
Hay apa kabar guys hehe? maaf ya aku baru Up lagi, seminggu kemarin sibuk karena keluarga lagi berduka.
Jadi hampir seminggu deh gak sempat nengokin Adam AgamππΌπ₯². Sorry banget ya reader and author IBG.
Sekarang udah selesai tujuh hari nya dan mulai luang lagi nih untuk istirahat, makanya aku coba sempetin untuk melanjutkan cerita si Introvert ya hehe.. yuk lanjut.
...π Happy Reading π...
Setelah menempuh perjalanan 15 menit, sampai lah ketua Destroy dengan istri nya di markas besar yang sudah cukup lama tak ia datangi.
Adam dan Ratu sempat bingung karena melihat markas yang sudah sangat berbeda jauh dari saat terakhir mereka lihat.
Bahkan Ratu pun ikut terkejut saat melihat Eka Rahayu dan Tia Sartika hadir disana dengan memakai jaket Destroyer.
Mereka berdua adalah tetangga sekaligus junior Ratu juga di SMK 729.
"Eh Eka, Tia lu ngapain di sini?" Tanya Ratu yang langsung menghampiri mereka berdua.
"Ya ini, kita ikut Destroyer teh hehe. Lu ngapain di sini teh?" Tanya Tia yang ikut kaget juga melihat kehadiran Ratu.
"Dampingi suami gw" Ucap Ratu yang membuat kedua mata mereka tercengang.
"Ouh kak Adam? ketua Destroy itu suami lu?" Tanya Eka.
"Yes begitulah hihi" Tawa Ratu singkat.
Dan setelah pertemuan itu, mereka bertiga pun melanjutkan obrolan di teras depan ruko.
Saling introgasi tentang bagaimana bisa Eka dan Tia ikut satu genk dengan para Destroyer.
Beralih ke Adam dengan rasa penasaran di benaknya, Adam menghampiri ruko kecil tempat ia berkumpul dulu.
Semua anggota Roy yang melihat Adam langsung berbaris memberi jalan untuk sang ketua.
"Dam, apa kabar?" Ucap salah satu anak buah Roy yang kini juga menjadi anak buah Adam.
Ia langsung memeluk Adam tanpa alasan yang jelas.
"Kenapa bro? Hah?" Tanya Adam.
Anak buah nya yang memeluk Adam pun langsung melepas pelukannya dan memperlihatkan satu rekan nya yang terluka parah.
Adam sempat tercengang saat melihat salah satu anggota nya berlumuran darah dengan wajah yang sudah babak belur.
"Kenapa ini?" Ucap Ratu yang nampak khawatir langsung masuk mendekati pria itu.
"Dia punya hutang Rat sama genk Heynater, karena taruhan balap seminggu yang lalu" Jelas salah satu anggota.
"Hey Ceng.. bangun hey" Ucap Adam yang mencoba mengusik pria yang di ketahui bernama panggilan Aceng.
Namun tak ada respon sama sekali, Aceng masih sibuk mengatur nafasnya yang mungkin sudah tinggal di ujung tenggorokan.
Tak lama dari itu, datang lah Axel yang mampir sejenak setelah narik ojol dan di susul oleh Roy menggunakan motor sport nya.
"Kenapa bro ini hah?!" Ucap panik Roy yang langsung duduk di samping Aceng.
Anak buah nya pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi, sejam yang lalu Aceng di kejar oleh anggota Heynater dan di keroyok empat orang sekaligus.
Mendengar penuturan itu, Roy yang mudah emosian pun langsung mengerahkan semua pasukan nya untuk menyerang markas Heynater.
"Bre*ngsek tuh orang anjing!, ayo serang guys semuanya!" Perintah Roy yang emosi namun langsung di patahkan oleh ketuanya yaitu Adam.
"Tunggu dulu! Jangan asal main kekerasan lu pada. gw gak ngajarin begitu ke kalian ya" Ucap Adam yang mulai angkat bicara.
"Lah kenapa Dam? dia udah ngeroyok anggota kita masa kita harus diam aja?!" Bentak Roy menatap ke Adam.
"Brrugh!"
Adam mendorong tubuh Roy ke tembok dan memegang kedua kerah nya.
"Terus lu mau apa? ngehina Destroy cupu lagi seperti dulu hah?!" Bentak Agam balik yang membuat Roy merinding.
"Sabar Dam hey sabar" Lerai Axel yang mengusap pundak Adam.
"Destroy gak pernah bermain tangan kecuali dalam keadaan terdesak. semua ini hanya masalah uang dan kita selesaikan bareng-bareng" Tutur Adam yang akhirnya melepaskan Roy.
"Maksudnya Dam?" Tanya salah satu anggota.
"Kita selesaiin utang si Aceng dengan menggalang dana" Jelas Adam menoleh ke arahnya.
"Hah? gila lu kita harus patungan berapa duit untuk bayarin utang si Aceng?" Pria itu menggertak Adam.
__ADS_1
"Ya kalau lu gak mau silahkan keluar dari sini!" Bentak Adam.
"Kita semua di sini keluarga, siapapun butuh kita ya harus di bantu dengan cara apapun. tanpa harus pakai kekerasan balik" Ucap Adam.
"Sekarang gw tanya untuk terakhir kali nya, siapa yang bersedia ikut menggalang dana untuk si Aceng?" Tanya Adam pada semua anggota nya.
Mereka sempat terdiam dan saling menatap satu sama lain hingga akhirnya beberapa orang dari mereka melepaskan jaket serta gelang berlogo Destroy ke hadapan Adam.
"Kalau untuk ngebantuin sesuatu yang bukan untuk gw. kita gak mau Dam maaf" Ucap nya dengan beberapa orang yang mengikutinya pergi meninggalkan markas Destroy.
Alhasil karena tindakan Adam, hampir setengah anggota Roy keluar dari genk nya. ya, mereka yang selama ini di kira setia oleh Roy ternyata begitu mudahnya meninggalkan Roy saat ada penggalangan dana.
Axel dan yang lainnya masih sibuk mengobati luka-luka di tubuh Aceng dibantu dengan Ratu.
Di depan, nampak Roy dan Adam masih berdebat tentang hal itu.
"Bro maksud lu apaan Dam ngusir banyak anggota gw hah?" Ucap Roy menatap tajam ke arah Adam.
"Dengar Roy" Balas Adam sambil memegang pundak Roy.
"Lebih baik punya satu sahabat yang ada saat kita susah dan senang, dibanding seribu sahabat yang hanya ada di saat kita senang. Itu lah alesan kenapa gw bisa sejauh ini sama Destroy" Tutur Adam.
"Karena hanya mereka yang ada saat gw susah atau lagi bahagia" Sambung Adam yang membuat Roy sadar arti sahabat yang sesungguhnya.
"Oh iya Dam lu benar dan gw baru sadar itu" Roy langsung memeluk Adam dengan haru.
"Jangan homo bang*sat. gw udah punya bini" Celetuk Adam yang membuat Roy langsung melepas pelukannya.
"Sorry njing haha. yaudah ayo guys kumpul semua sini" Teriak Roy dengan lantang.
Semua anggota pun berbaris termasuk Eka dan Tia yang di temani Ratu di sampingnya.
"Mulai besok kita menggalang dana dengan cara yang halal oke" Perintah Adam.
"Maling boleh?" Ucap Axel memecah hening.
"Gw injek batang leher lu mau?" Gertak Adam.
"Gak" Axel langsung terdiam.
"Kita bisa manfaatin keahlian kita masing-masing seperti free style motor di lapangan atau taman yang banyak pengunjung, khususnya buat kalian yang punya motor gede tuh kan cocok. kalau gw sama istri gw paling modal nyanyi atau bisa juga sparing fight di pinggir-pinggir jalan kan lumayan tuh buat nambahin gimana nih setuju gak?" Ucap Adam.
"Setuju bang"
"Demi Aceng yuk bisa yuk"
Semua anak buah Roy merasa senang dan tak keberatan dengan ide Adam.
Beberapa saat kemudian setelah cukup lama Adam menjelaskan strategi penggalangan dana, Adam dan Ratu pun pamit pulang.
Eka dan Tia juga pamit pulang duluan bareng Ratu karena kebetulan rumah mereka hanya beda gang saja.
"Yaudah bre gw cabut dulu ya udah malam juga apalagi besok gw sama Ratu karja pagi kan" Ucap Adam yang menyalami Axel dan Roy serta anggotanya.
"Oke dah hati-hati ya bos" Balas Roy.
"Hati-hati Dam" Axel ikut menyambung.
Singkat cerita, mereka berempat pun pulang duluan. Eka dan Tia memisahkan diri saat melewati gang pertama.
"Teh gw duluan ya" Teriak Tia.
"Iya dek hati-hati" Sahut Ratu.
Dan tak lama sampai lah sepasang suami istri itu di rumah pengantin wanita. membersihkan diri, menyeduh susu dan menghidupkan kipas.
Adam benar-benar kelelahan seharian ini, Ratu yang peka sebagai seorang istri pun menghampiri suami nya dan memberikan pijitan lembut di pundak pria yang kini sudah halal sekamar dengan nya.
"Capek ya sayang hehe" Ucap Ratu sambil memijit Adam.
"Yes, sangat capek di tambah mulai besok kita harus ekstra nyari tambahan nih buat bantuin si Aceng kan hehe" Ucap Adam.
"Iya deh, nanti ku bantu ya sumbang suara di cafe tempat biasa kamu nyanyi?" Senyum Ratu yang mencoba meminta izin.
"Boleh deh makasih ya sayang" Adam membalikkan badan telentang menatap Ratu.
"Ayo istirahat ay" Sambung Adam.
"Yuk aku ambil selimut dulu ya" Ratu beranjak mencari selimut di lemarinya.
"Sayang aku mau susu" Pinta Adam manja.
__ADS_1
"Loh kan tadi udah itu segelas kamu habisin sendiri hehe" Balas Ratu yang heran dan mulai tiduran di samping Adam.
"Susu gantung lebih segar. aku perlu stamina sayang buat besok berangkat kerja" Ucap Adam yang semakin memelas.
"Glek!"
Ratu langsung melotot menelan ludah nya sendiri karena kaget dengan permintaan Adam.
Sungguh, sampai sekarang Ratu masih agak canggung melakukan hal-hal yang tak biasa ia lakukan.
Tapi sebagai seorang istri yang tak mau durhaka pada suaminya, Ratu pun tersenyum manis dan mengangguk tanda menyetujui permintaan suaminya.
"Ya.. yaudah sini sayang sambil bobo" Ucap Ratu yang tersenyum cantik.
"Boleh sayang?" Ucap Adam yang begitu bahagia.
Tanpa bicara lagi, dengan berani dan sedikit malu Ratu mulai melepaskan satu tali tengtop yang menyangkut di pundak kirinya.
Ia meraih buah segar yang mengantung di dadanya dan dengan pipi yang semakin memerah Ratu menyodorkan melon yang sudah tanpa pembungkus itu.
"Ayo aaaa?" Ucap Ratu yang tersipu malu.
"Makasih sayang" Raut wajah Adam begitu menggambarkan kebahagiaan batinnya.
Dengan perlahan Adam mendekati bibirnya dengan ujung melon itu dan mulai melahap nya perlahan.
"Ammm... muach am..."
"Ehm.." Ratu mencoba menahan suara nakal yang hampir keceplosan.
Bagaimana tidak, layaknya seperti bayi yang baru lahir Adam menyusu begitu lahap di melon istri nya yang masih kencang dan sekal.
Tapi lama kelamaan, Adam semakin gemas dengan ujung boba yang begitu mengganjal di dalam mulutnya bahkan perlahan mulai mengeras.
Tanpa bertanya lagi, lidah Adam yang begitu hangat langsung menyapu, memilin dan memelintir boba kecokelatan itu yang membuat Ratu semakin merem melek di buatnya.
"Pel ach pelan-pelan sayangku ehm" Ratu pun kewalahan dengan aksi Adam yang menjamah bebas gundukan daging sekal itu.
Ratu mulai memeluk kepala suami nya agar tak lepas dari area yang begitu mudah mengundang hasrat.
Adam pun meneruskan aksinya hingga larut malam dan keduanya saling tertidur.
"Huft.. sungguh bayi besar yang manja"
Mungkin itu lah ungkapan hati Ratu pada malam itu.
...β’β’β’π€΅π» IBG Season 3 'Setelah Nikah'π°π»β’β’β’...
Keesokan pagi nya di jam 05.10 wib, Ratu membuka mata perlahan dengan kondisi kedua melon yang sudah menyembul keluar dari tengtop hitamnya.
Dan ia pun di kejutkan saat melihat cairan kering berbau pandan itu berceceran menghiasi tato merah di sepasang melonnya.
"Ya ampun hih nakal banget sih ah" Gerutu Ratu sambil mencubit pipi suaminya yang masih tertidur pulas.
Akhirnya Ratu mengambil tisu dan mengelap cairan kental itu. bergegas merapihkan pakaian nya dan beranjak menyiapkan sarapan dan bekal untuk sang suami.
Singkat cerita, kini Adam sudah mulai masuk kerja.
Seperti biasa ia berkeliling area produksi untuk memantau semua proses produksi yang sedang berjalan di hari itu.
Memastikan semua produk tercetak dengan kualitas yang terbaik.
Tak terasa, waktu bergilir begitu cepat hingga waktu menunjukkan pukul 16.00 wib.
Adam pun langsung bergegas menuju pabrik Ratu untuk menjemput istrinya.
"Assalamualaikum ay" Ucap Ratu yang menghampiri suaminya dan mengecup punggung tangan kanan Adam.
"Walaikumsalam muach" Adam balas mengecup kening Ratu.
"Kamu lapar gak?" Tanya Adam.
"Iya sayang lapar hehe, kenapa gitu? mau ngajak makan?" Tanya Ratu langsung.
"Boleh yuk mie ayam" Balas Adam.
"Yes asik nyari angin haha" Dengan ceria Ratu langsung naik ke belakang Adam dan berangkat lah mereka berdua ke pusat jajanan terdekat.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
__ADS_1
π€΅π»π°π»Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...ππ