
Kembali pada Destroy, setelah puas bermain dan berfoto di gunung Bromo.
Perjalanan wisata mereka berlanjut ke tempat ikoniknya kota Malang, apalagi jika bukan kebun apel.
Ya, siapa yang tidak kenal dengan apel Malang? apel yang kecil dengan rasa yang manis. tentu menjadi buah tangan yang wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Malang.
Setelah bus rombongan SMK 729, berhenti dilapangan kosong di sekitaran pemukiman desa. mereka semua bergegas turun untuk melanjutkan perjalanan menggunakan angkot daerah sekitar.
"Huh dingin xel walau siang ya haha" ucap Adam mengawali obrolannya sambil duduk meminum jahe hangat yang baru ia beli.
"Yoi, Jawa emang benar-benar wah deh hehehe" balas Axel sambil meniup minumannya.
"Jelas dong Jawa gitu loh hehe" celetuk Ferdi yang bangga mendengar itu karena kota kelahirannya di salah satu kota di Jawa Tengah, tepatnya di Solo.
"Ahaha sa ae lu akar jahe" celetuk Dafa.
"Bawel lu, handuk babat hahaha" balas Ferdi yang tak mau kalah.
Akhirnya setelah puas menghangatkan tubuh dengan segelas jahe hangat, mereka pun langsung menaiki angkot yang sudah di tentukan oleh guru pembina serta pihak tour guide.
Panjang perjalanan singkat cerita. mereka sampai di kebun apel yang kebetulan sekali bersebelahan dengan kebun jeruk.
Angkot berhenti di ujung turunan, karena memang jalan menuju ke kebun itu hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki.
Tanpa waktu lama, semua guru pembina mengarahkan para murid untuk berbaris menaikin bukit didepan mereka.
Dengan santainya diiringi canda tawa, mereka semua nampak menikmati pendakian mini itu.
"Lay, andai Ratu disini pasti gw gendong nih menaiki bukit menuju puncak rumah tangga haha" celetuk Adam dengan rasa percaya dirinya.
"Hilih sombong lu kek kuat aja hehe" balas Dafa.
"Kuat lah kalo gendong dia" Adam senyum-senyum sendiri salting saat memikirkan kekasihnya yang entah sedang apa dan bagaimana perasaannya saat ini.
...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...
Sesampai nya dikebun apel semua murid langsung memasuki kebun itu dan menyebar kemana mereka mau asalkan dua jam kemudian harus berkumpul di titik awal mereka bertemu (didepan kebun apel).
"Apa nih?" ucap Axel menahan tubuh Destroy karena pandangannya tertuju pada sebuah papan pemberitahuan didepan kebun itu.
"50 ribu, bebas ambil apel sepuasnya?" Adam membaca tulisan itu.
"Wih asik nih bre haha yuk gas?" ucap Dafa dengan wajah yang nampak begitu senang.
"Bener dam, buat oleh-oleh lumayan loh gocap dapat sepuasnya" sambung Ferdi merayu Adam agar mau membeli apel.
"Yaudah ayo patungan deal?" tanya Adam.
"Yuk, sepuluh ribu-sepuluh ribu aja" Jery angkat bicara.
"Ah mantap cepat gas" Axel mengeluarkan uangnya dan dikumpulkannya di Adam.
Setelah memberikannya pada penjaga kebun, Destroy dan rombongan yang lainnya pun diperbolehkan masuk dan memetik apel semampu yang mereka bisa bawa.
Nampak begitu ceria mereka semua menikmati apel khas Malang yang kecil namun sangat manis dilidah.
"Manis banget lay apel nya haha" ucap Ferdi.
"Yoi apel Malang emang kecil-kecil manis bre haha" balas Adam yang begitu menikmati apel itu disetiap kunyahannya.
"Lay angkat apel lu ayo" ucap Axel yang bersiap memotret.
"Wokeh" Adam angkat dua apel di tangannya untuk Axel abadikan moment tersebut.
Hingga tak terasa 2 jam berlalu dikebun apel, kini mereka berbaris untuk mengantongi apel hasil petikan mereka sendiri.
Namun keseruan itu terganggu karena ulah Destroy yang ikut berbaris dengan membawa dua pohon apel lengkap sampai ke akar-akar nya.
__ADS_1
Guru pembina yang melihat hal itu tentu menegur Adam CS ditempat, dan perdebatan pun tak terhindarkan.
"Aduh Adam kenapa kamu malah nyabut pohonnya hah?!" ucap pak Pajri yang seorang guru penjaskes.
"Lah katanya 50 ribu boleh sepuasnya?!" ucap Axel tanda tanya sambil memanggul pohon itu.
"Tapi ga dicabut juga xel, kamu ini gimana sih ah!" balas pak Pajri nampak kesal dengan kelakuan Destroy.
"Ya maaf deh pak, kan di situ juga ga ditulisin harus buah apel. makanya kami bawa pohonnya lumayan buat tanam di sekolah kita ye ga?" tanya Adam.
"Bener..!" ucap siswa dari kelas lain.
"Bener juga ya haha" ucap salah satu siswi yang melihat ulah Destroy.
Penjaga kebun pun hanya bisa terdiam. namun guru pembina tetap meminta Adam untuk tidak membawa pohon tersebut karena akan merepotkan perjalanan wisata mereka.
"Huft... ga jadi berkebun dah" celetuk Dafa sambil menurunkan pohon itu dari pundaknya.
"Tau tuh" ucap Ferdi yang melakukan hal yang sama dengan Dafa.
"Ada-ada aja tuh ulah anak murid bu Dewi" celetuk pak Pajri sambil melangkah mendekati bu Dewi.
"Mungkin seperti itu pemikiran orang jenius hehe, maafin ya" bu Dewi hanya tersenyum kecil.
"Hm..." ucap singkat pak Pajri.
...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...
Menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya kini mereka sampai di wisata selanjutnya yaitu museum Angkut.
Yang merupakan museum transportasi dan tempat wisata modern yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur, sekitar 20 km dari Kota Malang. Museum ini terletak di kawasan seluas 3,8 hektar di lereng Gunung Panderman dan memiliki lebih dari 300 koleksi jenis angkutan tradisional hingga modern.
Seperti biasa, para murid diberi waktu dua jam untuk menikmati wisata disana dan harus kumpul kembali dititik lokasi yang sudah ditentukan diawal.
Akhirnya para murid pun berpencar menelusuri museum itu. melihat lihat informasi dari berbagai jenis kendaraan hingga mengabadikan moment di museum itu.
"Tuh mobil kesukaan gw tuh dam dari dulu" ucap Axel sambil menunjuk kesalah satu kendaraan tua disana.
"Ouh itu, iya mobil lama tuh tapi pernah jaya dimasanya haha" balas Adam sambil terus melangkah.
"Gas lah haha ayo Dafa, Jery, Ferdi. kita foto bre..." ucap Axel memanggil Destroy.
"Ayo gas siap hehe" Dafa langsung lari mendekati Adam dan Axel.
Dengan lihai nya Axel memoto berbagai gaya dari keempat sahabatnya itu.
"Xel gantian dong pinjem kamera lu" pinta Adam.
"Pakai aja kalem haha" dengan percaya diri Axel meminjamkan kamera nya kepada Adam.
Dengan amatirnya Adam mencoba mengambil beberapa foto barang dimuseum itu.
Singkat waktu, akhirnya mereka kembali menuju ke penginapan. rombongan bus memarkirkan mobil di area luas depan penginapan tersebut.
Jam menunjukan pukul 17.00 WIT. dengan santai nya para siswa siswi menikmati suasana senja di sekitaran penginapan mereka.
Tak lain halnya dengan Destroy, mereka pun ikut bersantai untuk sekedar melepas lelah setelah hampir seharian berwisata ke dua tempat sekaligus.
"Hah... nikmatnya" ucap Ferdi yang rebahan diteras kamar mereka.
"Adem banget ya, asri gitu lay udaranya hehe" ucap Adam pada Axel.
"Yoi dam. rasanya pengen tidur aja bawaannya haha" balas Axel lalu merebahkan tubuhnya dengan bersandar di paha Adam.
"Bro... bro... noh liat noh ada yang lebih segar!!" ucap Jery memecah ketenangan disore hari.
"Apaan jer?" tanya Adam dengan heran.
"Tuh bre..." sambung Jery sambil menunjuk kolam renang sederhana yang dipenuhi gadis dari kejuruan Akutansi dan Perhotelan.
__ADS_1
"Weh, Jery paham banget kesukaan kita haha" jawab Ferdi yang langsung duduk dan ikut memerhatikan kolam itu.
"Fix ada Gaby nih seperti nya uhuy!" dengan sigapnya Dafa beranjak kearah kolam itu yang lalu diikuti oleh Jery dan Ferdi.
"Lu ga ikut?" tanya Axel pada Adam.
"Nanti gw susul, gw pinjam ponsel lu aja dulu bre" balas Adam.
"Yaudah nih, nyusul tapi ya nanti" ucap Axel sambil memberikan ponselnya lalu beranjak kearah kolam itu.
Tak menunggu waktu lama, Adam langsung menelpon sang kekasihnya dengan senyum manis diwajahnya.
Secara setelah beberapa hari tak mengobrol, rasa rindunya pun semakin berat ia tahan dalam relung hati yang tersakiti saat tahu bahwa dia masih mengingat seseorang yang pernah melukai hatinya.
Adam : Apaan sih thor argh lu!!
Rindu : Eh typo maaf, yaudah ini gw betulin.
Adam : Next...!!!
Secara setelah beberapa hari tak mengobrol dan bertatap wajah, rasa rindunya pun semakin berat ia tahan karena ingin segera menyampaikan rasa rindu dan saling berpeluk kasih.
Adam : Nah good.
Rindu : Hm -_-
"Hallo ?, Sayang?!" ucap Adam di telpon nya lalu telpon pun terputus kembali.
"Duh ya Allah, kenapa sinyal susah bener ya disini" keluh Adam yang melihat logo sinyal kosong di ponsel Axel.
Dengan terpaksa, akhirnya Adam berangkat mendekati kolam renang itu untuk sekedar mengembalikan ponsel sahabatnya.
"Nih xel, ga ada sinyal" ucap Adam lesu dan duduk disamping Axel.
"Ya lu lagian nelpon didaerah sini hahaha, susah sinyal bre disini" balas Axel sambil tersenyum tipis.
"Iya lupa gw" jawab Adam dengan singkat.
"Dam, renang yuk?" ucap Gaby yang tiba-tiba berdiri dihadapan Adam dengan rambut terurai basah dan buah bulat nan padat yang menggantung kencang didadanya.
"Glek!!!"
Hanya menelan ludah yang bisa Adam lakukan saat melihat payu*dara Gaby menonjol bulat dihadapannya.
"Ya Allah kuatkan iman hamba, Aamiin" dalam hati Adam berdoa dengan hati yang mulai berdebar kencang.
"Sini gab" ucap Adam lalu menarik tangan cantik Gaby ke tepian pohon menjauh dari keramaian dikolam.
"Ngapain tuh?" tanya Axel pada yang lainnya.
"Entah" ucap mereka bertiga serentak.
Di bawah pohon rindang nan sejuk, kini Adam bicara empat mata dengan Gaby yang masih memakai baju renangnya.
"Gab, jujur maksud lu seperti ini apa?" tanya Adam serius menatap Gaby.
"Ga ada maksud apa-apa dam, selain gw hanya mencintai lu" balas Gaby sambil menekan dada Adam dengan jari telunjuknya.
"Apa salah gw mencintai seorang pria seperti lu?" balik tanya Gaby sambil memegang kedua tangan Adam.
Nampak Axel yang terus memantau Adam dari kejauhan, ingin mengetahui apa yang sedang ketuanya bicarakan dengan si kembang sekolah itu.
Bersambung...
Ada-ada aja ya ulah Destroy di kebun apel haha haduh..
ga pohonnya juga kalian cabut guys hehe..
And so apa kira-kira jawaban Adam ya, saat ditembak oleh gadis paling cantik disekolahnya? entah lah, hanya Sang Perindu yang sedang menahan cemburu dalam diam lah yang tau.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1