Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Menjelang Hari H


__ADS_3

Keesokan harinya, tepat di pagi hari nampak Ratu sudah siap untuk berangkat kerja.


"Mah undangan buat teman-teman pabrik udah di siapin kan?" Tanya Ratu yang sedang duduk memakai sepatu di sofa ruang tengah.


"Udah neng hehe, oh ya kamu juga jangan lupa minta cuti nikah neng ke pabrik" Pinta bu Nisa mengingatkan Ratu.


"Iya mah hehe nanti H-2 aku izin ke pak Yuda. Yaudah aku berangkat kerja dulu mah assalamualaikum.." Ucap Ratu sambil meraih tangan kanan bu Nisa.


"Walaikumsalam hati-hati neng" Sahut bu Nisa.


Dan Ratu pun berangkat kerja dengan hati riang gembira bercampur deg-deg'an karena tinggal menghitung hari ia akan melepas masa lajangnya.


Sesampainya di kerjaan Ratu ngobrol sejenak dengan para seniornya di tempat ia biasa berkumpul. Kesempatan itu pun Ratu manfaatkan sambil membagikan undangan yang ia bawa.


"Kak jangan lupa ya untuk pada datang nanti hari sabtu hehe" Ucap Ratu sambil memberikan satu persatu undangannya.


"Iya dedek sayang teteh pasti datang kok hehe" Jawab Kiana sambil membaca undangan yang sudah ada di tangannya itu.


"Oh iya Ratu pokok nya nanti malam pertama kamu hati-hati ya" Ucap teh Indri yang sudah menikah.


"Lah kenapa teh hehe?" Ucap Ratu yang mulai mendengarkan pengalaman teh Indri.


"Awal nya pasti sakit deh Rat, perih apalagi kalau selaput dara kita tebal beh bisa keluar darah malah." Tutur seniornya Ratu.


"Oh iya kak?" Ucap Ratu yang melotot membayangkan jeruknya yang akan berdarah selain dari proses haid.


"Iya beneran dek, makanya kalau bisa mah tahan dulu kalau udah sobek selaput nya jangan di lanjut" sambung Indri.


"Heleh, sakit-sakit tapi tiap pagi main lu ah haha" Celetuk Kiana membuat semua rekannya tertawa.


"Atuh enakin ja haha" Balas Indri tanpa malu.

__ADS_1


"Lu aja belum pernah nyobain wleee" Sambung Indri menjulurkan lidahnya.


"Heleh haha.." Balas Kiana yang sudah kehabisan kata-kata.


"Udah-udah ah nanti lagi ngomongin malam pertama nya hihi, udah bel masuk tuh yuk" Ajak Ratu yang beranjak duluan setelah mendengar bel pabrik berdengung keras.


Singkat cerita, kini waktu pulang tiba. Nampak Ratu sedang melangkah ke parkiran yang di ikuti Kiana karena ia ingin pulang bareng Ratu.


"Eh dek by the way di bawain berapa sama si Tama?" Ucap Kiana yang memulai obrolan.


Ya, jangan heran dengan siapa itu Tama. Karena memang Ratu mengenalkan Adam ke teman dan sanak saudaranya di Subang dengan nama tengahnya Adam yaitu Pratama atau biasa di panggil Tama.


"Ehm kepo ah kamu hihi" Balas Ratu yang tak mau menyebutkan nominal mahar yang Adam berikan.


Walau pada nyata nya memang mahar yang Adam berikan tidak sebesar dibanding yang Reno berikan, tapi itu bukan alasan pertama Ratu tak mau nenberitahu Kiana.


Baginya, mahar adalah sebuah hal pribadi antara dua keluarga calon pengantin, karena jika orang lain tau tentu saja itu hanya akan menjadi omongan para tetangga.


"Hm.. seperti mobil dari Subang tuh" Ucap Ratu dalam hati saat melihat plat mobil bus tersebut memiliki kode huruf T.


Sesampainya dirumah, ternyata benar saja dugaan Ratu. Sudah banyak sanak saudaranya yang dari Subang berkumpul di rumahnya.


Bagaimana tidak, setelah 10 tahun bu Nisa tinggal di Jakarta ini adalah pertama kali nya seluruh keluarganya yang di Subang datang ke sini.


Kepulangan Ratu di rumah sangat di sambut meriah oleh bibi, mamang/paman serta kakek nenek nya yang biasa di panggil abah dan emak oleh Ratu.


"Assalamualaikum.." Ucap Ratu yang baru turun dari motor.


"Walaikumsalam Rat hehe" Jawab mereka serentak.


"Udah pulang cucu emak satu ini hah hehe" Ucap si Nenek.

__ADS_1


"Iya Mak hehe" Sahut Ratu lalu mengecup tangan Nenek nya.


"Balik gawe nyah neng? (Pulang kerja ya neng)" Tanya bi Acha, adik paling bungsu nya bu Nisa.


"Ho'oh bi karak balik ieu. (iya bi baru balik ini)" Jawab Ratu yang menciumi satu persatu tangan kanan bibi dan mamang nya itu.


Setelah masuk kamar untuk berganti baju, Ratu langsung ikut bergabung di tengah-tengah keharmonisan keluarga besarnya.


Saling bertanya dan berbagi pengalaman serta bercanda bareng menghiasi malam yang begitu indah bagi Ratu.


...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...


Waktu terus berjalan hingga kini tepat di H-1, sehari sebelum besok dilangsungkan nya janji suci Adam dan Ratu.


Di siang hari, rumah Ratu semakin ramai dengan adanya tenda yang sudah terpasang rapi dan besar di halaman depan rumahnya.


Para keluarga dari pihak bu Nisa dan keluarga dari pihak pak Hendri pun turut bergabung untuk menyiapkan seluruh rangkaian acara seperti masak-masak, tata rias dan busana semua di atur semaksimal mungkin di hari itu.


Hingga tiba-tiba ditengah keasikan dua keluarga itu yang sedang sibuk menyiangi sayuran, terdengar suara motor yang berhenti tepat di depan rumah Ratu.


Orang itu turun dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum.." Ucap pria itu yang berdiri sambil memanggul tas besar di punggung nya.


"Walaikumsalam" Balas semua orang yang langsung menoleh ke arah pintu.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...See you on the next episode...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2