
Setelah selesai sarapan mereka berdua berpisah untuk kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
Kebetulan sekali hari ini adalah hari Rabu yang dimana kelas Aph 2 ada praktek di hotel sekolah selama 2 jam pertama pelajaran dihari itu. dengan bergegas para murid kelas Ratu termasuk dirinya berganti baju praktek dengan setelan celana bahan warna hitam dan almameter warna coklat berkancing.
Setelah berganti baju Ratu dan Farah melanjutkan langkah nya menuju hotel sekolah yang hanya berjarak belasan meter dari kelas mereka.
Miss Nur selaku kepala program Perhotelan pun sudah stay berdiri di depan hotel untuk mengarahkan anak muridnya dengan sabar dan senyuman terpancar pagi itu.
"Ayo semua nya yuk segera masuk aja yang udah rapi" teriak miss Nur dengan lembut.
Semua murid pun sudah berkumpul didepan hotel dan diabsen lah nama mereka oleh Nindi dan Aldo tentu nya. selaku senior berprestasi mereka berdua selalu bisa diandalkan oleh miss Nur.
"Yaudah yuk semuanya lepas sepatu kalian dan masuk kedalam yuk" ucap Aldo menginstruksikan juniornya.
Mereka semua pun mengikuti arahan Aldo dan memperhatikan materi tentang 'making bed' yang sedang di praktek kan oleh Nindi.
Satu persatu para junior mencoba nya dengan perlahan sesuai urutan absen yang miss Nur sebutkan. kini giliran Ratu mencoba merapikan tempat tidur itu dan hasil nya cukup memuaskan, Ratu bisa menyelesaikan tugas nya hanya dalam waktu 2 menit.
Materi demi materi pun berlanjut di jelaskan oleh miss Nur dan dipraktekan oleh Nindi. hingga tak terasa dua jam berlalu yang mengharuskan murid Aph 2 beranjak meninggalkan hotel sekolah itu.
"Rat duluan ya" sapa Farah teman sebangku Ratu yang beranjak lebih dahulu meninggalkan Ratu.
"Iya far, duluan aja hehe" jawab Ratu sambil mengikat tali sepatunya.
Beranjak lah Ratu menuju kelasnya sambil membaca buku yang dia isi catatan materi tentang 'making bed' tadi.
"Oh..berarti harus sprei dulu ya abis itu baru pillow iya-iya" Ratu bicara sendiri dalam langkahnya.
"Ratu haha" tiba-tiba Roy muncul dari balik pepohonan depan Uks.
"Ish apaan sih kak lu ngagetin aja ah" gumam Ratu kesal.
"Maaf hehe, baru selesai dari hotel ya?" tanya Roy.
"Iya lah kan lu liat gw baru keluar dari sana hilih modus" ucap Ratu sambil memutar lirikan matanya.
"Nanti pulang latihan sama eskul yuk hehe?" lanjut Roy merayu juniornya itu.
"Ga ah kak, gw tetap mau sama Destroy hehe" nyengir kuda Ratu lontarkan.
"Yaudah deh terserah kamu haha, yaudah rat gw balik ke kelas ya bye.." balas Roy yang langsung berlari kekelasnya.
"Yo..bye hehe" tawa Ratu.
Waktu pun lanjut berjalan, Ratu mengikuti jam pelajarannya hingga pulang sekolah pun tiba.
"Yuk anak-anak bersiap rapikan barang-barang kalian,bel sudah berbunyi" ucap miss Nur yang kebetulan ada jam mengajar mata pelajarannya yaitu bahasa inggris.
Para murid dikelas Ratu bergegas merapihkan peralatan belajar mereka masing-masing. setelah rapi ratusan murid itu bergerombol menuju gerbang sekolah.
Namun tidak dengan Ratu yang berjalan santai menuju Uks, bahkan melewati rekan eskul nya yang sedang prepare latihan untuk kejuaraan itu.
__ADS_1
"Ratu lu ga ikut latihan?" tanya salah satu temannya.
"Iya gw latihan kok cuma di belakang aja hehe, duluan ya", balas Ratu dengan percaya dirinya beranjak ke Uks sejenak.
Bu Astari hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan anak didiknya yang keras kepala itu. Dari kejauhan nampak Ferdi yang berlari menghampiri Ratu.
"Hallo dek, yuk langsung ke tempat kemarin ya" jelas Ferdi dengan semangat.
"Siap kak hehe" Ratu langsung mengikuti Ferdi yang menuju tempat kemarin mereka latihan.
Setiba nya di sana Ratu melihat beberapa batang bambu kuning menancap kokoh di tanah berjajar. tentu Ratu keheranan dan menanyakan hal itu kepada Ferdi.
"Kak ini semua untuk apa hehe?" tanya Ratu.
"Kemarin kan udah pohon pisang, sekarang lu harus bisa tendangin batang bambu itu" perintah Ferdi.
"Serius kak? ini keras loh gila lu mah" ucap Ratu melotot sambil mengetuk-ngetuk batang bambu itu untuk membuktikan bahwa itu asli keras tidak lah lembek.
"Lakukan aja yuk nih gw ajarin trik nya" ucap Ferdi sambil memberi contoh.
Mereka berdua latihan dengan serius walau di barengi rasa sakit yang dirasakan oleh Ratu karena menendangi batang bambu yang besar itu.
Berbeda dengan yang di ajarkan bu Astari bersama senior eskulnya dilapangan sana, Ratu malah sibuk melawan batang bambu itu dengan serius melawan rasa sakit di kakinya.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya dua batang bambu mampu Ratu patahkan dengan kakinya. namun na'as kaki Ratu harus membiru dan membengkak akibat hal itu.
"Aw..kak sakit kak" ucap Ratu lesehan mengusap kaki nya yang membiru.
"Ehm..ga apa-apa dek..semua akan baik-baik aja kok tapi itu udah cukup baik untuk pemula matahin dua batang hehe" balas Ferdi sembari mengompres kaki Ratu dengan es batu.
Tiba-tiba Roy menendang pundak Ferdi hingga terpental, Ratu syok dengan kedatangan seniornya itu.
"Kak apa-apaan sih lu?!" ucap Ratu panik.
"Lu diam ya rat!" menunjuk wajah Ratu.
Seperti serigala yang menemukan babi hutan, Roy mengeroyok Ferdi bersama tiga temannya dengan begitu nafsu emosi membara.
"Mampus lu anjing bangsat" ucap Roy begitu emosi sambil memukuli anggota Destroy yang seorang diri itu.
Ferdi yang mencoba melawan tentu saja tetap tak mampu menghadapi 4 orang sekaligus. Ratu semakin menangis melihat kakak kelasnya di bully habis-habisan oleh senior eskulnya sendiri.
Setelah puas mengeroyok Ferdi mereka semua menghampiri Ratu dan membopongnya.
"Kalo sampai adik gw kenapa-napa saat kejuaraan? gw bantai lu bangsat!" ucap Roy mengancam salah satu anggota Destroy itu.
"Sebaliknya, kalo apa yang gw ajarin sama junior lu itu berguna! siap-siap kuping lu pindah ke hidung ya cuih!" balas Ferdi sambil meludah darah dari mulutnya.
Ferdi menatap iblis mata Ratu, Ratu seakan paham maksud dari Ferdi itu dan beberapa saat kemudian mereka beranjak meninggalkan Ferdi sendiri disana.
Sesampainya di Uks, Roy langsung memanggil Nindi untuk membantu mengobati memar pada kaki Ratu.
__ADS_1
"Haduh ini kenapa Rat?" tanya Nindi yang khawatir.
"Biasa kak Nin, latihan hehe" jawab Ratu dengan wajah malesnya melihat Nindi di hadapannya.
"Hilih ngapain sih lu sok baik sama gw hih jijik gw " ucap batin Ratu.
"Sini gw kompres dulu ya rat" ucap Nindi sambil mengompres kedua kaki adik kelasnya itu.
Ratu tak berhenti-henti memikirkan kondisi Ferdi saat itu. hingga tak terasa 30 menit lama nya Ratu berada di Uks, tiba bu Astari yang melihat kondisi Ratu pun mengkhawatirkan kakinya apakah bisa mengikuti kejuaraan itu dengan kaki biru membengkak seperti saat ini.
"Rat, kamu pulang aja ya di antar sama Roy? kamu ga mungkin bisa kan melanjutkan latihan hari ini ga apa-apa ya?" tanya bu Astari.
Ratu hanya mengangguk dan Roy pun menuntun Ratu ke parkiran dan memboncengi Ratu untuk mengantarnya pulang.
"Emang bangsat sih si Ferdi goblok!, latihan taekwondo anak orang di suruh nendangin bambu bodoh banget gitu!" gerutu Roy sambil mengendarai motornya.
"Udah sih kak Roy bawel banget mulut lu ih" balas tegas Ratu karena kesal mendengar Roy yang ngoceh sendiri sedari tadi.
"Ya kalo lu kenapa napa yang yang tanggung jawab gw rat sebagai ketua eskul!" teriak Roy menggertak Ratu.
"Ga usah kebanyakan bacot kak!! kesehatan gw urusan gw anjir!" balas Ratu yang tak terima di gertak.
Seketika Roy diam dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Ratu.
...****************...
Dikamar Ratu.
Bu Nisa yang menyadari anak sulungnya berjalan dengan tertatih-tatih tentu menimbulkan introgasi pada Ratu saat sedang santai setelah makan malam.
"Kenapa neng kaki kamu hah?!" tanya bu Nisa yang kaget melihat kaki anak nya membiru.
"Ga mom ga apa-apa hehe tadi latihan aja hehe" jelas Ratu meredam kekhawatiran momy nya.
"Hati-hati ya nak momy ga larang kamu ikut eskul apapun, tapi kalo membahaya kan kamu momy akan larang" jelas bu Nisa begitu sayang dengan anak sulungnya itu.
"Iya mom, doain ya mom biar aku bisa menang nanti di kejuaraan itu hehe" pinta Ratu sambil memeluk momynya.
Di malam hari tepatnya jam 23:00 Ratu merenungi nasib kaki nya yang membengkak karena latihan dengan Ferdi kemaren sore, dia mencoba mengkompres sendiri dan mengolesin balsem perlahan.
"Apa bener ya Ferdi berniat jahat sama gw, sampai gw dibikin pincang gini" tanya Ratu dalam dirinya sendiri.
"Kak Adam tolong aku dong" pinta Ratu meneteskan airmata rindunya kepada kakak kelasnya yang jauh di Sumatra sana.
"Aku takut ga bisa mengharumkan nama sekolah kita kak hm.." sambung Ratu memandangi kedua kakinya itu
Bersambung...
Parah banget ga sih wkwkw cara latihan yang Ferdi berikan sama Ratu, apakah yakin Ratu masih bisa melanjutkan perjuangannya menuju ke kejuaraan itu dengan kondisi kaki membengkak? tunggu di next episode ya reader and author sekalian.
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca dilain waktu.
__ADS_1
Share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......