
Singkat cerita, keesokan pagi pun tiba. Eka yang baru terbangun dari tidur nya terkejut saat menyadari suami sahabat nya sedang terlelap nyenyak di paha kanannya.
"Huh ... kak Adam tulus banget ya mencintai kak Ratu. sampai dia tak berdaya pun kamu masih setia menemani nya hehe" Ucap Eka sambil tak sengaja mengusap kening Adam.
"Kenapa kamu ganteng banget sih kak hihi?" Ucap Eka dengan suara pelan.
"Sejujurnya aku iri dengan kak Ratu yang bisa meluluhkan hati mu. sosok pria sederhana bermental baja dengan tanggung jawab yang selalu di genggam kuat." Sambung Eka sambil mengelus hidung Adam yang 11 12 dengan perosotan di kolam renang.
"Andai aku yang jadi istrimu, pasti aku janji akan bahagiain kamu kak hehe" Ucap Eka dan menunduk untuk memberi kecupan hangat di kening Adam yang masih tertidur di pahanya.
"Mm-muach!"
"Sehat-sehat ya jagoan ku" Eka tersenyum manis sambil menatap dalam wajah Adam yang tertidur.
Beberapa saat dari itu, Adam perlahan membuka mata dan langsung duduk menjauh dari Eka.
"Eh, maaf dek gw kecapean sampai tidur di situ" Ucap Adam yang merasa tidak enak dengan Eka.
"Iya gak apa-apa kak, gw tau kok lu pasti kecapean apalagi harus masuk pagi kan nanti?" Tanya Eka sekedar basa basi.
"Gw izin libur kerja dulu buat nemani istri gw dek" Jawab Adam sambil mengacak acak rambutnya karena saking depresi dengan keadaan yang sedang mengujinya.
"Syukurlah kalau gitu. yaudah gw keluar dulu ya nyari sarapan buat kita" Eka pun beranjak dari sofa dan mulai melangkah.
Namun, ditengah itu tiba-tiba Adam meraih tangan Eka sebelah hingga menahan langkah kakinya.
"Dek ... " Ucap Adam sambil menangkap ayunan tangan Eka.
"Iya kak kenapa?" Eka yang mau beranjak pun otomatis membalikkan tubuhnya melihat Adam.
Adam berdiri dengan tangan yang masih menggenggam tangan juniornya itu.
"Makasih ya udah perhatian sejauh ini sama Ratu. sampai lu harus repot-repot nginap di sini" Ucap Adam dengan menatap dalam kearah pandangan Eka.
"I-iya gak apa kak ih. kak Ratu itu kan sahabat gw. wajar dong gw peduli sama dia" Jawab Eka yang terpikat dengan tatapan indah dari dua bola mata cokelat favorit Ratu.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain di tengah keheningan pagi hari di rumah sakit.
Hingga tanpa sadar, mereka berdua semakin lama semakin mendekatkan wajah mereka satu sama lainnya.
Bahkan Eka yang terbawa suasana pun seakan mengerti apa yang akan Adam lakukan, sampai ia memejamkan matanya untuk menyambut kemesraan terlarang yang sebentar lagi akan ia rasakan.
Dan ...
Saat bibir ranum Eka hampir di lahap oleh Agam, untung nya Adam berhasil mengecoh niat itu dengan mengalihkan bibirnya ke arah telinga Eka dan berbisik..
"Apapun yang lu beli, jangan lupa buat gw kasih sambal yang banyak ya" Ucap Adam berbisik.
"Eh iya kak siap. gw pergi dulu" Eka yang salting karena tak jadi mendapat ciuman Adam pun langsung beranjak keluar ruangan.
"Ehm.. udah gw bilangin jangan lagi mencari kesempatan dalam kesempitan say" Ucap Adam yang menegur kembarannya.
"Lalu yang lu nyanyi untuk Nindi kemarin di cafe tuh apa namanya?" Sahut Agam yang tak terima dengan teguran Adam.
"Diam dulu, istri gw lagi sakit tolong tenang sedikit lay" Sambung Adam yang menoleh ke arah Ratu dan melangkah mendekatinya.
"Sayang ... ayo bangun yuk, udah pagi nih hehe" Ucap Adam yang seperti orang gila karena berbicara pada orang yang belum sadarkan diri.
"Kiss morning nya sini ay. muach hehe" Adam mengecup kecil bibir tebal Ratu.
"Apa? sayang mau kiss juga? boleh kok" Adam menempelkan sendiri pipinya ke bibir Ratu.
"Muach"
"Hum ... pinter istri aku ya" Adam memeluk pelan tubuh Ratu.
Kembali larut dalam duka yang mendalam atas kesalahan yang ia perbuat tempo hari.
__ADS_1
Hingga menyebabkan istri tercintanya harus mengalami kecelakaan hebat seperti ini.
"Maafin aku sayang, ayo dong sadar aku khawatir nih hm" Ucap Adam yang meneteskan air mata.
"(Suara tangisan Adam)"
Ditengah dalam nya duka yang melanda hati Adam, masuk lah kembali Eka yang membawa dua bungkus bubur dan teh hangat ke dalam ruangan.
"Kak, ayo kita makan dulu nih hehe" Ucap Eka yang duduk di sofa.
"Ay aku makan dulu ya, nanti aku temani lagi abis ini" Ucap Adam yang mengecup singkat tangan Ratu walau terhalang dengan selang infus yang setia menancap di tangan nya dari kemarin malam.
"Kak Ratu, makan ya" Ucap Eka yang sekedar basa basi pada Ratu untuk menghormatinya.
"Apa tuh Ka?" Tanya Adam yang duduk di samping Eka.
"Bubur kak, sambalnya 3 sendok nih pasti pedas hehe" Ucap Eka yang membuka satu persatu bungkus bubur untuk ia sajikan ke Adam.
"Iya deh makasih ya?" Sahut Adam dan mulai memakan nya perlahan setelah membaca doa.
"Iya sama-sama kak, nyam am" Eka pun ikut makan dengan lahap.
Walau rasa di mulut terasa hambar karena kepikiran dengan kondisi Ratu, namun Adam tetap memaksa kan nya masuk ke perut agar tak sakit apalagi menyiksa lambungnya karena kosong jika tak di isi.
...ā¢ā¢ā¢| š¤µš»šIBG Season 3 'Setelah Nikahšš°š» |ā¢ā¢ā¢...
Jam dinding berputar cukup cepat, dari pagi ke siang hingga siang ke sore.
Kedua orang tua nya serta para Destroy pun sudah bolak balik menjenguk Ratu untuk sekedar berjaga.
Walau kedua orang tua Ratu tak bisa menemani putrinya lama-lama karena harus kembali bekerja.
Kini di rumah sakit tersisa Roy, Gaby, Eka dan Axel yang mendampingi Adam.
Dokter pun sudah dua kali memeriksa perkembangan Ratu yang alhamdulilah nya cukup membaik secara bertahap.
"Alhamdulilah ya Allah, engkau telah mengabulkan do'a kami semua aamiin" Ucap Adam dalam batinnya.
Tak lama dari itu, hp Adam berdering yang ternyata panggilan suara dari Roy yang berada di parkiran motor.
Ia memberi kabar bahwa ada teman-teman kerja Ratu yang ingin datang menjenguknya.
"Yaudah suruh dia ke dalam, nanti ketemu gw di lorong" Perintah Adam dari telepon.
Setelah telepon terputus. Adam memerintahkan Axel untuk menjemput teman kerjanya Ratu di lobby rumah sakit.
"Xel tolong jemput temannya Ratu gih. mereka di lobby tuh" Ucap Adam.
"Oke" Tanpa menolak Axel langsung bergegas ke lobby.
"Dimana ya ruangan Ratu di rawat guys?" Tanya Okto yang celingak celinguk membaca nama ruangan yang berada di ujung atas pintu.
Kiana yang menyadari Axel sedang melangkah menghampirinya pun langsung memberi kode pada teman-temannya.
"Ehm ... oh iya tuh teman nya Adam tuh" Ucap Okto yang membaca logo Destroyer di jaket yang Axel kenakan.
"Ayo bre ruangan Ratu di sebelah sini" Sambut Axel yang menunjukan jalan ke salah satu lorong.
"Okey bro makasih" Ucap Okto lalu melangkah duluan yang di susul oleh Kiana, Ramon dan juga Septi.
Di sepanjang langkah, Ramon memperhatikan jaket yang Axel pakai dengan tatapan sinis seakan tak senang.
"Ehm, ini anak Destroyer yang waktu itu nyerbu markas gw haha" Ucap nya dalam hati.
Sesampainya di depan ruang IGD, Okto langsung memeluk erat kawan yang pernah mengajaknya karaoke bareng.
"Sabar ya Dam, gw yakin lu mampu dan kuat untuk menghadapi semua ini" Okto menepuk punggung Adam.
__ADS_1
"Thanks bro" Adam membalas nya dengan mengusap punggung Okto.
Bergantian pula dengan Septi dan Kiana yang menjabat erat tangan Adam.
"Yang sabar ya Dam. insya Allah Ratu sehat kok kuat ya hehe" Mata Kiana berlinang saat menggenggam tangan Adam.
"Sama-sama, makasih ya semua" Ucap Adam.
"Oh ya gimana keadaan Ratu Dam?" Tanya Septi.
"Alhamdulilah sudah lebih baik dari sebelumnya teh" Sahut Adam dengan nada lemas.
Melihat semua itu, Ramon hanya bisa tersenyum dalam hatinya.
Menyaksikan kebenaran omongan bosnya yang bilang bahwa kelemahan Adam itu terletak di hatinya, yaitu orang yang di cintainya.
Tapi sebagai Heynater yang licik, Ramon pun turut menyemangati Adam agar topengnya tidak terbongkar di depan Destroyer.
Ia memeluk Adam dan memberi semangat untuk kesembuhan Ratu.
"Yaudah guys ayo masuk, gw kangen adik gw nih" Kiana masuk duluan yang di susul oleh Septi.
"Oh ya Dam nih gw bawa bingkisan sedikit tolong di terima ya" Ucap Okto yang memberikan parcel berisi buah-buahan.
"Aduh jadi ngerepoton nih To gw" Ucap Adam sambil menerima.
"Gak apa, ya masa kita ke sini tangan kosong sih hehe" Sambung Okto.
"Dan ini ada sedikit dari teman-teman di bagian produksi, lem dan assembling Dam untuk bantu-bantu hehe" Ramon menjabat tangan Adam sambil mengepalkan amplop berisikan sumbangan dari teman-teman Ratu yang tak bisa ikut menjenguk.
"Makasih ya Mon, salam buat mereka semua" Adam tersenyum haru.
"Siap, sama-sama hehe" Ucap Ramon.
Didalam, Kiana dan Septi pun terus mengajak ngobrol Ratu walau masih belum sadar.
Sangat berharap ada respon dari juniornya itu, namun sayang Allah sepertinya belum mengabulkan semua harapan itu.
"Dek cepat sadar dong ayo, biar kita bisa ngebakso lagi di mas Kumar hehe" Kiana berkaca-kaca melihat Ratu yang biasanya ceria di kerjaan kini harus terbaring tak berdaya.
"Iya dek, nanti kita gosipin lagi jelek nya si Kiana hehe ayo dong bangun sayang" Septi ikut bersedih melihat keadaan Ratu.
"Iya, gw rela deh di gosipin kalian. asal lu sadar dulu ya Rat hey" Kiana mengusap halus tangan Ratu.
Namun tetap saja tak ada respon dari Ratu.
Okto pun berdiri di samping Ratu dan membisikkannya kebiasaan yang sering ia mintai tolong ke Ratu.
"Ayo dek sadar, kalau lu tiduran di sini aja nanti gw gak bisa minta tolong sampaikan pesan gw ke Kiana lagi dong hehe" Bisik Okto ke telinga Ratu.
Obrolan kecil dan hangat itu pun terjalin cukup lama didalam ruangan.
Hingga tak lama dari itu mereka pun pamit pulang mengingat hari sudah semakin menjelang Magrib.
"Yuk gw antar sampai depan" Ucap Adam menawarkan diri.
Mereka semua pun melangkah keluar ruangan.
Bersambung...
Hallo apa kabar guys hehe, ada yang mikir novel ini tamat? atau authornya yang udah wassalam?
Engga dong ya hehe doain yang baik-baik aja ya, maaf emang belakangan ini Rindu lagi hanyak masalah di realita sampai gak bisa masuk dulu ke ceritanya nihšš„ŗ.
Jadi vakum dulu deh hampir 2 minggu lamanya. maaf ya guys yašš¼.
Dan thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".
__ADS_1
...š¤µš»š°š»Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...šš...