Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Suamiku Mr. Perfectsionis


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, mereka berdua sudah siap berangkat.


"Mah keluar dulu ya? mau nyari sesuatu hehe" Ucap Adam lalu cium tangan ke tangan ke bu Nisa dan saudara lainnya.


"Iya sayang, hati-hati ya bang pengantin baru haha" Ledek bu Nisa yang membuat semua tertawa.


"Siap mah hehe ayo ay" Ajak Adam yang beranjak duluan ke teras.


"Yuk mah aku on the way dulu ya assalamualaikum" Ucap Ratu dengan wajah riang.


"Walaikumsalam" Jawab mereka semua.


Akhirnya suami istri itu pun berangkat ke toko swalayan terdekat dan tidak lupa Ratu memakai syal tipis untuk menutupi lehernya yang masih bertanda.


"Ehm.. mau kemana ya haha" Ucap Adam sambil memainkan tangan kiri istrinya yang melingkar di perutnya.


"Sayang mau beli apa emang?" Tanya Ratu.


"Gelas buat ngopi, earphone dan gelas buat minuman dingin" Jawab Adam.


"Hah? gelas? kan banyak ay gelas di rumah ku?" Ucap Ratu.


"Iya sih ay, tapi aku pengen punya gelas khusus yang hanya aku yang pakai hehe. aku dari dulu selalu begitu. terpisah dengan yang lain" Sahut Adam.


"Haduh repot ya anak nya bu Tini" Celetuk Ratu.


"Hehe" Adam hanya tertawa kecil sambil mengecup tangan Ratu.


Tak lama dari itu, berhentilah mereka berdua di depan toko swalayan.


"Ayo a yuk maju dikit off, ga usah kunci stang ya" Ucap si tukang parkir yang sibuk mengarahkan motor Adam.


"Oke, titip ya mang?" Ucap Adam sambil menggandeng tangan Ratu dan masuk ke dalam.


"Sayang aku mau beli parfum" Pinta Ratu.


"Yaudah milih sana ay. Gitu aja laporan hehe" Balas Adam yang masuk ke area parabot.


Ratu memisahkan diri sejenak yang hanya berjarak dua rak, memilih memilah dan menghirup wangi parfum mana yang akan ia pilih.


Beberapa menit kemudian, Ratu kembali menghampiri Adam yang ternyata masih sibuk memilih gelas di tempat yang tadi.


"Buset ay masih belum'an kamu milih gelasnya?" Tanya Ratu yang nampak kesal.


"Belum, ini ada aja gitu loh cacatnya hm.." Gerutu Adam yang nampak sudah 15 pcs gelas yang ia sortir.


"Cacat mana nya sih? kamu nyari yang kaya gimana emang?" Tanya Ratu yang masih tak mengerti keinginan suami nya seperti apa.


"Nih tuh lihat deh, yang ini ada cacat di bagian gagang bawah. Kalau yang ini dan goresan kecil di dekat bibirnya ay, so kalau yang ini kardus nya penyok noh. Yang ini lebih parah, tulisan bercode nya udah luntur sedikit" Tutur Adam yang menjelaskan dengan serius ke istrinya sambil menunjukkan satu persatu gelas yang udah ia sortir.


"Allahu Akbar." Ucap Ratu sambil menepuk jidat.


"Hah kan? kamu aja kaget kan? nah iya makanya ini ku pilih mana yang terbaik hehe" Ucap Adam dengan bangganya.


"Bukan begitu sayang, itu yang kamu sebut cacat kan gak sampai rusak ay. Gak ngaruh ke fungsinya untuk minum juga" Sahut Ratu yang coba menentang pandangan suaminya.

__ADS_1


"Eh sayang, aku yang udah pengalaman lama di bagian Qc (Quality Control) sampai sekarang ya. Jadi aku tau yang mana cacat atau engga nya sayang" Balas Adam yang tak terima di bantah.


"Ya ada toleransi nya gak di pabrik kamu?, misal ada yang cacat tapi bukan di bagian fungsi apa kamu akan tetap NG'in juga tuh barang?" Sahut Ratu kembali.


"Ya engga si hehe" Balas Adam yang sudah tak bisa mengelak.


"Engga kan" Sambung Ratu.


"Yaudah untuk apa kamu segitunya, ini bukan di pabrik ayang" Ucap Ratu kembali.


"Hust.." Adam menutup bibir Ratu dengan jari telunjuknya.


"Pokoknya aku mau yang paling sempurna tanpa ada cacat" Balas Adam yang tetap keras kepapa dengan prinsipnya.


"Hadeh, yaudah terserah kamu deh." Ucap Ratu yang akhir nya mengalah.


Adam pun kembali memilah belasan pcs gelas yang sebenarnya hanya dua pcs yang akan dia beli.


Setelah sekitar 15 menit memilih, akhirnya Adam menemukan gelas yang paling sempurna dan langsung mengajak istri nya ke kasir.


"Ayo ay, ngapain bengong aja" Celetuk Adam sambil mengandeng tangan Ratu.


Ratu langsung melotot menatap Adam.


"Lah kan gw lagi nunggu lu sayang, milih barang lama banget kaya cewek" Gerutu Ratu dalam hatinya.


"Ada lagi gak yang mau di beli?" Tanya Adam.


"Gak ah, udah keburu pegal kaki aku nunggu kamu doang" Celetuk Ratu.


Singkat cerita, kini mereka keluar toko swalayan itu dan membayar parkir.


"Yuk mang nuhun (yuk mang makasih)" Ucap Adam sambil menancap gas.


"Yuk sami-sami a (Yuk sama sama a)" Balas si tukang parkir.


"Yank mau belanja stok gak buat besok-besok??" Tanya Adam menoleh sedikit ke belakang.


"Ehm.. Stok apa?" Ratu balik bertanya.


"Buat makanan kesukaan mu" Ucap Adam.


"Ehm boleh deh, mumpung masih pagi sekalian kepasar yuk haha" Balas Ratu.


"Gas" Adam langsung menarik gas lebih kencang membelah jalanan.


Menempuh perjalanan selama 10 menit dari toko swalayan tadi, kini sampai lah mereka di sebuah pasar tradisional yang masih dikawasan sekitar rumah Ratu.


Adam dan Ratu turun untuk melihat-lihat apa saja yang diperlukan untuk mengisi kulkas bu Nisa di rumah.


"Bang ini berapa?" Ucap Ratu yang memegang tahu di salah satu pedagang tempe dan tahu.


"Oh itu empat ribuan teh ayo di pilih aja" Jawab si abang tukang tahu.


"Beli 3 bang" Ucap Ratu yang langsung mengeluarkan uang pas 12 ribu rupiah.

__ADS_1


Adam langsung melotot melihat cara belanja Ratu yang entah tidak ada atau memang belum terbiasa memiliki jiwa keibu'an.


Setelah selesai membeli tahu, Adam pun langsung menegur istrinya dengan nada yang lembut.


"Loh sayang kenapa gak di tawar dulu?" Tanya Adam yang menahan geram dengan istrinya.


"Aku belum terbiasa nawar sayang, kan memang selama ini momy yang biasa ke pasar beli ini itu." Tutur Ratu dengan polosnya.


Adam pun langsung terdiam saat mengingat hal itu, kini ia sadar masih banyak yang harus ia benahi dari dirinya serta kebiasaan istrinya.


"Yaudah sini aku contohin ya sayang caranya belanja agar kamu bisa irit juga" Adam tersenyum manis sambil mengusap rambut Ratu.


"Oke ay" Jawab singkat Ratu yang senang karena suami nya begitu pengertian.


Adam menghampiri tukang sayuran dan melihat-lihat kangkung yang nampak segar dan hijau-hijau.


"Pak berapaan ini?" Tanya Adam.


"5 ribuan mas tuh baru metik masih segar-segar hehe" Balas si pedagang.


"Ah mahal amat 5 ribuan" Celetuk Adam.


"Yah modalnya aja 4 ribu kita mas hehe, cuma ngambil untung seribu saya" Ucap si bapak kembali.


"5 ribu dua ikat ya?" Tawar Adam mengajukan harga.


Kini keadaan dibuat terbalik saat Ratu melotot mendengar kangkung yang tadinya 5 ribu seikat tapi masih di tawar dua ikat 5 ribu.


Singkat cerita setelah tawar menawar selesai, Adam kembali dengan membawa 4 ikat kangkung yang ia dapat di harga sepuluh ribu rupiah.


"Nah begitu ay" Ucap Adam yang berjalan gandengan dengan Ratu menuju parkiran.


"Hebat suami aku hehe" Ucap Ratu.


Akhirnya mereka berdua pun pulang menuju rumah Ratu.


Singkat cerita, beberapa hari kemudian tepatnya di pagi hari Adam dan Ratu membantu keluarganya yang dari Subang untuk memasukan barang bawaan nya ke bus. Karena hari ini tepat kepulangan mereka semua ke kampung halaman.


Bu Nisa dan keluarga pak Hendri tak henti-henti mengucapkan banyak terimakasih pada keluarga Subang yang sudah repot-repot datang ke sini demi pernikahan RaDam.


"Next time kita ikut ke Subang ya ay?" Tanya Ratu pada suaminya.


"Iya sayang siap, nanti kalau liburan kita main ke sana ya hehe" Jawab Adam.


Tak lama dari itu, pak Yana yang sudah siap berangkat pun menyempatkan diri dulu untuk menghampiri kedua anak nya.


"Tama, Ratu papah pamit pulang dulu ya?" Ucap pak Yana yang memeluk Ratu dan Adam bersamaan.


"Iya papah, hati-hati di Subang ya kabari eneng kalau udah sampai" Balas Ratu dalam pelukan papahnya.


"Tam.." Ucap pak Yana sambil memegang kedua pundak Adam di hadapannya.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2