
Tercantum nama Ratu, Mei dan Bagas yang akan menempati Hotel Atria Residences cabang Fatmawati.
"Waduh beneran lagi nih gw bareng si kunyuk Bagas huft.." keluh Ratu sambil perlahan menjauh dari kerumunan itu.
Tiba-tiba Mei menghampiri Ratu dan langsung memeluknya dengan ekspresi kegirangan.
"Yes asik kita satu hotel rat Pkl nya haha" ucap Mei dalam bahagianya dipelukan Ratu.
"Iya Mei iya, jadi ada kawan ya haha" balas Ratu.
"Tapi bareng si kupret Bagas lagi. males banget deh gw huft" gerutu Mei.
"Yaudah sih yang penting kita fokus aja ke Pkl masing-masing haha" balas Ratu lalu merangkul Mei mengajaknya masuk ke kelas menunggu jam istirahat berakhir.
Singkat waktu pulang sekolah pun tiba, sebelum masuk ke parkiran ia berhenti sejenak untuk memberi kabar pada Adam bahwa dia sudah otw pulang sekolah.
"Ouh iya hehe minta ke ayang aja deh" ucap Ratu sambil terus asik memijit layar hapenya.
"Ay, malam nanti sibuk gak? Kalau free anterin aku dong nyari lokasi hotel Atria yang dekat Fatmawati itu dimana. aku kan belum tau posisinya ay" pinta Ratu dalam pesan WA nya.
"Dah ah pulang" ucap Ratu lalu mengantongi hapenya dan beranjak ke parkiran.
"Ratu.. mau ikut gw gak?" tanya Bagas yang hadir kembali mengejutkan Ratu.
"Ish lu lagi aja gas, ngapain sih hah?" gerutuk Ratu.
"Pulang bareng yuk sekalian mampir ke hotel Atria hehe" celetuk Bagas.
"Iuh.. cuih!"
Ratu langsung meludah memalingkan wajahnya dari Bagas.
"Males banget gw jalan sama lu" balas Ratu.
"Yailah gitu banget sih lu rat" balas Bagas dengan wajah melasnya.
"Yaudah gw cabut duluan" gumam Bagas lalu pergi menuju motornya dipojok parkiran.
"Hm" balas singkat Ratu.
...+--- Sang_Perindu ---+...
Malam hari tiba, Ratu mendapat balasan pesan dari Adam yang mengatakan bahwa kini ia sedang tidak enak badan.
Tubuhnya terasa panas dingin sedari pulang kerja. Ratu pun hanya terdiam membaca pesan Adam yang tak sesuai ekspektasinya.
"Tau gini tadi aja aku bareng si Bagas ay untuk survei tuh hotel" dalam batin Ratna berbicara.
"Makan aja dulu yuk" ajak Ratna pada kembarannya.
"Baiklah kuy" balas Ratu lalu beranjak keluar kamar mengambil nasi serta ayam goreng kesukaannya lalu kembali ke kamarnya.
"Neng Pkl dimana udah diumumin belum?" tanya bu Nisa yang masuk ke kamar Ratu lalu melipatkan pakaian yang sudah setengah kering sisa tadi siang.
"Udah mah, di hotel Atria sana dekat Fatmawati" balas Ratu.
"Ouh disana. kamu sudah tau posisi dan tempatnya seperti apa?" tanya lagi bu Nisa.
10 menit kemudian, terdengar ketukan pintu dari luar. bu Nisa pun segera beranjak untuk membuka kan pintu.
"Iya tunggu" ucap bu Nisa sambil menghampiri pintu luar.
Bu Nisa dengan senyum manisnya langsung masuk ke kamar Ratu untuk memberitahu putri sulungnya itu.
"Neng, tuh si abang datang nyariin kamu hehe" ucap bu Nisa dengan senyum manisnya.
"Hah? serius mah?" ucap Ratu yang langsung duduk nampak tak percaya.
"Barusan bilang gak enak badan, kok sekarang dah di depan rumah" gumam Ratu heran dalam batinnya.
"Iya udah cepat sana samperin" titah bu Nisa lalu beranjak ke dapur.
Ratu pun keluar kamar dengan wajah berseri dan duduk menghampiri Adam.
Meraih tangan kanan Adam dan dikecup lah punggung tangan itu.
"Uh pintar nya istri ku yang shalehah haha" celetuk Adam.
__ADS_1
"Ish.. ngeselin banget sih lu ayang!" gerutu Ratu yang npak kesal sambil menyerang pinggang dan paha Adam dengan cubitan maut ala perempuan.
"Aw.. aw.. sakit yank wey" Adam bercanda kecil sambil menahan serangan dari Ratu.
Dirasa serangan Ratu semakin mengganas, dengan sigap Adam memeluk tubuh seksi Ratu dan saling berhadapan satu sama lain.
"Jangan nyubitin paha dan pinggang sayang, sakit banget tau rasanya" ucap Adam dalam ketenangan yang ia kumpulkan walau badan nya sudah perih karena cubitan itu.
"Iya maaf deh haha" balas Ratu dengan watados (wajah tak berdosa)nya.
"Ayo katanya mau check in hotel buat kita hihi" canda Adam.
"Huh enak aja check in! survei yank buat ku Pkl beberapa pekan lagi kan." ucap Ratu.
"Yaudah ayo kuy" ajak Adam.
"Aku ganti baju dulu ya" ucap Ratu.
"Jangan cantik-cantik ay" balas Adam yang seketika membuat Ratu menoleh sejenak ke arah kekasihnya.
"Maksudnya?" dengan wajah heran Ratu bertanya.
"Jangan cantik-cantik takut banyak yang melirik hehe" jawab Adam merayu.
"Apa sih ay hilih" balas Ratu yang nampak jutek padahal setelah masuk kamar, ia senyum-senyum sendiri mendengar gombalan Adam barusan.
Singkat cerita, mereka berdua pun pergi menuju lokasi hotel Atria yang berada disekitaran daerah Fatmawati, Jakarta.
Melihat gemerlap bintang dan sinar bulan yang begitu indah, membuat Ratu semakin baper dengan suasana saat itu.
Memeluk erat tubuh besar perut buncit kekasihnya. menikmati sejuk nya malam yang begitu cerah tanpa tanda akan hujan sedikitpun.
"Yank nanti kamu hati-hati ya kalau Pkl, jaga diri jangan nakal dan ingat selalu nasehat ku ya cantik?" tanya Adam yang sedikit menoleh ke belakang.
"Iya ayang makasih ya" balas Ratu nampak begitu manja terlihat ketika ia mengencangkan pelukannya untuk Adam.
"Jauh lagi kah ay?" tanya Ratu yang mulai mengkepo.
"Dikit lagi kok sayang" balas Adam.
Tiba-tiba Ratu iseng dengan kembali mencubit keras paha dan perut Adam yang membuat Adam terkejut lalu berhenti sejenak di bahu jalan.
Seakan ingin memukul sesuatu namun tak ada objek yang tepat untuk melampiaskan emosinya.
"Sayang kenapa?" tanya Ratu dengan polosnya.
"Sakit ayang, bapau ku... aduh udah tau cubitan kamu mah kaya gigitan semut. di gigit sekarang bentol nya nanti. di cubit tadi baru sakitnya sekarang" keluh Adam dengan wajah memelas didepan Ratu.
Bukan nya merasa bersalah Ratu malah tertawa tersenyum bahagia melihat tingkah Adam.
"Uh cup.. cup maaf ya gantengnya akoh haha" Ratu menghampiri Adam dan mengusap paha serta perutnya yang bekas ia cubit sebelumnya.
"Um.. sakit ayang" balas Adam yang semakin manja dan ingin memeluk Ratu.
Dengan refleks Ratu menahan tubuh Adam agar tidak makin mendekat mengingat mereka sedang dipinggir jalan, bukan di rumah atau pun tempat romantisan.
"Ish malu ay jeh lu haha" ucap Ratu menolak.
"Ehm..." menghela nafas.
Tak sengaja saat Ratu menoleh kiri kanan, nampak tukang cimol dan stik kentang di seberang jalan yang membuat Ratu kepingin. apalagi kentang goreng adalah salah satu cemilan favorit Ratu.
"Ay beli stik kentang dong" Ratu dengan wajah berserinya begitu bersemangat ingin mencicipi stik kentang itu.
"Gak mau ah! enak aja lu udah nyubitin gw sekarang minta makanan juga" balas Adam dengan sikap kulkasnya.
Ratu pun terdiam mendengar balasan Adam itu, ia beranjak menjauh ke trotoar jalan dan duduk disana sendiri.
"Segitunya banget ay kamu perhitungan nya sama aku ehm" gumam Ratu dalam hatinya terdiam.
Beberapa saat kemudian ditengah lamunan nya, datang lah stik kentang didepan wajah Ratu yang membuatnya terkejut.
"Hah apaan ini?" kagetnya.
"Kata nya tadi mau" ucap Adam yang masih menyodorkan sebungkus stik kentang itu.
Ratu pun melebarkan senyum diwajahnya, untuk kesekian kalinya ia dibuat meleleh oleh sikap Adam yang sederhana namun mampu membuat nya merasa nyaman saat bersama Adam.
__ADS_1
"Hey kok diam?" sambung Adam.
"Engga ay hehe, makasih ya" Ratu tersenyum manis sambil meraih stik kentang kesukaannya dari tangan Adam.
"Nih aku juga beli susu hangat untuk perut kamu. kan ini udah malam enak nya minum yang hangat-hangat hehe" balas Adam lalu menaruh susu coklat itu di depan Ratu dan ia ikut duduk di sebelah kekasihnya itu.
"Makasih ya sayang, by the way punya kamu mana? kok gak beli" tanya Ratu yang merasa heran melihat Adam gak ikut beli juga.
"Gak ah, masih kenyang aku ay hehe makanya beli satu aja buat kamu" balas Adam sambil mengusap pucuk kepala Ratu.
Yang padahal, bukan karena kenyang melainkan sisa uang Adam sudah di bawah batas limit. (ingatkan di episode sebelumnya sisa berapa)
"Ya ampun sayang, kamu gak ada uang kenapa beli ini hanya untuk ku seorang um" batin Ratu merasa tersentuh melihat pengorbanan Adam.
"Aaaaa sayang" ucap Ratu yang tiba-tiba menyodorkan stik kentang kearah mulut Adam.
"Ih apaan sih ay suap-suapan di pinggir jalan haha" celetuk Adam sambil menoleh.
"Buka mulut cepat.." titah Ratu.
Adam pun menghela nafas dan melahap stik kentang yang Ratu suapin barusan.
"Nyam.. nyam.. makasih ay" balas Adam tersenyum dan menatap mata cantik Ratu.
"Sama-sama nyam.. nyam" balas Ratu sambil ikut mengunyah cemilan favoritny
"Kamu bisa bohongin diri kamu, kamu juga bisa bohongi Destroyer, dan mungkin kamu juga bisa bohongi orang lain." ucap Ratu seketika yang membuat Adam terdiam sejenak.
"Tapi kamu ga bisa bohongi aku ay hehe, nih aaa lagi" Ratu lanjut menyuapi kekasihnya itu.
Adam terdiam sejenak tak menyangka bahwa Ratu bisa menebak isi hati nya tanpa perlu ia jelaskan.
"Iya sayang, maaf ya hehe" balas Adam yang merasa bersalah karena telah mencoba menutupi keadaan dompetnya pada kekasihnya.
"Iya ay sama-sama".
"Btw hotel Atria masih jauh ay? kemalaman gak entar? kok kita malah nongkrong disini hehe" ucap Ratu mengingatkan Adam dengan tujuan awal mereka.
"Tuh samping kamu hihi" balas Adam dengan santainya.
Saat Ratu menoleh ternyata benar gedung apartment yang dari tadi di dekat mereka itu lah hotel Atria Residences yang sedang mereka cari.
"Ih kamu gak bilang-bilang aku haha" balas Ratu yang merasa malu sendiri karena tak menyadari tulisan besar yang menempel di atas gedung itu bertuliskan 'Atria'.
"Biarin aja biar lihat sendiri pakai mata belo kamu itu tuh hm.." Adam mencubit bapau kesukaannya itu.
"Adaw ayang sakit ih haha" Ratu tertawa sambil mencubit paha Adam kembali.
Dengan sigap Adam beranjak dan terjatuh di pelantaran ruko sekitar.
"Sakit yank cubitan lu tuh haha!" teriak Adam dengan wajah bercandanya.
"Bodo amat lu ngatain gw belo hah hahahah" Ratu pun ikut tertawa dan mengejar Adam.
Adam kembali berdiri dan menghindar dari serangan pacarnya itu.
Kejar-kejaran dan candaan ala Tom and Jerry pun terjadi.
"Woy udah ay capek gw! haha" teriak Adam yang masih menghindar dari Ratu.
"Bodo amat jeh lu siapa suruh ngatain gw haha" Ratu pun tertawa bahagia walau masih mengincar Adam untuk ia dicubiti.
Bersambung...
"Rasa nyaman itu timbul karena perbuatan kita sendiri yang mampu mengubah hal sederhana menjadi canda tawa dan yang mengubah tangisan luka menjadi tangis bahagia."
^^^-Adam, 5 Januari 2022-^^^
...+--- Sang_Perindu ---+...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya hehe.
Di tap Love juga dong agar selalu dapet notif update dari novel kesayangan kita ini.
Kalian mau share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
...See you on the next episode...🎉👏...