
Ratu mengambil obat sesak dilaci kamar nya lalu berbaring di kasur untuk istirahat sejenak sambil meraih ponselnya.
"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif" suara operator yang terdengar dari ponsel Ratu saat menelpon Adam
"Kak Adam kemana sih hm, kok telpon nya ga aktif ya" Ratu nampak risau.
"Ya Allah lindungi lah orang-orang yang hamba cintai.. aamiin" Ratu berdoa lalu mencoba untuk tidur walau hati dan pikirannya terfokus pada Adam yang tiada kabar.
...***Introvert****πBerjiwaπ****Ganda***...
Sore berganti malam, hingga sinar bulan perlahan tergantikan oleh cahaya mentari terbit yang di ufuk timur. hari Senin kini tiba, tepatnya pukul 05.00 wib setelah shalat Subuh. rombongan SMK 729 sudah memenuhi area sekolah.
Puluhan kelas tersebar diberbagai penjuru sekolah, mulai dari APH, TSM, AK, TPM, TKR dan Tata Boga.
Sesuai schedule acara sekolah yang dimana hari ini akan diadakan tour sekolah sekaligus perpisahan kelas XII angkatan ke 8 SMK 729 di sebuah hotel didaerah Malang, Jawa Timur.
Ditengah kerumunan para murid, Destroy yang stay di depan UKS masih harus terus melirik kiri kanan untuk mencari Adam yang sampai sekarang belum keliatan juga batang hidungnya.
"Kebiasaan nih anak acara tour pun harus telat" geram Ferdi.
"Tau tuh, dari semalam gw telponin juga ga ada kabar kemana ya tuh bocah" sambung Axel sambil terus mencoba menelponi Adam.
Tak lama kemudian, kepala sekolah meminta untuk setiap murid berkumpul di lapangan berbaris sesuai kelasnya masing-masing.
"Waduh kan udah disuruh kumpul aja bre" ucap Dafa yang melirik jam tangannya sudah menunjukan pukul 05.20 wib.
"Dah samperin dulu yuk ah ke lapangan", ucap Axel walau masih nampak khawatir diwajahnya.
Dilapangan, pak Jamas selaku kepala sekolah menghimbau kepada para guru pengawas untuk menjelaskan tentang kegiatan apa saja dan bagaimana prosedur perjalanan nya selama ke Malang agar mereka semua tak tertinggal atau terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setelah dirasa cukup himbauan dan penjelasan tentang prosedur disana. acara diakhiri dengan berdoa bersama dan pembagian nomor bus.
Kelas APH, TSM, TKR, TPM dan Tata Boga mendapat jatah dua bus masing-masing perkelas. sedangkan Akutansi yang terdiri dari 3 kelas, mendapat jatah tiga bus.
Dan semua murid pun berbaris mencari nomor bus nya masing-masing sesuai jadwal sebelumnya.
Tentu keadaan itu membuat Destroy dan bu Dewi selaku wali kelas merasa risau karena Adam tak kunjung datang.
"Coba xel telepon Adam jadi ikut atau gimana? kok ga ada kabar begini sih." pinta bu Dewi pada Axel.
"Iya bu sudah, tapi ga aktif hape nya" jawab Axel yang ikut kesal karena dia juga yang merasa tertekan.
__ADS_1
Karena takut kereta di stasiun mengalami keterlambatan, akhirnya dengan berat hati bu Dewi mengkonfirmasi ketua pelaksana untuk memberangkatkan bus yang sudah ready terlebih dahulu termasuk bus nomor 12 dan 13 yaitu bus kelas TSM.
Lima menit setelah para bus keluar dari halaman sekolah menuju jalanan, baru lah nampak si Introvert culun yang bergegas berjalan dengan kaki pincangnya menghampiri Destroy dan wali kelasnya.
"Nah itu si Adam!" ucap Dafa.
"Alhamdulilah datang juga, tapi kenapa itu kaki nya ya?" tanya heran bu Dewi pada Axel.
"Entah bu, yuk samperin aja" balas Axel.
Mereka menghampiri Adam dan menanyakan fakta tentang mengapa ia sampai berjalan pincang. Adam pun terpaksa menceritakan kejadian sebenarnya di depan bu Dewi dan Destroy.
Bahwa kemarin ia mengalami insiden hingga kaki kirinya memar dibagian paha, yang tepat sekali menghantam ponselnya yang berada di saku celana sebelah kiri hingga menyebabkan ponsel nya hancur tak tersisa.
Itu alasan Adam mengapa tak bisa menjawab panggilan Destroy maupun Ratu. dengan berat hati Adam hanya bisa membawa ponsel jadul yang hanya bisa untuk Sms dan telepon saja seperti jaman dulu.
Mendengar penjelasan itu, bu Dewi pun memaklumi keadaan Adam dan segera menyuruh nya masuk bus. sial nya mereka harus terpaksa gabung dengan rombongan TKR yang kalian tau itu kelas Roy DwiSatyo si pengrusuh.
Di temani oleh bu Dewi yang berada di kursi depan bersama para guru pengawasan di bus itu. Destroy di kursi belakang duduk dan mulai menikmati perjalanan.
Perjalanan menuju Malang pun, baru dimulai. 13 bus rombongan menuju jalan tol untuk mengawali perjalanan nya ke stasiun antar provinsi.
"Bos... gabung ga hahah?!" tanya Roy tiba-tiba menghampiri Destroy.
"Ga kok makasih ya" jawab Axel sambil membuang muka dari pandangan Roy.
"Jeh songong lu!" gerutu Roy sambil beranjak ke kursi depan.
"Eh iya xel pinjam hape lu bre" ucap Adam mengejutkan ketiga temannya.
"Gw mau ngabarin bini gw xel" ucap Adam keceplosan.
Tentu untuk Dafa dan Ferdi yang baru mendengar celetukan itu sempat terdiam dan heran menatap satu sma lain.
"Lah lu udah jadian dam?" Dafa terkejud pakai D.
"Hust...." Axel memberi isyarat pada Dafa dan Ferdi agar tak menyebarluaskan berita ini.
"Ouh siap-siap haha" balas Dafa dan Ferdi nampak senang.
Tapi sayang nya, tanpa Destroy sadari Roy menguping pembicaraan itu dan seketika wajah nya memasang senyum iblis seperti ada niatan lain dibalik wajah palsunya.
__ADS_1
π "Hallo assalamualaikum cantik" ucap Adam.
π "Walaikumsalam kak Adam kemana aja sih, kok ga ngabarin aku, aku semalaman kepikiran kamu terus nelponin Destroy ga ada yang tau. kamu kemana?!" Ratu langsung to the point mengutarakan rasa kekhawatiran nya pada Adam.
π "Sabar dulu sayang, ini aku mau jelasin ya..." balas Adam dan perlahan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kemaren sore.
Setelah mendengar penjelasan dan kondisi Adam, akhirnya Ratu bisa bernafas lega walau rasa khawatirnya semakin bertambah saat mendengar Adam kecelakaan bahkan sampai membuat kaki nya pincang sebelah.
π "Udah, kamu jangan khawatir ya. aku baik-baik aja kok ini sama Destroy udah berangkat menuju stasiun." jawab Adam.
π "Yaudah kamu kabarin aku lagi ya kondisi terupdate kalian" balas Ratu.
π "Iya siap sayang, jangan telat makan dan 5 waktunya ya" ucap Adam manis.
π "Iya kak, dadah i love you and assalamualaikum.." ucap Ratu
π "Walaikumsalam" Adam tersenyum manis mengakhiri panggilan nya dengan sang kekasih.
"Nih lay thanks" Adam menyodorkan kembali ponsel milik Axel.
"Siap" balas Axel singkat.
...***Introvert****πBerjiwaπ****Ganda***...
Singkat cerita setelah sampai di stasiun mereka semua sudah siap menunggu diperon kereta masing-masing. di dampingi bu Dewi yang sedang mengabsen anak muridnya agar tak ketinggalan lagi dan memastikan bahwa anak murid nya selalu satu rombongan di kereta maupun disana nanti agar tak terjadi salah bus seperti awal pemberangkatan tadi menuju stasiun.
Sesampai nya bus di stasiun, dengan arahan tour guide dan guru pengawasan, para murid di tuju kan ke gerbong masing-masing sesuai data schedule yang sebelumnya sudah dibuat.
Kebetulan kelas TSM ditempatkan di gerbong nomor 9 dan 10. mereka pun menaikinya perlahan tanpa saling mendorong.
Dirasa semua murid sudah di gerbong masing-masing. tour guide pun menghubungi pihak masinis untuk segera berangkat saat itu.
Di iringi doa dari semua murid, kereta perlahan mulai melaju hingga meningkatkan kecepatannya menyusuri rel dengan kecepatan penuh untuk menempuh perjalanan selama 3 hari 3 malam.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1