
Ditengah hilangnya sinyal, ku sempatkan ke kaki gunung demi update khusus menemani libur si dia dan kalian para pecinta novel IBG season 2.
I miss youπππΌπ₯²
...β’β’β’ππ»Introvert Berjiwa Ganda Season 2ππ»β’β’β’...
Agam berlari hingga baku hantam pun tak terhindarkan. Agam melompat menendang dada si Tindik lalu berbalik menonjok wajah pria yang dipanggil bos itu.
"Arrgh... sakit bang*sat!!" teriak si bos sambil meringis mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Heh!" si Bos seakan memberi kode kepada si Tindik untuk menahan Agam.
Dengan segera Tindik menahan dan mengunci tangan Agam ke belakang sambil menjepit lehernya.
"Ayo bos hajar!" teriak Tindik.
"Ya Allah abang!" teriak bu Nisa semakin histeris saat si bos melayangkan pisaunya.
Dan sialnya pipi Agam harus tersayat sedikit oleh serangan yang dilancarkan si bos. semakin kesal dibuatnya Agam langsung melompat bertumpu pada tubuh si Tindik dan menghantam leher si bos dengan tendangannya.
Hingga Tindik pun ikut terpental lagi. dan si bos langsung terkapar kojor memegangi lehernya menahan rasa sakit.
Merasa dirinya dan si bos kalah telak melawan Agam, Tindik bergegas membantu si bos berdiri dan kabur dari pandangan Agam menggunakan motornya.
"Makasih kawan" ucap Adam yang bangga pada kembarannya sambil memandangi dua preman itu yang perlahan menjauh dari pandangan Adam.
"Sama-sama, dah sana samperin bu Nisa" ucap Agam yang ikut tersenyum bahagia karena bisa selalu ada disaat Adam membutuhkannya.
"Siap gam" balas Adam lalu menghampiri bu Nisa dengan wajah lugu dan polosnya.
"Ibu ga apa-apa kan?" tanya Adam yang langsung membantu bu Nisa berdiri.
"Ya Allah abang!" bu Nisa berdiri dan langsung memeluk erat pria yang insyaallah menjadi calon menantunya itu.
Adam pun tak bisa banyak menolak, akhirnya ia membalas pelukan bu Nisa yang begitu hangat penuh ketulusan seorang ibu pada anaknya.
"Sudah, ibu gak usah merasa gak enakan gitu. kan udah tugas saya bu ngejaga ibu dan juga Ratu" ucap Adam didalam pelukan bu Nisa.
"Iya bang, sebelumnya ibu ucapin makasih banyak ya udah nolongin ibu" balas bu Nisa sambil perlahan melepas pelukannya.
"Iya bu sama-sama" jawab Adam kembali.
"Um.. pipi abang berdarah nak" mata bu Nisa makin berlinang airmata saat melihat sayatan dipipi Adam perlahan terus mengalir darah segar.
"Oh ini, ga apa-apa bu hehe" Adam coba mengelak sambil mengusap darah itu dengan telapak tangannya.
"Yuk kerumah dulu bang obatin lukanya tuh" sambung bu Nisa.
"Ga usah bu beneran deh hehe" celetuk Adam menolak dan berlaga sok kuat yang padahal mah perih bukan main.
Tak lama kemudian, datang lah Ratu yang dengan segera memeluk bu Nisa begitu erat.
"Mamah gak apa-apa?!" tanya panik dari Ratu.
Adam beranjak sejenak merapihkan motor dan keranjang yak*lt yang sempat berantakan itu.
"Gak kok teh, mamah baik-baik aja berkat si abang" bu Nisa begitu terharu sampai menci*umi putri sulungnya itu.
"Makasih ya say..." ucap Ratu terhenti dengan mata melotot dan nafas yang menyesak saat melihat pipi kekasihnya itu berdarah.
"Hust... Im fine because you come in here" ucap Adam yang dengan segera menutup bibir Ratu dengan telunjuknya lalu menatap tajam ke arah mata indah Ratu.
"Hm.." Ratu menghela nafas dan langsung memeluk tubuh kekar Adam didepan bu Nisa.
"Eh bu?" Adam panik karena merasa tak enak dipeluk depan bu Nisa.
Namun seperti nya bu Nisa mengerti, ia hanya menganggukkan kepala. seakan memberi isyarat tanda untuk Adam membalas pelukan dari anaknya.
Perlahan Adam memeluk erat tubuh Ratu sambil mengusap rambut hitam yang agak memirang.
"Jaga diri baik-baik ya sayang, maaf aku ga bisa nemenin kamu pulang ini udah sore banget mamah ku pasti nyariin hehe" ucap Adam berbisik disamping telinga Ratu.
__ADS_1
"Iya sayang ga apa kok, kamu hati-hati pulangnya ya, luka nya langsung obatin nanti jika sudah sampai rumah" balas Ratu yang mencoba untuk tegar.
"Iya sayang siap, yaudah ku pamit ya" ucap Adam kembali.
"Iya ay dadah" Ratu meraih tangan kanan Adam dan mengecupnya.
"Bu saya pamit pulang duluan ya, ibu hati-hati dijalan sama Ratu jangan ngebut hehe" Adam menghampiri bu Nisa dan mengecup tangannya.
"Iya bang, hati-hati juga ya sekali lagi ibu ucapin terimakasih atas pertolongannya" sahut bu Nisa mengusap kepala Adam.
"Santai aja bu ah tanpa kekuatan dari Allah juga saya ga bisa apa-apa hehe, yaudah assalamualaikum saya duluan bu" Adam menaiki motor nya dan menarik tuas gas perlahan.
"Walaikumsalam" ucap bu Nisa dan Ratu serentak.
[Sekitar 20 menit kemudian>>>]
Sesampainya dirumah, Adam mengetuk pintu dan langsung memasukkan motornya.
"Assalamualaikum.." ucap Adam sambil membuka pintu.
"Walaikumsalam" ucap Wina dan pak Anwar yang sedang menonton televisi.
Adam pun melepas jaketnya dan segera mandi untuk dilanjut melaksanan 3 raka'at nya. namun bu Tini yang menyadari anak nya terluka lagi tanpa pikir panjang dan bertanya dahulu. ia langsung nampar Adam tepat di bagian luka sayatannya itu.
Seketika Agam berteriak dalam batinnya sambil mengepal kuat kedua tangannya.
"Sakit bang*sat! Aw...ah!!" Agam meringis menahan kesal bercampur sakit yang ia rasa.
"Kebiasaan lu ye dari jamannya sekolah kerjaan nye berantem mulu lu, nyakitin diri sendiri mulu lu" bu Tini mengomeli Adam dengan nada tinggi berlogat Betawi kental.
"Sabar gam sabar hallo!" ucap Adam yang tersenyum mencoba menenangkan kepribadian satunya.
"Sana mandi, makan pakai garam aja lu ga usah pakai lauk!" bentak bu Tini didepan wajah Adam.
Teh Wina dan pak Anwar tak bisa berbuat banyak, hanya bisa terdiam karena tak ada yang berani menentang bu Tini jika sedang marah.
Dari pada semakin tertekan, Agam memilih untuk langsung beranjak ke kamar mandi dan mengunci pintu. menenggelamkan kepalanya di bak yang berukuran cukup besar dan teriak sekencang-kencangnya.
"Aaaarrrggh..!" suara erangan Agam saat air mulai memasuki rongga mulutnya.
"Jangan begini gam, lu nyiksa gw nama nya" ucap Adam dengan wajah yang sudah memerah dan nafas yang terengah-engah karena kemasukan air.
"Habis mau bagaimana lagi dam? gw capek selalu kena salah padahal niat gw baik" Agam terdiam menatap kosong entah kearah mana.
"Udah selagi menurut lu baik, selagi menurut kita baik. lakukan aja ya" Adam mencoba menenangkan kembarannya. agar emosinya selalu terkontrol dan tak melukai dirinya sendiri seperti biasa.
"Dah gw mandi dulu ah" Adam berdiri dan melepas semua pakaiannya dan siraman.
Agam masih terdiam dipojokkan kamar mandi, tak menghiraukan Adam yang sedang mandi disampingnya.
[Next>>>]
Beralih sejenak kerumah Ratu tepatnya kini pukul 19.45 wib. nampak Ratu sedang makan dikamarnya ditemani ibunda tercinta.
"Gimana neng sekolah kamu hari ini?" ucap bu Nisa.
"Baik mah alhamdulilah tadi pelajaran lancar semua" balas Ratu tersenyum manis sambil menguyah chiken yang sebelumnya bu Nisa beli tadi.
"Neng maaf momy mau nanya deh soal si abang" ucap bu Nisa mulai nampak serius dengan obrolannya.
"Ada apa tuh mah?" tanya Ratu menatap balik dengan serius kearah bu Nisa.
"Memang si Abang punya khodam juga neng seperti keluarga kita?" tanya polos dari bu Nisa yang membuat Ratu langsung tersedak.
"Bruhuk.. uhuk!"
"Aduh mah minum mah" ucap Ratu sambil mengusap lehernya.
"Iya neng ini diminum dulu" dengan segera bu Nisa mengambil air hangat yang sudah disiapkan untuk minum Ratu.
"Glek.. glek.. ah makasih mah" Ratu menaruh gelas itu kembali.
"Biasa aja sih neng haha, sampai segitu nya dengan pertanyaan mamah" sambung bu Nisa melanjutkan obrolannya dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Sorry mah hehe, ehm by the way kenapa mamah nanya gitu?" Ratu malah balik bertanya dengan tatapan yang seakan menyembunyikan sesuatu.
"Engga sih, soal nya mamah ngerasa si abang seperti punya khodam juga neng" ucap bu Nisa sembari mengecilkan volume suaranya.
"Pas tadi berantem sama preman itu mamah ngeliat tatapan si abang beda, seperti ada sosok lain gitu di dalam tubuhnya" ucap bu Nisa yang semakin penasaran.
"Iya sih mah, aku juga ngerasain hal yang sama seperti yang mamah rasakan, kadang si abang berubah ubah gitu sikap nya ke aku." Ratu coba menuturkan hal yang memang ia sendiri pun belum pasti mengetahuinya.
"Seperti kadang marah, ditengah emosinya yang meluap kadang baik lagi, manis lagi gitu mah hehe" sambung Ratu sambil melanjutkan makannya.
"Tapi dia ga pernah main tangan kan sama eneng?!" tanya bu Nisa dengan tegas.
"Alhamdulilah ga pernah kok mah hehe" balas Ratu.
"Syukurlah, sekali dia main tangan tinggalin aja ya. selama ini papah kamu ga pernah main tangan sama kamu. enak aja dia kalau berani mukul eneng" bu Nisa tersenyum manis mengusap pucuk kepala Ratu.
"Iya mah siap hehe" jawab Ratu.
"Mamah yakin pasti Adam punya khodam sendiri deh neng. seperti kamu kan kakek kamu yang selalu ngejagain kamu. nah mamah penasaran dengan khodamnya Adam itu apa ya" bu Nisa menaikkan pandangan matanya nampak sedang berpikir.
"Udah mah ah ga usah di pikirin hehe nanti sakit loh" celetuk Ratu.
"Biar waktu aja yang menjawab, dah ah aku mau cuci tangan dulu mah" Ratu beranjak ke kamar mandi mencuci tangannya dengan sabun.
"Iya juga ya hehe, yang penting si abang bertanggung jawab dan ga nyakitin si teteh" bu Nisa tersenyum dan kembali ke ruang tengah menemani si bungsu Nila yang sedang menonton televisi.
Beberapa saat kemudian Ratu kembali kekamarnya duduk sejenak dipinggiran kasur.
"Andai mamah juga tau hehe" ucap Ratu sambil menyilangkan kedua tangannya ke belakang punggung merogoh kaitan mahkotanya.
"Kalau anak gadis mu ini punya kepribadian lain juga selain sosok Ratu hehe" ucap Ratu sambil tersenyum jahat bak iblis yang menyimpan dendam. lalu menarik bra nya dari balik tanktop orange nya.
Meraih hape dan menikmati 'me time' nya dengan chat, telepon, bahkan video call dengan Adam untuk saling berbagi cerita hari ini.
"Gimana ay pipi kamu udah di obatin belum?"
π "Udah kok sayang hehe, kamu udah makan?"
"Udah ay tadi pakai ayam chiken, and by the way makasih ya udah nolongin momy dari preman jahat itu"
π"Iya sayang santai aja ah, memang sudah tugas aku hehe"
"Um... ay?"
π "Iya kenapa sayang?"
Ratu sempat ingin menanyakan hal yang barusan ia bicarakan dengan bu Nisa, namun Ratu berpikir lagi untuk sebaiknya dipendam terlebih dahulu karena mengingat kondisi Adam yang sedang tidak stabil.
"Engga ada apa-apa ay hehe becanda. aku manggil doang karena kangen kamu"
π "Lah tadi udah ketemu ay hihi"
"Belum puas, kurang lama haha" celetuk Ratu.
π "Dasar kamu paling bisa ya buat aku senyum-senyum sendiri hahah"
Mereka pun saling mengobrol dan bercanda via selular hingga larut di malam yang indah bertabur bintang penuh misteri dalam logika.
Bersambung...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa juga untuk...
...πππ LIKE πππ...
...π€΄π»π€΄π» KOMENT π€΄π»π€΄π»...
...π SHARE π...
...Dan...
...πππ Tap Love πππ...
__ADS_1
...See you on the next episode...ππ...