
Hallo Reader and Author yang saya banggakan, apa kabar?
Gimana? Bersin masih dengan kondisi mata tertutup?
Kalau masih syukurlah berarti kita masih normal ya hehe..
Maaf kemarin sempet terhapus episode nya dari relung hati,
Karena ada masalah yang menusuk begitu dalam sampai ke urat nadi,
Sampai ada hati yang harus rela berkorban mati.
Ga kok itu bercanda hehe, kemarin sempat terhapus karena memang ada kesalahan teknik dan penulisan yang masih banyak per'typo'an yang meraja lela.
Sekarang dah Rapi..Yuk selamat menikmati kembali...
Setelah tiga hari berlalu Ratu berlatih bersama teman-teman eskulnya di sekolah, kini saat nya Ratu memberanikan diri untuk berlatih bersama Destroy (walau hanya seorang diri yaitu Ferdiansyah Jaelani). seperti apa materi yang akan Ferdi ajarkan pada Ratu? mampu kah Ratu melewati latihan ala Destroyer untuk mempersiapkan diri menuju kejuaraan Taekwondo tingkat Smk itu?
Temukan jawaban nya hanya di "Introvert Berjiwa Ganda".
...****************...
Hari berlalu cukup cepat, tiga hari pun tak terasa Ratu sudah lewati. berbagai materi kuda-kuda, tendangan, pukulan, tangkisan dan sabetan sudah Ratu pahami dengan seksama, tepatnya setelah pulang sekolah di H-4 menuju kejuaraan nya Ratu sudah bersiap untuk latihan bersama Ferdi.
"Haduh mana sih kak Ferdi, lama bener tumben huft" keluh Ratu sambil menengok kiri kanan di depan Uks.
Dengan santai nya Ferdi menghampiri Ratu dan menyodorkan es jeruk, dengan riangnya Ratu mengubah wajah cemberutnya menjadi senyum manis.
"Makasih kak hihi" senyum kuda terlontar dari bibir Ratu.
"Ehm..iya bawel hehe, lu bener mau belajar sama gw?" tanya Ferdi dengan serius sambil beranjak duduk.
"Iya kak untuk 3 hari kedepan gw kursus sama lu hehe" ucap Ratu yang mengempotkan pipi chubby nya menyedot es rasa jeruk itu.
"Yaudah yuk abisin dulu es ini setelah itu kita latihan oke?" lanjut Ferdi.
"Siap kakak hehe".
Setelah selesai mengobrol manja, mereka berdua bersiap untuk latihan. tidak di lapangan melainkan Ferdi mengajak Ratu ke belakang sekolah tepatnya ke pojokan kelas kejuruan Aph di ujung lorong sekolah.
"Kak ngapain ngajak gw kesini?" tanya Ratu dengan polos.
"Dah yuk kita lari santai dulu" pinta Ferdi sambil melangkah lari santai yang tak lama disusul oleh Ratu mengikutinya.
Sepuluh menit berlalu mereka istirahat sejenak. nampak Ratu sedang minum di pinggir lapangan voli itu. tidak dengan Ferdi yang sibuk membersihkan daun-daun kering dari sebuah pohon pisang.
Setelah merasa tenaga sudah terisi Ratu mencoba mendekati kakak kelasnya yang sedang sibuk sendiri itu.
"Kak ngapain sih lu?" tanya Ratu keheranan.
"Nyiapin media latihan buat lu haha" jawab Ferdi.
"Hilih pakai pohon pisang?" tanya nya heran.
"Iya gw minta lu tendangin nih pohon pisang sampai roboh wkwk, untuk melatih seberapa kuat tendangan lu" jelas Ferdi.
__ADS_1
"Percuma kan walau lu begitu paham tentang trik dan gerakan taekwondo, tapi kalo lu ga ada tenaga dalam setiap gerakan lu? apa lawan akan lumpuh? sebaliknya malah lu yang di buat ga berdaya sama dia" jelas Ferdi sekali lagi.
Ratu yang terkesima dengan pemikiran Ferdi pun makin semangat ingin segera latihan.
"Iya kak bener hehe yaudah ayo mulai haha" tawa Ratu begitu senang.
"Ayo..lu bayangin ini mantan lu, lu abisin nih pohon dengan semua tenaga lu ya? inget..jangan emosi atur nafas ya" ucap Ferdi dengan berwibawa.
Tanpa basa-basi Ratu dengan penuh nafsu menghantam menendang pohon pisang itu. berpuluh puluh kali kaki Ratu terus menendang pohon itu. hingga 40 menit berlalu nampak pohon itu belum tumbang juga, malah sebaliknya Ratu yang terkapar lemah disamping pohon itu.
Ferdi yang baru selesai makan siang pun kaget melihat Ratu tergeletak. dia menghampiri adik kelasnya dan mencoba menyadarkannya.
"Haduh ..." ucap Ferdi sambil mencipratkan air.
"Dek ..bangun dek woy yuhu.." ucap Ferdi yang berusah membangunkan Ratu.
"Eh kak Ferdi hehe..maaf kak gw kewalahan njir haha" tawa Ratu.
"Iya santai aja rat haha gw juga awal nya sama kek lu hehe" jelas Ferdi.
"Emang kak Adam ngajarin hal yang sama ke lu kak?" tanya Ratu dengan heran.
"Ferdi hanya mengangguk dan tersenyum"
Di tengah break nya latihan mereka, datanglah Roy dan teman-temannya menghampiri mereka berdua.
"Gimana rat? aman latihan sama Ferdi haha? dapat materi yang berguna haha?" tanya Roy menertawakannya.
Ferdi hanya membuang muka tak menghiraukan mereka berempat.
"Lagian Ratu kenapa sih lu mau latihan sama orang ga berguna ini haha" tanya Roy melanjutkan hinaannya.
"Gw tunggu hasil latihan lu ya kalo junior gw ga bisa apa-apa kaya lu, gw abisin lu! haha" ucap Roy mengancam Ferdi dan beranjak.
"Yuk kak latihan lagi" ucap Ratu yang sudah melanjutkan menendangi pohon pisang itu.
Dengan rasa semangat yang sudah terbakar karena hinaan Roy, Ferdi makin serius melatih adik kelasnya itu. membenarkan posisi menendang yang baik agar tulang keringnya tak nyeri.
"Nih rat lu harus nendang harus tepat mengenai bagian ini, karena ini posisi mati rasa yang tak bisa merasakan sakit" jelas Ferdi sambil menepuk bagian kaki Ratu.
"Iya kak siap" dengan serius Ratu memperhatikan dan menela'ah instruksi dari Ferdi.
Setelah sampai sore mereka latihan, cukup membuahkan hasil akhirnya Ratu mampu menumbangkan 3 pohon pisang hari itu. tentu saja itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Ratu Permata Sari.
"Yes kak gw berhasil tiga pohon haha" ucap Ratu dengan bahagianya sembari berjalan berdua menuju Uks.
"Yoi haha..besok matengin lagi tips dari gw ya biar lu bisa robohin pohon itu dengan beberapa kali tendangan aja okey?" balas Ferdi yang tentu saja ikut senang atas keberhasilan Ratu untuk latihan saat itu.
"Yaudah kak gw langsung pulang ya? udah sore juga nih sepertinya" ucap Ratu sambil melirik awan yang kini perlahan berganti senja.
"Yaudah hati-hati ya, eh btw mau gw anter ga? kan teman si Dewi anak Akutansi udah pulang kali rat?" tanya Ferdi menawarkan tumpangan.
"Ehm...boleh deh ayo" balas Ratu.
Mereka pun pulang bersama, setelah mengantar Ratu, Ferdi langsung memutar balik kan motor nya dan pulang kerumahnya.
__ADS_1
Dikamar, Ratu kembali mengingat sosok Adam yang selalu ia rindukan. hanya bisa melihat dan memeluk foto kakak kelasnya yang terpampang di layar ponselnya itu didalam kesendiriannya.
"Kak aku rindu kamu, kamu kapan pulang?" tanya Ratu mengusap foto itu sambil meneteskan airmata berharganya.
"Kalo pulang kakak janji ya anterin adek lagi pulang sekolah ya sambil makan baso cilok seperti biasanya ya?" sambung Ratu meratapi kerinduannya.
Tak mau terus meratapi kesedihan nya, akhirnya Ratu memilih untuk latihan ringan dikamarnya. hanya menggunakan celana training dan tengtop sepusar.
Ratu melakukan push up maupun sit up dengan semangat yang bergejolak.
"Ayo bismillah aku pasti bisa, ini hadiah untuk kepulangan kak Adam hehe" ucap batin nya di tengah latihannya kala itu.
Berbagai latihan ringan ia lakukan sendiri hingga tak terasa adzan magrib hampir berkumandang. lantas Ratu menghentikan latihannya dan bergegas mandi lalu menjalankan kewajibannya tiga raka'at.
"Besok latihan apa lagi ya setelah pohon pisang haha" ucap Ratu yang jadi penasaran dengan cara mengajar ala Destroy itu.
"Ah sudah lah besok lagi wkwk" tawanya.
"Selamat malam kak Adam" Ratu mengecup layar ponselnya dan berdoa lalu memejamkan kedua matanya
...****************...
Keesokan hari pun tiba, tepatnya pukul 06:30 Ratu berjalan menghampiri Uks. nampak Nindi sedang sibuk bersama junior-juniornya sedang memberikan materi tentang PMR.
"Hilih sok sibuk sok kecakepan lu cuih" nampak kekesalan Ratu terhadap kekasih Aldo itu.
"Iri ? bilang bos!!" bisik Ferdi yang tiba-tiba menghampiri Ratu dari belakang.
"Ih anjir ngagetin aja lu kak ah!" gumam kesal Ratu.
"Lah lu sirik aja sama Nindi yang cantik dan seksi itu haha" ucap Ferdi dengan percaya dirinya.
"Heh..gw sama dia juga montok kan gw anjir!" bentak Ratu yang tak terima Nindi di puji-puji oleh Destroy.
"Ehm..iya deh iya" balas Ferdi sambil melirik body seksi Ratu.
"Kak ke kantin yuk, gw lapar mau sarapan" pinta Ratu.
"Siap nyonya Adam haha" celetuk Ferdi
Ratu yang mendengar candaan itu langsung salting dan senyum-senyum sendiri. dan melanjutkan langkah nya menuju kantin.
"Bu..Uduk 2 makan disini pedas semua" ucap Ferdi didepan warung uduk langganan mereka.
"Siap Fer" balas ibu penjual nasi uduk itu yang sudah nampak akrab dengan Ferdi.
"Siap ya nanti latihan lagi haha?" tanya Ferdi yang menghampiri kursi didepan meja Ratu.
"Iya ayo siap haha apalagi nih kak tantangannya?" tanya Ratu dengan semangat.
"Sabar dong tunggu pulang nanti hehe" dengan senyum iblisnya Ferdi menatap Ratu.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
__ADS_1
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......