Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Oh no...


__ADS_3

Hay guys apa kabar nih? sebelum aku lanjut ceritanya aku mau nyapa kalian dulu ya, karena udah hampir seminggu novel ini vakum karena ada luka yang dipendam.


Kedepan nya insyaallah jika sehat aku akan sering-sering update ya.


Kalian apa kabar? aku harap sehat selalu sekeluarga ya.. Aamiin.


Jaga kesehatan selalu musim udah mulai panca robah. hati-hati selalu yang berpergian dan jaga stamina yang usaha dirumah.


Stay health guys.... yuk lanjut ke ceritanya.


...πŸŽŠπŸ’ž"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" πŸ’žπŸŽŠ...


Beberapa hari kemudian, nampak Adam sudah mulai terbiasa dengan rekan-rekan tim Qc dan checkingnya. mulai saling menyapa, mengobrol dan tertawa bareng berbagi cerita.


Hingga kini matahari tepat berada diatas kepala, menandakan jam istirahat tiba, para karyawan bergegas keluar pabrik untuk mencari makan siang.


Tapi, lain hal nya dengan Adam yang hanya ke loker mengambil bekal nasinya.


"Duluan dam" sapa Udin sambil menepuk pundak Adam.


Flashback sedikit Udin adalah orang yang dulu sempat mengingatkan Adam saat test tertulis waktu itu.


"Eh din dimari juga lu?" balas Adam dengan logat Betawi nya.


"Iya haha, bagian mixing gw" sambung seseorang yang bernama lengkap Pahrudin itu.


(Mixing adalah bagian atay divisi yang bertugas mengolah, menimbang dan memotong bahan untuk di serah kan kebagian produksi untuk diproses).


"Siap, gw di mari din masuk checking" jawab Adam sambil menunjuk area kerja nya yang memang berdekatan dengan pintu keluar dekat loker.


"Yaudah gw ke padang ceban dulu dah" Udin pun beranjak meninggalkan Adam.


"Iya tiati dah" jawab Adam lalu bergegas kembali ke area kerja nya.


Adam pun duduk dikursi lalu membongkar isi bekal makanannya.


"Wih alhamdulilah hehe" ucap Adam yang melihat telur ceplok dan saus di bekal makanannya.


"Walau cuma telur yang penting kenyang, sehat mah nomor dua haha" sambung Adam yang nampak sudah begitu kelaparan.


"Bismillah" Adam berdoa sejenak dan melahap nasi bercampur saus dan potongan telur ceplok itu.


Tiba-tiba sapaan dari seseorang mengagetkan Adam yang sedang makan.


"Makan bang" ucap pemuda yang ternyata itu Salim.


"Jeh makan dimari juga lu bawa bekal?" sapa Adam nampak senang akhirnya ada teman makan bareng.


"Iya gw emang selalu bawa bekal hehe biar gak repot beli keluar, kan panas jam segini mah dam" balas Salim.


"Yoi betul lim haha" balas Adam.


...β€’β€’β€’πŸ˜Ž IBG Season 2 πŸ€“β€’β€’β€’...


Setelah makan, Adam merapihkan bekas makannya lalu dilanjut berkeliling area dalam pabrik sekalian mencari mushola.


"Lumayan luas juga ya" ucap Adam sambil melangkah perlahan.


"Oh iya belum ngabarin Ratu hampir lupa" sambung Adam.


πŸ“² "Sayang aku udah makan siang, ini mau dzuhur dulu ya"


"Nah itu dia" Adam bergegas menuju ruang yang bertulisan tag mushola itu.


Tak terasa waktu istirahat sudah berakhir, Adam kembali menuju area checking dan lanjut mengecheck barang-barang yang sudah di schedule oleh Supervisor nya.


"Dam rumah lu dimana dam?" tanya Salim.


"Dekat Roxy situ tuh. pom bensin sebelahnya ada gang nah iya itu" tutur Adam.


"Oh iya di situ dam tau tuh aku" ucap Pilah yang ikut mendengar obrolan Adam.


"Nah iya itu teh hehe" balas Adam dan obrolan santai pun berlanjut sambil mengusir ngantuk yang mulai menyerang.


Beralih ke sekolah, tepatnya di kelas APH 2 nampak Ratu sedang duduk didepan kelasnya dengan Farah sambil memakai earphone yang memang selalu ia bawa untuk mengusir bosen.


Namun tiba-tiba Bagas menghampiri Ratu sambil menyodorkan es yang ia beli.

__ADS_1


"Nih rat buat lu" Bagas menyodorkan es itu.


"Apa maksudnya nih?" Ratu pun melepas sebelah earphone nya dan berdiri.


"Santai aja sih rat hehe gw cuma mau beliin es buat lu, kan cuaca lagi panas banget" sambung Bagas.


"Okey deh thanks ya" balas Ratu sambil meraih minuman itu.


"Gw ke kelas dulu rat see you" ucap Bagas yang nampak senang karena pemberiannya diterima hangat oleh Ratu.


"Iya.. bye" balas singkat Ratu.


"Um seperti nya Bagas naksir lu tuh rat haha, perhatian banget abisnya" celetuk Farah meledek.


"Hilih, mau abis dia sama anak Destroy di buat perkedel?" Ratu melirik Farah.


"Lupa lu kalau teman lu ini pacar ketua genk paling mematikan haha" Ratu tertawa sombong.


"Iya dah iya huft.." Farah nampak dongkol karena celetukan nya tak dihiraukan.


"Dah yuk ah lanjut belajar" Ratu masuk kekelas sambil meminum esnya lalu mengabari jagoannya lewat pesan WA.


πŸ“² "Sayang ku lanjut belajar ya, kamu hati-hati nanti pulangnya"


Waktu berjalan tak terasa, matahari bergulir cukup cepat. hingga kini menunjukan pukul 15.00 wib.


"Farah gw duluan ya" ucap Ratu setelah merapihkan tas ia langsung beranjak ke lapangan.


Ditengah langkah nya Ratu dihampiri lagi oleh Bagas yang berlari ke arahnya.


"Sayang..!" celetuk nya.


"Apaan sih lu ah manggil sayang-sayangan?!" bentak Ratu dengan wajah sinis nya.


"Sorry sih ya ampun hehe" balas Bagas yang nampak ketakutan jika Ratu marah.


"Awas lu ngulangi lagi, gw patahin leher lu" ucap Ratu begitu sewot.


"Lu mau kemana?" tanya Bagas sambil mengikuti Ratu.


"Lapangan, eskul sebentar" balas Ratu singkat dan memasuki lapangan.


"Hey mau kemana lu? sana jangan ganggu junior gw" ucap gagah dari seorang Roy sang sabem taekwondo yang masih aktif melatih juniornya walau kini bedanya dia selalu ditemani Gaby sang kekasih.


"Ampun bang maaf gw ganggu" Bagas langsung berlari ke arah parkiran menghindari keributan dengan senior taekwondo itu.


"Yuk lanjutkan lagi semua" ucap Roy lalu melanjutkan latihannya bersama para juniornya.


Dan latihan pun dimulai. tapi kali ini entah mengapa mata Ratu seakan fokus pada satu pandangan yaitu ke arah Gaby yang sedang asik duduk dipinggir lapangan menunggu Roy selesai mengajar.


"Wanita itu tuh yang pernah menggoda pacar gw pas tour kemarin sial" ucap Ratu dalam hati nya sambil terus menatap kearah tempat Gaby duduk.


Hingga tiba-tiba Daniel menghampiri Ratu untuk membenarkan gerakannya yang mulai tak fokus dan..


"Rat tangan lu ini salah..." ucap Daniel sambil meraih tangan Ratu namun terhenti seketika saat Ratu langsung menghantam tepat dada nya dengan satu pukulan.


"Woy anjir!" keluh Daniel yang terkejut menahan pukulan Ratu.


"Eh sorry-sorry bem gw ga sengaja sumpah" Ratu yang panik langsung meminta maaf pada Daniel.


"Yaudah ga apa-apa tapi push up dulu 30 kali lu baru lanjut latihan" tegas Daniel.


"Siap bem" Ratu yang merasa bersalah itu pun tentu tak berani membantahnya dan harus menerima konsekuensinya.


Ratu beranjak keluar barisan dan menjalankan hukumannya.


Disisi lain, dipinggir jalan nampak bu Nisa sedang mengendarai motornya yang penuh dengan keranjang Yak*lt yang ia bawa.


"Alhamdulilah dagangan hari ini ramai, uang nya bisa untuk beli chiken dua potong buat si teteh dan si dedek makan nanti hehe" ucap bu Nisa yang merasa senang.


Namun kebahagian itu tak berlangsung lama saat tiba-tiba dua pria berboncengan hampir saja menyenggol motor bu Nisa.


"Triinnnn" suara klakson dari motor pria itu.


"Eh ya Allah gusti!" bu Nisa terkejut panik hingga motornya oleh dan menghantam trotoar dijalan sepi tersebut.


"Aw.. aduh ya Allah tolong" ucap bu Nisa yang terduduk melihat motor beserta keranjangnya terbalik berantakan.

__ADS_1


"Haduh bu! bisa bawa motor kaga sih lu?!" bentak salah satu pria itu yang langsung turun menghampiri bu Nisa.


"Lah kan mas nya yang naik motor gak bener, saya sudah dipinggir loh!" bu Nisa angkat bicara membela diri.


"Alah udah ga usah banyak alesan! saya minta ganti rugi!" dengan nada tinggi pria itu terus membentak bu Nisa yang tak berdaya.


"Aduh ya Allah tolong hamba" ucap batin bu Nisa sambil melirik kiri kanan tak ada satu orang atau rumah di sekitar sana.


Pria itu menoleh ke belakang melirik satu temannya yang menunggu dimotor sambil menghisap sebatang rokok.


"Sini duit nya bu" pinta pria yang dari tadi membentak bu Nisa.


"Gak mas jangan! ini uang setoran saya untuk ke bank" bu Nisa semakin ketakutan sambil memeluk tas kecil yang ia slempang'kan.


"Tolong..!..tolong!" teriak bu Nisa semakin histeris.


Tiba-tiba hal mengejutkan terjadi dimana teman si pria yang menunggu dimotor tadi terlempar ke hadapan pria yang memojokkan bu Nisa.


Sontak terlemparnya pria itu membuat satu teman nya dan bu Nisa terkejut dibuatnya.


"Hah? kenapa dik?!" tanya panik si pria itu kepada temannya yang diketahui biasa dipanggil si Tindik.


"Bos... itu.." dia menunjuk ke arah pria yang melemparnya barusan.


Saat bu Nisa menoleh ke arah pria misterius itu. betapa senang dan lega hatinya mengetahui bahwa itu adalah Adam pacar dari putri sulungnya.


"Pergi sekarang lu pada" ucap Agam dengan tatapan iblisnya.


Bu Nisa sempat terdiam melihat tatapan dan wajah Adam nampak berbeda dari biasanya. namun hal itu tak bisa ia pikirkan sekarang. yang sekarang bu Nisa pikirkan hanya lah bagaimana caranya mengusir dua pria itu agar tak mengganggu dirinya dan juga Adam.


"Siapa lu berani ngusir kita hah?!" teriak pria itu.


"Gw anak dari ibu yang lu coba peras uangnya" ucap Agam dengan nada berat.


Bu Nisa nampak tersenyum kecil saat mendengar Adam mengakui dirinya sebagai ibu nya sendiri.


"Oh orang tua bau tanah ini emak lu hah?! nih liat!" dengan sombongnya pria itu mengangkat kaki nya hendak menendang keranjang berisikan yak*lt yang bu Nisa bawa.


Dengan sigap Agam menghampiri pria itu dan mencengkram lehernya lalu membantingnya menjauh dari bu Nisa.


"Aw.. argh sakit anjeng!" teriak pria itu yang dengan sigap berdiri kembali sambil merogoh kantong celananya.


"Abang udah ayo pergi kita panggil warga saja bang ayo" ucap bu Nisa yang semakin ketakutan saat pria itu mengeluarkan sebilah pisau.


"Ya Allah lindungi lah hamba dan anak hamba" ucap bu Nisa dalam hati nya yang khawatir Adam kenapa napa.


Agam hanya menengok kearah bu Nisa tanpa menghiraukan ajakannya. karena sudah muak dengan kelakuan dua pria itu, tanpa basa basi atau banyak gaya dulu seperti Ultraman yang baru datang. Agam langsung berjalan mendekati pria itu sambil mengepal tangan kirinya.


"Owh.. mau ngadu mekanik dia rupa nya hahah siap dik!" ucap pria itu sambil menguatkan genggaman tangannya pada gagang pisau yang ia bawa lalu ikut berjalan berlawanan kearah Agam.


"Ayo bos matiin haha" ucap si Tindik yang langsung berdiri dan siap baku hantam 1 vs 2.


Saling tatap dari jarak beberapa meter pun tak terhindar, bu Nisa nampak semakin khawatir akan kondisi Adam yang nekat ingin menghadapi dua pria itu. ditengah kepanikan, tanpa pikir panjang bu Nisa langsung menelpon Ratu untuk mengabari kondisi dan posisinya saat ini.


"Hallo assalamualaikum teh tolong mamah teh, mamah sama si abang di keroyok orang jahat di jalan PinangRawa dekat jalan baru tolongin teh cepat" ucap bu Nisa dengan nada panik diiringi linangan airmata dari kedua tatapan tulusnya memperhatikan Adam.


"Hah! i.. iya mah a..aku segera kesana!" ucap Ratu dari telepon yang langsung berlari kearah parkiran dan menancap gas membelah jalanan.


"Ya Allah lindungi lah kak Adam dan mamah ku" ucap batin Ratu ditengah kencangnya ia melaju.


Bersambung...


..."Sehat-sehat ya cantik nya aku, maaf kalau selama ini aku belum bisa bahagiain kamu. jaga diri selagi ku pergi. Aku selalu hadir dalam bayangan hatimu😘πŸ₯°πŸ₯²...


...-Pesan Tersurat 10 Nov 21-...


Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".


Jangan lupa juga untuk...


...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...


...🀴🏻🀴🏻 KOMENT 🀴🏻🀴🏻...


...🐝 SHARE 🐝...


...Dan...

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’• Tap Love πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


...See you on the next episode...πŸŽ‰πŸ‘...


__ADS_2