Heh idih... malah sa*nge lu njir!" bentak Adam pada kembarannya itu.


"Sayang lagi buat apa?" ucap Adam yang tiba-tiba memeluk Ratu dari belakang.


"Hih awas dulu ay pedas loh ini cabai" Ratu pun langsung menghindar sejenak merasa risih.


"Eh iya maaf ya sayang hehe" balas Adam yang merasa malu.


"Kamu memang bisa masak nugget geprek hm?" tanya Adam sambil beranjak memanaskan minyak dan mengupas bungkus nugget yang dia beli tadi.


"Bisa lah ay, apalagi dengan uleg'an ala Ratu Permata Sari semua masakan pasti terasa enak haha" ucap Ratu dengan rasa percaya dirinya sampai mengangkat uleg'an itu.


"Hey awas kena mata ah" Adam meraih tangan kekasihnya itu dan mendekati pipi chubby.


"Muach"


"Dah lanjut ngalusin nya, aku yang goreng nugget ya?" ucap Adam dengan lembut.


Ratu yang terpesona bercampur baper itu pun hanya bisa mengangguk'an kepala nya tersipu malu atas kecupan manis dari jagoannya itu.


"Iya sayang" ucap Ratu lalu lanjut menghaluskan cabai.


Dengan gaya masak ala-ala chef Arnold, Adam mampu membuat Ratu tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak atas kelakuan pacarnya itu.


"Ya allah ayang udah ih sakit perut aku hahah" ucap Ratu yang tertawa puas bahkan sambil duduk tertawa tak bersuara.


"Ehm.. ini bumbu nya apa saja?" ucap Adam sambil terus memperagakan gaya mencicipi chef Arnold.


"Ee... ini pakai sugar, union powder dan mushroom chef ditambah nugget nya dimasak agak medium rare" sambung Adam.


"Sudah ayang hehe" Ratu pun beranjak berdiri lalu mengambil sebilah pisau yang tadi Adam pakai untuk mengiris nugget.


"Ku tusuk nih kalau ga mau stop hayo haha" sambung Ratu sambil menyodorkan pisau itu dengan niat bercanda.


"Emang berani? hahaha aku percaya kok kamu ga akan nyakitin aku ay hehe" ucap Adam dengan santainya.


"Eits.. kata siapa hah? aku tusuk kamu sekarang nih hayo hah hayo haha" sambil bercanda Ratu terus menyodorkan pisau itu ke arah Adam meledeknya.


"Udah taruh sayang ih bahaya hehe" ucap Adam yang mulai berusaha meraih pisau itu karena takut melukai Ratu.


"Sini ay taruh" pinta Adam sekali lagi.


"Gak mau, tadi kamu sombong katanya ga takut hayo haha" balas Ratu sambil terus meledek jagoannya.


"Sayang siniin pisaunya.." ucap Adam dengan segera mencoba meraih pisau itu.


Dan tiba-tiba...


"Seeeet"


Suara renyah dari kulit Adam yang tidak sengaja tergores pisau yang Ratu pegang tadi.



"Aw... sakit banget ay!" teriak Adam dalam batinnya, namun teriakan itu di pendam kuat oleh Agam yang membuat kepribadian nya bertukar seketika tanpa Ratu sadari.


"Aduh sayang maaf!" spontan Ratu melepas dan menjatuhkan pisau itu.


Bu Tini yang mendengar suara barang terjatuh mulai merasa kepo dengan apa yang terjadi di dapur.


"Dek hati-hati hey berisik banget sih berdua doang hih" ucap bu Tini yang menganggap suara itu mungkin hanya candaan saja dari anak-anak nya.


"Aw.. aw gak, gak apa-apa kok sayang santai aja hehe" ucap Agam yang nampak tenang karena memang sudah bersahabat baik dengan luka sayatan ditubuhnya.


"Ini berdarah ay!" Ratu meraih tangan kanan Adam yang mulai mengeluarkan darah yang begitu segar berwarna merah.

__ADS_1


Adam: ya darah manusia merah lah thor, kalau hitam itu darah vampir.


Author: Bacot! -_- .


"Um... maaf ay sorry" ucap Ratu sambil meraih tisu dan mengelap darah yang terus mengalir dari lengan Agam.


"Iya sayang gak apa-apa" ucap Agam melepaskan tangan Ratu dari lengannya, lalu memegang pipi tembem kekasihnya.


"Ini ga apa-apa, udah sekarang kamu ke depan temani mamah nonton tv ya. sisanya biar aku yang melanjutkan masak oke?" sambung Adam mencoba menenangkan Ratu yang sedang panik bercampur sedih.


"Iya ay" ucap singkat Ratu lalu langsung memeluk tubuh Agam.


Menangis meneteskan sedikit demi sedikit air mata yang mulai membasahi kaos Agam.


Dan perasaan sedih bercampur rasa tertekan karena merasa bersalah itu lah yang membuat sosok kembaran Ratu hadir mengambil alih raganya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Agam sambil mengusap rambut Ratu yang masih terbenam di dekapan dadanya.


"Em.. Agam?" seketika kembaran Ratu menoleh dan saling bertatap muka dengan Agam.


"Hah?" tanya Agam yang nampak terkejut saat Ratu menyebut nama itu.


"Eh engga hehe sorry" ucap kembaran Ratu sambil memalingkan pandangannya.


"Ya udah aku temenin mamah mu dulu ya" sambungnya sambil segera beranjak ke ruang tv.


Agam menatap dalam tubuh Ratu karena merasakan sosok lain saat dalam dekapannya tadi.


"Em.. siapa dia hehe? tapi begitu menggoda adrenalin" ucap Agam yang nampak sangat tertarik dengan kembarannya Ratu.


Tanpa Agam sadari darah masih mengalir santai dari luka sayatan nya itu. sontak Agam yang menyadari hal itu langsung mengelapnya kembali lalu segera mencari sarang laba-laba untuk menghentikan pendarahan ringan itu.


"Jeh sial, gak sadar gw ini hangat-hangat apaan haha" ucap Agam sambil terus menekan luka itu sejenak.


Setelah mendapatkan sarang laba-laba, Agam segera mengobati lukanya lalu melanjutkan meng'geprek nugget itu di atas cobek batu.


Bu Tini yang melihat tangan anaknya tertutup sarang laba-laba pun sempat heran dan menanyakan kejanggalan itu yang membuat Agam sempat bingung ingin menjawab apa.


"Kenapa itu tangan?" ucap bu Tini nampak sinis.


"Ehm.. ini tadi kesenggol ujung rak piring mah jadi baret sedikit hehe" jawab Agam yang sengaja berbohong untuk melindungi kekasihnya.


Ratu yang mendengar kebohongan Agam hanya demi dirinya itu pun hanya bisa menunduk dengan rasa bersalahnya.


Bahkan, kondisi dan posisi itu membuat kembaran Ratu semakin leluasa mengendalikan raga dan pikiran jernih Ratu.


"Lagi gak hati-hati sih lu mah kebiasaan becanda di dapur!" gerutuk bu Tini yang nampak kesal.


"Iya mah maaf" jawab Agam yang menahan emosinya.


"Ya udah ayo makan dulu yuk, win ayo makan" ucap bu Tini yang memanggil teh Wina.


Teh Wina keluar dari kamar dan mereka pun makan bersama dengan diiringi obrolan santai yang saling terlontar satu sama lain.


Hingga beberapa menit kemudian setelah makan bersama, mereka membagi tugas untuk merapihkan bekas makannya.


Agam kebagian membawa piring kotor dan mencucinya, Wina menaruh gelas-gelas kotor, Ratu bagian nyapu. dan juragan nyonya yaitu bu Tini hanya cuci tangan lalu ke kamarnya duduk sejenak menunggu makanannya turun ke perut.


Setelah Adam selesai cuci piring, ia pun masuk ke kamarnya dan bersandar di pojok memperhatikan luka sayatan itu.


"Sayang itu beneran kan gak apa-apa?" tanya kembaran Ratu yang tiba-tiba menghampiri Agam di kamarnya.


"Engga apa-apa sih bawel banget ya pacar aku" Agam pun merangkul kembaran Ratu dalam pelukannya.


"Hm.. maaf ya ay. aku sayang ayang" ucap kembarannya sambil memeluk erat tubuh Agam.


Agam pun mampu menghangatkan kembarannya Ratu sampai ia begitu nyaman di pelukan Agam.


"Sayang, kiss me please?" pinta Agam seketika terbawa suasana.

__ADS_1


Raga dan pikiran Ratu yang sudah dikuasai kembarannya pun tak bisa banyak menolak. ia langsung mengangguk kan kepalanya lalu merapihkan rambutnya kesamping telinga.


Dengan perlahan dan lembut Agam memegang pipi kepribadian lain dari sosok kekasihnya itu hingga pergulatan bibir pun tak bisa dihindarkan.


Namun sayangnya, ci*uman dari kedua nya nampak sudah sama-sama tidak terkontrol. karena kali ini Agam memberanikan diri bertukar saliva dengan kekasihnya itu.


Kembaran Ratu begitu menikmati permainan Agam, saling memberi dan menelan saliva satu sama lain. membuat kembarannya itu sudah dipuncak gairah.


Perlahan sosok Ratu itu menaiki pangkuan Agam saling bertatap satu sama lain.


Serasa dunia sudah milik mereka berdua, dengan segera Agam melepas bibir tebal Ratu dan beralih menci*um dan menji*lati leher putih bersih yang ada dihadapan nya.


"Am.. ach sayang i like" desah Agam.


Seperti yang kalian semua tau, tentu saja tindakan Agam itu membuat sosok Ratu semakin tak terkendali seakan hasrat terbang ke langit ketujuh.


Sosok Ratu yang menikmati permainan itu hanya bisa meremas pundak Agam sambil menggigit bibirnya menahan suara indah des*ahan nya yang hampir tak tertahankan.


"Um.. ah.. sayang huft..!" bisik sosok Ratu ditelinga Agam yang membuat jiwa Agam meronta ingin meminta hal yang lebih.


Mendengar des*ahan merdu dari kekasihnya, dengan segera Agam menarik kerah kemeja dari sosok Ratu itu dan bertanya...


"Who are you?" bisik Agam.


"You can call me Rat... Ah" ucap sosok Ratu yang tak fokus bicara karena sudah dipenuhi hasrat yang ingin segera dituntaskan.


"Im your girlfriend gam, im Ratna" ucap sosok Ratu yang kini kita ketahui nama panggilannya adalah Ratna.


"Waw, the beautiul name" balas Agam sambil terus menji*lati leher yang begitu menggoda itu.


Ratna yang sudah tidak terkendali akal sehatnya semakin agresif karena tindakan Agam, akhirnya Ratna membalas dengan cara menggoyang kan bokong bulatnya di pangkuan Agam yang tentu saja membuat kejantanan Agam perlahan berdiri layak nya sebuah tiang bendera.


"Aw.. ah no honey please hehe" ucap Agam yang nampak salting saat si tegak itu masih diduduki kekasihnya.


"Wih.. keren juga Ratna haha i love you sayang" nampak batin Agam begitu terpacu adrenalin nya untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar itu.


"Rat, boleh kah aku melakukannya?" tanya Agam dengan sedikit wajah ragu sambil perlahan memberanikan diri untuk melepas kancing kemeja pink yang Ratu kenakan.


"Ehm... I thing yes haha but, i will you hero for me" balas Ratna yang malah semakin nekat meraih sleting celana Agam yang sudah menjulang tinggi sedari tadi.


"Yeah.. ayo kita lakukan sayang!" Agam pun menantang Ratna saat 3 kancing kemeja Ratna sudaj terlepas.


"Siapa takut?!" dan tanpa sadar Ratna malah seakan membeli tantangan yang Agam pinta dengan segera menurunkan sleting celana Agam.


"Srrrrweet"


Suara sleting itu yang turun begitu cepat.


Dengan sigap Agam kembali menyambar bibir Ratna sambil membaringkan tubuhnya lalu menindihnya.


Ratna yang berjiwa barbar pun mulai merespon lagi, ia langsung memeluk erat tubuh Agam seakan tak ingin lepas dari kehangatan yang akan segera Agam berikan kepadanya.


"Janji kamu gak akan tinggalin aku?" bisik Ratna sejenak sebelum bibirnya dilahap lagi oleh kekasihnya.


"Yes, aku gak akan pernah berpikir untuk meninggalkanmu sayang" ucap Agam dengan gaya bicaranya seperti buaya darat di luaran sana.


"Makasih" ucap Ratna yang sedikit merasa lega lalu menutup mata dan akhirnya Agam...


...Bersambung......


Jangan lupa catat tanggalnya ya, aku akan update lagi di Sabtu malam minggu besok tanggal 4 Desember 2021. spesial untuk kalian, aku akan berikan sesuatu yang membuat emosi kalian lebih terpacu lagi hehe (senyum iblis).


Oh ya Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya hehe.


Di tap Love juga dong agar selalu dapet notif update dari novel kesayangan kita ini.


Kalian mau share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2